
SELAMAT MEMBACA
"Hoeekkkk.....hoekkk....hoekkk" Riska tiba tiba muntah muntah saat di kampus, Mela yang kala itu sedang bersama dengan Riska jadi khawatir dengan temanya itu.
" Ris lo gak pa pa kan?" tanya Mela.
"Gak tau mel tiba tiba aja perut aku mual banget mana kepala aku pusing banget lagi mel" jawab Riska.
"Jangan jangan" ujar Mela setengah setengah
" Jangan jangan apa Mel? lo jangan bikin gue takut deh Mel"
" Maksud gue jangan jangan lo hamil lagi mel" Mendengar perkataan Mela Riska jadi deg degan antara seneng dan takut kecewa, bener Riska memang sudah telat datang bulan selama dua minggu tapi Riska takut kecewa bila hasilnya negatif.
" Masak sih Mel, tapi mudah mudahan aja iya, pasti gue seneng banget Mel bila memang iya" ujar Riska penuh garap.
" Gue do'a in mudah mudahan memang positif Ris"
" Iya gue juga berharap begitu, pasti mertua gue seneng banget mel kalau memang iya kak Ken juga pasti juga seneng banget" kata Riska dengan senyum bahagianya bila memang iya tapi sedetik kemudian senyum itu menghilang berganti dengan sendu, Riska ngebayangin kalau hasilnya negatif pasti sangat kecewa.
" Terus kenapa muka kamu jadi sedih begitu Ris?" Tanya Mela yang merasa aneh sama Riska bukanya seneng tapi ini malah sedih.
" Bukan begitu Mel kalau negatif gimana pasti akan sangat kecewa" jawab Riska dengan sedih.
" Ya kamu jangan pesimis gitu dong Ris, kamu harus optimis okey" ujar Mela memberi semangat.
" Aku jadi teringat sama Dara deh Mel pasti bahagia banget ya jadi dia aku jadi iri, besok kita kerumahnya yuk! aku pengen jenguk babynya pasti lucu deh" ajak Riska yang tiba tiba jadi teringat sama Dara yang kabarnya sudah lahiran.
" Iya gue juga pengen lihat dan gendong babynya, besok kita ke rumah Dara ya" mela menyetujui ajakan Riska dan bahkan sangat berantusias, tiba tiba Riska mual mual lagi.
" Huekkkkk.....huekkkk.....huek...." semua isi perut Riska sudah di keluarkan tak tersisa tapi Riska masih merasa mual hingga hanya cairan berwarna kuning yang Riska keluarkan, kepala Riska terasa semakin pusing bahkan dalam penglihatannya sudah membayang sehingga ...." BUKKKK" Riska jatuh pingsan, Mela yang melihat Riska pingsan langsung panik.
" Ris....Riska bangun Ris....kamu kenapa?" ujar Mela panik sambil mengguncang lengan Riska, akhirnya Mela keluar toilet untuk mencari pertolongan.
" Tolong ..tolong " Teriak Mela meminta tolong kepada seseorang, dan orang orang itu akhirnya membawa Riska kerumah sakit dan sesampainya di rumah sakit Riska langsung di tangani oleh dokter, Mela yang panik pun langsung menghubungi kenzo untuk memberi tahu kalau istrinya pingsan di kampus dan langsung di bawa ke rumah sakit.
" Halo " jawab Kenzo setelah sambungan telfonnya terhubung, kebetulan Kenzo baru saja selesai rapat.
" Halo kak, ini Riska tadi pingsan di kampus" ujar Mela menyampaikan.
" Apa? Riska pingsan? tanya Kenzo dengan panik.
" Iya kak sekarang berada di rumah sakit" jawab Mela.
" Rumah sakit? okey aku akan segera kesana" karena panik Kenzo langsung mematikan sambungan telfonnya.
Kenzo menyerahkan semua pekerjaannya ke asistennya lalu dia segera pergi kerumah sakit dengan mengendarai kuda besinya, gak lama Kenzo sudah sampai di rumah sakit.
"Mel istri aku kenapa?" tanya Kenzo dengan nafas terengah engah karena tadi berlari saking paniknya, Kenzo takut terjadi sesuatu sama istrinya.
" Belum tau kak masih di tangani oleh dokter, kak Ken tunggu aja" jawab Mela.
__ADS_1
Tak lama dokter sudah keluar. " apa ada suami dari pasien?" tanta dokter itu.
" Saya suaminya dok, istri saya sakit apa dok?" tanya Kenzo.
