
SELAMAT MEMBACA
Enam bulan kemudian usia kehamilan Dara sudah sembilan bulan sudah waktunya untuk melahirkan, Bima sebagai suami siaga selalu menemani istrinya di rumah, Bima lebih memilih mengerjakan kerjaan kantor dari rumah misalnya ada berkas penting yang harus ditanda tangani Bima menyuruh Edo untuk mengantarnya ke rumah dan Dara juga sudah mengambil cuti kuliah.
Malam harinya ketika Bima dan Dara sedang tidur tiba tiba pinggangnya terasa sakit dan perutnya terasa kencang.
..."Auh.....Sakit banget" Gumam Dara yang terbangun dari tidurnya karena merasakan sakit di bagian pinggangnya, dan sewaktu Dara mau membangunkan suaminya tiba tiba sakitnya hilang dengan sendirinya, jadi Dara tidak jadi untuk membangunkan Bima yang tanpak nyenyak tidur di sampingnya, Dara kembali terlelap tidur karena sudah tidak merasakan sakit, Dara tidak menyadari bahwa dia mengalami kontraksi....
Subuh menjelang pinggang Dara merakan sakit lagi dan perutnya juga terasa kencang persis seperti pas tengah malam tadi yang Dara rasakan.
"Uh mas Bima pinggangku sakit banget" ujarnya sambil memegang dengan kuat telapak tangan suaminya yang masih terlelap tidur, medengar Dara yang kesakitan Bima langsung bangun.
" Kamu kenapa sayang?" tanya Bima panik.
" Pinggangku sakit mas" adunya.
" Kita kerumah sakit sekarang ya" Bima mau menggendong istrinya untuk di bawa ke rumah sakit tapi sakit yang Dara rasakan itu hilang lagi.
" Sakitnya udah hilang mas" Ujar Dara yang merasa sakitnya udah hilang lagi seperti tadi malam.
" Ha.....udah hilang maksudnya?" tanya Bima bingung dengan perkataan istrinya tadi bilang sakit sekarang udah enggak.
" Iya aneh tadi sakit banget tapi sekarang udah enggak tadi malam juga gitu mas pinggangku sakit terus hilang sendiri" ujar Dara lagi.
" Apa ? jadi tadi malam pingang kamu sakit? kok gak bilang sama aku sih sayang, seharusnya kamu bangunin aku" kata Bima yang takntau bahwa tadi malam istrinya kesakitan.
" Ya gak papa mas kan sakitnya udah hilang ngapain bangunin kamu yang klihatannya tidur nyenyak banget, kan aku gak tega mas" ujar Dara.
" Ya gak pa pa kamu bangunin aja, sekarang kita kerumah sakit aja yuk" Ajak Bima yang masih khawatir dengan keadaan istrinya.
" Gak usah lah mas aKu udah gak pa pa kok"
" Kamu serius sayang?" tanya Bima memastikan.
"Iya serius mas, tuh lihat aku udah gak pa pa" jawab Dara meyakinkan suaminya.
Karena hari sudah pagi mereka memutuskan untuk mandi lalu setelah itu sarapan, sekarang mereka berdua sudah berada di meja makan untuk sarapan berdua seperti biasa Dara mengambilkan makanan untuk suaminya, Bima yang melihat istrinya dengan perut buncitnya jadi semakin gemes aja, akhir akhir ini mereka berdua sering berhubungan badan atas anjuran dari dokter, baru tadi malam aja nggak.
Seperti biasa Dara menyuapi suaminya sarapan tapi tiba tiba pinggangnya terasa sakit lagi perutnya juga terasa kencang banget.
" Auhhh Sakit" keluhnya tiba tiba sambil memegang pingang bangian belakanganya.
" Sayang kamu kenapa? sakit lagi?" tanya Bima panik melihat istrinya kesakitan.
__ADS_1
"Iya mas ini sakit banget, kenapa sakitnya hilang terus dateng lagi gitu ya, Uh.....sakit mas" jawab Dara sambil menahan sakit.
