Di Jodohkan Dengan Gadis SMA

Di Jodohkan Dengan Gadis SMA
Episode 119


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Satu minggu kemudian Bima dan Dara sudah pulang dari maldives, Dan mereka sudah menjalankan rutinitas seperti biasanya, Pagi ini Bima mengantar istrinya pergi ke kampus, sesampainya di depan kampus ketika Dara ingin turun kebiasaan Bima selalu minta di cium dulu sebelelum turun dari mobil.


" Cium dulu dong sayang " ujar Bima dengan menjuk Bibirnya dengam jari telunjuk.


Dara menepuk keningnya kerena lupa, mungkin karena terburu buru takut telat dan di hukum sama dosennya. " Eh iya lupa " ujarnya, Dara mulai menempelkan bibirnya ke bibir suaminya awalnya Dara hanya ingin mengecupnya aja tapi malah Bima menahan tengkuknya dan terjadilah perang mulut di antara mereka, cukup lama mereka berdua berciuman hingga Dara mulai kehabisan nafas barulah bima melepasnya, Dara meraih tangan suaminya lalu menciumnya.


" Aku masuk dulu ya mas" pamit Dara sebelum turun dari mobil.


" Iya sayang nanti pulangnya aku jemput" ujar Bima.


" Iya mas....dahh" jawab Dara sambil melambaikan tangannya.


Setelah Memastikan Dara masuk ke dalam kampus barulah bima melajukan mobilnya menuju kantor, setelah sampai di kantor Desi langsung menyapanya.


" Selamat pagi tuan" sapa Desi yang melihat Bima datang.


" Iya pagi, Sena proposal kemarin yang aku suruh buat kalau sudah selesai langsung kasih ke aku ya" ujar Bima pada adiknya yang sedang serius sama perkerjaannya.


" Iya kak bentar lagi ini selesai" jawab Sena.


" Okey "Bima langsung masuk ke dalam ruang kerjanya, dan ternyata di sana sudah ada Asisten Edo yang sudah menunggunya.


" Selamat pagi tuan" ucap Edo yang melihat tuan mudanya sudah datang dan duduk di kursi kebesaranya.


" Iya pagi Do ada apa? tanya Bima, karena kalau Edo sudah sepagi itu menunggunya di ruang kerja pasti ada sesuatu yang penting yang akan di sampaikan.


"Begini tuan saya mau menyampaikan bahwa saham milik tuan Jonathan yang di kuasai oleh tuan Arya sudah sepenuhnya saya akuisisi" jawab Edo menyampaikan.


" Wah bagus Do dan sebentar lagi istriku ulang tahun yang ke 19 jadi bisa di pindah aja semua aset serta saham itu atas nama istri saya, kalau bisa secepatnya Do" suruh Bima, karena Bima sudah gak sabar ingin mengusir tikus tikus got itu yang sudah terlalu lama hidup Enak dengan harta kekayaan yang bukan miliknya, sedangkan pemiliknya selama ini hidup susah dan kekurangan hingga untuk biaya hidupnya saja harus bekerja sebagai pelayan di cafe yang gajinya tidak seberapa.


"Baik tuan segera saya laksanakan" ujar Edo, dan Bima hanya menganggukakan kepalanya. " Kalau begitu saya permisi dulu tuan" pamit Edo.


Bima mulai sibuk dengan kertas di tangannya setelah Edo keluar dari ruangannya, tiba tiba Sena masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Bima menghembuskan nafasnya kasar "Hufff....." karena kesal dengan adiknya yang seenaknya masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, ya walaupun Sena adiknya tapi kan gak bisa seenaknya juga. " Bisa ketuk pintu dulu gak sih dek sebelum masuk jangan asal nyelonong aja" ujar Bima tak suka.


" Iya Kak maaf udah kebiasaan" jawab Sena enteng. " ini propisal yang kakak minta" ujar Sena sambil menyerahkan proposal itu ke kakaknya dan Bima pun langsung menerimanya.


" Ya bagus semuanya sudah okey cuma ada salah sedikit di dalam kata kata yang kamu ketik" ujar Bima mengoreksi hasil kerja adiknya.


" Yah kak itu kan cuma salah ngetik satu huruf aja gak usah di perbaiki gak pa pa kan?" kata Sena dengan memelas, karena cuma salah ketik satu huruf aja di permasalahkan, memang kakaknya itu sangat teliti banget sampe salah ketik satu huruf aja tau.


" Gak bisa sen harus di perbaiki, ingat ya nanti kalau kamu jadi pemimpin juga harus gitu harus teliti, tegas dan harus di siplin, mengerti?" ujar Bima menasehati adiknya.


" Iya kak " Sena mengambil proposalnya lagi lalu segera memperbaikinya.


Siang harinya hp Sena berbunyi, setelah di buka ternyata pesan dari Rynan.


" Hai sen ntar makan siang bareng yuk aku jemput" Reynan.


"Ok kak aku tunggu ya" balas Sena.


Di sebrang sana Reynan senyum senyum sendiri membaca pesan dari Sena, semakin hari mereka semakin dekat saja.

