
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA VOTENYA BUAT AUTHOR YA
💗❤️💗
Di kantor Revan mendatangi Bima ke ruangannya karena ada sesuatu hal yang harus di bicarakan.
" Eh bim ada yang mau gue omongin nih" ujar Revan setelah nyelonong masuk gitu aja ke ruangan Bima dan Bima hanya mendengus sebel sama kelakuan temannya itu.
"Ck emangnya lo mau ngomong apa sih van?" tanya bima soalnya Revan kelihatan serius.
" Kayaknya gue gak bisa lagi deh Bim jadi sekertarisnya si Edo" ujar Revan dengan males.
" Emangnya kenapa Van?" tanya Bima.
" Biasalah Bim bokap gue selalu aja nuntut gue buat gantiin dia di perusahaan alasannya sudah tua lah sudah waktunya istirahat dan main sama cuculah gue juga di suruh cepetan nikah cepatan nikah, pusing gue Bim" Jelas Revan yang memang belum siap berumah tangga kalo soal perusahaan sih basih bisa di pertimbangin.
" Hahahaha.....ya udah tinggal lo ambil alih jadi CEO di perusahaan bokap lo dan segera nikah dan kasih mereka cucu bereskan" kata Bima enteng.
" Sialan... anjir ....lo Bim lo tau sendiri kan kalo gue masih ingin bebas kalo untuk mengantikan bokap sih bisalah gue pertimbangin"
" Ya udah terus mau lo itu gimana?" tanya Bima.
" Mmm gini deh kayaknya gue mutusin buat keluar aja dari perusahaan lo gue mau gantiin bokap gue aja buat ngurus perusahaan, biar gak protes terus pusing gue Bim"
" Okey kalo itu memang mau lo gue sih gak keberatan"
" Wah makasih ya men, gue udah banyak belajar selama bekerja di perusahaan lo, mudah mudahan bisalah buat bekal gue jadi CEO kayak elu, tapi yang bikin gue males itu pasti nanti bakal sibuk banget kaya lo tiap hari makanannya dokumen setumpuk setumpuk" keluh Revan.
"Hahahah.....udah lo nikmatin aja kalo udah terbiasa juga kecil"
" Ya udah deh kayaknya mulai minggu depan gue bakal pegang sendiri perusahaan bokap gue, lo tenang aja minggu ini gue masih di sini kok, dan lo bisa cari penganti gue dulu"
" Okey pasang pengumuman tuh di depan buat lowongan pekerjaan yang akan gantiin lo gue maunya cowok aja males sama perempuan" suruh Bima.
" Bego banget sih lo Bim kalo gue jadi elo gue udah pilih yang cantik dan sexy aduhay, bikin mantep tuh jadi betah di kantor"
"Pletak.." Bima langsung melempar bolpoin ke arah Revan.
" Auhhh ...sakit tau Bim" keluh Revan karena benda yang Bima lempar mengenai kepalanya.
"Dasar otak mesum, pikiran lo kesana mulu tobat gak takut apa lo kena penyakit hiiii....gue sih ogah"
" Ya gak lah, main bersih dong" ujar Revan sedangkan Bima hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan temennya itu.
"Gue sumpahin lo bakal bucin sama satu wanita biar kapok"
" Gak akan dan gak ada tuh di dalam kamus gue"
" Udah sana lo buka lowongan pekerjaan jangan lupa harus laki laki" Tegas Bima.
" iya bawel"
Setelah itu Revan keluar dari ruangan Bima Dan segera melakukan perintah bosnya itu.
💗❤️💗
Bela sekarang memilih tinggal di apartemen karena Bela gak berani kalo harus pulang apa lagi kedua orang tua angkatnya itu sudah tak mau mengakuinya sebagai anak.
Sekarang penampilan Bela sudah tidak seperti dulu lagi, karena tabungannya semakin hari semakin menipis untuk kebutuhannya sehari hari, sementara tidak ada pemasukan lagi setiap harinya.
"Sialan kamu harus merasakan kehancuran juga sama sepertiku aku akan membuat Bima meninggalkanmu bocah" Bela terdenyum miring penuh kejahatan.
Lalu bela mengambil hpnya untuk mnghubungi seseorang.
__ADS_1
" Halo....." jawab seseorang di sebrang sana.
