
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA KASIH AUTHOR VOTE YA
💗❤️💗
pagi harinya sepasang anak manusia berbeda jenis itu masih tidur dengan nyenyaknya dengan posisi saling berpelukan, ya di adalah bima dan dara tiba tiba hp bima berdering bima yang mendengarnya segera mengambil hpnya karena suara dering phonselnya takut menganggu tidur dara.
setelah bima melihatnya ternyata yang nelfon adalah edo asistennya.
" duh edo apaan sih pagi pagi gini udah gangguin orang aja" gerutu bima dalam hati, bima turun dari anjang dengan hati hati dan dan segera menuju ke balkon untuk mengangkat telfon dari edo.
" halo do apaan sih pagi pagi udah ganggu aja" kata bima dengan kesal karena masih pagi buta asistennya itu menelfonnya.
" halo tuan gawat tuan" ujar edo dengan panik.
" gawat kenapa sih do ngomong yang jelas dong"
" gawat tuan, nona bela sudah menyebar berita miring tentang tuan, dan nona bela juga menyebar foto tuan dengan nona bela yang seperti tidur seranjang dengan posisi sangat intim" edo langsung mengabari tuannya ketika tau ada berita miring serta foto foto bima dan bela.
" apa ? kurang ajar banget wanita itu beraninya dia, segera redam berita itu dan hapus do, jangan sampai berita itu muncul di manapun, tutup mulut mereka yang sudah terlanjur tau dengan uang" suruh bima dengan menahan emosi.
" sudah tuan, saat saya tau saya langsung meredam dan menghapus semua berita dan sekarang sudah tidak ada yang berani mengunggah berita itu tuan, saya pastikan belum banyak orang yang tau" jelas edo
" kerja bagus do kamu sudah bertindak cepat dan sekarang kamu serang balik sebar semua skandal bela dengan beberapa pria termasuk vidio tak senonohnya dengan handoko blur saja wajah laki lakinya biar wajah bela saja yang terlihat nyata, aku ingin dia hancur beserta karirnya saat ini juga" kata bima dengan berapi api.
" baik tuan segera laksanakan" dan telfon langsung di matikan sama bima.
" shhhiiiitttt.......kita lihat saja bel setelah ini kamu tidak akan bisa berbuat apa apa lagi akan ku pastikankan semua agency akan memutuskan kontrak kerja denganmu dan tidak ada lagi yang akan memakai jasamu, bahkan orang orang akan memandang hina dirimu sehingga kamu tidak ada muka lagi di depan publik" gerutu bima dalam hati sambil mengepalkan tangannya.
💗❤️💗
sedangkan bella merasa uring uringan karena rencananya gagal, foto dan berita yang dia sebar sudah tak ada jejak dan berita itu juga tak muncul di manapun.
" sial kenapa berita tak muncul satupun padahal aku sudah membayar dengan mahal supaya beritanya menjadi gempar, tapi ini apa bahkan berita itu tak ada yang muncul satupun" kata bella dengan uring uringan.
"apa aku datang saja ya ke rumah bima dan aku akan tunjukin bukti foto ini ke mamah dan papahnya dan aku akan bilang kalo aku sedang mengandung anaknya bima, pasti orang tuanya itu akan meminta bima buat bertanggung jawab" seketika dara tersenyum miring dengan idenya itu.
💗❤️💗
sedangkan di sisi lain mamah dan papahnya bima sudah terlanjur mengetahui berita itu.
" bima....papah bener bener gak nyangka bim kamu bisa melakukan hal serendah itu, papah gak pernah mengajarkanmu seperti itu" rendy sangat marah mengetahui berita itu.
" sabar dulu pah kita dengerin dulu penjelasan dari bima, mamah juga sebetulnya sangat kecewa mamah memikirkan dara pasti sangat sakit jika sempat tau tentang berita ini" kata wenda berusaha meredamkan emosi suaminya.
"untung saja itu anak cepet bertindak dan menghapus semua berita itu kalo tidak itu bisa berpengaruh sama saham perusahaan mah, anak itu harus di kasih pelajaran biar tidak bertindak semaunya, seharusnya bima itu juga memikirkan perasaan istrinya" rendy berkata dengan menggebu gebu sampai dadanya naik turun.
" pah sabar pah jangan pakai emosi ya pah"
" papah harus menemui anak itu sekarang juga mah" rendy memutuskan akan menemui bima saat itu juga.
" mamah ikut pah" rendy dan wenda pagi itu juga memutuskan akan ke rumah bima.
" papah sama mamah mau kemana buru buru banget?" tanya sena yang penasaran karena masih pagi tapi kedua orang tuanya itu terlihat buru buru mau pergi.
" sayang mamah sama papah mau pergi ke rumah kak bima dulu ya"jawab wenda.
