
SELAMAT MEMBACA
Di kampus Dara sedang berkumpul dengan Riska dan Mela di taman, kebetulan lagi gak ada kelas.
" Owh iya Mel gimana lo jadi jalan sama Aldi kemarin?" tanya Dara.
" Jadi dong, gue di ajak shooping terus habis itu pergi nonton" jawab Mela dengan senyum bahagianya.
" pasti lo kalapkan blanjanya" tebak Dara.
" Ya enggaklah gue cuma ngambil satu baju aja kok, kak Aldinya si nawarin ini dan itu tapi gue gak mau kasian dia kalau gue porotin" mela gak mau di kira cewek matre mela ngambil satu baju aja terpaksa karena Aldi yang memaksanya, Mela gak mau memaanfaatkan kebaikan Aldi.
"Kirain lo kalap karena gratisan" cibir Dara bercanda.
" Ya ampun ra gue gak gitu ya, gue ngomong gitu ke Dewa atau galang kalau kita lagi jalan bareng itu cuma bercanda gak beneran mana tega gue Ra" jelas Mela.
" Iya gue juga bercanda kali mel, eh lo lihat Riska tu dari tadi diem aja kenapa dia mel?" Bisik Dara ke Mela.
" Iya ra tumben dia murung gitu ada masalah kali ya Ra?" tanya Mela sambil berbisik
" Ris lo kenapa sih dari tadi diem aja lagi ada masalah? cerita aja sama kita, kita ini kan sahabatkan?" akirnya Dara menegur Riska yang sedari tadi mukanya di tekuk.
" Ra gue minta maaf ya atas apa yang terjadi sama lo gue malu banget Ra sama kamu karena kelakuan Bela" ujar Riska dengan lesu.
" Udah udah gak usah di permasalahkan lagi, lagian dia sudah menerima hukumannya kan dan itu juga bukan salah kamu Ris" Dara gak mau hanya karena masalah itu pertemanannya sama Riska jadi berantakan lagian Riska orangnya Baik beda sama si nenek sihir Bela itu.
" Iya bener kata Dara Ris, jadi dari tadi lo murung karena itu?" tanya Mela.
" Kayaknya gak hanya itu deh pasti ada yang kamu sembunyiin dari kita kan? kalau ada masalah cerita aja Ris siapa tau kita bisa memberi solusi atau setidaknya itu bisa membuat hatimu lega" Dara yakin bahwa Riska ada masalah lain bukan hanya masalah Bela dan dirinya saja yang membuat Riska jadi lesu begitu.
" Yang di katakan Dara itu bener Ris kalau kamu ada masalah cerita aja sama kita, itupun kalau kamu menganggap kita sahabat" Ujar Mela ikut menimpali.
" lho tau kan dulu aku nikah karena terpaksa itu semua gara gara Bela dan gak ada kata cinta diantara aku dan kak ken bahkan orang tua kak ken pun tak tau kalau anaknya sudah menikah, dan sekarang orang tua kak ken udah pulang dari luar negeri, dan lo tau mereka ingin menjodohkan kak ken dengan wanita lain karena mereka gak tau kalau kak ken sudah menikah denganku" Jelas Riska.
" Apa? suami lo mau di jodohin orang tuanya dan suami lo gak bilang kalau udah nikah?" Tanya Dara kaget.
" Iya parah banget suami lo Ris seharusnya dia bilang kalau dia udah nikah" ujar Mela yang geram dengan suami Riska.
__ADS_1
" Udah Ra,Mel kak ken udah bilang secara langsung ke orang tuanya kalau dia udah nikah, memang kak ken rencananya ngasih tau orang tuanya kalau udah pulang ke sini dan mereka malah shok dan papahnya kena serangan jantung dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit" jelasnya lagi.
"ya ampun Ris mudah mudahan mertua lho mengerti ya dan mengurungkan niatnya untuk menjodohkan anaknya yang ternyata udah menikah" kata Mela yang merasa iba dengan temannya itu.
" kalau misalkan mertua lho kekeh ingin ngejodohin anaknya gimana Ris dengan kamu emangnya kamu mau di madu?" tanya Dara yang juga merasa kasihan dengan Riska, sebagai sesama wanita pasti Dara juga gak mau kalau harus di madu.
" Ya aku gak maulah kalau harus di madu aku lebih memilih minta cerai aja, lagian pernikahanku dengan kak ken gak berdasarkan cinta" ujar Riska dengan sedih.
" Jangan bilang cerai dulu Ris itu bisa kamu bicarakan baik baik dengan suami kamu gimana baiknya, lagian aku sama mas Bima juga awalnya gak ada cinta tapi sekarang aku udah cinta banget sama dia begitupun sebaliknya" saran Dara. tiba tiba ada Darren yang ikut bergabung dengan mereka.
" Hay Ra lagi pada kumpul di sini rupanya, serius banget pada ngomongin apa sih" sapa Darren yang langsung duduk bergabung dengan mereka.
