Di Jodohkan Dengan Gadis SMA

Di Jodohkan Dengan Gadis SMA
Episode 123


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Kesokan harinya Rena mulai melamar pekerjaan di perusahaan Bima, setelah Rena sampai di depan perusahaan yang menjulang tinggi Rena langsung bertanya di bagian resepsionis.


" Mbak saya ingin melamar pekerjaan di sini" ujar Rena kepada kedua resepsionis yang berada di situ.


Resepsionis itu mengamati penampilan Rena dari atas hingga bawah, Rena terlihat wanita berkelas karena pakaian yang modis serta bermerk " Maaf mbak tapi di sini lagi tidak ada lowongan" kata salah satu resepsionis itu, karena di sana yang ada hanya lowongan sebagai OG sedangkan penampilan Rena tidak mungkin jika melamar sebagi OG.


" Kalian yakin? saya ini saudaranya tuan Bima lo, coba kalian tanyakan dulu, nanti kalian bisa di pecat " ujar Rena dengan percaya dirinya.


" Maaf nona tapi sepertinya tuan Bima memang tidak membutuhkan kariawan dan di sini memang membuka lowongan tapi sebagai OG" ucap resepsioanis itu.


"Apa? OG, hey masak aku jadi OG itu gak cocok buatku lihat dong masak udah cantik gini jadi OG" kata Rena tidak terima masak jadi OG yang benar saja.


" Tapi nona selain OG di sini tidak ada lowongan" ujar Resepsionis itu.


"Coba kalian tanyakan sama tuan Bima, Bilang kalau ada saudaranya datang melamar pekerjaan" suruh Rena dan resepsiaonis itu terpaksa menghubungi tuan Bima karena takut di pecat bila memang wanita yang sedang melamar kerja itu betul saudaranya tuan Bima.


"Halo " jawab Bima ketika telfon kantor itu sudah terhubung.


" Iya halo tuan, ini di bawah katanya ada yang mengaku sebagai saudara tuan ingin melamar pekerjaan, kami sudah bilang bila lowongan perkerjaan adanya di bagian OG, tapi nona ini tetap ngotot ingin melamar sebagi staf perusahaan" ujar resepsionis itu pada Bima.


" Saudara siapa?" tanya Bima dengan mengernyitkan dahinya, siapakah saudaranya yang ingin melamar pekerjaan di perusahaannya.


" Katanya nona Rena tuan" jawab resepsionis.


Bima berfikir sejenak Rena siapa dan Bima segera mengecek CCTV lewat laptopnya apakah benar Rena anaknya Arya yang mengaku sebagai saudaranya dan ternyata benar stelah Bima melihat di layar laptopnya.


" Ya sudah suruh tunggu saja di bawah" suruh Bima pada reseosionis.


" Baik tuan" jawab mbak resepsionis, lalu Bima mematikan sambungan telfonnya.


" Silahkan tunggu di sebelah sana nona" ujar mbak reseosionis dengan ramah kepada Rena.


" Okey" kata Rena dengan sedikit angkuh, lalu Rena duduk di kursi tunggu berharap Bima menemuinya.


Di ruangan Bima, Bima langsung menyuruh asistenya Edo untuk menangani Rena di bawah. " Do turun gih sana kamu urus perempuan itu, bilang sama dia bahwa saat ini tidak ada lowongan pekerjaan" suruh Bima pada Edo.

__ADS_1


" Baik tuan" Jawab Edo yang langsung pergi menemui Rena di bawah.


" Selamat pagi nona, ada perlu apa nona datang kemari?" tanya Edo setelah sampai di bawah.


" Di mana tuan Bima?" bukanya menjawab tapi Rena malah balik bertanya.


" Tuan Bima sedang sibuk jadi tidak bisa menemui anda, tuan Bima yang menyuruh saya untuk menemui anda" ujar Edo.


" Owh begitu, saya kesini ingin melamar pekerjaan" jawab Rena.


"Maaf nona di sini tidak ada lowongan, adanya di bagian OG" kata Edo menyampaikan, memang benar Bima sedang tidak membuka lowongan di bagian staf adanya di bagian OG.


" Apa? ya gak maulah aku di bagaian OG aku maunya sebagai sekertaris atau asisten paling nggak sebagai staf kantor" ujar Rena dengan percaya dirinya.


" Maaf nona di bagian itu tidak ada lowongan, maaf saya juga masih banyak pekerjaan jadi itu saja yang saya sampaikan sesuai permintaan tuan Bima, permisi" pamit Edo yang langsung pergi meninggalkan Rena di kursi tunggu dan betapa kesalnya Rena di perlakukan seperti itu.


" Ih ngeselin banget sih, jadi gitu ya rasanya di sepelekan orang" ujar Rena dengan menghentakkan kakinya. " ya udahlah aku kan masih bisa ngelamar di perusahaan lainnya" gerutu Rena sambil berjalan keluar dari perusahaan itu.


Akhirnya Rena seharian melamar kerja kesana kemari tapi tak ada hasil, karena sudah capek, haripun sudah sore hingga Rena memutuskan untuk pulang. " Haduh ternyata nyari kerja itu gak gampang ya, mana capek banget lagi seharian dan belum dapat pekerjaan pula" keluh Rena.


❤️💗❤️


Malam ini Kenzo dan Riska berkunjung kerumah utama dimana kemal dan Lidya tinggal, karena Besok kemal dan Lidya harus kembali ke luar negeri untuk urusan Bisnis makanya Lidya meminta Kenzo beserta istrinya datang dan menginap di sana dan Saat ini mereka sedang makan malam bersama.


