
mela dan dara sedang asyik bershopping di mall mereka berdua membeli baju dan juga mela menyarankan dara buat beli ligery sexy juga.
melihat hari sudah semakin siang mela menyudahi jalan jalan di mallnya karena mela ada kelas siang ini.
" oh ya ra udah siang nih maaf ya aku harus pulang soalnya aku ada kelas siang ini." kata mela.
" iya ra gak pa pa kok! oh.....iya besok juga aku sudah mulai masuk kuliah lo mel"
" haaa.....beneran ra?"
" iya mel kamu tau gak kalo kita itu satu kampus."
" serius lo ra? sultan mah bebas ya, kita bakal bareng bareng dong ra."
" iya dong pastinya."
" ya udah deh kalo gitu gue duluan ya ra" pamit mela
"okey see you" kata dara sebelum mela berlalu pergi.
setelah mela pergi dara juga pergi untuk membeli makan siang untuk di antar ke kantor suaminya.
setelah membeli makanan dara masuk ke dalam mobil dan pergi ke kantor bima.
" bang ke kantor mas bima ya" kata dara menyuruh supinya untuk mengantarkannya ke kantor bima.
" baik non" jawab si supir.
supir dara itu masih muda dan tampangnya lumayan badannya kekar hampir seperti bodyguard makanya dara memanggilnya bang.
💖❤️💖
hari ini bella datang ke kantor bima kali ini bella memang ada urusan tentang pekerjaan tidak seperti biasanya yang datang hanya sekedar ingin bertemu dengan bima.
bella terlihat bersemangat kala asistennya mengabarkan kalo bella di minta jadi model prodak baru dari perusahaan sanjaya, tentu saja bella seneng banget bella gak akan membuang kesempatan itu dia akan menggunakan kesempatan itu untuk mendekati bima kembali.
" permisi apa tuan bimanya ada?" tanya bella ke sekertaris desi.
" kamu lagi? mau apa datang kesini lagi kalo mau cari keributan mending pergi aja sana" kata desi dengan ketus karena masih kesal dengan bella.
" owh jadi kamu rupanya belum tau saya kesini karena ada urusan pekerjaan" kata bella memberitahu.
" nona bella anda sudah datang, mari saya antar ke ruangan tuan bima" kata asisten edo yang kebetulan baru keluar dari rungannya.
" tuh kamu denger sendiri kan, jadi siap siap aja cepat atau lambat aku pastikan kamu akan di pecat karena sudah berani lancang kemarin denganku." kata bella ke desi dengan sombongnya dan desi hanya memilih diam saja dari pada ribut dengan bella.
setelah mengatakan itu bella di antar asisten edo ke ruangan bima, edo mengetuk pintu ruangan bima terlebih dahulu sebelum masuk, tok......tok.....tok....
" masuk" jawab bima dari dalam.
" ceklek.... " edo membuka pintu ruangan bima lalu masuk kedalam di ikuti bela dari belakang.
" nona bella sudah datang tuan" kata sekertaris edo.
" iya silahkan kalian duduk dulu" suruh bima.
"akhirnya kamu yang mengundangku kemari bim aku tau kalo kamu itu sebenernya masih mencitaiku kan" seloroh bella dengan tak tau malunya.
" maaf bel ini urusan pekerjaan aku harap kamu bisa lebih profesional jangan mencapur adukkan dengan urusan pribadi kita."
" okey aku akan profesional kamu tenang saja."
" ini dokumen yang harus kamu tanda tangani kamu bisa membacannya dulu bel."
bima menyerahkan dokumen itu ke bela supaya di baca terlebih dahulu dan setelah bela setuju lalu bella segera menandatangani dokumen itu."
" okey untuk selanjutnya aku serahkan semuanya ke kamu do dan kamu bella kalo ada yang perlu kamu sampaikan bisa ke edo saja."
__ADS_1
" baik tuan." jawab asisten edo.
" kenapa harus sama dia sih bim kenapa gak langsung ke kamu aja." kata bella tak setuju.
" masih banyak yang harus aku urus bel jadi kamu bisa dengan edo saja."
" okey deh ." jawab bella sinis bella tau bima sengaja melakukan itu biar bima gak banyak berinteraksi dengannya, tapi bukan bella namanya kalo gak ada cara buat mendekati bima.
" kali begitu saya permisi dulu tuan, mari nona bella biar saya antar sampai depan." kata edo pamit undur diri.
" gak perlu do aku masih ada urusan dengan bos kamu ini" tolak bella.
" tapi maaf nona tuan bima sedang sibuk masih banyak perkerjaan yang harus tuan bima urus" ucap edo supaya bella cepat pergi dari ruangan bima.
