
Handoko kaget mendengar berita tentang Bela yang masuk penjara karena kasus penculikan dan penembakan yang di lakukannya, Handoko ingin menemui Bela di penjara Handoko juga ingin mengetahui kebenarannya, karena bagaimanapun Bela sedang mengandung anaknya walaupun itu belum terbukti.
Sampai di kantor polisi Handoko langsung menemui Bela.
" Pak Handoko akhirnya kamu datang juga menemuiku" ujar Bela girang kala tau Handoko menemuinya di penjara.
" Iya Bel, apa benar semua berita yang saat ini beredar luas tentangmu itu?" tanya Handoko tanpa basa basi.
"Iya pak Tapi aku terpaksa melakukannya karena aku terlanjur sakit hati dengannya" Kata Bela dengan sedih.
"Kamu gila apa gimana, berani banget kamu mencari masalah dengan tuan Bima, aku saja tidak berani mencari masalah dengannya, sekarang malah kamu kan yang di penjara"
" Iya makannya aku minta tolong padamu untuk membebaskan aku, apa kamu tega melihatku yang sedang hamil anakmu ini di penjara" Bela berusaha mencari simpati sama Handoko supaya Handoko merasa kasihan padanya dan akan membantunya mengeluarkannya dari penjara.
" Maaf Bel bukannya aku tidak mau, tapi aku tidak mau terlibat masalah dengan tuan Bima karena tuan Bima bukan orang sembarangan Bisa aja malah aku yang ikut masuk penjara, tuan Bima itu terkenal Kejam dan tak punya belas kasih di dunia bisnis"
..." Tapi apa kamu tega melihat aku melahirkan anakmu di penjara" Ujar Bela yang sudah frustasi karena kalau pak Handoko tidak mau menolongnya sudah pasti Bela akan di penjara selama puluhan tahun....
" Sekali lagi aku minta maaf tapi aku bener bener tidak bisa membantumu, sudah pasti aku akan kalah melawan tuan Bima karena tuan Bima punya kekuasaan dan aku tidak ada apa apanya di banding dengannya" Handoko selama ini memang menghindari masalah yang bersangkutan dengan keluarga sanjaya karena mereka terkenal sadis dan tak punya belas kasih di dunia bisnis, eh malah anaknya vian pernah terlibat dan Handoko sebisa mungkin menghindari itu cukup anaknya yang pernah merasakan bagaimana kejamnya pembalasan dari Bima, apalagi Handoko melihat dari pihak Bela yang salah.
" Tega sekali kamu denganku padahal aku ini sedang mengandung anakmu" balas Bela yang sudah pasrah.
" Tapi itu belum terbukti Bel, kamu tenang saja setelah anak itu lahir aku akan melakukan tes DNA jika memang dia anakku aku akan merawatnya jadi kamu jangan khawatir" Bela hanya bisa tersenyum kecut mendengar perkataan pak Handoko yang tidak bisa membebaskannya.
Setelah mengatakan itu Handoko melenggang pargi karena waktu berkunjung sudah habis sedangkan Bela kembali ke sel tahanan lagi.
💗❤️💗
Hari ini Dara sudah di perbolehkan pulang dan Bima masih tidak ke kantor Bima memilih menemani istrinya, Hingga malam hari pukul 11 Dara terbangun karena merasakan perutnya yang keroncongan minta di isi, Dara pun bangun tapi entah kenapa Dara ingin makan ketoprak, Dara memilih membangunkan suaminya.
" Mas .....mas Bima bangun" Dara menggoyangkan lengan suaminya tapi Bima tak bergeming.
" Mas Bima bangun dong ....mas" Dara menghoyangkan lengan Bima lebih keras lagi tapi sang empunya hanya menggeliat aja lalu tidur lagi.
" Ih mas Bima susah banget sih di bangunin " Gerutunya berdecak kesal.
" Mas Bima bangun " panggil Dara dengan suara agak meninggi.
" mmmm......apa sih sayang ngantuk nih" Bima menyahut tapi dengan mata masih terpejam.
