
SELAMAT MEMBACA
"Iya mas itu beneran Rena" Ujar Dara yang melihat Rena sedang di maki maki sama seseorang, Dara tak tega melihat Rena yang di perlakukan seperti itu.
" Sayang kamu mau kemana?" tanya Bima sambil menarik tangan istrinya yang terlihat ingin menghampiri Rena.
" Aku mau kesana mas" jawabnya.
" jangan gak usah, mau ngapain kesana itu bukan urusan kita sayang" ujar Bima melarang istrinya untuk ikut campur urusan Rena, bagi Bima itu tidak penting.
" tapi mas kasihan Rena" kata Dara yang kasian melihat Rena di perlakukan seperti itu.
" Udahlah sayang biarin saja sekarang kita pulang yuk " ajak Bima yang langsung menarik istrinya pergi dari Restoran itu.
" Mas aku udah lama gak tau kabar mereka, kira kira gimana ya kabarnya kok sampai Rena bisa jadi pelayan" Tanya Dara saat mereka sudah berada di dalam mobil, Dara penasaran dengan kabar paman dan bibinya apakah selama ini mereka hidup dengan baik atau sebaliknya, sebenernya Dara tidak tega bila mereka hidup dalam kesusahan sementara dirinya hidup dengan segala kemewahan serta berlimpah kasih sayang dari kedua mertuanya, adik iparnya bahkan kasih sayang dari suaminya, itu bener bener lebih dari cukup, Dara tidak mau membalas perbuatan mereka dulu terhadapnya baginya apa bedanya dirinya dengan mereka bila Dara membalasnya.
" Mana ku tau sayang" jawab Bima berbohong bila dia tidak tau, setelah mereka keluar dari rumah peninggalan dari jonathan ayahnya Dara, Bima selalu memantaunya Bima tidak mau kecolongan bila mereka akan melakukan sesuatu yang buruk terhadap istrinya lantaran sakit hati atas perlakuannya yang sudah mengusirnya serta mengeluarkan Arya dari perusahaan.
" Mas Bima bohong, mas Bima pasti tau sesuatu tentang mereka" ujar Dara tak percaya sama perkataan suaminya dan Bima hanya memilih diam dari pada istrinya mencurigainya, seorang Bima apa sih yang gak tau bahkan Bima tau selama ini mereka tinggal di mana dan bagaimana keadaannya. " Mas Bima kok diam saja sih, ya udah kalau gak mau kasih tau ntar malam aku gak mau tidur sama mas Bima aku tidur sama Elvan aja" kata Dara mengancam.
Owh istrinya sekarang sudah pintar mulai mengancam. " Ya udah kita tidur bertiga aja". jawab Bima santai.
" Gak ntar malam aku mau tidur di kamar Elvan mas Bima gak usah ikut" ujarnya merajuk, Bima langsung menghentikan mobilnya mendadak" enak aja udah punya istri tapi di suruh tidur sendiri.
" Gak usah ngambek gitu dong sayang, mana enak tidur sendiri"
"Ya bodo amat salah sendiri, aku yakin mas Bima pasti tau kan kabar paman dan bibiku Rena aja sampai jadi pelayan pasti mereka selama ini kesusahan" ujar Dara yang tidak tega bila memang benar paman dan bibinya hidup kekurangan.
" Ya ....udah iya ntar aku kasih tau kalau sudah sampai di rumah" ujar Bima mengalah dari pada tidur sendiri.
" Gak mau maunya sekarang" kata Dara tak terbantahkan.
Bima menghembuskan nafasnya kasar. "Hufff..... iya aku tau selama ini mereka tinggal di sebuah kontrakan kecil, paman dan bibimu juga pengangguran hanya Rena yang bekerja menjadi tulang punggung keluarga tapi aku tidak tau kalau Rena bekerja menjadi pelayan karena sebenernya aku malas mengurusi hidup mereka aku hanya memastikan saja kalau mereka tidak akan berbuat macam macam terhadap kamu itu aja" jelas Bima, Dan Dara jadi terharu sebegitu khawatirnyakah suaminya itu sehingga sampai sedetail itu untuk melindunginya.
" Mmmm...mas Bima bagaimana kalau perusahaan ayahku itu biar di urus sama paman Arya saja soalnya aku kerepotan mas kan sekarang aku harus mengurus baby Elvan " ujar Dara, sekarang mereka sudah pulang dan sedang berada di kamar bersiap untuk tidur.
__ADS_1
" Kok gitu sayang, maksudnya kamu mau menyerahkan perusahaan ayahmu sama mereka" kata Bima yang tak menyangka dengan pemikiran istrinya.