" tapi ada sesuatu yang mau saya bicarakan dengan kamu bim secara pribadi."
dari pada bella ribut jadi bima membiarkan bella menyampaikan sesuatu.
" ya udah gak pa pa do" kata bima memberi izin.
" kalo begitu saya permisi dulu tuan" kata edo lalu segera keluar dari ruangan bima jadi tinggallah bella dan bima di dalam ruangan itu.
" apa yang mau kamu bicarakan bel, aku gak da banyak waktu."
" bim aku tau kamu sakit hati atas perbuatanku dulu tapi aku yakin kamu masih mencintai aku bim, apa gak bisa kita kembali lagi seperti dulu."
" maaf bel aku gak bisa, aku sudah punya istri sekarang jadi gak mungkin kita kembali lagi."
" kenapa gak mungkin lagian pernikahan kamu itu gak di ketahui publik kan, kita bisa menjalaninya dengan diam diam " kata bella yang berdiri dari kursi yang didudukinya dan berjalan mendekati bima.
"maaf bel aku tetep gak bisa sekali penghianat tetap penghianat aku sudah gak bisa percaya lagi sama kamu, buat apa menjalin hubungan tanpa kepercayaan sama aja bohong."
...bella masih gak menyerah untuk merayu bima bahkan tak segan bella langsung duduk di pangkuan bima dan bima kaget dengan apa yang di lakukan bella bima mau mendorong bela yang tiba tiba saja duduk di pangkuannya tapi belum sempat bima mendorong bella tiba tiba pintu ruangannya di buka dari luar ceklek........dara masuk keruangan bima....
dara jelas kaget dengan apa yang di lihatnya, dara mengira suaminya itu sedang bermesraan dengan bella karena posisi mereka yang begitu intim dengan bella yang duduk di pangkuan suaminya, wanita mana yang tidak sakit hatinya melihat suaminya sendiri sedang bermesraan dengan mantan pacarnya, melihat itu dara ingin segera keluar dan berlari menjauh, tapi belum sempat dara pergi bima sudah mencegahnya.
" auwhh kok kamu malah mendorongku sih bim sakit tau." keluh bella tapi bima mengabaikan itu.
" apa apaan kamu mas." kata dara kecewa dengan apa yang dia lihat barusan
" sayang ini tidak seperti yang kamu lihat aku bisa jelasin" kata bima yang langsung menghampiri dara dan menarik tangannya ketika dara ingin pergi.
" lepasin mas ."
" gak akan kamu ikut aku sekarang" kata bima dengan datar dan bella mengurungkan niatnya untuk pergi setelah di pikir kenapa harus dia yang pergi seharusnya yang pergi itu bella bukan dia.
"aku gak boleh lemah berhadapan dengan wanita ular itu sekarang aku itu istrinya bima sanjaya jadi aku gak boleh terlihat bodoh" gumam dara dalam hati.
" owh jadi kamu ngedorong aku sampai jatuh karena ada istri kamu, tadi aja kamu mau mau aja bim kenapa setelah ada istri kamu, kamu mendorongku hingga jatuh " kata bella yang sengaja memanas manasi dara supaya mereka berdua berantem.
" kamu kalo ngomong jangan sembarangan ya bel." kata bima geram dengan ucapan bella yang mengada ada.
" kamu ngapain di kantor suamiku, kaya udah gak laku aja sampai ngemis ngemis cinta dari suamiku" dara sengaja berkata menusuk ke bella.
" apa kamu bilang aku gak laku orang cantik sepertiku banyak yang suka, asal kamu tau aku kesini karena di suruh sama bima, kalo gak percaya kamu tanya aja sendiri." balas bella gak terima.
" aku gak percaya tuh dasar murahan lebih baik kamu pergi sekaran juga" balas dara tak mau kalah.
" heh kamu fikir kamu siapa gaya lo udah sok kaya nyonya besar aja, bima aja gak nyuruh gue pergi tuh." kata bella dengan sinis.
" apa yang di bilang dara benar bel urusan kita sudah selesai dan sekarang kamu bisa pergi."
" kalo udah ada istri kamu aja kamu ngusir aku ya bima padahal kita tadi lagi asyik mesra mesraan" ucap bella membual supaya dara kebakaran jenggot.
" jangan mengada ada bel sekarang kamu silahkan keluar dari ruanganku." kata bima dengan suara agak meninggi pertanda kalo bima sedang marah.
" okey aku pergi dulu ya sayang" kata bella lagi yang sengaja memangil bima dengan sebutan sayang bella ingin melihat reaksi dara pasti nanti akan ada perang dunia begitu pikir bella.
__ADS_1
setelah bella keluar dari ruangnnya bima ingin menjelaskan semuanya ke dara bahwa semua itu hanya salah paham saja.
