Di Jodohkan Dengan Gadis SMA

Di Jodohkan Dengan Gadis SMA
Episode 87


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


JANGAN LUPA VOTENYA BUAT AUTHOR YA


💗❤️💗


Pagi hari ini seperti biasa Bima mengantarkan Dara pergi ke kampus terlebih dahulu sebelum ke kantor, waktu sehabis mengantar Dara di perjalanan menuju kantor tiba tiba mobil Bima di hadang di tengah jalan, karena kaget ada mobil yang menyalib lantas berhenti mendadak tepat di depan mobilnya Bima langsung mengerem mobilnya.


" Woy turun lo brengsek" bentak Alex setelah turun dari mobilnya, ya ternyata yang menghadang Bima adalah Alex.


" Shiiiittt......dia lagi dia lagi kenapa sih tuh orang selalu aja cari gara gara sama aku" gerutu Bima lalu segara turun dari mobilnya.


Setelah Bima turun tanpa aba aba Alex langsung melayangkan tinjunya ke wajah tampan Bima "BUUUUGGGHHH........" Bima yang belum siap pun tak sempat menangkisnya.


" BUUUUGGGHHH......" karena tak terima Bima langsung membalas memukul Alex kembali, waktu Alex mau membalasnya pengawal Bima dengan sigap langsung mencekal Alex dari belakang sehingga alex tidak bisa berkutik.


" Lo itu apa apaan sih main pukul aja, selalu lo itu cari gara gara sama gue" ujar Bima geram.


" Lepasin.... dasar brengsek lo aku sudah peringatin ke kamu ya jangan sampai kamu nyakitin Dara tapi ini apa kamu malah menyakitinya" Alex meronta dari cekalan pengawal Bima.


" Maksud lo itu apa siapa yang menyakiti Dara?" tanya Bima bingung.


" Alah gak usah ngelak lo walaupun lo sudah hapus berita itu tapi gue udah tau, Dasar munafik lo ternyata masih aja ngarepin Bela ambil tuh Bela" kata Alex dengan emosi.


Owh sekarang Bima tau jadi gara gara berita itu Alex ngamuk "Eh siapa yang masih mengharapkannya ogah gue apalagi bekas lo yang ada gue jijik, asal lo tau waktu pacaran aja gue gak pernah berbuat yang nggak nggak sama dia apalagi sekarang "


" Tapi Foto itu buktinya" ujar Alex masih tak percaya.


"Eh sebelum lo nyalahin orang cari tahu dulu dong kebenarannya jangan asal tuduh....BODOH....lo tau sendiri kan Bela menghalalkan segala cara untuk kembali sama aku sampai sampai dia menjebakku dan setelah itu mengaku hamil anak aku, Dan kemarin terbukti kan berita tentang Bela yang beredar luas ternyata dia itu wanita ******, ...jangan jangan itu anak lo lagi gue tau lo seringkan main sama dia" seketika Alex kaget dengan penuturan Bima benarkah bela hamil.


" Hamil? heh asal lo tau gue udah lama gak berhubungan sama dia mana mungkin itu anakku" ujar Alex membela diri.


" Ya mana gue tau, yang tau ya kalian sendiri" Bima memberi kode sama pengawalnya untuk melepaskan Alex, setelah itu Bima masuk ke dalam mobil dan menginjak pedal gasnya menuju kantor meninggalkan Alex yang masih mematung di tempatnya.


Alex langsung mengambil Hpnya di saku celana untuk menghubungi seseorang.


"halo bos .." jawab seseorang di sebrang sana ketika sambungan telfonnya sudah terhubung.


" Halo ada tugas untukmu" ujar Alex.


" Tugas apa bos?" Tanya seseorang itu.


" Tolong lo cari tau anak siapa yang Bela kangdung dan satu lagi lo tolong awasin seorang wanita yang bernama Dara almira nanti aku kasih fotonya" Suruh Bima.


" Baik tuan, tapi maksudnya awasin itu dalam hal bagaimana bos?"


" Lo awasin wanita itu jaga dia dari jauh dan laporkan apapun yang menyangkut dengan perempuan itu kepadaku, mengerti"


" Oke siap laksanakan Bos" setelah itu sambungan telfon langsung di matikan Alex.


" Awas aja kamu Bim kalo sampai kamu terbukti menyakiti Dara siap siap aja aku akan merebutnya darimu" gumam Alex dalam hati.


💗❤️💗


Edo tergesa gesa pergi ke ruangan Bima " tok...tok...." lalu Edo segera masuk setelah mendengar suara bariton dari dalam menyuruhnya masuk.


" Ada apa Do?" tanya Bima pasalnya Edo terlihat tergesa gesa dan serius.


"Be .....begini tuan anak cabang di perusahaan kita yang berada di new york sedang ada masalah dan kalo bisa secepatnya kita harus menanganinya" ujar Edo menyampaikan tentang masalah perusahaan yang berada di luar negeri.


