
SELAMAT MEMBACA
Malam ini Bima ingin menghabiskan waktu dengan istri tercintanya, Bima mengajak Dara makan malam romantis di sebuah restoran mewah, Dara sudah bersiap dengan menggunakan dress berwarna merah menyala dengan make up tipis yang di sapukan di wajah mulusnya, hanya sederhana tapi pesona Dara memang tak terelakkan, Dara terlihat cantik dan mempesona dengan dress warna merah yang di kenakannya kulitnya yang putih dan mulus terlihat besinar dengan warna terang yang di kenakannya.
" Sayang kamu memang selalu cantik" puji Bima pada istrinya setelah Dara selesai bersiap.
" Mas bima selalu aja gombal" ujar Dara yang masih aja malu malu bila suaminya selalu memujinya.
..." Kok gombal sih sayang beneran istri aku ini cantik banget, kamu milikku hanya milikku " kata Bima sambil mengusap bibir bagian bawah istrinya, bibir yang membuatnya candu dan selalu nikmat rasanya, sehingga Bima gak ada bosan bosannya selalu ingin dan ingin merasakannya....
" Ya udah ayo mas jadi berangakat gak?" tanya Dara soalnya suaminya itu malah menggoda dan merayunya dan selalu memuja dirinya.
" Kayaknya gak jadi deh sayang, kita main di ranjang aja yuk" ujar Bima yang membuat Dara bengong akan jawaban suaminya, dirinya sudah siap dan suaminya bilang gak jadi dan malah ingin bermain di ranjang.
" Kok gak jadi sih mas, uh mas Bima nyebelin tau gini gak usah dandan kaya gini kalau akhirnya gak jadi" protes Dara merajuk, Dan itu sukses membuat Bima jadi tambah gemes ingin segera membawanya ke tempat peraduan sekarang juga.
" Bercanda sayang gitu aja ngambek, cium dulu ah" ujarnya yang langsung menyesap serta me**mat bibir istrinya, manis, nikmat itulah yang Bima rasakan, cukup lama mereka saling bertukar saliva sehingga nafas keduanya saling memburu.
Bima mengusap bibir basah istrinya karena ulahnya barusan. " ayo sayang kita berangakat sekarang" ajak Bima dengan menggandeng istrinya.
" Bentar ya mas aku bilang dulu sama Dinda kalau mau pergi" ujar Dara yang ingin berpesan sama pengasuh anaknya sebelum pergi.
"okey sayang" jawab Bima.
Dara masuk ke dalam kamar anaknya dan di sana ada Dinda yang sedang menjaga anaknya.
" Dinda saya mau pergi dulu dengan mas Bima tolong kamu jagain anakku ya! nanti kalau nagis kasih asi yang sudah aku stok di dalam kulkas" pesan Dara sama pengasuh anaknya.
" Baik nyonya, nyonya tenang saja saya pasti akan jagain baby Elvan dengan baik" jawab Dinda.
" Sayangnya Daddy, mommy sama Daddy pergi dulu ya kamu baik baik di rumah jangan rewel" ujar Bima yang tiba tiba datang ke kamar anaknya, Bima ingin melihatnya sebelum pergi dengan istrinya.
Setelah itu Bima dan Dara segera pergi dengan menunggangi kuda besinya menuju restoran, Bima sudah memboking satu ruangan untuk dia dan istrinya, Bima sih inginnya memboking restoran itu tapi Dara menolaknya katanya menurutnya itu belebihan bila harus memboking restoran hanya untuk makan berdua, jadinya Bima cuma memesan satu ruangan saja untuk makan malam bersama istrinya.
o0o
__ADS_1
Sedangkan di restoran tempat di mana Bima memesan satu ruangan, di buat heboh akan kedatangannya.
" Perhatian semuanya malam ini restoran kita akan kedatangan tamu penting jadi saya harap jangan ada yang melakukan kesalahan sedikitpun" ujar meneger restoran itu berpesan kepada seluruh pelayan.