" Bukan begitu mas maksud aku, itu semua tetap milikku aku cuma mau memperkerjakan paman di perusahaan sebagai direktur utama lagian selama perusahan itu di tangan paman Arya baik baik saja, dan aku juga ingin mereka tinggal di rumah peninggalan kedua orang tuaku dari pada kosong tak ada yang menempati, aku rasa sudah cukup untuk mereka bagaimana rasanya hidup serba kekurangan selama ini, itu sudah cukup sebagai pelajaran untuknya" ujar Dara yang membuat Bima jadi bagga sama istrinya, menurut Bima istrinya itu terlalu baik, itulah yang Bima takutkan bila istrinya akan mudah untuk di manfaatkan orang karena menyalah gunakan kebaikannya
" Aduh sayang kamu itu terlalu baik tau gak, aku takut aja kalau kebaikan kamu itu akan di manfaatkan orang" ujar Bima menasehati.
" Tapi aku kasihan sama mereka mas walau bagaimana pun mereka tetap saudara yang aku punya, please ...boleh ya mas" kata Dara dengan mengiba dan mau gak mau Bima menuruti keinginan istrinya itu. " kalau kejahatan di balas dengan kejahatan itu gak akan ada ujungnya mas seterusnya akan begitu" ujar Dara lagi.
" Okey, apa pun untukmu sayang" akhirnya Bima juga menyetujui keinginan istrinya itu untuk menyuruh Arya kembali keperusahaan tapi bukan untuk menguasainya tapi untuk memperkerjakannya saja dan semua tetap punya Dara.
Walaupun begitu Bima tetap menaruh orang kepercayaannya di perusahaan yang akan kembali di pimpin oleh Arya sebagai mata mata siapa tau Arya berbuat curang.
💗❤️💗
Keesokan paginya Bima dan Dara serta antek anteknya mendatangi kontrakan kecil yang di huni oleh paman dan bibinya.
" Ya ampun mas ini bener rumahnya? tanya Dara setelah sampai di kontrakan paman dan bibinya yang di tunjukkan Bima, Dara gak percaya kalau paman dan bibinya serta Rena tinggal di tempat kecil seperti itu, Dara kaget Mereka yang sombong ternyata selama ini bisa juga tinggal di tempat seperti itu, Dara sudah Bisa membayangkan bagaimana kehidupan mereka.
Bima dan Dara turun setelah di bukakan pintu oleh sang supir, Bima mengkode anak buahnya untuk mengetuk pintu rumah itu setelah dia turun dari mobil.
Arya yang membukakan pintu di buat kaget oleh kedatangan Bima dan Dara di rumahnya.
" Eh se.....selamat pagi tuan Bima dan Dara mari silahkan masuk, maaf tempatnya memang kecil tuan" jawab Arya dengan terbata menyambut kedatangan Bima dan Dara dengan ramah walaupun sebenernya Arya bingung dengan maksud kedatangan Bima dan Dara, Dan Arya juga bertanya tanya tau dari manakah tuan Bima sehingga tau tempat tinggalnya yang kecil itu.
"Siapa yang datang pah?" teriak santi dari dalam.
" Ini ada tuan Bima sama Dara mah" jawab Arya setelah santi keluar dari dalam rumah.
" Eh tuan Bima, Dara " Santi kaget karena Bima dan istrinya tiba tiba datang kerumahnya, Santi bertanya tanya dalam hati ada kepentingan apakah sehingga tuan Bima dan Dara repot repot mendatangi rumahnya yang kecil itu. " Ma....maaf sebelumnya ada apa ya tuan Bima dan Dara sampai datang kemari?" Tanya Santi memberanikan Diri, belum sempat Dara menjawab pertanyaan Santi tiba tiba Rena datang Dari luar nampaknya Rena habis keluar dari membeli sesuatu terlihat Rena yang sedang menenteng sebuah kresek hitam di tangannya.
Rena yang baru datang dari luar juga kaget dengan kedatangan tuan Bima dan Dara ke rumahnya, ada apakah gerangan sehingga mereka repot repot datang pagi pagi kerumahnya. ya Rena memang sudah di pecat dari restoran tempatnya bekerja karena terlalu sering membuat kesalahan dari berantem dengan pengunjung yang merupakan temanya sendiri, Rena berantem karena temanya itu menghinanya, sekarang Rena tak punya teman semenjak kismin ternyata teman temannya gak ada yang tulus berteman dengannya selama ini, sehingga temannya mecari masalah dengannya kala tau dirinya menjadi pelayan, gak hanya itu Rena juga sering menjatuhkan piring atapun gelas saat mengambil piring piring kotor bekas makan para pengunjung, sampai menumpah kan makanan atau minuman pesanan pelanggan bahkan tumpahan itu ada yang mengenai baju pelanggan hingga membuat pelanggan itu marah dan berakhir dengan Rena yang di pecat.
"Ada apa ya ini mah, pah? tanya Rena kepada mamah dan papahnya.
" Kebetulan sekali sekarang sudah pada kumpul, kedatangan saya kesini untuk menyampaikan bahwa saya meminta paman Arya supaya kembali ke perusahaan sebagai direktur dan mulai sekarang kalian boleh kok tinggal di rumah peninggalan kedua orang tuaku" ujar Dara yang melihat kebingungan di wajah Rena serta paman dan Bibinya akan kedatangannya.