" Ya udah kalo begitu kamu sama Revan aja ya yang menangani"


" Maaf tuan tidak bisa di wakilkan masalahnya ini genting perusahaan itu mengalami kerugian yang sangat berpengaruh dan bisa mengakibatkan kebangkrutan kalo tidak segera di tangani,bisa bisa gulung tikar cabang perusahaan itu tuan" jelas Edo.


"Apa? Bagaimana bisa Do?" tanya Bima kaget dengan kabar itu.


" Saya rasa ada yang gak beres tuan, menurut saya ada kecurangan" ujar Edo berpendapat.


Bima memijat pelipisnya bingung " masak aku harus ke luar negeri terus bagaimana dengan Dara yang sedang hamil muda gak mungkin aku ninggalin dia kan, apa lagi semenjak hamil dia jadi manja banget pengen ini dan itu, apa aku ajak aja ya" gumam Bima dalam hati.


"Berangkat kapan Do?" tanya Bima.


" Kalo bisa secepatnya tuan, besok pagi kalo bisa"

__ADS_1


" Okey kamu atur aja keberangkatannya do, sementara perusahaan di sini suruh Revan yang handle" suruh Bima yang mendadak pusing kalo dulu sih oke oke aja tapi sekarang beda ada Dara yang harus Bima pikirkan berat untuk meninggalkannya pergi walaupun itu masalah pekerjaan.


" Baik tuan saya permisi dulu" Edo segera pergi dari ruangan Bima.


Hp Bima berbunyi pertanda ada yang menelfon Bima segera mengambilnya dan ternyata papahnya, Bima langsung mengangkatnya.


" Halo pah....."


" Halo bim papah denger anak cabang perusahan kita dalam masalah" ujar papahnya di sebrang sana.


" Iya pah Bima sudah tau besok Bima akan terbang kesana dan segera mengatasinya"


" Okey papah percayakan sama kamu kalo perlu bantuan bilang sama papah"


" Iya pah" jawab Bima lesu.


💗❤️💗


Bela meghubungi orang suruhannya untuk menanyakan tentang Dara, apa orang suruhannya itu sudah berhasil menyulik Dara


"Halo bos...." jawab orang suruhanya di sebrang sana setelah sambungan telfonya terhubung.


"Gimana apa kalian sudah berhasil?" tanya Bela tak sabaran.


" Maaf belum bos ternyata perempuan itu ada yang menjaganya jadi kami susah mau menculiknya" jelas orang itu.


" Apa? ya kalian mikir dong pakai cara apa kek atau kalian bisa singkirkan orang yang mengawasi perempuan itu lebih dulu" bentak Bela yang merasa kesal.


" Tidak semudah itu bos mereka bukan orang sembarangan"


" Pokoknya aku gak mau tau kalian harus bisa menculiknya bagaimanapun caranya, kalo kalian berhasil aku tambahin bayarannya"


" Baik bos saya harap bos bersabar biar kami pikirkan caranya"


"Okey saya tunggu hasilnya secepatnya" Bela lantas mematikan sambungam telfonnya.


"Segitu cintanya kamu Bim hingga kamu menyuruh orang untuk menjaganya, tapi kita lihat saja nanti kalo aku berhasil menculiknya akan aku pastikan kamu akan membencinya.....Hahhahaha..." Kata Bela berbicara sendiri, Bela sampai rela menghabiskan sisa tabungannya hanya untuk membayar mahal orang dengan tujuan menghancurkan dara.


💗❤️💗


" Mas Bima udah pulang, capek ya mas sini aku bawain tasnya" ujar Dara dan Bima memberikan tasnya untuk di bawa istrinya.


" Iya sayang aku capek banget" Dara kaget melihat ujung bibir suaminya yang lebam.


" Lho mas bima itu kenapa? mas Bima habis berkelahi ya?" tanya Dara khawatir.


" Owh ini gak pa pa sayang biasalah laki laki" Jawab Bima enteng.


" Ih mas bima sini aku obatin" Dara menggandeng Bima menuju kamar setelah sampai di dalam kamar Dara membantu melepas jas dan dasi yang Bima kenakan dan setelah itu Dara segera mengobati luka lebam di wajah suaminya.


" Auhhh...pelan pelan sayang sakit" keluh Bima.


" Iya ini juga udah pelan pelan Mas, makanya gak usah pakai berantem segala kaya anak kecil aja" gerutu Dara yang merasa kesal sama suaminya.


Bima tak menjawab omelan istrinya Bima malah asyik memandangi wajah cantik istrinya yang sedang sibuk mengobatinya.


" Mas Bima ngapain lihatin Dara sampai begitu?" tanya Dara karena dari tadi Bima memandangnya tanpa berkedip.


" Habis kamu cantik banget sih, pasti nanti aku bakal merindukan kamu" ujar Bima.


" maksud mas Bima apa sih, bukannya kita tiap hari bertemu kenapa mesti rindu segala?"tanya Dara yang gak ngerti sama perkataan suaminya.


