Di Jodohkan Dengan Gadis SMA

Di Jodohkan Dengan Gadis SMA
Episode 96


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


JANGAN LUPA VOTENYA BUAT AUTHOR YA


💗❤️💗


Keesokan paginya Dara mulai tersadar, Dara mengerjapkan matanya dan sosok pertama yang dia lihat adalah suaminya yang masih tidur dengan nyenyak di sampaingnya dengan memeluk dirinya dari sampaing, betapa senangnya Dara melihat suaminya ada di sampingnya berarti kemarin yang menolonngnya memang suaminya bukan mimpi, bahkan suaminya masih mengenakan pakaian yang sama.


Dara mulai membelai dengan lembut wajah yang nampak teduh itu mulai dari alisnya yang tebal pipinya dan rahangnya yang kokoh, karena perbuatan istrinya itu Bima jadi terbangun.


" Sayang kamu sudah sadar? mana yang sakit?" tanya Bima khawatir.


" Iya Mas tapi aku udah gak pa pa kok" jawab Dara tak mau suaminya menjadi khawatir padahal jawahnya yang lebam masih terasa sakit serta pergelangan tangan dan kakinya aja masih terasa agak perih. "Owh iya mas gimana janin dalam kandungan aku dia tidak apa apa kan mas?" tanya Dara yang baru teringat bahwa dia mengalami pendarahan waktu itu.


" Alhamdulillah dia selamat sayang dia kuat seperti mommynya" jawab Bima sambil mengelus perut Dara yang masih rata.


" Maafin mommy ya sayang mommy janji akan akan selalu menjaga kamu" Dara juga ikut mengelus perutnya, Dara sangat bersyukur janin dalam perutunya masih bisa di selamatkan.


"Maafin daddy ya sayang yang gak bisa jagain kalian" Ujar Bima yang merasa bersalah karena tidak bisa menjaga istri dan calon anaknya dengan baik.


" Siapa bilang daddy itu hebat tau, daddy itu superheronya mommy " Kata Dara sambil menirukan suara seperti anak kecil seketika Bima jadi terkekeh mendengar perkataan istrinya. " Mas Bima sebentar ya aku ingin ke kamar mandi dulu pengen buang air kecil " Dara ingin turun dari tempat tidur tapi Bima segera menahannya.


" Tunggu sayang biar aku gendong aja kata dokter kamu gak boleh banyak bergerak dan kamu juga harus banyak istirahat " Bima turun lalu dengan sigap menggendong Dara masuk ke kamar mandi, setelah menurunkan istrinya Bima membantu memegang infusnya.


" Ya udah mas Bima tunggu di luar aja ya Dara mau sekalian mandi aja soalnya udah gerah ini ingin mandi dari kemarin kan gak mandi" Ujar Dara yang masih merasa malu bila buang air kecil hingga mandi harus di tungguin suaminya.


" Kenapa harus tunggu di luar sih sayang aku disini aja mau bantuin kamu memang kamu bisa nglakuin itu sendiri nanti kalau terpleset jatuh gimana, aku gak mau ya kamu kenapa kenapa" ucap Bima tak mau di bantah sementara Dara memang kesusahan kalau melakukannya sendiri apa lagi tangannya masih di infus jadi Dara menurut aja dengan apa yang di lakukan suaminya.


Bima mulai membantu melepas baju yang di kenakan Dara, Bima menahan nafas melihat tubuh telanjang istrinya, Bima harus menahannya walaupun yang di bawah sana sudah mulai on.


"Gila kalau gini sih namanya penyiksaan udah puasa selama satu minggu pas ketemu tetep aja harus menahan dulu" gumam Bima dalam hati ,tapi mau bagaimana lagi istrinya baru aja mengalami pendarahan jadi Bima terpaksa menahannya.


Setelah selesai Bima juga membantu memakaikan baju istrinya, sekarang Dara jadi terlihat lebih segar.