__ADS_1
"pagi pagi begini ada apa ya mah?" tanya sena lagi karena tak biasanya orang tuanya itu pagi pagi pergi ke rumah kakaknya dan terburu buru, tapi belum sempat rendy dan wenda menjawabnya ada seorang pelayan yang mengatakan ada bella yang ingin bertemu tuan dan nyonya nya.
" permisi tuan, nyonya itu di depan ada nona bella ingin bertemu" kata pelayan itu.
" bella ? ya udah bik kami akan menemuinya" jawab wenda, dan pelayan itu langsung pergi.
" ada apa lagi ya pah kenapa perempuan itu malah datang ke mari?" tanya wenda.
" papah juga gak tau mah lebih baik kita temuin aja" wenda dan rendy segera menemui bela dan sena yang penasaran pun ikut menemuinya juga.
" bella ngapain kamu kesini?" tanya wenda dengan datar karena wenda dari dulu memang tak pernah suka sama bela.
" tante om bella harus menyampaikan ini sama kalian, saya hamil om tante" kata bela dengan air mata palsunya.
" hamil? terus hubungannya sama kita apa ya? tanya rendi.
" bela hamil anaknya bima om, ini bukti buktinya om kami pernah tidur bareng om dan sekarang saya hamil" bela juga memperlihatkan foto foto dirinya dengan bima yang seperti habis bercinta.
" inikan hanya foto bisa ajakan kamu mengeditnya" kata wenda.
" nggak tante ini asli bukan editan" bela berusaha meyakinkan wenda dan rendy.
" eh nenek lampir kalo ngomong jangan sembarangan ya aku gak percaya tuh, bisa ajakan itu anak orang lain terus kamu ngaku ngaku itu anaknya kak bima foto itu tak bisa menjadi bukti bisa aja itu foto editan" ujar sena yang tidak terima atas pengakuan bela.
" bener om, tante,sena aku tidak berbohong kalian bisa cek kalo foto ini asli" rendy melihat foto itu dengan seksama dan menurut rendy foto itu memang asli.
" kami tidak bisa percaya begitu saja kalo memang itu anaknya bima kamu harus membuktinya dan foto ini gak bisa menjadi bukti " kata rendy berusaha meredam emosinya.
" sebaiknya kalian tanyakan sama bima dia memang pernah tidur denganku beberapa minggu yang lalu waktu aku gak sengaja bertemu bima di club malam setelah itu bima membawaku ke hotel dan kita memang melakukannya" bella masih berusaha meyakinkan kedua orang tua bima.
" oke saya akan tanyakan dulu sama bima karena om gak percaya bima bisa melakukan itu" rendy semakin murka mendengar bahwa bela mengaku hamil anaknya bima, tapi rendy tak mau menunjukkan kemarahannya di depan bela.
" tapi bela gak bohong om ,tante bela sedang mengandung cucu kalian" kata bela dengan air mata buayanya untuk meyakinkan kedua orang tua bima.
" begini saja saya akan membicarakan masalah ini dulu pada bima lebih baik kamu pulang saja dulu" rendy mengatakan itu karena rendy ingin segera menemui bima untuk minta kejelasan.
" ya udah om tante kalo begitu bela permisi dulu" bela segera pergi dari rumah bima.
" ayo mah papah harus menemui anak itu bisa bisanya dia malah menghamili perempuan lain"
" mamah sama papah jangan percaya dulu sama nenek lampir itu" kata sena.
" iya pah mamah gak percaya kalo itu anaknya bima, tapi kalo memang bener bagaimana dengan dara pah" wenda memikirkan perasaan menantunya apa lagi kalo itu bener anak yang di kandung bela itu anaknya bima, apalagi kalo dara sampai minta cerai.
" ayo mah kita ke rumah bima anak itu sudah membuat kita kecewa" kata papahnya yang langsung melenggang keluar bersama istrinya.
" tunggu pah, mah sena ikut" teriak sena.
" sayang kamu gak usah ikut biar mamah dan papah saja, kamu harus ke kampus" kata wenda melarangnya.
rendy segera mengemudikan mobilnya kerumah bima kurang lebih 15 menit wenda dan rendi sudah sampi di rumah bima.
rendy dan wenda segera masuk ke dalam rumah kebutulan bima dan dara sedang menuruni anak tangga bergandengan rencananya ingin sarapan pagi tapi dara malah melihat mertuanya datang baru juga dara ingi menyapanya tapi rendy sudah memukul bima duluan.
BUUUG......dara sangat kaget karena datang datang papah mertuanya itu langsung memukul bima.
" mas bima..." kata dara kaget.
__ADS_1
" papah sudah cukup jangan pakai kekerasan pah, ini bisa di bicarakan dengan baik baik" kata mamah wenda yang langsung menarik tangan suaminya.