" Istri anda tidak sakit tuan" ujar Doktet itu yang membuat perasaan Kenzo lega, tapi tadi katanya istrinya pingsan tapi dokter bilang istrinya tidak sakit.
" Selamat tuan istri anda hamil" kata Dokter itu yang memlihat Kenzo kebingungan.
"Is.....istri saya hamil dokter?" tanya Kenzo memastikan.
"Iya tuan selamat ya, usia kandunganya sudah memasuki minggu ke 6" jelas dokter itu yang membuat Kenzo senengnya bukan main.
"Alhamdulillah selamat ya kak sebentar lagi mau jadi bapak" ujar Mela memberi selamat kepada Kenzo.
" Iya sama sama Mel" balas Kenzo.
" pasien masih belum sadar tapi nanti juga sadar silahkan jika ingin masuk, saya permisi dulu" ujar dokter itu.
" Iya dok terimakasih" kata Kenzo.
" Owh iya nanti lebih jelasnya bisa di cek ke dokter obgyn ya" ujar Doter itu sebelum pergi dan Kenzo pun mengiyakan ucapan dokter itu dengan semangat.
Setelah Doktet itu peegi Kenzo dan mela ingin masuk ke dalam ruang perawatan Riska tapi tiba tiba hp Mela berdering.
" Kak aku angkat telfon dulu ya" izin Mela pada Kenzo.
" Owh ya sudah kalau begitu aku masuk duluan" ujar Kenzo yang langsung masuk ke ruang perawatan Istrinya, Kenzo langsung memegang tangan istrinya lalu menciumnya.
Sementara Mela di luar sedang menerima telfon dari Aldi.
"Halo yang" jawab Mela setelah dia menggeser tombol warna hijau di hpnya.
"Iya Mel kamu kemana aja sih, kamu tau gak aku udah nungguin kamu dari tadi" gerutu Aldi yang kesal karena terlalu lama menunggu Mela.
" Aduh maaf, mela lupa kalau ada janji sama kamu yang, sekarang aku lagi di rumah sakit karena Riska pingsan tadi, karena itu aku jadi kelupaan deh yang kalau ada janji sama kamu" jelas Mela.
" Riska pingsan kenapa dia? Kenzo udah tau belum kalau istrinya pingsan?" tanya Aldi.
" Iya udah aku kasih tau kok yang dan sekarang sedang nungguin Riska, Ya udah aku kesana sekarang ya yang kamu tungguin di sana ya" ujar Mela yang merasa bersalah karena lupa kalau sedang ada janji dengan kekasihnya.
" okey sayang aku tungguin" jawab Aldi dan Mela langsung menutup panggilannya.
" Kak Ken aku pergi dulu ya, aku lupa tadi lagi ada janji" pamit Mela setelah masuk ke ruang rawat Riska.
" Owh iya terimakasih ya Mel" Ujar Kenzo.
" Iya sama sama kak, selamat juga ya yang mau jadi ayah" balas Mela dengan menyengir kuda.
"Iya Mel Riska pasti seneng banget mendengar kabar ini" ujar Kenzo dengan perasaan yang tidak bisa di jelaskan karena saking bahagianya dengan kabar itu.
setelah Mela pergi tak lama Riska pun tersadar dan hal pertama yang Riska lihat adalah suaminya. " Kak Ken aku di mana?" tanya Riska yang merasa berada di tempat asing.
__ADS_1
" Kamu lagi di rumah sakit sayang, tadi kamu pingsan di toilet kampus" jawab Kenzo, lalu Riska teringat waktu di toilet kampus sedang bersama mela waktu itu dia mual mual dan setelah itu Riska tak ingat apa apa lagi.
"Aku kenapa kak? sakit apa?" tanya Riska yang berharap dirinya tidak sakit, tapi Riska berharap dirinya hamil.
" Kamu tidak sakit sayang tapi...." ucapan Kenzo menggantung membuat Riska penasaran.
" Tapi apa kak?" tanyanya.
" Tapi kamu hamil sayang" ujar Kenzo dengan raut wajah bahagia.
" Ha....hamil? a...aku hamil kak? tanya Riska hampir tak percaya.
" Iya sayang kamu hamil" jawab Kenzo dengan memeluk Riska.
" kita harus kasih tau mamah dan papah kak pasti mereka seneng banget mendengar kabar ini" ujar Riska dengan semangat.