"Besok mamah dan papah jadi balik ke luar negeri?" tanya Kenzo saat mereka sedang makan bersama.


"Iya sayang besok mamah dan papah harus sudah balik lagi kita gak bisa tinggalin kerjaan lama lama" jawab Mamahnya.


" Iya ken bukannya memang biasanya seperti itu" ujar papahnya ikut menimpali.


" Mamah dan papah selalu seperti itu tidak pernah ada waktu buat Kenzo sedari kecil" protes Kenzo karena memang sedari kecil Kenzo sudah terbiasa di tinggal pergi untuk urusan bisnis, jadi Kenzo sudah terbiasa dengan pengasuhnya karena mamah dan papahnya yang super sibuk.


" Ini semua kita lakukan juga demi kamu sayang" kata mamahnya dan kenzo hanya mendengus sebal dengan ucapan mamahnya. " Owh iya Ken kamu jangan terlalu sibuk ya luangkanlah waktu buat istri kamu atau kalian bisa pergi bulan madu biar mamah cepet dapat cucu" ujar mamahnya.


" Uhukkkk.... uhukkk" Riska tiba tiba tersedak mendengar perkataan mamahnya.


" Pelan pelan aja makannya, ini minum dulu" Kenzo langsung memberikan Riska minum dan Riska pun langsung mengambil minuman itu lalu di minumnya hingga tandas.

__ADS_1


" Iya juga ya kenapa aku belum juga hamil ya padahal aku sama kak ken sudah sering melakukan itu, apa jangan jangan aku mandul, ah tidak mungkin tidak mungkin" Gumam Riska dalam hati yang merasa takut kalau rahimnya bermasalah sehingga belum hamil juga. " makasih kak" ujar Riska setelah selesai minum.


" Kamu marahin aja Kenzo ini Ris kalau terlalu sibuk bekerja, dia sebagai suami harus lebih perhatian sama istrinya luangin banyak waktu untuk menghabiskan waktu bersama" kata Lidya yang berharap dengan begitu menantunya bisa cepat hamil.


" Bener kata mamahmu itu kita ini sudah semakin tua sudah waktunya bersantai di rumah dan menimang cucu" ujar Kemal ikut menimpali.


" Iya mah kak ken udah cukup perhatian kok mah sama Riska, cuma ya agak sibuk" jelas Riska, karena memang Kenzo sibuk di kantor kadang pulang malam karena lembur.


" Tuh ken Riska aja bilang kamu sibuk di kantor, luangin lah waktu buat kalian berdua" ujar mamahnya lagi.


" Iya mah nanti Kenzo usahain, itu bisa di atur lah mah" Jawab Kenzo santai toh dia menikah baru belum ada satu tahun, bahkan orang orang yang menikah sudah bertahun tahun belum memiliki anak aja biasa aja, walaupun sejujurnya Kenzo juga menginginkan kehadiran anak di tengah tengah mereka tapi jika tuhan belum memberikan bisa apa, kan kita hanya bisa bersabar.


" malam ini kalian menginap di sini kan? lagian besok pagi mamah dan papah sudah berangkat" Tanya mamahnya.


" Iya kalian menginap aja di sini" ujar papahnya ikut menimpali.


" Kalau Riska sih terserah kak Ken aja mah, pah" jawab Riska.


" Iya malam ini Ken sama Riska nginap di sini aja pah, mah" ujar Kenzo memberi keputusan. " Besok pagi kan ken dan Riska harus mengantar mamah dan papah ke bandara" ujarnya lagi dan di balas anggukan kepala oleh Kemal dan Lidya.


" Kak aku kok jadi takut ya" ujar Riska, sekarang mereka sudah berada di dalam kamar Kenzo, setelah makan malam mereka berbincang sebentar dengan kedua orang tuanya di ruang tengah dan setelahnya kenzo dan Riska memutuskan untuk masuk ke kamar untuk beristirahat.


" Takut? takut kenapa Ris?" tanya Kenzo yang gak mengerti dengan maksud ucapan istrinya, sekarang mereka sedang duduk berdua di sofa kamar sambil menonton TV.


" Ya takut aja kak, kok aku sampai sekarang belum hamil juga ya" kata Riska dengan raut wajah sedih.


"Gak usah di fikirin begitu kita kan nikahnya aja baru satu tahun aja belum ada lo Ris, dan bahkan ada tuh orang orang yang menikah sudah bertahun tahun belum juga di kasih momongan , jadi sabar aja mungkin tuhan masih memberi waktu untuk kita berduaan" ujar Kenzo dengan merangkul Riska karena Kenzo gak tega melihat Riska yang bersedih.


" Ya tetep aja aku takut kak kalau gak hamil hamil nanti kak ken, mamah dan papah pasti akan kecewa sama Riska "


Kenzo mengerti sekarang ternyata Riska kepikiran omongan mamahnya tadi sewaktu di meja makan. " kalau dari kamu sendiri apa sudah ingin punya anak?" tanya Kenzo.


" Ya sebagai wanita pasti ingin punya anak lah kak, memangnya kak Ken gak ingin punya anak?" tanya Riska balik.


" Ya pengen lah, ya udah kalau gitu kita bikin yuk biar cepet jadi" ujar Kenzo modus dan Riska pun memblalakkan matanya karena perkataan Kenzo barusan.


"Bikin sekarang?"

__ADS_1


" Iya lah ayok biar cepat jadi" Kenzo mematikan TVnya lalu menggendong Riska ke atas peraduan, Kalian bayangkan sendiri ya Riska yang sedang di iya iyain Kenzo karena author udah mengetik hampir seribu limaratus kata.


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA


__ADS_2