" Kita kerumah sakit sekarang" ujar Bima yang langsung menggendong Dara, sedangkan Dara hanya pasrah di bawa kerumah sakit, mungkin dia harus periksa takutnya ada apa apa dengan kandungannya apalagi ini menjelang hari kelahiran, Dara masih belum mengerti kalau dia mengalami kontraksi mungkin kehamilan pertama jadi belum paham soalnya orang mengalami kontraksi itu berbeda beda, ada yang seperti ingin BAB, ada yang perutnya sakit dan ini Dara malah pinggang bagian belakang yang terasa sakit jadi dia nggak ngeh kalau udah mengalami kontraksi.
Sakit di pinggang Dara semakin lama semakin sering dan perutnya juga semakin terasa kencang di saat bersamaan, Bima lebih memilih ke rumah sakit dengan supir karena Bima lebih memilih menemani istrinya yang kesakitan.
" Auhhhh......mas sakit" keluh Dara.
..." Iya sabar ya sayang bentar lagi kita juga sampai di rumah sakit" ujar Bima dengan mengelus elus pinggang Dara yang sakit, mereka berdua duduk di bagian penumpang sehingga Bima bisa memeluk dan mengelus elus pinggang Dara yang sakit, sementara Dara melampiaskan rasa sakitnya dengan ******* ***** tangan Bima, bahkan tanpa sadar kadang Dara juga mencubit dan memukul Bima saking sakitnya yang dia rasakan....
Bima bener bener tidak tega melihat istrinya yang sangat kesakitan seperti itu sehingga peluh membasahi dahi istrinya dan Bima pun mengusapnya dengan sayang.
" Mas Bima sakitt.....aku udah gak kuat"
" Iya sayang kita udah sampai di rumah sakit ini tahan ya" setelah sampai di rumah sakit Bima langsung menggendong istrinya, suster yang melihat itupun langsung menyuruhnya ke ruang persalinan.
Setelah sampai di ruang persalinan Bima menaruh tubuh istrinya di atas tempat bersalin lalu datanglah dokter Sinta yang akan menangani Dara.
" Dok tolong istri saya dok katanya pinggangnya sakit dan perutnya terasa kencang, itu kenapa ya dok?" tanya Bima sama sokter Sinta dengan panik.
" Sebentar ya saya periksa dulu" jawab dokter Sinta. " owh ini istri anda sudah mau melahirkan tuan sekarang sudah pembukaan lima" jelas dokte Sinta setelah memeriksanya.
" Auh sakit mas ..ahhh" Dara terus menarik narik dan meremas tangan suaminya" Ini Elus elus mas sakit" keluhnya lagi sambil memukul mukul Bima sedangkan Bima hanya pasrah menjadi pelampiasan rasa sakit istrinya, Bima bener bener tidak tega melihat istrinya yang sangat kesakitan seperti itu, andaikan bisa di gantikan Bima ingin menggantikanya biarlah dia saja yang merasakan sakit itu jangan istrinya.
" Sekarang sudah pembukan sempurna tuan dan siap melahirkan " ujar Dokter Sinta menyampaikan. " bila perutnya terasa kencang tarik nafas ya nyonya lalu keluarkan lewat mulut dan nyonya siap untuk mengejan ya."
" Ahhh sakit" Dara menejan sambil menarik narik rambut Bima.
" Bima yang melihat perjuangan istrinya melahirkan jadi meneteskan air mata, begitukah seorang ibu yang berjuang melahirkan anaknya kedunia, begitu juga kah dulu mamahnya saat melahirkannya, sungguh Bima bener bener menangis melihat perjuangam istrinya melahirkan buah hatinya.
Bima yang di nilai publik arogan, dingin, cuek dan tak pernah menagis kini dia bisa menangis kerena melihat perjuangan istrinya saat melahirkan.