" papah apaan sih datang datang main pukul aja" ujar bima kesal.
" kamu yang apa apaan, apa yang kamu lakuin bim? papah sangat kecewa sama kamu"
" maksud papah apa sih bima gak ngerti" rendy langsung melempar foto itu ke bima dan seketika bima tau kenapa papahnya itu marah.
" pah aku bisa jelasin ini, papah jangan emosi dulu lebih baik kita bicarakan secara baik baik kita duduk dulu yuk pah, mah" ajak bima.
" iya pah, papah tenang jangan terbawa emosi , kita dengerin dulu penjelasan dari bima" wenda berusaha menenangkan suaminya supaya tak memukuli anaknya.
sekarang mereka ber empat sudah duduk tenang diruang keluarga dan bima mulai menjelaskan semuanya.
" tentang foto ini jujur aku tidak tau karena aku dalam keadaan tidak sadar pah, mah, waktu itu bima sedang ada pertemuan bisnis dengan klien di club setelah urusan bima selesai tiba tiba bima merasa mengantuk dan sesaat kemudian aku gak sadar pah, setelah aku selidiki bela sengaja mencampurkan obat tidur di minuman yang aku pesan, lalu bela membawaku ke hotel dan jujur aku gak ingat apa apa, bangun pagi tau tau aku sudah di kamar aku sendiri bersama dara karena bodyguadku langsung membawaku pulang" jelas bima.
" terus kenapa bela bisa hamil dan mengaku itu anak kamu bim?" tanya rendy dan wenda mengelus tangan suaminya untuk meredam emosinya.
" aku gak ngerasa pernah melakukanya sama bela pah, coba papah pikir emang ada orang gak sadar bisa melakukan begituan kalo mabuk mungkin bisa lah ini aku gak sadar karena obat tidur lo pah" jelas bima lagi.
" iya juga sih, terus yang bela kandung itu anak siapa?" tanya rendi bingung sedangkan dara hanya diam karena dara sudah percaya sama bima dan dara gak tau tentang berita dan foto yang sudah di sebar bela, karena memang sudah di hapus bima jadi gak ada lagi berita itu.
" iya mana bima tau pah, papah harus lihat ini biar papah percaya" bima langsung membuka laptopnya dan memutar vidio tak senonoh bela, sekatika semua terbelalak kaget karena vidio itu terlihat gamblang jelas tanpa sensor.
bela terlihat keenakan di bawah kungkungan handoko.
" bukannya itu tuan handoko? " tanya rendy.
" iya pah" jawab bima membenarkan.
" mamah percaya sama kamu bim anak mamah gak mungkin melakukan itu" kata wenda.
" udah sayang jangan di lihatin terus" bima menutup mata dara supaya tidak melihatnya.
" ih apa sih mas, bukanya mas bima tuh yang lihatin mbak bella sampai begitu banget" kata dara membela diri padahal sebenernya dara kaget banget dengan vidio yang menayangkan bela dan seorang lelaki paruh baya bahkan laki laki itu lebih pantas menjadi papahnya, seketika dara bergidik ngeri mau maunya bela melakukan itu bersama lelaki tua.
" kamu cemburu ya sayang" dalam situasi begini bisa bisanya bima itu masih menggoda istrinya.
" aduh sayang kok kalian malah berdebat sih, ya udah intinya mamah lega kalo bukan kamu yang menghamili bela, tadinya mamah sudah khawatir banget bukanya mamah gak percaya sama kamu bim, orang tua mana yang gak shok bila tiba tiba ada seorang wanita mengaku hamil karena anaknya padahal anaknya sudah beristri" ujar mamah wenda.
" papah juga minta maaf ya bim udah terbawa emosi tampa tau penjelasan dari kamu terlebih dahulu" kata papahnya yang merasa bersalah karena sudah memukul anaknya.
" gak pa pa kok pah, mah yang penting kalian sudah percaya sama bima, kalo aku pikir nih ya bela itu berusaha menghancurkan rumah tangga aku mah, pah dan aku gak akan tinggal diam karena bela kali ini udah melebihi batas, aku udah sebarin skandal bela beserta vidio ini kita tunggu aja pah, mah sebentar lagi vidio itu akan gempar" jelas bima.
" bagus, perempuan itu harus di beri pelajaran bim, biar tidak seenaknya dan dengan gampangnya dia bilang anak yang dia kandung itu anak kamu bim" rendy sangat mendukung bila bima membalasnya karena perempuan itu sudah keterlaluan.
" iya mamah setuju bim, enak aja nglakuin enak enak dengan pria sana sini setelah hamil ngakunya anak kamu" ujar mamah wenda yang gak terima.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
TERIMAKASIH