" Halo aku ada tugas buat kalian" ujar Bela.
" Tugas apa bos?" tanya orang itu.
"Kamu harus menculik seorang perempuan bernama Dara nanti aku kirim fotonya" suruh Bela pada seseorang.
" Culik? lalu setelah kita menculiknya kita apakan bos?"
"Kalian perkosa aja secara bergilir dan rekam, aku ingin dia hancur dan dengan begitu pasti suaminya akan membencinya dan membuangnya hahahaha....." kata Bela dengan tertawa jahat.
" Siap bos yang penting bayarannya"
" itu sih gampang" setelah itu Bela mematikan sambungan telfonnya.
"Aku sudah tak sabar menyaksikan kehancuranmu tiba hahhahaha...." Bela tertawa seperti orang gila.
💗❤️💗
Rena yang sudah tau alamat rumah dara langsung ngasih tau mamahnya.
" Mah ....mamah tau gak aku udah dapetin alamat rumah Dara" ujar Rena.
" Serius kamu ren?" tanya mamahnya girang.
" Iya dong mah siapa dulu gitu Rena"
" Kita harus baik baikin Dara supaya kita dengan mudah bisa dapat tanda tangan dari dia tanpa curiga dengan begitu semua kekayaan ini akan menjadi milik kita Ren"
" Ya udah mah kita kerumah Dara yuk kita harus sering sering main ke rumahnya, kita itu harus main cantik"
" Kamu bener sayang ayok kita kesana" mereka berdua langsung kerumah Dara bahkan mereka membawakan kue dan berbagai macam makanan lainnya supaya Dara mengira kalo mereka bener bener sudah berubah menjadi baik.
Sekitar 20 menit Rena dan mamahnya sudah sampai di depan bangunan yang sangat megah bagaikan istana.
" Iya ini alamatnya sudah bener kok mah, gila ini sih beneran sultan" ujar Rena kagum dengan rumah Dara.
" Wah kalo gini kita harus lebih baikin dia lagi Ren kita pepet terus kita ajak shopping biar di bayarin"
" Bener tuh mah, mamahku memang pinter" lalu Rena menekan klakson mobilnya gak lama ada satpam yang memnghampiri.
" maaf non cari siapa ya?" tanya satpam itu.
" Aku ini saudaranya Dara pak Dan kita ingin bertemu dengannya" jawab Rena angkuh.
"Apa sudah ada janji nona?" tanya satpam itu lagi.
" Heh buat apa kita harus janji dulu kita kan saudara jadi bebas dong kalo mau kesini, dan kamu jangan kurang ajar ya mau di pecat kamu" ujar rena tak suka karena merasa di anggap orang tidak penting.
" maaf nona bukannya begitu tapi gak sembarang orang bisa masuk kesini"
" tapi kita ini masih saudara"
..." tapi kalo memang saudara apa buktinya karena selama saya bekerja di sini belum pernah melihat nona ke sini" balas satpan itu telak....
" Iya itu karena kita baru sempat kesini kita juga orang sibuk" balas Rena tak mau kalah.
" Ya sudah biar saya tanyakan dulu apakah anda boleh masuk apa tidak" satpam itu segera bertanya terlebih dahulu Dara yang tau kalo di depan ada bibi dan Rena mengizinkannya masuk.
" Silahkan nona, anda sudah di perbolehkan masuk oleh nyonya Dara" ujar satpam itu setelah Dara memperbolehkannya.
" Tuh kan apa aku bilang aku aduin kamu biar di pecat sekalian" satpam itu tak menghiraukan ucapan dari Rena karena itu sudah aturan dari tuannya.
" Wah mah megah banget rumahnya, ayo kita masuk mah" rena dan bibinya menekan bel dan tak lama seorang pelayan membukakan pintu.
__ADS_1
" Silahkan masuk non" ujar pelayan itu, rena dan bibinya langsung masuk mereka berdua terpana akan interior rumah Dara.
" Silahkan duduk dulu non, non mau minum apa?" tanya pelayan itu pasalnya Rena dan mamahnya bukannya duduk malah berjalan mengelilingi ruangan karena mereka kagum akan kemegahan rumah Dara.
" iya bikinin aja aku jus melon" ujar Rena.
" dan aku jus alpukat aja" kata mamahnya rena.
