
SELAMAT MEMBACA
Hari ini Bima sama Dara mau fitting baju buat acara resepsi pernikahan mereka, sedangkan mamah wenda dan sena sudah menunggunya di butik langganan keluarga mereka dan papahnya gak bisa ikut karena harus ke kantor.
" Kak Bima mana mah kok belum datang?" tanya sena.
" Mungkin masih dijalan, sebentar lagi juga sampai, gimana sayang cocok gak gaun ini buat mamah?" tanya wenda yang sedang mencoba gaun pesanannya.
" Cocok mah bagus, mamah jadi terlihat lebih muda dengan gaun itu" jawab Sena.
" Beneran nih sayang" tanyanya lagi tak percaya.
"Beneran mah sena gak bohong, kalau gaun ini gimana cocok gak buat Sena?" tanya Sena juga yang sudah mencoba gaun untuk acara pesta kakaknya.
" Bagus sayang kamu terlihat cantik dan anggun memakai gaun ini sangat pas di tubuh kamu" kata mamah Wenda yang melihat anaknya sangat cantik dengan gaun yang di pakainya.
" Wah cantik banget dek" celetuk Bima saat sudah memasuki butik dengan menggandeng istri cantiknya.
" Eh kak Bima sama kak Dara sudah datang? iya dong pastinya cantik anak siapa dulu" ujarnya dengan bangga.
" Maksud kakak itu cantik banget bajunya" Kata Bima dengan bercanda, Sekatika Wenda ingin ketawa mendengar candaan anaknya.
" Ih kak Bima jahat banget sih, kirain Sena yang cantik taunya cuma bajunya" saut Sena dengan Bibir mengerucut karena kesal dengan kakaknya.
" udah gak usah di dengerin omongannya kak Bima, dia cuma bercanda kamu cantik banget kok pakai baju ini cocok banget buat kamu" puji Dara dengan jujur karena Sena memang lebih terlihat cantik dan anggun dengan gaun yang dipakainya.
" weee....tu kan kak Dara aja bilang aku cantik kak Bima aja yang gak mau ngakuin" kata Sena mengejek kakaknya.
" Iya ...ya adek kakak ini memang cantik,tadi cuma bercanda gitu aja ngambek" ujar Bima sambil mengacak rambut adiknya karena gemes, sementara sena makin kesel sama kakaknya karena kini rambutnya jadi berantakan.
" Udah dong sayang, sekarang kamu Bim sama Dara yang coba gaunnya" ujar mamah wenda menengahi.
" okey mah, ayo sayang" kata Bima yang langsung menggandeng tangan istrinya.
__ADS_1
" mari silahkan tuan dan nona" kata seorang pelayan butik itu dengan ramah, lalu pelayan itu memberi satu set baju buat Bima coba, dan setelahnya pelayan itu juga memberikan gaun kepada Dara untuk di coba juga, lalu pelayan itu membantu Dara untuk memakaikannya.
" Gimana mah cocok gak buat Bima" tanya Bima yang sudah mencoba tuxedonya.
" Cocok sayang kamu terlihat lebih tampan" jawab mamahnya dengan senyum bahagianya, wenda juga berharap anak perempuannya bisa mendapat jodoh yang sangat menyayangi dan mencintainya.
" Wah kak Dara cantik banget pakai gaun itu" seloroh sena yang melihat Dara sudah keluar dari ruang ganti, mendengar perkataan Sena Bima dan wenda segera mengalihkan pandangannya ke Dara.
"wow menantu mamah cantik banget persis seperti cinderella" ujar Wenda yang langsung menghampiri Dara, sementara Bima masih bengong melihat Dara yang terlihat sangat cantik, begitupun sebaliknya Dara juga mengagumi suaminya yang barkali kali tanpak lebih tampan dengan tuxedonya.
" Gimana Bim cantik kan?" tanya mamahnya kepada Bima.
" Cantik sih tapi Bima gak suka ganti yang lain aja gaunnya" Kata Bima yang membuat senyum Dara memudar dan wenda juga kecewa, Bima akuin memang Dara sangat cantik mengenakan gaun itu cuma Bima gak suka karena gaun itu memperlihatkan bahu mulus istrinya serta kedua buah melon yang bulat dan montok itu agak mengintip, Bima gak rela jika nanti itu akan menjadi pusat perhatian para banyak lelaki.
" Tapi kak itu cantik banget lo kenapa harus di ganti coba" protes Sena, pasalnya kakak iparnya sudah sangat cocok dengan gaun itu bahkan terlihat sangat cantik.
" Iya Bim kenapa harus di ganti ini cantik banget lo" kata wenda tak setuju bila gaunnya harus di ganti.