" Sayang kamu mau ngapain?" tanya Bima yang melihat dara kesusahan sepertinya ingin mengikat rambutnya.


" Ini mas Dara mau mengikat rambut aja" jawab Dara.


" Ya udah sini biar aku saja yang mengikat rambut kamu" Bima mengambil alih ingin megikat rambut panjang Dara.


" Emangnya mas Bima bisa" ujar Dara meremehkan.


" Bisa dong" Akhirnya Bima bisa mengikat rambut Dara walaupun hasilnya agak berantakan tapi Dara mengahargai usaha suaminya itu.

__ADS_1


"Sayang sekarang gantian aku yang mandi ya kamu istirahat dulu aja di sini jangan kemana kemana ya " ujar Bima yang sudah ingin menguyur tubuhnya dengan air dingin sebab tubuhnya terasa memanas dan di bawah sana udah semakin tegang dan merasa sesak karena melihat tubuh telanjang istrinya yang sexy selalu membuatnya tergoda.


" Iya mas jangan lama lama ya" Bima langsung masuk ke kamar mandi dengan membawa paper bag yang berisi bajunya yang di bawakan anak buahnya.


" Sial terpaksa main solo lagi" gumam Bima di dalam kamar mandi, tak lama Bima sudah selasai dengan urusan mandinya dan tentunya Bima harus menidurkan juniornya juga yang tadi sempat tegak berdiri, bersamaan itu dokter Sinta masuk ke dalam ruang rawat Dara untuk memeriksa Dara.


" Selamat pagi tuan dan nyonya saya periksa dulu ya" kata dokter sinta dengan ramah.


" Selamat pagi juga dokter" jawab Dara tak kalah ramah sedangkan Bima sudah berdiri di sisi kiri ranjang untuk melihat dokter sinta yang ingin memeriksa istrinya.


"Keadaan nyonya sudah lebih baik pagi ini dan nyonya harus banyak istirahat jangan banyak bergerak dulu dan jangan banyak fikiran atau stress ya" ujar dokter Sinta setelah memeriksa Dara.


"Iya dokter, tapi kandungan saya sehat sehat ajakan dokter?" tanya Dara memastikan.


" Iya nyonya kandungan anda sehat, untuk sementara jangan melakukan berhubungan suami istri dulu ya takutnya nanti terjadi pedarahan lagi" peringat dokter sinta sementara Bima yang mendengar itu jadi lemes.


" Gak boleh dulu ya dok sampai berapa lama dok?" tanya Bima yang berharap gak akan lama.


" paling tidak satu bulan kedepan ya tuan, seenggaknya tunggu sampai kandungan nyonya Dara benar benar kuat baru bisa melakukan hubungan suami istri" jalas dokter Sinta.


" Apa dok satu bulan? lama banget dok gak bisa dua hari aja" protes Bima melihat itu Dara langsung mencubit perut suaminya karena merasa malu dengan dokter sinta dengan pertayaan suaminya yang konyol itu.


" Auhhh sakit sayang kenapa di cubit sih" keluh Bima sambil mengusap perutnya yang di cubit Dara sedangkan dokter Sinya hanya tersenyum melihat kelakuan sepasang suami istri di depannya yang terlihat romantis dan lucu menurutnya.


" Begitu ya dok" jawab Bima pasrah aja kalau harus puasa lagi dua minggu apa lagi satu bulan menurutnya lama banget.


" Maafkan suami saya ya dok dia memang begitu" ujar Dara yang merasa malu.


" Tidak apa nyonya itu wajar kok, lebih baik di tanyakan saja" ujar Dokter Sinta dan tiba tiba ada perawat yang masuk meangantarkan sarapan pagi untuk pasien.


" Selamat pagi tuan dan nyonya ini makanananya harus di makan ya biar cepat sembuh" ujar perawat itu.


" Iya nyonya anda harus makan makanan yang sehat ya sayuran dan buah buahan dan minum susu juga khusus ibu hamil, supaya bayinya sehat" Kata doktet Sinta ikut menimpali.


