Di Jodohkan Dengan Gadis SMA

Di Jodohkan Dengan Gadis SMA
episode 33


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN CARA LIKE KOMEN VOTE


DAN MASUKKAN KE DAFTAR VAFORIT KALIAN YA


💗❤️💗


Hari ini Bima dan Dara pergi ke rumah pamannya, Bima memang tak membiarkan Dara untuk pergi sendiri karena Bima khawatir terjadi sesuatu dengan Dara, setelah sampai di rumah pamannya Dara dan Bima segera di persilahkan masuk oleh seorang pelayan yang bekerja di rumah itu.


"Non Dara dan tuan silahkan masuk" ujar pelayan itu dengan sopan.


" Apa bibi berada di rumah bik?" tanya Dara


"Iya non tuan dan nyonya ada di dalam sebentar saya panggilkan, nona dan tuan mau minum apa?" tanya pelayan itu menawarkan minuman.


"Apa aja bik" jawab Dara.


"Baik non" ujar pelayan itu yang segera memanggil majikannya untuk memberitahu kalo ada Dara datang, mendengar pelayan yang mengatakan bahwa Dara datang Santi dan Arya segera turun untuk menemui Dara, Santi kira Dara datang sendiri ternyata dengan Bima suaminya.


"Dara tuan bima, akhirnya kamu pulang juga sayang maaf kan bibi yang waktu itu ya bibi cuma salah paham saja" ujar santi saat menemui Dara dan Bima, Santi berusaha seramah mungkin karena ada Bima di situ.


"Iya Dara paman juga minta maaf ya soal kejadian itu, paman harap kamu mau kembali lagi kesini jujur paman khawatir dengan kamu selama kamu pergi dari rumah ini kami berusaha mencarimu" sambung pamannya ikut menimpali sedangkan Bima memutar bola matanya malas mendengar Santi dan Arya yang sok baik.


"Iya bi, paman Dara juga udah maafin kalian kok lagian Dara juga merasa tidak enak hati karena Dara menikah tanpa memberitahu paman dan bibi" jawab Dara yang merasa tidak enak hati.


"Iya Dara kami sudah denger tentang berita pernikahanmu dari Rena jujur bibi kecewa kenapa kamu tidak memberi tahu kami soal pernikahanmu" ujar bibinya dengan pura pura sedih.


"Maaf soal itu kami tidak sempat memberitahu kalian karena pernikahan ini mendadak dan waktu itu juga kalian dalam hubungan tidak baik" jawab Bima, kali ini Bima yang berbicara dan berusaha menjelaskan supaya Dara tak di salahkan.


"Iya tuan Bima kami memakluminya kalo memang kenyataannya seperti itu, paman hanya bisa mendo'akan semoga kalian selalu bahagia" ucap pamannya.


"Iya bibi juga hanya bisa mendo'akan semoga pernikahan kalian langgeng sampai kakek dan nenek" sahut bibinya ikut menimpali, sebenernya Santi hanya basa basi aja bilang begitu padahal dalam hatinya mendo'akan supaya Dara cepat di buang oleh Bima.


"Terimakasih, tapi maaf untuk Dara yang di minta untuk kembali kesini sepertinya tidak bisa karena sekarang Dara sudah menjadi istri saya jadi dia harus ikut tinggal dengan saya" Ujar Bima dengan datar.


"Idih aku juga ogah kalau Dara sampai kembali tinggal di sini" gumam Santi dalam hati yang gak suka dengan Dara.


"Kalau memang Dara gak bisa tinggal di sini kami juga tak keberatan tuan Bima karena seorang istri wajib mengikuti suaminya dimana suaminya tingggal tapi setidaknya sering sering mainlah kesini karena walau bagaimanapun kan kita memang saudara satu satunya Dara" jawab Arya yang hanya pura pura baik karena di balik itu semua dia punya rencana untuk merayu Dara supaya bisa memindahkan semua aset yang di tinggalkan jonathan berpindah ketangannya.


"Iya Dara apa yang di katakan pamanmu itu bener" sahut bibinya dengan penuh kepura puraan.

__ADS_1


"Iya paman bibi Dara nanti pasti akan sering main main kesini" jawab Dara.


pembicaraan mereka terputus karena ada seorang pelayan yang mengantarkan minuman untuk Dara dan Bima. "ini sikahkan di minum tuan dan nona" ujar pelayan itu dengan meletakkan minuman di atas meja.


"Iya terimakasih bik" jawab Dara dengan ramah.


Setelah itu pelayan itu segera kembali ke belakang dan tak lama setelah itu Bima dan Dara segera pamit pulang dengan alasan Bima ada urusan penting yang harus segera di tangani, jujur Bima sangat malas berlama lama berada di rumah Arya.


Mobil mereka melaju menuju ke apartemen tempat mereka tinggal sekarang dan setelah sampai di unit apartemennya Bima dan Dara langsung duduk di depan TV mereka berdua saling bercada ria, hubungan keduanya semakin ke sisni menjadi semakin dekat dan saling terbuka satu sama lain di tambah dengan perlakuan manis Bima yang membuat hati Dara jadi meleleh, ya walaupun Dara belum memberikan haknya kepada Bima sebagi seorang istri karena memang sedang berhalangan.