" Sayang besok aku harus ke luar negeri karena anak cabang perusahaanku yang ada di sana dalam masalah" ujar bima dengan lesu.


" Besok? kok mendadak sih mas, berapa lama?" tanya Dara kaget.


"Aku belum tau sayang ya paling enggak sapai perusahaan itu stabil kembali"


" Apa akan lama?" tanya Dara lagi dengan tak semangat karena suaminya itu besok akan pergi dan gak pasti pulangnya.


" Ya aku usahakan sih secepatnya tapi aku belum tau akar permasalahannya jadi aku harus mengusutnya dulu" jelas Bima.


"Yah jangan lama lama ya mas" jujur Dara gak mau kalo di tinggal lama lama.

__ADS_1


" Ya palingan satu bulan" Bima sengaja menggoda istrinya Bima ingi melihat reaksinya kalo mau di tinggal selama sebulan.


" Apa? satu bulan lama banget mas" Kata Dara kaget, padahal Bima hanya mengerjainya saja jangankan sebulan sehari dua hari aja berat banget, masak iya harus puasa satu bulan.


" Ya udah kamu ikut aku aja ya sayang, tapi aku sibuk nanti pasti gak bisa nemenin kamu"


" Ih mas bima terus kuliah aku gimana kalo aku ikut" Bima jadi gemes banget melihat expresi wajahnya seketika penatnya hilang hanya dengan melihat tingkah istrinya itu.


Bima lalu mencubit kedua pipi Dara karena merasa gemes dengan istrinya.


" Ih mas Bima apaan sih sakit tau" ujar Dara dengan cemberut.


Bima menarik Dara kedalam pelukannya " udah jangan cemberut gitu aku memang belum tau berapa lama di sana tapi nanti aku usahain secepatnya pulang karena aku juga gak bisa lama lama jauh dari kamu sayang" Kata bima yang gak tega melihat istrinya sedih.


"beneran ya mas jangan lama lama di sana"


" Iya sayang aku kan sudah bilang tadi kalo aku gak bisa lama lama jauh dari kamu"


" Memangnya mas Bima besok berangkatnya pagi siang atau sore?" tanya Dara.


" Besok pagi sayang" jawab Bima.


" Emangnya gak bisa di gantiin aja mas" Dara bener bener memelas, dan sebenernya Dara gak mau di tinggal karena selama menikah dengan Bima baru kali ini suaminya pergi karena urusan perusahaan.


"Kalo bisa di gantikan aku gak mungkin turun tangan sendiri sayang" jelas Bima.


"Nanti mas Bima sering sering hubungin aku ya"


" Aku usahain ya sayang"


" Ih kok gitu mas jawabnya" Dara gak puas sama jawaban dari Bima.


" Ya gimana sayang aku gak bisa janji pasti di sana aku akan sibuk banget tapi aku usahain akan hubungin kamu"


" Ya udah aku siapin dulu ya kebutuhan mas Bima selama di sana"


Dara segera mengemas pakaian dan kebutuhan yang akan di kenakan suaminya selama di sana.


"Selama aku pergi kamu jangan nakal ya sayang, awas aja kalo sampai aku tau kamu genit genit sama laki laki lain" ujar Bima.


" Seharusnya itu aku mas yang bilang begitu, awas ya mas bima bila genit dengan bule bule di sana, pasti di sana cewexnya cantik cantik" balas Dara.


"Ck...gak akan kamu tenang aja hanya kamu perempuan kedua yang sangat aku cintai" ungkap Bima.


" Apa perempuan ke dua emang yang pertama siapa?" tanya Dara yang udah mengeluarkan tanduknya.


" Hahaha.....jangan marah begitu wanita pertama yang aku cintai itu ya mamahku lah yang melahirkan aku yang kedua kamu sayang" jelas Bima.


" Beneran? gak bohongkan?" Dara menjadi lega kirain siapa yang pertama taunya mamahnya.


" Iya cintaku tuan putriku, percaya sama aku hanya kamu wanita yang aku cintai dan aku berjanji akan selalu setia "


" Owh so sweet....yang pertama mamah kamu lalu kedua aku terus yang ketiga siapa?" tanya Dara yang sebenernya hanya menggoda suaminya.


" Yang ketiga anak kita nanti sayang"


"Huh mas Bima bisa aja"


" Kasih vitamin dulu ya sayang besok kan aku sudah berangkat"


" vitamin apa mas? Dara gak punya, ya udah nanti aku beliin di apotik" ujar Dara.


" Duh vitamin ini bukan yang lain" Bima menunjuk bibir merah merona milik Dara.


Tanpa menunggu lama Bima langsung menyambar bibir merah merona milik Dara yang selalu melambai minta di kecup, awalnya sih memang hanya beradu mulut tapi lama lama mereka juga bertarung di atas ranjang, mana tahan Bima apa lagi besok pagi harus terbang ke new york.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA


LIKE


KOMEN

__ADS_1


VOTE


TERIMAKASIH


__ADS_2