Di Jodohkan Dengan Gadis SMA

Di Jodohkan Dengan Gadis SMA
episode 80


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


JANGAN LUPA VOTENYA BUAT AUTHOR YA


💗❤️💗


roni, dona, riska mereka tambah shok mendengar kabar dari dokter yang memeriksa bela, doktet itu mengatakan bahwa bela sedang hamil, sementara kenzo yang berada di situ biasa aja mendengar bela hamil.


" apa dok, anak saya hamil?" dona bener bener tambah shok dengan kabar bahwa bela hamil.


" dokter gak salah periksa kan?" tanya roni yang juga sama shoknya.


" iya tuan dan nyonya pasien sedang hamil usia kandungannya sedang berjalan dua bulan" jelas dokter itu, " kalo begitu saya permisi dulu tuan, nyonya" pamit dokter itu.


sedangkan kedua orang tua angkat bela yang mendengar itu hanya hisa menutup mulutnya tidak bisa berkata apa apa lagi.


" sabar ya mah,pah, mamah sama papah jangan terlalu mikirin itu nanti penyakit mamah bisa kambuh" riska berusaha menenangakan pikiran kedua orang tuanya yang terlalu kaget, pasalnya yang mereka tau bela itu gadis yang anggun, baik tidak seperti itu.


tiba tiba penyakit jantung mamah dona kumat.


" AAAWHHHH" keluh dona kesakitan sambil memegangi dadanya.


" mah, mamah kenapa?" tanya roni panik melihat istrinya kesakitan.


" mah, mamah .....pah sepertinya penyakit jantung mamah kumat ayo pah cepetan tolongin mamah" kata riska tak kalah panik.


kenzo yang melihat ibu mertuanya kesakitan seketika langsung ikut membatu mengangkat dona ke ruang UGD supaya cepat di tangani dan setelah sampai dona langsung di tangani dokter di ruang UGD sementara riska, roni dan kenzo menunggu di luar.


roni mondar mandir gak jelas menunggu hasil pemeriksaan istrinya pasalnya penyakit dona sudah lama tidah pernah kambuh tapi setelah mendengar bela hamil penyakit jantungnya kambuh kembali.


" sayang kamu yang sabar ya aku yakin mamah kamu gak pa pa" kenzo yang sedang duduk bersebelahan dengan riska berusaha menenangkan istrinya yang terlihat panik melihat penyakit mamahnya kambuh.


" tapi riska takut kak, sudah lama penyakit mamah itu tidak pernah kambuh tapi sekarang gara gara kak bela penyakit jantung mamah kumat lagi, kalo sampai terjadi sesuatu dengan mamah aku gak akan pernah memaafkan kak bela, kak bela itu sudah sangat keterlaluan" ujar riska yang sekarang merasa benci dengan kakaknya karena selama ini dia sudah rela selalu mengalah demi bela tapi apa yang kakaknya lakukan sekarang, kakaknya itu sudah mengecewakan kedua orang tuanya serta sudah mencoreng nama baik keluarga paratama.


tak lama terdengar suara pintu yang terbuka......ceklek ...mereka bertiga segera menghampiri dokter yang sudah keluar dari ruang UGD.


" dokter bagai mana keadaan istri saya"

__ADS_1


" iya dok bagaimana keadaan mamah saya" tanya riska dan papahnya.


" pasien tidak apa apa cuma harus di di rawat selama beberapa hari di rumah sakit karena harus menjalani beberapa pemeriksaan lagi, kalo bisa pasien jangan dulu mendengar kabar buruk, atau jangan sampai membuat pasien kaget atau shok itu akan mempengaruhi jantungnya" jelas doktet itu.


" apa kami sudah bisa menemui pasien dok?" tanya riska dan roni hanya menganggukkan kepalanya pertanda roni juga punya pertanyaan yang sama dengan riska.


" iya boleh tapi nanti ya setelah pasien di pindahkan ke ruang rawat" jawab sang dokter.


"apa istri saya sudah siuman dok?" tanya roni.


" untuk saat ini belum tuan, tapi nanti juga sadar, kalo begitu saya tinggal dulu ya" ujar dokter itu kemudian pergi.


💗❤️💗


sedangkan sena di kampus lebih banyak diam tidak seperti dulu vita, doni ,angga merasa aneh dengan perubahan sikap sena, sekarang sena enggan berdekatan dengan seorang laki laki sena merasa masih trauma atas kejadian waktu itu.


"hai sen.....kemu kenapa sih sekarang jadi pendiam dan terkesan menghindari kita" kata doni yang diam diam suka sama sena tapi dia bingung karena perubahan sikap sena padahal awalnya dia seneng banget mengetahui vian pindah kampus.


"iya sen kamu kenapa cerita dong sama kita atau karena kamu putus sama vian atau hanya kerena vian sekarang sudah pindah?" tanya angga.


" aku gak pa pa kok don, ngga aku sudah putus sama vian jadi jangan bahas dia lagi ya, aku cuma mau fokus sama skripsi aku aja aku ingin tahun ini lulus, karena kalo aku bisa lulus tahun ini aku bakal dapat hadiah dari kakakku jadi kalian jangan mikir macem macem, sekarang kalian pergi sana jangan gangguin aku" jelas sena.