" Mas Bima bangun dong aku lapar banget nih" ujar Dara menyampaikan keinginannya.
" Kamu laper sayang?" tanya Bima yang terpaksa membuka matanya karena mendengar istrinya lapar.
" Ya udah kamu mau makan apa biar aku bikinin?" tanyanya lagi, Bima rela bangun walaupun sebenernya masih ngantuk untuk membuatakan istrinya makanan.
" Dara gak mau di bikinin makanan" Kata Dara dan membuat kening bima berkerut.
__ADS_1
" Terus kamu maunya apa sayang?" tanya Bima lagi yang merasa bingung dengan istrinya.
" Aku pengen makan ketoprak" Kata Dara dengan nada manja.
" Huffft...." Bima menghembuskan nafasnya kasar mendengar suara istrinya yang manja kalau udah begitu mana bisa Bima menolaknya.
" Tapi ini udah malam sayang mana ada besok aja ya, sekarang makan yang ada dulu" Bima mencoba membujuk istrinya supaya tak minta yang aneh aneh.
" Gak mau aku maunya makan ketoprak sekarang juga" ujar Dara sambil memanyunkan bibirnya.
" Iya udah .....iya aku beliin sekarang" akhirnya Bima mengalah ini ia lakukan demi anak dan istrinya, ntar anaknya ileran lagi kalau gak di turutin
" Dara ikut ya mas" muka Dara langsung berbinar mendengar Bima menuruti permintaannya.
" Gak! kamu di rumah aja sayang, ingat kata doktet kamu harus banyak istirahat apalagi ini udah malam gak baik buat kesehatan kamu"
" Tapi aku ingin ikut mas, ini bukan kemauanku lho ini kemauan dekbaynya" Kata Dara telak dan kalau sudah begitu mana bisa Bima menolaknya.
" Ya udah okey tapi pakai jaket ya" dengan senang hati Dara langsung mengambil jaket dan langsung memakainya " Ayo mas aku sudah siap" Katanya dengan ceria Bima jadi tersenyum melihatnya.
Akhirnya mereka pergi berdua dengan mengendarai kuda besi kesayangannya, Bima memutari jalanan ibu kota tapi tak kunjung medapatkan yang di cari.
" Sayang gak ada nih ketopraknya " ujar Bima yang sudah satu jam memutari jalanan.
" Tapi aku pengen banget makan itu mas" Bima jadi gak tega melihat raut wajah kecewa istrinya.
"Bang jualan ketoprak ya?" tanya Bima sama pedagang itu.
" Iya mas tapi maaf sudah habis mas" jawab pedagang itu yang membuat Bima kecewa.
" Yah bang kok udah habis sih padahal aku dari tadi muter muter nyariin ketoprak buat istri saya yang sedang Hamil bang" ujar Bima yang membuat pedagang itu merasa tidak Tega melihat Bima mencari ketoprak untuk istrinya yang sedang Hamil.
" Bentar ya mas saya cek dulu siapa tau masih ada kalau untuk satu porsi" mendengar perkataan pedagang itu Bima jadi berbinar.
" Iya bang coba aja di lihat dulu siapa tau masih ada kalau untuk satu porsi aja" setelah melihat sisa dagangannya akhirnya pedagang itu bisa membuat satu porsi ketoprak.
" Alhamdulillah mas ini masih ada satu porsi lagi, saya jadi teringat dengan istri saya waktu hamil anakku dulu mas saya juga mencari makanan yang di inginkan istri saya walaupun tengah malam, makannya saya tidak tega waktu mendengar masnya mencari ketoprak untuk istrinya yang sedang hamil" ujar pedagang itu yang tiba tiba tetingat dengan istrinya.
" Benarkah? memang wanita hamil seperti itu?" tanya Bima penasaran.
" Iya mas namanya juga orang ngidam pengen nya suka aneh aneh mas, jadi masnya harus sabar ya" nasehatnya kepada Bima.
