
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA KASIH VOTE YA BUAT AUTHOR BIAR AUTHOR BISA UPDATE TERUS
💗❤️💗
bima melajukan mobilnya ke markas di mana vian di amankan, tempat markas itu jauh dari keramaian kota markas itu berada di tengah tengah hutan, sengaja memang markas itu di buat di tengah hutan karena itu tempat rahasia hanya orang tertentu yang tau.
setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam bima sudah sampai di markas yang lebih pantas di sebut sebuah rumah yang sangat mewah rumah itu berlantai dua.
bima langsung turun dari mobil dan segera masuk ke dalam markas yang langsung di sambut sama anak buahnya.
" selamat pagi tuan"
"hemmm.....di mana si brengsek itu?"
" di tempat biasa tuan."
bima berjalan dengan langkah kaki yang lebar ke tempat vian berada setelah sampai di sebuah ruangan yang di jaga dengan ketat vian terlihat tak berdaya dengan posisi berdiri dengan kedua kaki yang di ikat di sisi kanan dan kirinya dan tangan yang di ikat ke atas di sisi kanan dan kiri.
wajah vian yang babak belur karena di hajar oleh bima sekarang membekas menjadi kebiru biruan.
" selamat pagi tuan" sapa anak buah bima bersamaan dan membungkukkan setengah badannya.
" bagaimana apa sudah kalian lakukan perintahku."
" sudah tuan sesuai perintah, kami tidak memberinya makan dan minum."
" kerja bagus"
bima mendekat ke arah vian dan mencengkeram rahangnya dengan kuat.
" berani sekali sampah sepertimu menyetuh adikku"
" maaf tuan tolong lepaskan saya "
" maaf kamu bilang, kamu fikir aku akan melepasmu begitu saja hah?"
" saya kapok tuan tolong ampuni saya dan saya siap bila harus mendekam di penjara.'
"wahahahaa......" bima tertawa mengejek.
" apa kamu fikir aku akan mengambil jalur hukum, saya tidak akan menuntutmu ."
mendengar pernyataan bima bahwa bima tidak menuntutnya dan tidak memenjarakannya vian serasa mendapat angin segar, tapi seketika semua itu runtuh kala bima yang akan menghukumnya lebih sadis lagi.
" beneran tuan terima kasih tuan atas kemuliaan hati anda."
" kamu jangan seneng dulu hukuman kamu akan jauh lebih berat dari itu" kata bima dengan seringai yang menakutkan.
" tolong ampuni saya tuan saya janji akan mempertanggung jawabkan perbuatan saya."
" kenapa kamu melakukan itu semua kepada sena apa salahnya ?" tanya bima dengan datar.
vian hanya diam takut menjawab dengan jujur.
" JAWABB....." bentak bima dengan suara meninggi.
dan vian tetap memilih bungkam.
" okey kalo kamu masih tidak mau menjawab .....sekarang lakukan" suruh bima kepada salah satu anak buahnya, dan anak buahnya itu sudah tau apa yang harus dia lakukan.
anak buah bima mengeluarkan senjata tajam dan menggunakannya bermain main sama vian.
" apa yang akan kamu lakukan tolong jauhkan senjata itu" kata vian dengan gemeteran kala pisau tajam itu di tempelkan di pipinya.
__ADS_1
pisau itu mulai menggores pipi vian dan seketika vian berteriak kesakitan.
" aaaahhhhh.....sakit tolong jangan lakukan lagi" mohon vian.
" okey cukup" perintah bima pada anak buahnya itu.
" bagai mana apa kamu masih tidak mau menjawab pertanyaanku dengan jujur, atau kalo kamu masih gak mau menjawabnya pisau itu bisa memutus ju***ormu."
..." baik tuan saya akan menjawabnya dengan jujur, se......sebenernya awalnya saya taruhan dengan teman saya kalo saya bisa mendapatkan sena salah satu dari mereka akan membrikan mobilnya padaku, karena sena termasuk wanita yang cantik, cuek dan susah di dekati....
dan aku berhasil mendapatkan sena tapi jujur saya sempet sakit hati karena tuan melarang sena behubungan denganku makanya aku berencana merusaknya agak rasa sakit hatiku itu terbalaskan, tapi sekarang saya minta maaf tuan dan saya janji tidak akan mengulanginya lagi."
" jadi kamu tidak benar benar mencintai senakan?"
" jujur sena memang cantik dan orang seperti saya tidak pantas untuk sena."
" bagus kalo kamu sadar, berarti kamu memang mempermainkan hati adik saya karena kamu mendekatinya karena sebuah taruhan, dasar bajingan" kata bima yang tidak terima dengan apa yang vian katakan ternyata adiknya hanya sebagi bahan taruhan, bima langsung menghajar vian lagi tak hanya itu kedua tangan vian juga di patahkan dan vian berteriak kesakitan kala tangannya di patahkan oleh bima anak buahnya yang melihat itu juga di buat meringis ngilu dengan apa yang di lakukan bima.