__ADS_1


Tak lama Reynan sudah sampai di perusahannya Bima, Reynan langsung naik ke lantai paling atas di mana tempat Sena bekerja.


" Siang tuan" sapa Desi ramah kepada Reynan, karena Desi tau kalau Reynan itu temannya tuan Bima.


"Iya siang" balas Reynan.


" Kak Rey kok cepet banget udah sampai sini" ujar Sena yang melihat Reynan datang.


"Iya dong, pergi sekarang aja yuk udah waktunya makan siang kan ini" ajak Reynan.


" Ya udah ayok" lalu mereka berdua pergi berjalan berdua, Reynan yang ingin menggandeng tangan Sena langsung di tepis oleh Sena. " apa sih kak malu tau di lihat banyak orang" ujar sena.


" Kenapa mesti malu sih?" tanya Reynan.


" Ya lah malu, nanti di kiranya kita ada apa apa lagi"


" Memang kenapa kalau ada apa apa?"


"tau ah" jawab Sena kesal karena Reynan pura pura tak tau, Sena langsung mlengos masuk ke dalam life dan Reynan langsung menyusulnya.


" Udah gitu aja ngambek, itu bibir gak usah di manyunin gitu minta di cium" ujar Reynan yang melihat Sena memanyunkan bibirnya.


" Memang kak Rey berani?" tantang Sena.


" Ya nggaklah nanti bisa di amuk kakak kamu lagi" jawab Reynan dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Kamu ingin makan apa sen?" tanya Reynan setelah mereka berdua berada di dalam mobil.


" Aku ingin makan bakso aja kak" jawab Sena.


" Oke" Reynan langsung membawa Sena ke tempat makan bakso yang terkenal enak.


Sena memakan bakso mercon itu dengan keringat yang bercucuran karena bakso itu terasa pedas, Reyna yang melihat itu langsung mengambil tisu dan mengelap keringat di kening Sena, dan Sena jadi berhenti makan dan malah saling tatap tatapan.


" Aduh kak Rey sweet banget sih, mana jantung aku jadi deg degan gini lagi di perlakukan semanis ini sama kak Rey" Gumam Sena dalam hati.


" Kamu pesanya bakso mercon sih pasti pedes banget kan? nanti kalau perut kamu sakit gimana" ujar Reynan.


" Nggak kok kak aku memang suka pedes" Sena memang suka makan makanan pedes jadi udah terbiasa dan gak takut juga kalau perutnya akan sakit, karena biasanya Sena makan pedes tapi perutnya tetap aman.


" Aku ingin ngomong sesuatu sama kamu sen" ujar Reynan memberanikan diri.


" Ya ngomong aja kak, memang kak Rey mau ngomong apa sih?" tanya Sena penasaran.


...Reynan memegang kedua tangan sena dengan kedua tangannya. " Aku ......Sebenernya aku suka sama kamu Sena sejak pertama kali bertemu" ujar Reynan akhirnya, Sedangkan Sena semakin deg degan mendengar pernyataan Reynan, dan Sena bingung mau jawab apa. " dan sekarang Aku cinta sama kamu" Reynan melihat Sena yang malah kebingungan dengan ungkapan cintanya, jadi Reynan memberinya waktu untuk menjawabnya....


" Gak harus di jawab sekarang kok sen" ujar Reynan lagi karena sena hanya diam saja.


" Ma...maaf kak aku belum bisa jawab sekarang" jawab Sena yang bingung mau jawab apa. Aduh sebenernya aku juga sudah mulai suka sama kak Rey tapi aku bingung jawabnya" Gumam Sena dalam hati, mungkin Sena tak menyangka ya kalau Reynan beneran suka sama dia.


" Gak pa pa kok sen, tapi setelah ini kamu jangan hindarin aku ya? walaupun nanti kamu menolakku sekalipun kita masih bisa berteman kok" ujar Reynan yang takut Sena akan menjauhinya setelah tau perasaannya.


" Mana mungkin aku jauhin kamu kak sementara aku kini sudah biasa dengan kehadiranmu dan bahkan aku sudah mulai menyukaimu" gumam Sena dalam hati.


" Ya enggak lah kak, kasih aku waktu dua hari buat menjawabnya" ujar sena yang membuat Reynan senang.

__ADS_1


" Okey aku bakal tungguin jawaban kamu dalan waktu dua hari" Kata Reynan senang sedangkan Sena hanya menganggukkan kepalanya, setelah mereka selesai makan siang Reynan mengantarkan Sena kembali ke kantor karena jam istirahat sudah habis.


💗❤️💗


Sementara Alex saat ini melangsungkan pernikahan yang sangat sederhana setelah orang tua Jessi menyetujuinya, Jessi tidak ingin pernikahan mendadaknya ini di langsungkan dengan megah Jessi lebih memlilih yang sederhana dan hanya di hadiri saudara dekat saja, Jessi tidak ingin banyak pertanyaan yang di lontarkan lantaran dirinya mendadak menikah.