" Iya itu gampang sayang nanti kita kasih tau mereka ya, sekarang kamu istirahat aja dulu" suruh Kenzo dan Riska pun menurut, karena dia fikir sedang hamil jadi harus banyak istirahat Riska tidak mau sampai terjadi sesuatu sama kehamilannya, karena Riska sudah lama menantikannya.
💗❤️💗
Sementara Dara sudah pulang dari rumah sakit, sekarang sedang menyusui anaknya di kamar yang khusus di buat untuk anaknya kamar itu berada di sebelah kamar Bima dan Dara, sengaja memang Bima menempatkan kamar anaknya di situ biar lebih gampang kerena dekat dengan kamar nya, di sana ada ranjang kecil untuk tidur anaknya dan juga banyak mainan yang sengaja Bima beli untuk anaknya nanti, padahal anaknya masih bayi belum mengerti mainan tapi Bima sudah menyiapkan dengan sedemikian rupa
Bima juga memakai jasa babysitter untuk anaknya karena Bima gak mau Dara kelelahan mengurus anaknya seorang diri selain itu juga Bima gak mau kalau Dara jadi tidak ada waktu untuk dirinya lantaran terlalu sibuk mengurus anak tanpa adanya bantuan, kalau ada babysitterkan Dara bisa menyuruh pengasuh itu untuk menjaga anaknya selagi Dara mengurusinya.
" Uh anak Daddy kuat banget sih nyusunya udah dari tadi lho, udah dong gantian daddy yang nyusu" ujar Bima sambil mendusel dusel ke leher Dara tangannya sedari tadi juga memainkan payudara yang satunya.
"Ih apa sih mas masak gak mau ngalah sama anaknya, ya gak pa pa dong biar dia minum asinya dengan banyak biar cepet besar iya kan sayang" Dara gak habis fikir dengan suaminya yang gak mau mengalah sama anaknya masak di suruh udahan.
" Ini punyaku lho sayang anak kita ini cuma minjem" ujar Bima dengan memegang kedua buah melon yang semakin montok itu, jadilah ****** itu terlepas dari mulut anaknya, karena kehilangan susunya bayi itu pun menangis dan itu membuat Dara jadi kesel sama ulah suaminya itu, pasalnya sedari tadi gangguin anaknya yang lagi nyusu.
" Tuh kan gara gara mas bima baby Elvan jadi nangis, udah deh mas Bima sana jangan gangguin" ujar Dara dengan kesal.
" Biarin ini kan punyaku" kata Bima dengan meremas buah melon milik istrinya yang sekarang semakin montok aja.
" Auhhh mas Bima" Dara memutar bola matanya malas.
"Sayang aku juga laper nih, makan yuk lagian anak kita juga sudah tidur" ujar Bima yang melihat anaknya sudah tertidur di gendongan istrinya.
" Ya udah bentar ya mas biar aku suruh Dinda buat jagain" Dinda itu nama pengasuhnya baby Elvan, sekarang Dara gak hanya mengurus babynya yang baru lahir Dara juga harus mengurus bayi besarnya yang manja ini minta makan dan harus di suapin siapa lagi kalau bukan suaminya.
" Dinda kamu jagain Elvan dulu ya" suruh Dara sama pengasuh anaknya.
" Baik nyonya " jawab Dinda.
" Ingat jaga yang bener, awas kalau sampai anakku kenapa kenapa" ujar Bima yang terlihat arogan, ya Bima hanya bersikap hangat kepada orang tertentu saja.
" Baik tuan" jawab Dinda sambil menunduk, Dinda mana berani menatap Bima yang tatapannya setajam itu, memang si ganteng tapi galak dan agak kasar menurut Dinda tapi tuannya itu akan bersikap lembut bila sama istri dan anaknya.
" Ih mas Bima jangan galak galak dong, mas Bima gak lihat tadi Dinda ketakutan gitu" ujar Dara setelah mereka berdua berada di meja makan.
" Bodo amat" kata Bima cuek dan gak begitu mikirin tentang pengasuh itu akan ketakutan dengan sikapnya, ya memang pengasuh itu masih muda umurnya sekitar 25 Tahun, dan Dara hanya mendengus kesal dengan kelakuan suaminya Dara berharap Dinda betah menjadi pengasuh anaknya walaupun suaminya selalu bersikap ketus, Dara sih gak kaget dengan sikap suaminya karena Dara sudah hafal betul bagaimana sikap suaminya, suaminya itu akan bersikap dingin, cuek , arogan bila berhadapan dengan orang lain, Suaminya itu akan bersikap lembut bila sama orang terkasihnya saja.
__ADS_1
BERSAMBUNG