
SELAMAT MBACA
Usia kehamilan Dara sudah memasuki trisemester ke 2 jadi Dara sudah tidak merasa mual lagi, tapi sekarang malah kebalikannya, Dara sekarang jadi doyan makan, apa apa maunya di makan seperti salad buah, ice cream dan sosis.
Seperti sekarang ini Dara lagi nonton drama korea kesukaannya sambil makan kentang goreng rasa sapi panggang tak terasa sudah habis satu toples, Bima sore itu sudah pulang dari kantor langsung duduk di sebelah istrinya sambil mengendurkan dasinya.
" Sayang kamu udah pulang?" tanya Dara yang melihat Bima tiba tiba duduk di sampingnya.
" Iya sayang aku kan gak lembur jadi bisa pulang sore" jawab Bima yang langsung mencium bibir istrinya itu. " Asin sayang" ujarnya.
" Hahaha....iya aku kan habis makan ini" kata Dara sambil ketawa.
Setelah makan satu toples kentang goreng entah kenapa Dara masih ingin makan spaghetti bolognese.
" Bik....." Dara memanggil pelayan untuk membuatkan spaghetti keinginannya.
pelayan langsung datang tergopoh gopoh karena panggilan dari nyonya rumah " Iya non" jawab seorang pelayan.
" Tolong bikinin aku Spaghetti ya" suruhnya dan pelayan itu dengan sigap membuatkannya.
" Baik non"
Bima geleng geleng kepala melihat istrinya yang doyan makan tapi Bima malah seneng melihatnya karena gak usah susah susah untuk membujuknya makan lagi seperti kemarin kemarin.
Bima melihat istrinya itu makin semlehoy aja depan belakang makin mantap dan yang membuatnya gemes perut istrinya itu yang udah agak membuncit.
Setelah selesai di buatkan spaghetti oleh pelayan Dara langsung memakanya. " Mmmmm enak banget, mas Bima mau?" tawar Dara yang makan dengan lahapnya sampai tak menyadari kalau makannya blepotan.
" Nggak sayang kamu aja yang makan, aku jadi ingin makan kamu aja" jawab Bima.
"Ih mesum banget"
" Iya tapi kamu suka banget kan, sampai mendesah ke enakan di bawah kungkunganku" ujar Bima dengan bangganya.
Dara langsung mencubit perut suaminya karena berbicara vulgar banget.
" Awwwh sakit sayang kenapa di cubit sih perutku" protesnya.
" Biarin habisnya mas Bima kalau ngomong gak di filter dulu" dan tanpa banyak bicara Bima langsung menyambar bibir istrinya yang blepotan.
"Emmmmm" Dara sudah tidak bisa protes lagi karena bibirnya sudah di bungkam dengan bibir Bima. " Uhhhh Gemes" ujar Bima setelah melepas tautan bibirnya.
" Ih mas Bima gak jijik apa aku kan lagi makan"
" Enggak sama istri sendiri ngapain harus jijik"
" Owh iya mas kayaknya temen kamu yang namanya siapa itu Reynan, kayaknya dia suka deh sama Sena" ujar Dara yang merasa tatapan Reynan ke Sena itu seperti tatapan orang yang sedang jatuh hati.
" Iya Reynan memang suka sama sena, kenapa memangnya?" tanya Bima.
" Beneran mas? mas Bima kok tau? " tanya Dara balik.
" Ya taulah sayang Reynan kan temanku" jawabnya.
"Terus kamu setuju mas kalau Reynan sama Sena?" tanya Dara lagi.
__ADS_1
" Iya setuju aja asal Senanya mau lagian Reynan laki laki yang baik" jawab Bima.
" Iya mereka itu cocok lo mas yang satu cantik dan temannya mas Bima juga ganteng" ujar Dara yang membuat Bima tak suka.
"Kamu bilang apa tadi sayang? temen aku ganteng? gantengan juga aku " kata Bima tak terima bila istrinya malah memuji cowok lain.