Walaupun pernikahan sederhana Jessi tetap terlihat cantik dengam kebaya putih yang di kenakannya, sedangkan Alex terlihat lebih gagah dan tampan.


Sekarang mereka berdua sudah sah menjadi suami istri setelah Alex mengucapkan ijab kabul dan janji suci di depan penghulu.


Setelah acara pernikahan itu selesai dan para kerabat juga sudah pada pulang Alex langsung memboyong Jessi ke rumahnya tapi Jessi awalnya tidak mau karena merasa belum mengenal Alex dan ada perasaan takut juga kalau harus tinggal satu rumah dengan lelaki yang belum di kenalnya dengan baik, ya walaupun itu suaminya sendiri.


" Pah, mah Jessi gak mau kalau harus ikut sama Alex dan tinggal bareng sama dia, Jessi belum mengenalnya pah, Jessi takut" ujar Jessi kepada mamah dan papahnya dengan menangis.


" Ya gak bisa gitu dong sayang biar bagaimana pun Alex itu suami kamu jadi kamu harus ikut dimana dia tinggal" ujar papahnya.


" Iya sayang jadilah istri yang baik yang nurut sama suami" nasehat mamahnya.


Alex yang melihat drama itu jadi jengah sama kelakuan Jessi yang menurutnya seperti anak kecil.


" Ya sudah mah, pah kalau Jessi tidak mau ikut denganku biarkan saja dia, saya pamit pulang dulu" ujar Alex dengan menatap tajam Jessi, Dan sebelum pergi Alex tak lupa menyalami dan mencium punggung tangan kedua mertuanya, Alex sudah menganggapnya seperti orang tuanya sendiri karena Alex memang sudah tidak punya orang tua.


Alex segera pergi bersama antek anteknya yang selalu setia mendampingi.


" Buruan kejar suami kamu sebelum pergi, kamu harus jadi istri yang baik dan penurut" ujar papahnya yang kesal dengan Jessi karena tak mau ikut suaminya.


" Iya nak buruan susul suamimu dan minta maaflah sebelum dia beneran pergi" ujar mamahnya juga.


" Ta.....tapi mah, pah Jessi....." belum selesai Jessi berbicara tapi sudah di potong sama papahnya.


" Jessi buruan papah dan mamah gak pernah mengajarimu membangkang seperti itu" kata papahnya sedikit emosi karena Jessi tak juga menyusul suaminya.


" Ayo nak sana kamu harus ikut suami kamu apa kata orang nanti masak pengantin baru sudah pisah rumah" Seloroh mamahnya ikut menimpali, dan Jessi yang mendengar perkataan mamahnya Segera menyusul suaminya, lagian perkataan mamahnya ada benarnya juga masak pengantin baru sudah pisah ruamah.


" Alex tunggu" panggil Jessi satelah Alex sudah masuk ke dalam mobil. " A.....aku minta maaf" ujar Jessi.


" Masuklah kalau mau ikut" Kata Alex dengan datar, Alex masih kesal dengan tingkah Jessi yang seperti anak kecil, ya maklum lah ya Jessi itu anak tunggal yang selalu di manja dari kecil,Jessi itu anak kesayangan kedua orang tuanya dan sekarang kedua orang tua Jessi terpaksa melepaskan Jessi karena mulai sekarang Jessi sudah menikah dan bukan lagi tanggung jawabnya.


Jessi segera masuk kedalam mobil Alex di bagian belakang penumpang tepatnya Jessi duduk di samping Alex, Setelah Jesi masuk ke dalam mobil barulah sang sopir menjalankan kuda besinya. Di dalam mobil hanya ada keheningan Alex yang sibuk dengan gawainya sementara Jessi hanya diam dan melihat luar dari jendela, gak lama mereka sampai di rumah yang megah, ya Alex cukup kaya dengan harta benda warisan kedua orang tuanya, karena Alex anak tunggal jadi semua aset dan perusahaan jatuh ketangan Alex sepenuhnya.


Jessi cukup kagum dengan rumah Alex yang cukup mewah.


" Wah bagus juga rumahnya Alex" gumam Jessi dalam hati.


" Kamu sekarang sudah menjadi istri aku jadi aku mau semua keperluanku kamu yang urus jangan menyerahkanya ke pelayan aku gak suka" ujar Alex setelah mereka berdua berada di dalam kamar Milik Alex yang sekarang menjadi milik Jessi dan Alex.


" Iya lex aku ngerti" jawab Jessi.


" Bagus kalau kamu ngerti, pernikahan ini bukan main main Jes, jadi kamu jangan menganggap pernikahan ini hanya main main dan tidak ada kata cerai di dalam pernikahan ini walaupun pernikahan ini terjadi tanpa adanya cinta" Jelas Alex yang tak ingin Jessi menganggap pernikahannya hanya main main dan suatu saat akan bercerai.


..." Iya Lex aku juga gak mungkin mempermainkan pernikahan" jawab Jessi....


" Okey sekarang aku mau mandi" kata Alex dan Jessi mengerti maksud Alex.


" Iya sebentar aku siapin dulu airnya" ujar Jessi dan Alex hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTENYA YA


__ADS_2