__ADS_1
" Mmmm....maksudnya apa ya ra?" tanya Rena. dan Bima hanya memutar bola matanya malas karena gak paham atau pura pura gak paham atas ucapan istrinya.
"Maksudnya gini lo, kita kan masih saudara jujur aku gak bisa melihat kalian seperti ini, paman boleh kok bekerja di perusahaan peninggalan orang tuaku aku ngasih paman jabatan direktur di sana dan untuk Rena juga bisa bekerja di sana sebagi staf kantor dan satu lagi kalian tinggal saja di rumah peninggalan kedua orang tuaku dari pada kosong" jelas Dara lagi dan bibinya yang mendengar perkataan Dara bener bener tak menyangka bahwa Dara masih berbaik hati padanya setelah apa yang dia lakukan selama ini terhadapnya.
" Be......beneran Ra kita boleh kembali tinggal di rumah itu?" tanya santi memastikan.
" Iya Ra beneran aku dan papah boleh bekerja di perusahaan itu?" tanya Rena juga.
" Iya boleh kita kan saudara bukanya harus saling menyayangi dan tolong menolong" jawab Dara.
" Ma.....maafin paman selama ini ra, paman salah sudah membuatmu menderita selama ini dan kamu masih berbaik hati kepada kami apa kamu tak punya rasa dendam terhadap apa yang telah kami lakukan?" tanyA Arya sambil bersimpuh di kaki Dara karena merasa bersalah sebagai kepala rumah tangga tak bisa mendidik anak dan istrinya dengan baik.
Bibinya pu ikut bersimpuh untuk meminta maaf. " Iya Ra bibi juga minta maaf, hati kamu bener bener baik bahkan di saat seperti ini kamu masih memperdulikan kami" ujar Bibinya.
Melihat itu Rena juga sama ikut meminta maaf dan bersimpuh di kaki Dara. " maafin aku juga Ra selama ini sudah jahat sama kamu."
..."Udah dong paman, Bibi dan Rena kenangan buruk tidak usah di ingat ingat kembali kita mulai dari awal untuk menjadi sebuah keluarga yang baik" ujar Dara dengan kebijakan hatinya. " Kalian tidak perlu bersimpuh seperti ini berdirilah" ujarnya lagi....
Lalu Rena, paman dan bibinya segera berdiri untuk memeluk Dara serta mengucapkan beribu ribu terimakasih. " Terimakasih banyak Ra untuk kebaikan hati kamu kami tidak tau harus membalasnya dengan apa" ucap bibinya.
"Kalian cukup membalasnya dengan tidak lagi memyakitinya" sahut Bima yang sebenernya malas melihat drama itu, semoga aja mereka bener bener sudah berubah dan menyesali perbuatannya dulu, bukan sekedar drama belaka.
"Pasti tuan Bima kami berjanji tidak akan menyakitinya lagi" kata Arya yang sudah sangat menyesal, setelah dia kismin tak ada lagi teman atau koleganya dulu yang mau membantunya, padahal kenalan Arya banyak di dunia bisnis tapi semua seakan menjauhinya setelah tau kebenarannya.
"Iya tuan kami berjanji tidak akan menyakiti Dara lagi" ujar Rena dengan sungguh sunguh karena dia sudah merasakan bagaimana rasanya hidup susah di jauhi teman di hina dan di caci maki, bahkan mencari kerja aja sangat susah tak semudah yang dia bayangkan selama ini.
" Saya juga berjanji tuan tidak akan lagi menyakiti Dara bahkan kami akan sangat menyayanginya" sahut Santi juga yang merasa sangat bersalah sekarang dia sadar setelah hidup susah semua teman sosialitanya juga menjauhinya apa lagi saat santi minta bantuan tak ada satupun dari mereka yang mau membantunya, mulai sekarang santi tak mau lagi memandang seseorang dari segi materi.
" Baguslah kalau begitu aku pegang janji kalian, kalau kalian berani menyakiti istri aku seujung kuku aja akan aku pastikan hidup kalian akan menderita" ujar Bima dengan datar.
" Kami berjanji tidak akan berani lagi tuan, anda bisa pegang janji kami" kata Arya dengan sungguh sungguh, santi dan Rena menganggukkan kepalanya pertanda setuju dengan perkataan Arya barusan.
...Akhirnya keluaga Wibowo bisa kembali lagi kerumah mewah itu dan bahkan Rena dan Arya bisa bekerja di perusahaan yang sekarang menjadi milik Dara, semua itu atas kebaikan hati Dara sehingga keluarga wibowo bisa mendapatkan pangkatnya kembali dan dengan begitu mereka jadi di segani banyak orang....
TAMAT
__ADS_1
Author bikin tamat ya karena sudah bahagia dan mendapatkan jodohnya masing masing, Author gak bisa menceritakan secara detail kisah cinta mereka masing masing karena di sini pemeran utamanya adalah Bima dan Dara jadi yang di bahas kisah cintanya hanya Bima dan Dara.
Okey author juga mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan dari kalian semua nanti akan ada extra part di tungguin ya dan nantikan karya author selanjutnya.