" sayang kamu dengerin penjelasan aku dulu ya" kata bima sambil memegang kedua telapak tangan dara.
" lepasin mas gak usah sentuh sentuh dara lagi! tadi kan mas bima habis sentuh sentuh nenek lampir itu jadi gak usah sentuh dara."
bima ingin ketawa mendengar dara memanggil bella nenek lampir persis seperti adiknya kalo manggil bella nenek lampir."
"hahha....nenek lampir?"
" kenapa mas bima ketawa gak ada yang lucu."
" oke......kamu gak usah cemburu gitu dong sama bella.
"kalo mas bima masih mencintainya lebih baik mas bima balikan saja sana gak perlu melakukannya di belakang dara."
" melakukan apa orang aku gak ngapa ngapain kok."
" gak usah ngelak dara lihat sendiri tadi."
sebenernya hati dara sakit banget melihat suaminya dengan posisi se intim itu dengan perempuan lain bahkan matanya sekarang sudah berkaca kaca ingin menagis tapi masih di tahannya, bima yang melihatnya jadi gak tega.
bima memeluk dara dari balakang sambil berjalan mundur dan duduk di kursinya otomatis dara duduk di pangkuan bima dengan posisi membelakanginya.
" lepasin mas gak usah peluk peluk gini" kata dara yang akhirnya menagis juga air mata itu lolos begitu saja tak bisa di cegah membasahi pipinya yang mulus.
" sayang tadi itu memang dari pihak perusahaan yang memanggil bella ke sini karena perusahaanku sedang meluncurkan prodak baru dan klienku itu meminta bella yang menjadi modelnya karena bella model yang sedang naik daun saat ini jadi itu akan memudahkan produk kita terkenal di pasaran." jelas bima.
" bener bigitu mas, tapi tadi dara lihat mas bima lagi ngapain sama bella?"
bima mengotak atik laptopnya di sana terlihat rekaman cctv di ruangan kantornya bima menunjukkan bukti itu karena kalo cuma bicara dara gak akan percaya.
" sekarang kamu lihat rekaman cctv di ruangan kantorku sayang, biar kamu tau yang sebenarnya" kata bima yang menunjuk rekaman cctv di layar laptopnya dan dara mengikuti perkataan suaminya dia menatap layar yang berada di depannya, ternyata benar suaminya itu gak berbuat yang macem macem sama bella tapi malah bella yang berusaha menggoda suaminya dara jadi gak enak karena sudah menuduh suaminya yang macem macem.
" mmm mas bima dara minta maaf ya sudah gak percaya sama mas bima dan gak mau mendengar penjelasan dari mas bima lebih dulu."
" bukanya kamu udah berjanji sama aku apapun yang terjadi kamu akan percaya sama aku, terus sekarang kenyataannnya kamu gak percaya sama aku." kata bima datar dan pura pura ngambek.
" dara minta maaf mas......"
bima diam dan pura pura sibuk dengan laptopnya melihat suaminya malah diam dara tau pasti suaminya itu marah, dara berinisiatif merayu suaminya biar gak marah lagi.
kini dara merubah posisi duduknya menjadi menyamping dara mengusap dada bidang bima.
" mas bima jangan marah dong maafin aku, aki janji akan selalu percaya sama mas bima."
bima masih diam pura pura sibuk mengerjakan sesuatu di laptopnya dara berusaha membujuknya dengan memeluk suaminya dan dengan malu malu dara mencium pipi suaminya.
sebenernya bima ingin ketawa dengan apa yang di lakukan dara tapi bima tetap menahan tawanya mau melihat sejauh mana istrinya ini merayunya.
melihat suaminya masih diam dara membernikan diri mencium bibir suaminya lebih dulu awalnya bima diam saja tapi lama lama pertahanannya runtuh bima membalas ciuman istrinya tangan bima juga membalas pelukan istrinya setelah ciuman mereka terlepas bima masih menempelkan keningnya dengan kening dara.
" mas bima udah gak marahkan sama aku?" tanya dara.
" memang siapa yang marah."
" tadi mas bima diam aja waktu dara ajak bicara."
"ya abis kamu lucu banget si mana bisa aku marah sama kamu."
" oh ya mas tadi aku kesini itu sebenernya nganterin makan siang buat mas bima dara pengen makan bareng mas bima jadi tadi dara sengaja membeli makanan dan membawanya kesini.
" owh jadi istriku ini pengen makan sama aku, ya udah ayo lagian aku juga udah laper."
akhirnya dara bisa lega ternyata suaminya itu gak marah dan mereka sekarang sedang makan berdua dengan dara yang menyuapin suaminya makan.
BERSAMBUNG
__ADS_1