" ye jangan di paksa sampai begitu kali, kita kita juga pengennya lulus tahun ini kali sen ya udah mending kita sama sama berusaha menyelesaikan skripsi, kita bisa belajar bersama gak harus menyendiri dan menjadi pendiam sen" angga masih ngrasa aneh dengan perubahan sikap sena.


" iya betul sen apa yang di katakan angga" ujar doni ikut menimpali.


" jangan belajar terus sekali sekali otaknya di buat refresing gimana habis ini kita jalan bareng sen udah lama lho kita gak jalan bareng" usul vita.


" sorry vit aku gak bisa kalo kalian disini malah brisik menganggu aku mending kalian sana deh jalan bertiga saja" jawab sena ketus seketika doni, angga , vita saling pandang pasalnya sena yang mereka kenal itu gak pernah bersikap seperti itu sena itu selalu asyik suka bercanda ketawa tapi ini apa sena semakin dingin.


sementara rena juga sama ingin segera menyelesaikan skripsinya bedanya kalo rena terkesan santai karena rena tak perlu pusing mikirin skripsi rena sih tinggal bayar dan tau beres, dulu dia gagal magang di perusahaan bima, dulu rena di tolak karena nilainya yang minim dan sekarang rena ingin cepet lulus dan bisa melamar kerja di perusahaan raksasa yang di ketahui milik keluarga sanjaya.


sudah lama rena dan keluarga gak pernah tau kabar dara tempat tinggalnya juga tidak tau rena sering mendekati sena untuk mengorek informasi tentang dara tapi rena gagal karena sena sekarang bersikap dingin tak seperti dulu jadi agak susah bagi rena menanyai tentang dara sena selalu menyendiri dan terkesan menghindari semua orang dengan alasan ingin fokus sama skripsinya dan ingin lulus tahun ini juga.


tapi rena tak putus asa dia masih berusaha mendekati sena seperti saat ini setelah ketiga temannya pergi rena langsung mendekati sena yang sedang sendirian di dalam perpustakaan.


" hai sen aku boleh ngomong sesuatu gak sama kamu?" tanya rena dengan nada pelan karena sedang berada di perpus.

__ADS_1


" maaf sen aku sibuk dan ini perpustakaan jadi jangan brisik" jawab sena datar.


" tapi sen aku ingi......"


" bisa gak kamu jangan gangguin aku kamu gak lihat aku lagi belajar" kata sena yang menyela pembicaraan rena, kalo sudah begini rena memilih pergi karena posisinya sedang tidak memungkinkan bisa bisa di semprot orang banyak di perpustakaan.


sedangkan mela sendirian karena dara sudah beberapa hari ini gak masuk kampus biasanya masih ada riska tapi hari ini juga riska gak masuk kampus mela jadi terpaksa sama dewa dan galang.


mereka bertiga sedang beradi kantin kampus.


" mel dara kok gak masuk kampus lagi hari ini kenapa dia?" tanya dewa.


" aku sudak chat katanya lagi sakit gaes" jawab mela.


" ya udah kalo dia lagi sakit kita jenguk saja bareng bareng kerumahnya, gimana?" usul galang dan darren yang kebetulan lewat bersama vera pacarnya gak sengaja mendengar dara sakit jadi berhenti dan menghampiri meja di mana galang dan teman temannya makan.


" eh tadi lo bilang apa lang dara sakit?" tanya darren yang tiba tiba ikut nimbrung.


" iya ren rencananya kita mau nengokin" jawab galang tapi vera merasa kesal dengan darren yang perduli sama dara.


" sayang kok kamu tiba tiba perhatian sih sama dara emang dara itu siapanya kamu sih gak penting tau gak mau dia sakit kek biarin aja kali, tadi kamu sudah janji lho sama aku pulang kampus mau nemenin aku shopping" kata vera yang gak suka darren perhatiin dara.


" yeee kalo lo gak mau ya udah kali orang kita kita juga yang punya rencana nengokin dara siapa juga yang ajak lo" ujar mela sewot karena mela memang gak suka sama vera yang sok kecantikan, ganjen pula.


" udah udah gak usah ribut okey sekarang kita duduk sana aja yuk ver" darren segera mengalihkan pembicaraan kalo tidak vera bisa berantem sama mela di kantin karena darren tau bagaimana sifat vera, darren ingin segera mutusin vera karena daren sudah muak sama sifatnya ya memang udah gak rahasia umum lagi sih darren memang suka gonta ganti pacar sebenernya darren melakukan itu hanya untuk bersenang senang aja sih jadi darren tak pernah melibatkan perasaannnya.


" ntar kalo pada nengokin dara kabarin gue ya" bisik darren di telinga galang.


" kita lihat saja nanti" jawab galang yang sudah jengah sama teman satunya itu tapi galang sih gak khawatir gak mungkinlan darren mendekati dara secara dara sudah punya suami.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN CARA


LIKE


KOMEN

__ADS_1


VOTE


TERIMAKASIH


__ADS_2