Bima juga sering bermanja manja dengan Dara jika mereka sedang berdua, seperti sekarang ini Bima lagi tiduran di pangkuan Dara tepatnya di ruang santai sambil menonton TV.


"sayang dua hari lagi kita honey moon ke bali" ujar Bima memberitahu.


"Honey moon?tanya Dara mamastikan.


"Iya sayang kita dapat kado tiket honey moon kebali dari sepupuku Eza"


"Sepupunya mas Bima orangnya yang mana mas?" tanya Dara yang belum tau Eza.


"Kamu belum pernah ketemu Ra karena pas hari pernikahan kita dia tidak bisa hadir, baru kemarin dia ngasihnya waktu main ke kantorku" jawab Bima.


"Enggaklah sayang ntar urusan kantor biar papah dan edo yang urus lagian ada Revan juga"


Revan memang bekerja di kantor Bima sebagi sekertarisnya Edo, Revan lebih memilih bekerja dengan Bima sebelum memegang perusahaan ayahnya sendiri .


"Ya udah Dara ngikut mas Bima aja, memang mas Bima sudah izin dengan mamah dan papah?" tanya Dara lagi.


"Belum sih sayang ntar ajalah atau besok kita main kerumah mamah" ujar Bima dan Dara hanya menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya.


💗❤️💗


Di kampus Sena berusaha menemui Vian, Sena ingin meminta maaf atas sikap kakaknya yang kemarin karena Sena merasa gak enak hati dengan Vian.


Samapai sekarang Sena masih ngambek sama kakaknya karena kejadian waktu itu padahal mamahnya sudah berusaha memberitahu Sena serta membujuknya tapi sena masih kekeh dengan hatinya yang merasa bahwa vian tidak seperti itu.


"Vian, tunggu aku ingi bicara sama kamu" panggil Sena saat melihat Vian


Mendengar namanya di panggil Vian langsung menoleh dan ternyata Sena yang memanggilnya, pucuk di cinta ulam pun tiba "Iya sayang kita bicara di kantin aja ya?" ajak Vian yang langsung di setujui oleh Sena


"Okey kalo gitu ayo "

__ADS_1


Mereka berdua berjalan ke kantin dengan berdampingan, setelah sampai di kantin mereka memesan makanan dan minuman terlebih dahulu sesuai selera mereka, mereka memilih duduk berdua di pojok ruangan.


" Yan aku minta maaf ya soal kelakuan kakakku waktu itu ke kamu" ujar Sena yamg memulai pembicaraan terlebih dahulu.


"Ya Sen aku gak pa pa kok mungkin kakakmu cuma mengkhawatirkanmu saja" jawab Vian dengan senyum miringnya.


"Tadinya aku yang mau nemuin kamu Sen untuk merayumu supaya kamu percaya sama aku tapi tadir berpihak padaku, aku tidak perlu susah payah menemuimu dan meyakinkanmu nyatanya kamu sendiri yang datang padaku dan meminta maaf, kamu lihat saja nanti tuan Bima apa yang akan aku lakukan pada adik tersayangmu ini" gumam Vian dalam hati.


"Menurutku kakakku itu udah berlebihan aku kan sudah dewasa tapi masih aja di perlakukan seperti anak kecil" ujar Sena dengan tidak suka.


"Aku fikir setelah kejadian kemarin kamu bakal jauhin aku sen"


"Ya gak lah yan kamu kan gak salah, apa lagi kemarin kamu sempet di pukul sama kakakku pasti itu sakit banget ya sampai masih ada bekasnya gitu"


" ini udah gak pa pa kok sen kamu gak usah khawatir" ujar Vian dengan memegang bekas tonjokan dari Bima.


"Maaf ya waktu itu aku gak ngebelain kamu soalnya aku takut kakakku akan menghajar kamu habis habisan karena aku tau banget bagaimana sifat kakakku itu" Sena sangat merasa bersalah dengan Vian atas kelakuan kakaknya padahal Sena gak tau aja jika Vian itu ba**ngan


"Kamu tenang aja aku gak pa pa kok kamu yang perhatian kaya gini aja aku udah seneng banget, kamu janji ya sayang walaupun kakak kamu itu menentang hubungan kita kamu jangan sampai tinggalin aku karena aku cinta banget sama kamu" ujar Vian yang sudah mengeluarkan rayuan gombalnya.


"Iya sayang aku juga cinta banget sama kamu, kita jalanin diem diem aja ya kamu mau kan?"


" pasti dong sayang apapun itu asal bersamamu" jawab Vian yang membuat senyum Sena mengembang.


"Ih gombal banget sih kamu yan bikin hati aku meleleh tau gak sih" ujar Sena dengan malu malu.


"Siapa yang gombal aku serius sayang" Vian mengelus pipis sena yang mulus dengan lembut sehingga membuat Sena semakin meleleh.


"Kamu lihat tuan Bima yang terhormat adikmu ini sudah bucin sama aku" kata vian berbicara dalam hati.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA SELALU DUKUNG AUTHOR YA DENGAN CARA


LIKE


KOMEN


VOTE


SUPAYA AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT UPNYA

__ADS_1


__ADS_2