"AAAAAAHHHH" jerit vian ketika kedua tangan vian di patahkan bima.
" saya sengaja mematahkan tangan kotormu itu yang sudah lancang kepada adik saya dan saya peringatkan jangan pernah macam macam dengan keluarga sanjaya, atau kamu akan menerima akibatnya."
" ampuni saya tuan saya berjanji akan menjauhi sena dan tidak akan berani macam macam lagi dengan keluarga sanjaya." mohon vian.
mendengar permohonan dari vian bima hanya mengabaikannya.
" kamu panggil dokter untuk mengobatinya, kalian boleh ngasih dia makan dan minum dia harus tetap hidup karena hukumannya belum berakhir dan ingat jangan sampai kabur." perintahnya kepada anak buahnya.
" baik tuan."
" kalo sampai dia kabur kamu yang akan jadi gantinya."
" saya pastikan dia tidak akan bisa kabur tuan."
" bagus....kalo begitu saya pergi dulu."
setelah itu bima mengendarai mobilnya menuju kantor setelah menempuh perjalanan selama satu setengah jam akhirnya bima sampai di kantor.
"selamat siang tuan" ucap sekertaris desi menunduk hormat.
" ya di mana edo?" tanya bima.
" asisten edo ada di ruangannya tuan."
" suruh edo segera keruanganku."
" baik tuan."
sekertaris desi segera menghubungi edo untuk memberitahu kalo tuan bima menyuruhnya datang keruangannya sedangkan bima langsung melenggang masuk ke dalam ruangannya, dan tak lama edo datang keruangannya.
" maaf tuan ada apa tuan memanggil saya."
" bagaimana apa kamu sudah dapat apa yang aku minta."
" sudah tuan ini yang anda minta."
" tolong kamu jelaskan saja."
" baik tuan."
tuan vian adalah anak kandung dari tuan handoko seorang direktur di persahaan xx, ibunya sudah meninggal sejak tuan vian berusia 13 thn dan tuan handoko menikah lagi dengan seorang wanita yang bernama fatma tapi belakangan ini ibu tirinya itu sudah sakit sakitan tuan.
" handoko si tua bangka yang masih kegatelan itu."
" iya tuan."
__ADS_1
"pantes buah tak jatuh jauh dari pohonnya, okey kerjamu bagus, bulan ini gajimu naik."
" terima kasih banyak tuan."
" oh iya....ini ada oleh oleh dari bali kemarin."
" buat saya tuan?"
" iya kamu bagi aja sama revan dan desi."
" baik tuan sekali lagi terimakasih" ucap edo dan hanya di balas deheman oleh bima.
setelah itu asisten edo segera undur diri dari ruangan bima.
💗❤️💗
sementara dara di rumah mamah mertuanya sedang berada di kamar sena bersama dengan mamah wenda.
" sena gimana keadaan kamu apa udah baikan?" tanya dara.
" ya begitulah kak sena merasa malu banget atas kejadian itu, pasti kak bima udah ceritain semuanya kan."
" iya sen aku bener bener kaget banget waktu mas bima bilang kalau kamu hampir di per****sa sama vian dan aku juga gak nyangka kalo vian bisa melakukan hal seperti itu."
" mungkin sena kualat karena udah bohongin mamah dan papah, maafin sena ya mah."
" iya sayang mamah udah maafin kok tapi janji ya jangan di ulangi lagi."
" iya mah dan sena juga udah gak percaya sama omongan kak bima kalo vian itu kelaki gak baik, pasti kak bima marah banget sama sena mah."
" kamu tenang aja mas bima gak marah kok sama kamu jadi kamu gak perlu takut ya , dan untuk kedepannya itu bisa jadi pelajaran buat kamu." kata dara.
"beneran kak, kak bima gak marah sama sena tapi kok kak bima gak nemuin sena, pasti tadi kak dara ke sini sama kak bima kan?"
" iya memang tadi aku kesini sama mas bima tapi kamu jangan berfikir negatif mas bima gak nemuin kamu itu karena dia buru buru tadi karena ada urusan penting." jelas dara.
" iya sena, benar apa kata dara kalo kakak kamu tadi memang ada urusan penting." tambah mamahnya.
" owh kirain sena kak bima marah banget sama sena."
" ya udah yang pentingkan kamu gak pa pa jangan sedih lagi ya , nih aku bawain oleh oleh dari bali buat mamah dan sena."
" wah apa ini sayang?" tanya mamahnya.
"ini dara beliin tas buat mamah dan sena juga ada perhiasan perak, kain bali juga.
" wah ini buat sena makasih ya kak" kata sena.
" wah ini juga cocok banget buat mamah."
" iya sama sama, ini juga ada coklat ."
" sena mau dong kak coklatnya."
" iya ini buat kamu dan mamah ."
" terimaksih ya sayang" ucap mamahnya.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
__ADS_1
VOTE
SUPAYA AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT UPNYA