" Ya ampun mas Bima gitu aja cemburu, iya suamiku yang paling ganteng" huh Dasar posesif. ya begitulah Bima mana terima bila istrinya memuji cowok lain selain dirinya.
💗❤️💗
Keesokan paginya Sena sudah bersiap pergi ke kantor, ini pertama kalinya Sena pergi ke kantor untuk bekerja bukan lagi hanya main atau sekedar ingin bertemu kakaknya.
" Mulai sekarang kamu belajar menjadi sekertarisku ya " ujar Bima setelah mereka sama sama sampai di kantor.
"Siap Bos " kata sena ambil bergaya hormat bendera.
"Desi kamu ajari sena buat menjadi sekertarisku ya, kasih tau apa aja yang harus dia lakukan, nanti kalau Sena sudah bisa kamu aku pindahkan menjadi sekertarisnya Edo, mengerti?" suruh Bima pada Desi.
" Baik tuan, saya mengerti" jawab Desi, setelah itu Bima langsung melenggang masuk ke ruangannya bersama dengan Edo.
"Mari nona silahkan duduk " ujar Desi mempersilahkan Sena untuk duduk di kursi sebelahnya yang sengaja di siapkan untuk Sena.
Begini nona kalau sekertaris pada umumnya si pertama membuatkan minum terlebih dahulu untuk presdir tapi tuan tidak pernah mau kalau saya bikinkan minum, yang kedua anda harus menyusun jadwal untuk presdir dan biasanya setiap pagi seperti ini nona harus mengingatkan kegiatan apa saja yang seharian ini harus presdir lakukan, seperti ada pertemuan dengan klien atau ada rapat.
Terus biasanya menjadi sekertaris itu harus siap mendampingi presdir dalam hal pekerjaan misalnya mitting, bertemu dengan klien di luar dan yang lainnya, tapi selama saya bekerja di sini tuan bima tidak pernah mengajak saya untuk mendampinginya karena sudah ada asisten Edo, Nah anda bisa mempelajari ini terlebih dahulu nona " jelas Desi sambil memberikan sebuah berkas untuk di pelajari oleh sena.
" Owh begitu baiklah aku akan pelajari ini dulu" ujar Sena dengan mengambil berkas yang Desi berikan padanya.
Siang menjelang Bima ada janji makan siang dengan Reynan sekalian ada pekerjaan yang harus di bahas.
" Ternyata susah juga ya kak" keluh sena.
" nona Sena ini termasuk orang yang cerdas tuan ini hasil kerjanya" ujar Desi dengan memberikan hasil kerja Sena.
Bima mengambil berkas yang di berikan Desi lantas memeriksanya.
" Bagus dek, tapi masih harus banyak belajar" kata Bima menilai hasil kerja adiknya. " Ya udah kamu ikut kakak makan siang yuk dek" ajak Bima pada adeknya.
"Yeee ...kalau itu sih aku siap kak" ujar Sena girang.
" kalau urusan makan aja cepet" kata Bima sambil menjitak kepala adiknya.
" Auwhhh sakit tau kak" keluh Sena, lalu Bima berjalan dengan merangkul adiknya.
sesampainya di restoran ternyata di sana sudah ada Reynan, Sena jadi berdecak sebal.
" Uh ternyata ada dia kok kak Bima gak bilang sih nyebelin" gunam Sena dalam hati.
" Udah lama lo Rey?" tanya Bima.
" Nggak baru aja, eh ada Sena silahkan duduk" ujar Reynan yang melihat Sena ikut lalu segera menarik kursi untuk Sena duduki dan Sena dengan diam duduk di kursi yang di tarik Reynan.
" Aku denger denger kamu mulai belajar ya di perusahaan?" tanya Reynan ke Sena.
" Iya baru mau belajar" jawab Sena.