" Oekkk....oeekkkk" Terdengar suara tangis bayi saat Dara berhasil melahirkan, melihat itu Bima langsung memeluk istrinya dan menciumi seluruh wajahnya tanpa ada yang terlewat.
" Terima kasih sayang kamu sudah melahirkan bayi mungil itu di tengah tengah kita" ujar Bima dengan meneteskan air mata haru melihat jagoannya lahir kedunia, Ya Dara melahirkan seorang bayi laki laki.
Setelah selesai di bersihkan dan bayinya juga sudah selesai di mandikan kini Dara sudah di pindah ke ruang perawatan VIP ruang perawatan Dara sudah mirip dengan kamar hotel.
Wenda, Rendi serta Sena yang mendengar kabar bahwa dara sudah melahirkan pun kini langsung datang ke rumah sakit.
" Sayang bagaimana persalinannya lancarkan?" tanya Wenda setelah sampai di ruang perawatan Dara.
" Iya alhamdulillah lancar mah" jawan Bima.
__ADS_1
" Kak Dara lahiran normal apa sesar kak?" tanya Sena .
" Alhamdulillah normal dek" jawab Bima.
" Ya ampun cucu papah ganteng banget, dia laki laki kan Bim?" tanya Papahnya pasalnya mukanya mirip sekali dengan Bima persis banget seperti Bima waktu masih kecil.
" Iya pah cucu papah laki laki" jawab Bima karena selama kehamilan Dara, Bima sengaja tidak ingin tau jenis kelamin anaknya biarlah menjadi surprise nanti saat melahirkan.
" Wah kakak dapat jagoan" seloroh Sena.
" wah ini sih penerus sanjaya, mamah gendong ya" Ujar wenda. " lihat deh Ra dia persis banget seperti Bima waktu kecil" ujar wenda ke Dara.
"Iya mah kok persis mas Bima sih, curang padahal aku lo yang mengandung dan melahirkan masak mommynya gak kebagian" kata Dara dengan memanyunkan bibirnya.
" Ya gak pa pa sayang mirip sama aku kan memang anak aku" ujar Bima yang masih setia di samping Dara takutnya istrinya itu membutuhkan sesuatu bahkan dari tadi Bima terus mengelus kepala istrinya dengan sayang.
" Terus bukan anak aku gitu maksudnya mas" ujar Dara lagi.
" Ya anak kita dong sayang, kan bikinnya berdua" kata Bima tanpa vilter, Dara yang mendenagr perkataan suaminya langsung mencubit perutnya, bisa bisanya suaminya berkata seperti di depan keluarganya bikin malu aja.
"Hahaha.....ya gak pa pa dong sayang memang bener kata Bima kalau bikinnya gak berdua mana bisa jadi" ujar wenda dengan ketawa dan itu malah membuat wajah Dara memerah karena teringat pergulatan panasnya bersama Bima.
" Mah Gantian Sena dong yang gendong" seloroh Sena yang ingin menggendong keponakannya.
" Ya udah ini tapi hati hati gendongnya" ujar mamahnya.
" itung itung latihan dulu ya sen kan bentar lagi mau nikah" ujar Dara.
Ya memang kedua orang tua Reynan sudah datang ke rumah Sena untuk melamarnya secara Resmi dan sebulan lagi sena bakalan nikah sama Reynan.
" Iya kak biar besok kalau punya anak udah bisa gendong" jawab Sena dengan hati bahagia karena sebentar lagi dirinya akan menikah dengan Reynan.
" Owh iya cucu papah ini namanya siapa Bim?" tanya papahnya.
" Iya mas namanya siapa" tanya Dara juga.
" Namanya Elvan sanjaya, gimana cocok gak?" tanyanya.
" Nama yang bagus" ujar papahnya.
"Iya cocok mas aku setuju" kata Dara menyetujuinya
Akhirnya mereka saling bercanda, tertawa dan berebut ingin mengendong baby Elvan.
__ADS_1
BERSAMBUNG