
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN
LIKE KOMEN VOTE YA
Keesokan harinya Bella datang ke perusahaan SANJAYA untuk bertemu dengan Bima karena Bima di telfon gak bisa jadi Bella memutuskan ke perusahaannya saja.
"Permisi, apa tuan Bimanya ada?" tanya Bella pada sekertaris Desi.
"Maaf nona tuan Bima sedang tidak berada di tempat" jawab sekertaris Desi dengan ramah.
"Kamu jangan bohong ya" ujar Bella yang mengira Desi berbohong.
"Tapi saya tidak Berbohong nona tuan Bima sejak kemarin memang tidak datang ke kantor"
"Saya gak percaya sama kamu" ujar Bella yang langsung melengang masuk ke dalam ruangan Bima soalnya Bella gak percaya sama yang di katakan oleh sekertaris Desi.
"Eh kamu bisa sopan gak sih, aku selama ini udah sabar ya ngadepin kamu, kalau bertamu itu yang sopan bisa gak si" bentak Desi karena merasa kesal dengan kelakuan Bella yang seenaknya.
"Owh ....berani ya kamu sama aku awas aja kamu aku aduin ke Bima biar kamu di pecat" ujar Bella dengan sengit.
"Silahkan saja saya tidak takut, dasar wanita tidak tau malu katanya model tapi tak berpendidikan"
Bella gak terima dengan apa yang di katakan oleh sekertaris Desi seketika Bella langsung menjambak Desi, Desi yang gak terima pun membalas perlakuan Bella dan terjadilah aksi jambak menjambak di antara mereka berdua.
Kebetulan asisten Edo yang baru pulang dari luar kota langsung ke kantor, bukannya langsung pulang ke rumah tapi Edo langsung datang ke kantor karena ada banyak tanggung jawab yang harus di selesaikan dikantor, Edo jadi harus kerja 2 kali lipat dari biasanya karena tuannya yang sedang cuti jadi mau gak mau Edo yang harus menggantikannya untuk sementara waktu.
Sewaktu Bima menikah Edo harus keluar kota untuk sebuah pekerjaan maka dari itu Edo tidak bisa hadir di acara pernikahan tuan mudanya.
Edo yang kala itu sudah sampai di lantai atas ingin segera menuju ke ruangannya tapi dia tidak sengaja melihat ada keributan di antara Desi dan Bella.
Edo yang melihat itu langsung memisahkan keduanya yang sedang berantem saling jambak antara satu dengan yang lainnya.
"Kalian ini apa apaan, ini itu kantor tempat buat bekerja bukan malah berantem seperti ini" bentak Edo yang memisahkan Bella dan Desi.
"Maaf tuan Edo tapi nenek lampir ini datang kesini mencari tuan Bima tak ada sopan santunnya, saya sudah mengatakan kalau tuan Bima tidak ada di tempat tapi dia memaksa untuk masuk begitu saja" adu Desi dengan menundukkan kepalanya.
"Benar nona Bella dengan apa yang di katakan oleh sekertaris Desi bahwa tuan muda Bima sedang tidak masuk kantor karena beliau baru saja melangsungkan acara pernikahannya kemarin" ujar Edo yang membuat Bella tercengang.
"Apa? menikah? gak mungkin kalian pasti bohong kan Bima tu masih cinta sama aku"
"Huh .....kepedean banget kamu, dasar wanita murahan" sahut Desi dengan sewot.
"Berani banget kamu ya ngatain aku murahan ngaca dong" balas Bella dengan sengit.
"Udah udah kalian jangan pada ribut, Desi tolong kamu kembali bekerja dan anda nona Bella silahkan pergi dari sini karena ini kantor bukan tempat membuat keributan" titah Edo dengan tegas.
"Oke aku pergi dari sini tapi inget kalo aku sudah jadi nyonya sanjaya akan aku pecat kalian berdua" ujar Bella dengan mengancam sedangkan Desi dan Edo hanya geleng geleng kepala melihat keangkuhan Bella.
Setelah itu bella langsung pergi dari kantor Bima, Sewaktu Bella berjalan keluar dari perusahaan banyak karyawan karyawan yang memandangnya aneh karna rambut Bella yang berantakan tapi bella tidak memperdulikan itu semua.