__ADS_1
"Usaha aja terus" Sindir Bima, dan Reynan hanya menggaruk keningnya yang tidak gatal bingung mau ngomong apa, memang bener dia berusaha terus buat deketin Sena.
"Hehehe......ya udah kita makan dulu aja ya udah laper masalah pekerjaan bisa belakangan.
" Iya lah gue udah laper, suapin kakak dek" Suruh Bima.
" Iya siap Bos" begitulah kebiasaan Bima kalau makan minta di suapin.
mendengar perkataan Bima Reynan jadi kesel kebiasaan sahabatnya itu memang gak pernah berubah dari dulu.
" Ck ...lho tetep aja sama ya Bim" kata Reynan dengan berdecak malas.
" Bodo" jawab Bima, akhirnya mereka makan dengan nikmat dan setelah mereka semua selesai makan, mereka mulai membahas soal kerja sama, Ryan mulai presentasi.
Selama Reynan presentasi Sena menyimak dan melihatnya tanpa berkedip. " gila kalau lagi kerja profesional gini kern banget ya dia" puji Sena dalam hati, Sementara Bima yang melihat adiknya memperhatikan Reynan dengan segitunya hanya bisa geleng geleng kepala, entah Adeknya itu memahami apa yang telah di sampaikan Reynan atau malah adeknya itu terkesima dengan sahabatnya.
walaupun begitu Bima tak khawatir karena ada Edo yang akan mencatat poin poin tertentu, dan untuk Sena Bima akan menegurnya nanti.
" Bagaimana Bim?" tanya Reynan setelah selesai presentasi.
"Oke aku setuju, Dan untuk berkasnya akan segera saya siapkan dan kedepannya bisalah sama Sena" jawab Bima.
" Okey deal" Kata Reynan setuju.
" Kamu gimana Sena?" tanya Bima meminta pendapat ke adeknya.
"Mmmm....gimna apanya ya kak?" tanya balik Sena karena Bingung apa yang di maksud kakaknya, sementara Bima menepuk keningnya sendiri.
" Sorry ya Rey maklum adek gue baru belajar" Ujar Bima.
" Tak apa santai aja Bim, nanti lama lama juga bisa" kata Reynan memaklumi.
" Kalau menurut kamu gimana Do?" tanya Bima sama asistennya.
" semuanya bagus saya setuju tuan tidak ada poin yang merugikan perusahaan kita dan saya juga tadi sudah mencatat poin poin penting nanti anda bisa menelitinya kembali" jelas Edo.
" Ok ...Do" jawab Bima.
" Maaf tuan klien kita yang dari amerika meminta bertemu sekarang tidak jadi besok karena da urusan yang mendesak jadi nanti sore harus sudah balik ke amerika lagi" Bisik Edo, dan Bima hanya menganggukkan kepalanya.
" Owh iya Dek kamu bisa kan balik ke perusahaan sendiri habis ini kakak ada pertemuan penting dengan klien" ujar Bima sama adiknya.
" Yah kok Sena harus balik sendiri sih kak" protes Sena.
"Ya udah ntar gue yang anterin adik lho deh Bim" ucap Reynan.
" Boleh tapi awas ya kalau sampai lo macam macam sama adek gue" ancam Bima sambil melotot ke arah Reynan.
" Iya gak lah Bim mana berani gue" kata Reynan yang takut sama ancaman Bima, karena Reynan tau bagaimna Bima sebenernya karena dulu mereka cukup lama berteman jadi Reynan udah hafal betul dengam sikap sahabatnya itu.
" Dek kakak duluan ya, kamu di anter sama Reynan gak usah takut sama dia kalau dia berani macam macam bilang aja sama kakak, nanti biar kakak habisin dia" kata Bima sebelum meninggalkan adiknya.
" Ya udah deh kak" jawab Sena terpaksa.
Akhirnya Bima dan Edo pergi dan sekarang tinggallah Sena dan Reynan di ruangan itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG