
SELAMAT MEMBACA SEMOGA SUKA DENGAN KARYA OUTHOR YA
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN CARA LIKE KOMEN VOTE
DAN JANGAN LUPA BERIKAN BINTANG LIMA
LALU MASUKKAN KE DAFTAR VAFORIT KALIAN
AUTHOR KASIH BONUS VISUALNYA
Riska pratama
Kenzo
Aldi
Revan
Asisten Edo
Kenzo mendatangi unit apartemen Riska yang ternyata bersebelahan dengan partemennya, Kenzo membawakan makan untuk Riska karena Kenzo khawatir dengan kondisi gadis itu eh ralat bukan gadis lagi tapi wanita,
takutnya wanita itu berbuat yang aneh aneh lagi.
Sebelum masuk Kenzo menekan bel apartemen Riska terlebih dahulu.
ting.....tong.....ting.....tong.
Gak lama pintu apartemen itu di buka oleh Riska, setelah kejadian buruk yang di alami oleh Riska, Riska masih mengurung diri di apartemennya Riska masih enggan untuk keluar.
"Kak ken.....masuk aja kak" Ujar Riska setelah membukakan pintunya.
"Ini aku bawakan makan untukmu aku tau kamu belum makan kan" Kenzo menaruh sebuah paper bag di atas meja setelah dirinya masuk ke dalam apartemen Riska.
"Riska memang lagi gak nafsu makan kak" Jawab Riska dengan lesu.
"Kamu jangan siksa diri kamu seperti itu, hidup masih tetap berlanjut Ris sekarang kamu harus makan ya" bujuk Kenzo yang memulai membuka paper bag berisi makanan.
" tapi aku gak nafsu kak"
" pokoknya kamu harus makan aku suapin dan gak ada penolakan" ujar Kenzo telak, akhirnya Riska mau makan dengan di suapin oleh kenzo walaupun sebenernya dia gak nafsu untuk makan, tapi dia paksain untuk membuka mulutnya menerima suapan makanan dari tangan Kenzo, uh romantis sekali ya mereka sudah seperti sepasang kekasih aja.
"Udah ah kak Riska udah kenyang" ujar Riska yang menolak suapan dari tangan Kenzo untuk yang kesekian kali.
"Okey sekarang kamu minum dulu ya" Kenzo memberikan sebuah minuman kemasan yang tadi di belinya di restoran untuk di berikan kepada Riska.
"Iya kak makasih" ujar Riska dengan menerima minuman dari tangan Kenzo lalu Riska segera meminumnya.
"Oh ya aku rasa soal kejadian kemarin itu ada hal yang gak beres kamu tenang saja aku akan mencari tahunya"
__ADS_1
"Aku gak tau kak kepalaku pusing kalo inget tentang itu, sekarang hubunganku dengan keluargaku jadi renggang karena kejadian itu" Riska memijit pelipisnya yang tersa berdenyut karena memikirkan kedua orang tuanya yang sekarang seperti membencinya.
"Kamu tenang saja aku akan tanggung jawab, sekarang gini aja kamu gak usah lanjutin kuliah kamu yang di luar negeri kamu lanjutin di sini aja nanti biar aku yang urus" ujar Kenzo memberi saran.
"Teserah kak ken aja aku udah pasrah" jawab Riska yang seperti gak punya semangat hidup lagi.
"Kamu jangan pasrah gitu dong kamu harus tetep semangat" Kenzo berusaha untuk membuat Riska bangkit dan ceria lagi.
"Hemmm....." jawab Riska hanya dengan sebuah berdehem.
"Sekarang kita keluar yuk kita jalan ngapain sih di apartemen terus nanti malah yang ada makin stres lagi kamu" ajak Kenzo, Kenzo ingin mengajak Riska sekedar mencari angin di luar biar wanita itu tidak terlalu stres.
"Gak ah kak aku lagi males" tolak Riska yang memang lagi malas ngapa ngapain.
"Ayo lah ris biar pikiran kamu fress" Kenzo berusah merayu Riska supaya mau dia ajak jalan tapi Riskanya tetep kekeh gak mau.
"Gak ah kak lain kali aja"
"Okey aku gak akan maksa kamu" ujar Kenzo yang menyerah, memang Riska itu bener bener keras kepala.
"Terus kapan kamu mau bawa aku ke orang tua kamu buat membahas masalah kemarin.....biar masalahnya cepet clear?" tanya Kenzo.
"Besok besok aja ya kak soalnya aku masih takut bertemu dengan papah dan mamah pasti mereka masih marah sama Riska" jawab Riska yang masih takut bertemu dengan kedua orang tuanya.
"Kamu tenang saja kan ada aku, soalnya aku juga harus ke kembali ke surabaya"
"Iya kak." jawab Riska singkat, dan selanjutnya kenzo memutuskan untuk menemani Riska di apartemennya karena masih khawatir dengan keadaan wanita itu.
💗❤️💗
Sekarang Bella sedang melakukan pemotretan di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang fasion, Bella pemotretan untuk mempromisikan sebuah gaun sexy, Bella mengenakan dress hitam panjang dengan belahan tinggi sampai ke paha, hingga memperlihatkan kaki jenjangnya lalu bagian atasnya yang terbuka seperti kemben yang memperlihatkan sebagian dadanya.
Bella bisa menjadi model cukup terkenal bukan karena talentanya melainkan sering mejajakan tubuhnya kepada bos bos besar supaya mereka bisa memakai jasanya sebagai model, gak perduli bos itu sudah tua perutnya buncit atau berkepala botak yang penting dia bisa mendapatkan job itu.
Seperti sekarang ini setelah Bella selesai melakukan pemotretan Bella harus menepati janjinya untuk melayani derektur perusahaan itu yang bernama pak Handoko.
Handoko adalah seorang pria paruh baya yang usianya sekitar 55 tahun, tubuhnya agak gemuk perutnya buncit dan kepala depannya botak, sebenernya Bella ogah kalo harus melayani pria tua tapi apa boleh buat demi sebuah karir Bella harus melakukan itu.
Handoko itu sudah memiliki seoarang istri dan seorang anak laki laki, anaknya seorang mahasiswa kesenian, walaupun sudah tua handoko itu tipe lelaki yang genit, pria hidung belang.
Sesuai kesepakatan setelah Bella berhasil mendapatkan job itu Bella harus melayani Handoko, setelah selesai pemotretan Bella langsung berjalan menuju ruangan Handoko untuk melayani Handoko di ruangan kantornya.
tok.....tok....tok
Bella mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk.
"Masuk" jawab seseorang yang berada di dalam ruangan itu.
Setelah di persilahkan masuk Bella membuka pintunya dan kemudian masuk ke dalam ruangan itu lalu menguncinya dari dalam.
"Bella akhirnya kamu datang juga aku sudah menunggumu dari tadi, aku juga sudah gak sabar untuk menikmati tubuhmu itu" ujar Handoko ketika melihat Bella masuk ke dalam ruangannya.
"Sabar tuan jangan terlalu terburu buru" jawab Bella dengan sura yang menggoda.
"Tunggu apa lagi sekarang kamu buka semua bajumu aku ingin melihatnya" titah Handoko dengan tatapan penuh nafsunya.
"Oke saya akan melakukannya sesuai kesepakatan kita" ujar Bella yang segera membuka semua baju yang menempel di tubuhnya hingga Bella benar benar nked, melihat tubuh nked Bella Handoko semakin bernafsu, lalu dia juga segera membuka semua bajuanya dan membuangnya dengan sembarangan, selanjutnya mereka melakukannya di atas kursi sofa yang ada di dalam ruangan itu.
💗❤️💗
__ADS_1
Hari ini Dara pergi ke supermarket untuk membeli keperluan dapur yang sudah pada habis, Dara pergi diantar oleh supir karena Bima tidak mengizinkan Dara pergi seorang diri.