__ADS_1
"Dasar nenek lampir mana mau tuan Bima sama dia, mungkin dulu tuan Bima itu khilaf kali" ujar Desi dengan kesel.
"Hust ngomong apa kamu, rapikan dulu penampilanmu itu lalu lanjut bekerja "
"Baik tuan Edo"
Setelah itu Edo langsung masuk ke dalam ruangannya begitupun dengan Desi yang juga langsung ke toilet, setelah Desi bercermin benar saja penampilannya udah gak karuan rambut acak acakan dengan segera desi merapikan rambut serta pakaiannya.
"Apa bener ya tuan Bima sudah menikah? tapi gak mungkin kan asisten Edo berbohong, berarti aku kalah cepet dong ......eh tapi kira kira siapa ya istrinya tuan Bima jadi penasaran" gumam Desi yang bertanya tanya pada dirinya sendiri.
Setelah rapi Desi kembali ke meja kerjanya dan bertepatan dengan itu telfon kantornya berdering, mendengar itu Desi langsung mengangkatnya.
"Hallo dengan sekertaris Desi di sini ada yang bisa di bantu?"tanya Desi dengan ramah.
"Des kamu siap kan berkas berkas untuk miting dengan tuan heru sekarang juga, jangan lupa kamu cek dan teliti dulu dengan bener jangan sampai ada kesalahan, ngerti?" titah Edo setelah telfonnya di angkat oleh Desi.
"Baik tuan Edo"
"Setelah itu kamu pergi miting dengan saya " ujar Edo yang langsung di sanggupi oleh Desi dan setelah itu telfonnya langsung dimatikan sepihak oleh Edo.
o0o
Sementara itu di hotel Dara mulai mengerjapkan matanya karena sinar matahari yang masuk malalui celah jendela, Dara menggeliat tapi badanya merasa berat lalu dara membuka matanya perlahan ternyata ada tangan kekar yang sedang memeluk pingangnya dan juga ada kaki yang menimpa di bagian pahanya reflek dara menjerit.
"AAAAaaaaaa........." Teriak Dara yang merasa terkejut karena tiba tiba aja ada seorang laki laki yang memeluk dirinya dan Bima jadi terbangun karena teriakan Dara.
"Aduh Dara kamu ngapain sih teriak teriak" ujar Bima karena merasa terusik.
"Terus aku harus tidur di mana ra? kitakan sudah sah menjadi suami istri salahnya dimana?" tanya Bima dengan kesal.
"ma.......maaf mas Dara lupa, biasanya tidur sendiri tapi tadi waktu bangun ada kamu yang meluk aku jadi aku reflek teriak karena kaget aja"
"Kamu jangan lupa dong sayang kalo kita itu sudah menikah " ujar Bima dengan memeluk Dara dari samping.
Seketika Hati Dara langsung berdesir mendengar Bima memanggilnya sayang apalagi plus di peluk serasa ada banyak kupu kupu yang berterbangan di dadanya, owh sungguh manis sekali Bima memanggilnya membuat Dara jadi tersipu.
"Maaf mas ....." cuma itu yang Dara katakan karena jantungnya udah deg degan apalagi dalam posisi dipeluk sama Bima.
"Sekarang kamu mandi gih, terus kita sarapan karena kita bangunnya udah kesiangan" titah Bima dan dengan reflek Dara langsung melihat jam yang tergantung di dinding, Dara terkejut karena ternyata sudah jam 8 pagi, oh my god Dara bener bener kesiangan bangunnya sebelumnya Dara mana pernah bangun sesiang itu, mungkin saking nyenyaknya tidur karena di peluk oleh Bima kali ya😁😁.
"I...iya mas, maaf Dara kesiangan bangunnya" ujar Dara yang merasa gak enak, masak sebagai perempuan bangunnya kesiangan.
"Ya gak pa pa kan wajar mungkin karena kamu kecapekan habis acara pernikahan kita kemarin" jawab Bima yang memaklumi hal itu.