" Iya tuan nona terlihat cocok banget dengan gaun ini bahkan sangat cantik di kenakannya, gaun ini selalu menjadi incaran orang dan mereka ingin membelinya walau dengan harga dua kali lipat tapi kami tak memberikannya karena gaun ini sudah anda pesan" ujar pelayan itu ikut menimpali.
" Terbuka darimananya engak ah pokoknya mamah gak setuju kalau harus di ganti" ujar mamahnya dengan kekeh.
" Iya Sena juga gak setuju kalau harus di ganti pakai itu aja udah cocok banget, lagian kakak terlalu posesif" cibir Sena.
" Gak usah di ganti ya mas Yang ini aja Dara suka gaun yang ini" Dara juga tak mau bila harus di ganti yang lain karena sedari awal udah klik pilih yang itu dan suaminya juga setuju tapi sekarang setelah di coba malah nyuruh ganti.
" Tapi sayang...." belum selesai Bima berbicara tapi Dara sudah memotongnya.
" Pokoknya Dara gak mau di ganti lagian waktunya gak akan cukup, dulu mas Bima kan udah setuju terus kanapa malah sekarang berubah fikiran" Ujarnya dengan Ketus.
Iya dulu Bima memang setuju dikiranya cupnya mampu menopang dua buah bongkahan yang menggoda milik istrinya soalnya di gambarnya cup di bagian dada itu tertutup mungkin punya Dara aja kali ya yang ukurannya sepesial makanya cupnya tak mampu menopang semuanya jadi agak mengintip sedikit.
Semua orang tidak memyetujuinya bila gaun istrinya itu di ganti dengan yang lain lagian bener waktunya gak akan cukup bila harus di ganti dan membuat ulang, dan mau gak mau Bima harus menyetujuinya.
__ADS_1
" Udah deh iya, Bima setuju yang itu aja" kata Bima dengan terpaksa
" Nah gitu dong sayang, kamu jangan terlalu posesif sama menantu mamah ini" ujar wenda dengan senang karena akhirnya Bima menyetujuinya.
"Iya itu baru sena setuju" ujar sena ikut menimpali.
Karena untuk urusan baju udah clear sekarang wenda dan Sena harus pergi mengurus catering makanan untuk acara resepsi nanti, sedangkan Bima dan Dara masih disana untuk menganti baju yang mereka coba dengan baju yang mereka kenakan semula dan setelah itu Bima dan Dara juga harus mengurus untuk dekorasinya.
💗💚💗
Hari ini Kenzo mengajak Riska ke rumah sakit selain untuk menengok papahnya yang kondisinya sudah membaik Kenzo juga ingin mengenalkan Riska ke mereka.
Kenzo menyalami mamah dan papahnya dan tak lupa mencium punggung tangannya setelah masuk ke dalam ruang perawatan papahnya.
" Owh ya papah gimana keadaannya?" tanya Kenzo.
" Ya udah lebih baik Ken" jawab papahnya sedangkan mamahnya sedari tadi memperhatikan Riska dan bertanya tanya siapakah wanita cantik yang di bawa anaknya apakah istrinya.
" Kenalin pah, mah ini Riska istrinya Kenzo yang Kenzo ceritakan kemarin ke mamah dan papah" ujar Kenzo memperkenalkan istrinya.
"Hallo Om, tante saya Riska istrinya kak Ken" Kata Riska memperkenalkan diri sambil menyalami kedua mertuanya dan mencium panggung tangannya, dan mertuanya menyambut uluran tangan Riska.
" owh jadi ini istri kamu ken? jangan panggil om panggil papah aja seperti kenzo" ujar papahnya.
" Iya panggil kami papah dan mamah ya karena kamu kan udah jadi istrinya ken" kata mamahnya ikut menimpali, dan Kenzo akhirnya bernafas lega karena papah dan mamahnya menyambut istrinya dengan baik dan masalah perjodohan kenzo tak mau menyinggungnya sekarang.
Tadinya Riska takut dan deg degan, takut kalau kedua mertuanya tidak menerimanya dan malah mencaci maki dirinya tapi ternyata dugaannya salah bahkan mereka menyambutnya dengan baik.
" Iya ...mah, pah" jawab Riska.
Kemal melihat Riska wanita yang cantik dan juga sopan dan jelas asal usulnya tak seperti citra yang gak tau asal usulnya Riska juga dari keluaraga terpandang jadi gak ada salahnya kan jika kemal akan mempertimbangkannnya dan masalah perjodohan mudah mudahan sahabatnya nanti bisa mengerti dengan keputusannya.
" Istrinya Ken sepertinya wanita yang baik dia juga sopan anggun dan cantik, ya udahlah masalah perjodohan nanti bisa di bicarakan kalau suamiku sudah sembuh" gumam Lidya dalam hati.
__ADS_1
BERSAMBUNG