" Iya bang untuk orang tercinta apa sih yang enggak"
" Wah masnya ini kelihatannya sangat mencintai istrinya ya, saya do' a in semoga rumah tangganya langgeng bahagia selalu ya mas....oh iya ini ketopraknya sudah jadi" pedagang itu memberikan sebuah bungkusan yang berisi ketoprak itu ke Bima dan Bima langsung menerimanya.
"Aminn...terima kasih do' anya bang....Oh iya ini uangnya bang" Bima memberika uang berwarna merah beberapa lembar ke pedagang itu.
__ADS_1
" Maaf mas tapi ini kebanyakan harganya cuma 15rb saja" pedagang itu hendak mengembalikan uang Bima yang menurutnya terlalu banyak.
" Gak pa pa bang sisanya buat abang aja, sekali lagi terima kasih ya" ujar Bima.
" beneran ini mas buat saya semua" pedagang itu seneng banget karena di kasih banyak uang sama Bima cuma untuk satu bungkus ketoprak.
"Iya bang anggap aja itu rezeki buat abang " Bima seneng banget akhirnya mendapatakan makanan yang di inginkan istrinya.
Bima langsung masuk ke dalam mobil setelah mendapat ketoprak itu sedangkan Dara masih tidur dengan nyenyak di dalam mobil, lalu Bima segera menginjak pedal gasnya untuk pulang.
Setelah sampai di rumah Bima berusaha membangunkan Dara untuk makan ketoprak soalnya Bima sudah berhasil mendapatkannya.
" Sayang bangun ini makanan pesanan kamu udah aku beliin" Bima membangukan istrinya dengan mengelus pipinya dengan lembut tapi Dara masih tidur karena gemes Bima jadi mencium bibir Dara sekilas tapi Dara masih tak terusik, karena gemes gak bangun bangun Bima menciumnya lagi kali ini lebih lama bahkan Bima mel***mat dan me**sapnya sehingga sang empunya melenguh dengan mata masih terpejam, Bima mengigit kecil bibir yang selalu terasa manis itu barulah Dara mengerjapkan matanya.
Dikiranya tadi cuma mimpi ternyata setelah Dara membuka mata Bima memang sedang menciumnya posisi mereka masih di dalam mobil sekarang belum turun.
" Ih mas Bima apa sih aku ngantuk tau" protes Dara detelah bangun.
" Ya bangun sayang nih aku sudah dapat pesanan kamu " Ujar Bima sambil menyodorkan kantong kresek berisi ketoprak.
" Wah beneran mas" Dara segera menerimanya dengan mata berbinar rasanya sudah tak sabar ingin memakannya. " lho jadi kita sudah sampai rumah ya mas" Dara baru menyadari kalau ternyata mereka sudah berada di halaman rumah.
Karena melihat sikap lucu istrinya Bima mengacak rambut istrinya dengan gemes "Iya sayang kita sampai di rumah dari tadi kamu di banginin susah banget makanya aku cium aja"
" mas Bima jadi berantakan kan rambut aku"
mereka berdua segera turun dan masuk kedalam rumah bahkan Dara langsung memakan ketorak itu dengan lahap.
" mmmm....ini enak banget lo mas, mas Bima mau" tawar Dara.
" Gak ah sayang kamu aja yang makan" Bima seneng banget melihat Dara makan dengan lahapnya.
" Ya udah kalau gak mau aku abisin nih"
" Iya abisin aja aku suka lihat kamu makan dengan lahap begini" ujar Bima sambil mengusap ujung bibir Dara yang terdapat sisa makanan bahkan tanpa rasa jijik Bima menjilatnya.
" Ih mas Bima jorok banget sih masak langsung di jilat " kalau Bima sih gak merasa jorok sama sekali bekas istrinya ini begitu fikirnya, setelah Dara selesai makan mereka berdua memutuskan untuk langsung tidur karena Bima juga udah ngantuk lagian besok Bima harus masuk ke kantor.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SAYANG SAYANGNYA AUTHOR
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
TERIMAKASIH