" Udah sana bikinin kami mau melihat lihat rumah ini dulu" ujar mamahnya Rena dengan tidak tau malunya sedangakan pelayan itu hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan Rena dan mamahnya.
" Maaf nona kalo anda tidak sopan aku akan panggilkan pengawal untuk menyeret kalian keluar" pelayan itu geram dengan Rena dan mamahnya sebagai tamu bukanya duduk tapi lancang kesana kemari mengamati isi rumah.
" Berani kamu mau di pecat sama dara kami ini saudaranya dan kamu hanyan pelayan jadi kamu harus sopan" bentak Rena.
" Rena ngapain kamu bentak bentak pelayan kamu gak berhak mengaturnya mereka bekerja sesuai peraturan" ujar Dara yang baru saja datang , Dara kesal karena ulah Rena dan bibinya yang tidak ada sopan santunya bertamu ke rumah orang.
" Eh Dara ini nih pelayan kamu gak sopan sama kita masak dia gak ada sopan sopannya sama kita, seharusnya dia menghormati kita dong kita kan saudara kamu" ujar bibinya yang langsung menghampiri Dara.
" Gak mungkinlah Dia begitu kalo kak Rena dan bibi gak mulai duluan" kata Dara agak jutek.
" Ya udah deh ra lupain masalah itu nih aku bawain banyak makanan buat kamu" Rena gak mau usahanya sia sia jadi Rena memilih untuk mengalah dulu.
" Tumben kak Rena dan bibi baik banget" Dara merasa Rena dan bibinya itu hanya cari muka mentang mentang sekarang Dara sudah menjadi istri dari Bima sanjaya Rena dan bibinya berubah jadi baik dulu kemana aja.
" Jangan gitu dong ra maafin bibi ya, bibi tau bibi salah dan bibi minta maaf sekarang bibi sudah sadar kita kan saudara jadi alangkah baiknya kalo saling menyayangi" ujar bibinya.
" Iya Ra mamah bener aku juga minta maaf ya tapi sekarang aku juga sudah sadar sebagai saudara kita harus saling menyayangi" kata Rena menimpali.
"Huh kalau gini aja kalian baik baikin aku dulu aja kalian selalu berlaku tidak adil bahkan hampir setiap hari mencaciku, untuk makan sesuap nasi aja harus menjadi babu dulu.....
okey aku akan mengikuti permainan kalian" gumam Dara dalam hati.
Pembicaraan mereka terputus karena lelayan datang.
" Silahkan nyonya" ucap pelayan itu.
" terimakasih bik" jawab Rena pura pura ramah, setelah itu pelayan segera pergi ke belakang lagi.
"Owh iya gimana kalo kita shopping yuk kan udah lama kita gak bertemu ra" Rena sengaja mengajak Dara shopping berharap di bayarin.
" Iya ra kita kan udah lama sekali gak pernah jalan bareng, biar ikatan persauadaraan kita lebih akrab " ujar bibinya menyetujui ajakan Rena.
" Aduh maaf ya Ren, bi Dara gak bisa soalnya aku sudah ada acara, lain kali saja ya" tolak Dara secara halus.
" Gitu ya ....ya udah deh lain waktu aja" ujar bibinya mencoba bersabar.
" Rumah kamu bagus banget ya seperti istana, boleh gak aku nginep di sini sesama saudara biar kita bisa lebih akrab" Rena sengaja ingin menginap di rumah Dara karena Rena punya rencana terselubung.
" Maaf ya Ren bukannya gak boleh tapi mas Bima tidak mengizinkan, aku sebagai istri yang baik hanya bisa menurut karena di rumah ini ada peraturannya dari mas Bima, ini aja kalo mas Bima nggak ngizinin kalian masuk kesini kalian juga gak bakalan bisa masuk ke sini" tangan Rena terkepal mendengar jawaban dari Dara.
" Sial bisa bisanya dia menolakku kita lihat saja nanti" gumam Rena dalam hati.
" Ya udah gak papalah Ren siapa tau kapan kapan Bima mengizinkannya" Santi berusaha menenangkan anaknya supaya tidak terpancing emosi.
Setelah mereka ngobrol ngobrol dan di tanggapi seperlunya sama Dara akhirnya Rena dan bibinya itu pulang.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
TERIMAKASIH