Bima tidak bisa menemani Dara karena Bima harus menyelesaikan pekarjaannya di kantor untuk beberapa hari kedepan supaya dia bisa berangkat honey moon ke bali.
Setelah sampai di supermarket Dara langsung turun dari mobil lalu masuk ke dalam supermarket, Dara mulai memilih dari sayur sayuran, buah buahan dan aneka daging segar dan bumbu dapur.
Setelah itu Dara juga membeli banyak cemilan serta minuman kaleng dan susu, saat Dara memilih cemilan tiba tiba ada yang memanggilnya.
"Dara, kamu bener dara kan?" tanya seorang pria kepada Dara.
"Iya benar maaf anda siapa ya?" tanya Dara yang sudah lupa dengan pria yang kini sedang menyapanya.
"Masak kamu gak inget sama aku, coba kamu inget inget dong" ujar Pria itu dan Dara berusaha mengingatnya dan gak lama Dara ingat sekarang.
"Owh ya ampun tuan Alex" ujar Dara yang sudah mengingat Alex.
Ya yang memanggil Dara ternyata adalah Alex yang kebetulan juga berada di situ untuk membeli beberapa kebutuhan dapur apartemennya, tapi Alex hanya membeli makanan instan dan minuman kaleng
karena Alex tidak begitu bisa memasak dia lebih suka makan di luar atau pesan online kalau lagi malas keluar.
"Yab kamu betul ternyata kamu masih mengingatnya ya, oh ya kamu juga sedang berbelanja?" tanya Alex yang melihat Dara membawa troli berisi banyak blanjaan.
"Iya tuan seperti yang anda lihat"
"Kedengarannya gak enak ya kalo kamu memanggilku tuan panggil saja Alex gak usah pake tuan segala karena aku bukan tuanmu" ujar Alex yang gak suka jika Dara memanggilnya tuan.
"Baik lah A....Alex" ulang Dara membenarkan panggilannya
"Begitu lebih enak di dengar, kamu belanja banyak banget sepertinya kamu suka memasak ya?" tebak Alex.
"Mmmm gak juga sih"
"Sepertinya masakan kamu sangat enak, bolehkah kapan kapan aku mencicipinya, bukannya dulu kita sepakat berteman kalo kita bertemu kembali dan sekarang takdir mempertemukan kita jadi kita sekarang teman ya" ujar Alex tapi respon Dara seperti menghindarinya.
"Mmmm maaf saya usah selesai kalo begitu saya permisi dulu" Dara sengaja mengalihkan pembicaraan karena gak mungkin Dara menanggapi Alex Dara takut kalo Bima sampai tau, waktu itu aja Bima terlihat sangat marah apa lagi sekarang, Dara segera beranjak pergi tapi ditahan oleh Alex.
"Dara tunggu" ujar Alex dengan menarik tangan Dara dan seketika Dara langsung melepas tangan Alex yang menarik tangannya.
"Maaf lex tapi aku buru buru"
"Kenapa harus terburu buru santai aja mungkin kita bisa pergi makan dulu" tawar Alex yang berusaha menahan Dara supaya bisa lebih lama bersamanya.
"Maaf lex tapi aku bener bener gak bisa aku harus segera pergi aku lupa kalo sedang ada janji" ujar Dara beralasan.
Dara segera ke kasir untuk membayar blanjaanya lalu Dara segera pergi dari supermarket itu.
"Mmmmm sangat menarik, dia sangat cantik jutek dan jual mahal berbeda sama perempuan lain yang sering kutemui yang di ajak langsung mau, selama ini belum ada seorang wanita yang menolakku tapi Dara berbeda pokoknya aku harus bisa mendapatkanya" gumam Alex dalam hati setelah Dara pergi.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
VOTE
SUPAYA OUTHOR SEMAKIN SEMANGAT UPNYA
__ADS_1