" Baik pak" jawab seluruh pelayan itu bersamaan.
" Kamu Rena ingat ya jangan sampai membuat kesalahan, karena kamu selalu aja membuat kesalahan, tamu kita ini tamu terhormat dan orang yang sangat berpengaruh di kota ini jadi ini sebuah kehormatan karena sudah memboking di restoran kita, jadi aku harap kali ini kerja kamu tidak mengecewakan" peringat meneger restoran itu kepada Rena
" Baik pak saya janji tidak akan melakukan kesalahan" jawab Rena.
" Bagus, silahkan semuanya kembali bekerja" titah meneger itu, lalu semua pelayan segera bubar dan mengerjakan pekerjaanya masing masing.
...Ya Rena sekarang terpaksa menjadi pelayan Restoran, karena sudah mencoba melamar perkerjaan kesana kemari tapi tak membuahkan hasil dan semakin lama sisa uang yang di miliki semakin habis untuk kebutuhan sehari hari, Santi dan Arya saja sampai saat ini masih penganguran mau buka usaha tapi gak punya modal....
Mungkin itu karma yang mereka dapat, dulu Dara terpaksa menjadi pelayan cafe dan sekarang berbalik padanya walaupun Rena lulusan sarjana tapi mau tak mau Rena harus menjadi pelayan Restoran untuk mencukupi kebutuhannya sehari hari, dulu mereka selalu memakai jasa pelayan di rumahnya tapi sekarang tidak lagi karena tidak ada biaya, sekarang Rena serta kedua orang tuanya terpaksa melakukan perkerjaan rumah sendiri seperti bersih bersih, nyuci baju, mamasak semuanya di kerjakan sendiri, kalau dulu tinggal di rumah gedong dan apa apa ada pelayan yang mengerjakan sekarang tidak lagi, tinggal saja hanya di kontrakan kecil bahkan bayarnya aja kadang nunggak.
Dulu Santi dan Rena yang rajin melakukan perawatan sehingga kulit wajahnya terlihat glowing sekarang tidak lagi sekarang kulit wajahnya terlihat kusam karena sudah tidak lagi melakukan perawatan karena tidak ada biaya, bahkan dulu tangannya yang halus sekarang jadi kasar karena harus menyuci baju, nyuci piring dan memasak serta bersih besih rumah sendiri.
Bima dan Dara sudah sampai di depan Restoran mereka langsung di sambut dengan Ramah oleh menegernya langsung serta para pelayannya.
" Mari silahkan tuan dan nyonya" Ujarnya mempersilahkan tamu kehormatannya.
..." Anda mau pesan apa tuan dan nyonya?" tanya sang meneger langsung setelah Dara sama Bima memasuki ruangan yang sudah dipesan dan di hias sedemikian rupa sehingga ruangan itu tanpak cantik....
..." Aku mau pesan semua menu yang paling Enak dan favorit di sini" jawab Bima....
" Baik tuan di tunggu sebentar ya" ujar meneger itu dan Bima hanya menganggukkan kepalanya, setelah itu meneger itu segera menyiapkan pesanan tamu pentingnya. ya baginya suatu kehormatan restorannya di datangi oleh seorang pengusaha terkenal seperti Bima sanjaya.
" Wah rungannya bagus banget mas, siapa yang menghiasnya secantik ini" ucap Dara mengagumi ruangan itu.
" Ya aku dong sayang" jawab Bima yang membuat Dara tak percaya, benarkah suaminya yang sibuk seharian di kantor bisa ada waktu menyulap ruangan ini menjadi secantik itu.
" Masak sih mas Bima sendiri aku gak percaya" ujarnya.
"Maksudnya orang suruhanku" jawab Bima meralatnya dan Dara hanya ber oh ria saja, tiba tiba Bima memberinya sebuket bunga mawar merah kesukaannya.