"Ya udah mas Dara mandi dulu "
Setelah mereka berdua selesai mandi mereka memutuskan untuk sarapan pagi di restoran hotel.
"Sayang kamu mau pesan apa?" tanya Bima dengan mesra sambil mengelus pipi Dara.
__ADS_1
Uh lagi lagi Bima memanggilnya sayang ada rasa menggelitik gimana gitu, Dara jadi gugup dan deg degan di perlakukan semanis itu oleh Bima sampai pipinya di elus segala, jangan tanyakan wajah Dara sudah memerah karena tersipu malu.
"Terserah mas Bima mau pesan apa Dara ikut aja" jawabnya.
"okey...."
" PELAYAN " panggil Bima.
"Iya tuan anda mau pesan apa?" tanya seorang pelayan yang dengan sigap langsung menghampiri Meja Bima.
Setelah Bima menyebutkan pesanannya pelayan itu langsung pergi untuk menyiapkan pesanan dari Bima.
"Baik tuan mohon di tunggu sebentar" ujar pelayan itu dengan ramah.
Tapi tiba tiba ada Bianca yang datang ke restoran hotel itu kebetulan waktu itu Bianca ada janji dengan klien yang hendak memesan beberapa gaun dengannya, kebetulan kliennya ini dari luar kota dan menginap di hotel milik Bima, ya hotel itu adalah milik Bima sendiri dan kliennya itu sekalian minta bertemu di situ.
Bianca adalah seorang disainer yang cukup terkenal, desain baju bajunya bagus bagus dan pastinya harganya cukup fantastis bahkan banyak dari kalangan artis yang berlangganan di butiknya.
..."Loh bukannya itu Bima ya? sama siapa dia, eh bukannya itu cewek kampungan itu ya, modis banget sekarang penampilannya, aku harus bisa dapetin Bima aku sudah menunggu lama jangan sampai aku kalah star sama anak bau kencur itu" gumam Bianca dalam hati yang tidak sengaja melihat Bima yang sedang makan bersama Dara dan mereka berdua terlihat romantis sehingga membuat Bianca kesal....
...Kebetulan sekali kliennya belum dateng jadi dari pada menunggu Bianca memutuskan menghampiri Bima terlebih dahulu....
"Bima kamu lagi ngapain di sini?" tanya Bianca secara tiba tiba yang mengagetkan Bima dan Dara yang sedang makan berduaan
"Eh Bianca kamu juga ngapain di sini?" bukannya menjawab Bima malah balik bertanya.
"Aku mau ketemu dengan klien Bim di sini tapi kebetulan orangnya belum datang" jawab Bianca lalu menarik kursi dan ikut duduk di situ tanpa meminta izin terlebih dahulu.
"Owh ya kamu sendiri ngapain disini Bim?" tanya Bianca lagi.
" habis sarapan pagi, ya walaupun telat sih" jawab Bima
"Sama pelayan itu" ujar Bianca dengan menunjuk ke arah Dara.
"Iya Bi kenapa? sekarang dia udah gak jadi pelayan lagi kan, jadi jangan panggil dia dengan sebutan pelayan namanya Dara bukan pelayan" jawab Bima dengan kesal karena Bianca memanggil istrinya dengan sebutan pelayan.
Kebetulan sekali sewaktu Bianca menghampiri Dara dan Bima mereka sudah selesai dengan makannya jadi mereka bisa langsung pamit pergi dengan Bianca, karena Bima tau Dara tidak nyaman dengan kehadiran Bianca.
" Ya udah Bi aku cabut dulu ya masih ada urusan, ayo ra " ujar Bima yang langsung mengajak Dara pergi dari sana.
" sialan banget, siapa sih perempuan itu sebenernya, apa bener dia itu pacarnya Bima, Bima kan orangnya dingin apalagi sama perempuan tapi sama cewex kampung itu kok bisa sedekat itu sih, aku aja yang dari masa kuliah sampai sekarang belum bisa dapetin Bima bahkan Bima aja terkesan selalu menjaga jarak denganku" gerutu Bianca yang merasa sangat kesal.
# BERSAMBUNG#
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR YA DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
__ADS_1
VOTE
BIAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT NULISNYA