" Iya dok terimakasih" setelah itu dokter sinta serta perawat itu pamit undur diri karena masih harus memeriksa pasien yang lainnya.


" Sayang kamu harus makan ya aku suapin" Bima segera mengambil makanan yang di bawa perawat tadi, Bima menyendok makanan itu untuk di suapkan kepada istrinya tapi Dara sudah menutup hidungnya karena merasa mual mencium bau makanan itu.


" Mas Bima jauhin makanan itu aku gak mau, aku pengen mual mencium bau makanan itu" Ucap Dara menolaknya.


" Tapi kamu harus makan sayang" bujuk Bima.


"Tapi aku gak mau makanan yang itu, Dara ingin mual" Kata Dara dengan mata berkaca kaca karena merasa mual dan kalau udah muntah pasti nanti akan merasa lemes makanya Dara kekeh menolaknya.

__ADS_1


melihat istrinya yang ingin menangis Bima jadi mengalah " ya sudah sayang mau makan apa biar aku beliin, karena kamu harus makan sayang kasihan debaynya di dalam sini" ujar Bima lembut sambil menyentuh perut rata istrinya.


"Mas Bima pikir aku yang mau, aku juga ingin makan ini dan itu mas tapi gak bisa perut aku mual setiap mencium bau makanan yang tak aku inginkan, aku juga bingung gimana cara makannya" air mata dara tak bisa di tahan lagi akhirnya lolos juga, melihat itu Bima bener bener tak tega di peluklah tubuh ramping istrinya.


" Maafin aku sayang, kemarin kemarin aku terlalu sibuk dan tidak memperhatikan kamu, sekarang kamu ingin makan apa sayang biar aku belikan apa pun itu asal kamu makan ya" Bima sangat merasa bersalah karena tidak memperhatikan pola makan istrinya, ternyata hamil dan melahirkan tidak semudah yang di bayangkan, Bima jadi teringat dengan mamahnya apa mamah juga dulu begitu saat mengandungnya.


" Mas Bima Dara pengen makan bubur ayam aja yang di pojokan pinggir jalan perempatan sana itu"


" Iya sayang aku beliin ya " Bima mengusap air mata Dara dengan ibu jarinya.


" Tapi aku gak mau di tinggalin sendiri di sini mas" akhirnya Bima menyuruh orangnya untuk membelikan bubur yang di inginkan istrinya itu.


"Ya udah sekarang kamu makan buah dulu ya sayang sambil menunggu buburnya datang, biar aku kupasin"


" Boleh mas, kalau buah aku bisa makan dan gak merasa mual" ujar Dara .


Bima mengupas buah buahan dan di suapkan kepada istrinya, Bima seneng melihatnya karena Dara terlihat lahap memakan buah yang di suapinya, tak lama bubur yang di pesan Dara pun Datang.


" Ini tuan pesanannya" ujar seseorang yang di suruh Bima untuk membeli bubur.


" Terimakasih ya" kata bima, dan seseorang itu langsung pergi dari ruang rawat Dara.


" Hemmm....sepertinya enak banget mas buburnya" Kata Dara saat Bima membuka bubur itu.


" ya udah sekarang kamu makan ya aaaa' " Bima menyuapi Dara bubur itu hingga habis tak tersisa.


" Pinter banget sayangku makanannya udah habis ini" Kata Bima sambil menunjukkan piring yang sudah kosong.


" Iya mas Dara juga udah kenyang banget" Dara mengelus perutnya yang sudah terasa kenyang karena menghabiskan satu porsi bubur dan beberapa buah buahan.


BERSAMBUNG


#Author ucapkan terimakasih 🙏 banyak untuk semua do' anya#


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA BUAT AUTHOR DENGAN CARA


LIKE


KOMEN


VOTE


TERIMAKASIH

__ADS_1


__ADS_2