__ADS_1
" Ini bunga untuk kamu sayang" ujar Bima dengan memberikan bunga itu.
" Wah terimakasih mas, cantik banget bunga nya aku suka....hemmm wangi" Dara bener bener suka banget di perlakukan semanis itu, kadang suaminya itu ngeselin, kadang juga bisa seromantis ini.
Sedangkan meneger restoran itu heboh sendiri saat sang koki menghidangkan semua makanan untuk tamu sepentingnya, bilangnya harus ginilah harus gitulah maunya semua harus sempurna gak boleh ada kesalahan, setelah semua di rasa sempurna dari segi rasa tampilan semuanya udah okey sekarang waktunya mengantar makanan serta minuman itu untuk Bima dan Istrinya.
Meneger itu turun tangan sendiri untuk mengantar makanan serta minuman itu di bantu oleh seorang pelayan. " ingat ya jangan sampai ada kesalahan" peringatnya lagi sebelum mengantar makanan itu.
"Baik pak" jawab pelayan yang membantu meneger itu mengantar makanan ke ruangan yang sudah di pesan oleh Bima.
" Silahkan di nikmati tuan dan nyonya" ujar meneger itu sambil menghidangkan makanan serta minuman itu di atas meja.
" Iya terimakasih" kata Dara, sedangkan pelayan yang membantu mengantar makanan itu mengagumi Dara yang cantik dan sangat beruntung bisa menjadi istri dari pengusaha muda yang sukses sekelas Bima yang menurutnya sangat tampan.
Bima dan Dara segera minikmati hidangan itu setelah pelayan dan meneger itu keluar.
" Sayang suapin dong" pinta Bima.
" Iya biasanya juga aku suapin mas" jawab Dara yang langsung menyuapkan makan itu ke mulut Bima dan Bima pun menerimanya dengan senang hati, mereka makan sambil suap suapan kadang Bima juga mencuri ciuman di bibir istrinya yang menurutnya lebih menarik dan Dara membiarkan kelakuan suaminya itu toh gak ada yang melihat secara mereka makan di dalam ruangan khusus, biarlah suaminya itu melakukan sesuka hatinya.
Di dalam ruangan itu mereka makan dengan romantis sementara di luar telah terjadi keributan, Rena tak sengaja menumpahkan minuman pesanan seorang pelanggan saat akan menaruhnya di atas meja, minuman itu mengenai baju pelanggan itu, pelanggan yang tak terima itu langsung memarahi Rena dan mencaci makinya bahkan pelanggan wanita itu meminta ganti rugi karena gaun mahalnya kotor terkena tumpahan minuman.
" Kamu ini bisa kerja gak sih , lihat nih bajuku jadi kotor karena ulahmu" bentaknya pada Rena.
" Ma...maaf nona saya tidak sengaja" ujar Rena meminta maaf.
" Apa kamu bilang maaf? heh apa maafmu itu bisa menggantikan gaunku yang mahal ini, pokoknya aku ngak mau tau sekarang juga kamu harus ganti gaunku ini" ujar pelanggan itu dengan suara meninggi dan sontak kejadian itu menjadi perhatian semua pengunjung yang ada di restoran itu.
Sementara Bima dan Dara memutuskan untuk pulang karena sudah larut malam, setelah sampai di luar Bima dan Dara melihat keributan itu.
" Eh mas Bima itu ada apa ya mas kok ribut ribut" tanya Dara penasaran.
" Gak tau sayang, ya udahlah gak usah ngurusin orang, kita pulang aja yuk" ajak Bima, karena memang Bima malas mengurusi urusan yang bukan urusannya.
" Eh tunggu mas, bukanya itu Rena ya" ujar Dara yang melihat Rena memakai baju pelayan dan sedang di maki maki sama seseorang.
__ADS_1
BERSAMBUNG
Sengaja author gantung ya karena author sudah menulis lebih dari 1000 kata bahkan hampir 1500 kata.