" Iya Ren biasalah kita para wanita sedang ngerumpi" saut Mela dengan menyengir kuda.
" Owh....,Eh Ra kemarin gue lihat suami lo keluar dari restoran mewah dengan seorang wanita cantik dan kelihatan mesra lagi" ujar Darren mengadu sama Dara.
" Ha ...serius lo Ren?" tanya mela dan Riska bersamaan dan Dara langsung terasa sedih dengan perkataan Darren bernarkah suaminya pergi dengan wanita lain.
" Tau aja kamu salah lihat kali atau mungkin itu kliennya" Kata Dara yang berusaha berfikir positif tentang suaminya sementara mela dan Riska mengangguk nganggukkan kepalanya pertanda setuju dengan perkataan Dara.
" Gak mungkin gue salah lihat itu beneran suami kamu kok Ra dan masak sama klien sedekat itu sampai bergelayut manja di lengan suami kamu mana sambil ketawa bahagia lagi" jelas Darren.
" Nih gue punya fotonya kalau gak percaya" Darren langsung nenunjukkan foto itu ke Dara, dan Dara yang melihatnya merasa lega, malah Dara langsung ingin ketawa pasalnya yang ada di foto itu adalah suaminya dengan adeknya sena.
" Haahaha....ya ampun kamu itu ya udah bikin aku takut aja " Kata Dara dengan ketawa sedangkan Darren malah melongo, masak melihat suaminya dengan perempuan lain bukannya sedih lah ini Dara malah ketawa batin Darren.
" Kok lo malah ketawa sih Ra " tanya nya.
" Ya gimana aku gak ketawa itu foto suami aku sama adiknya " ujar Dara dengan menepuk keningnya sendiri.
" Ya elah Ren kirain beneran" ujar Mela yang udah deg degan. " huuuuu......" sorak mela dan Riska sedangkan Dara masih ketawa.
" Ya sorry gue kan gak tau" Kata Darren yang menjadi kikuk.
Dara membuka hpnya karena ada pesan whatsapp masuk yang bertuliskan Bima sayang, Dara langsung membukannya.
" Sayang pulangnya aku jemput ya, nanti kita langsung ke rumah sakit buat periksa kandungan kamu" begitulah isi pesan dari Bima.
__ADS_1
Dengan senyum yang merekah Dara langsung membalasnya."(iya mas aku tunggu ya ...muachh)"
"Mmmmuach juga sayang" Bima senyum senyum sendiri membalas pesan dari istrinya.
💗❤️💗
Sesuai isi pesannya tadi sekarang Bima sudah menunggu di depan kampus istrinya.
Dara yang sudah melihat mobil suaminya langsung pamit sama Riska dan Mela. " Eh Mel, Ris gue duluan ya udah di jemput tuh" ujarnya.
" Okey senengnya yang di jemput suami" seloroh Mela.
" Iya Ra TITI DJ ya" saut Riska.
Dara segera masuk kedalam mobil suaminnya. " Mas Bima udah lama?" tanya Dara.
" Nggak sayang baru aja kok" jawab Bima yang langsung memasangakan sabuk pengaman untuk Dara dan tak lupa Bima juga mencuri kecupan di bibir istrinya itu, setelah itu baru Bima menjalankan mobilnya, sekitar 30 menit mereka sudah sampai di rumah sakit, mereka tidak perlu mengantri sampai di sana langsung masuk karena sebelumnya sudah janjian dengan dokter Sinta.
" Mari silahkan tuan dan nyonya" ujar Dokter sinta dengan ramah saat melihat Dara dan Bima masuk ke dalam ruang pemeriksaan.
"Iya terima kasih dok" kata Dara tak kalah ramah.
" Bagaimana nyonya apa yang di keluhkan?" tanya dokter Sinta.
" Mmmm....masih mual dok dan kadang juga pusing" jawab Dara.
" Mari silahkan berbaring ya nyonya biar saya periksa" suruhnya, dan Dara pun menurut untuk berbaring di ranjang pasien, dokter Sinta mulai menyingkap dress yang di kenakan dara lalu mengoles gel di perut Dara dan menempelkan alat secara memutar di perut Dara yang masih terlihat rata karena usianya yang baru dua bulan jadi belum terlihat membesar.
"Janinnya sehat ya nyonya, pesannya jangan terlalu capek harus banyak makan makanan yang bergizi , perbanyak makan sayur dan buah ya nyonya kalau masalah mual dan pusing itu wajar karena kehamilan nyonya baru trisemester pertama nanti saya kasih obat pereda mual ya" jelas Dokter Sinta dan Bima yang mendengar pun merasa lega karena kandungan Dara sehat sehat aja.
" Iya dok terimakasih" jawab dara.
Setelah mereka dari rumah sakit mereka langsung pulang Bima memutuskan tidak kembali ke kantor lagi Bima lebih memilih menemani istrinya aja di rumah.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTENYA BUAT AUTHOR YA
__ADS_1
TERIMAKASIH