
SELAMAT MEMBACA
"Sayang kamu capek?" tanya Reynan yang melihat raut wajah kelelahan Sena, mereka sedang berada di atas altar.
" Iya nih kak kaki akau udah pegel banget berdiri terus dari tadi" keluh Sena sambil memegang kakinya.
" Mau aku antar dulu ke kamar, kamu bisa istirahat dulu di sana" ujar Reynan.
" Tapi kan masih banyak tamu kak" jawab Sena yang merasa tak enak karena masih ada banyak tamu.
"Gak pa pa sayang kamu istirahat aja duluan, soalnya aku masih harus menyapa para kolegaku dulu, kamu gak pa pa kan bila harus istirahat dulu nanti aku nyusul" ujar Reynan yang membuat Sena setuju pasalnya Sena sudah capek menyapa para tamu yang seakan tiada habisnya.
Reynan menggendong Sena ke kamar hotel yang sebelumnya sudah di pesan untuk sepasang pengantin baru itu.
" Ih kak Rey turunin, Sena gak perlu di gendong Sena masih bisa jalan sendiri lagian malu di lihatin orang" protes Sena saat dirinya tiba tiba di gendong oleh Reynan ala bridal style.
" biarkan saja" jawab Reynan santai, sedangkan Sena berusaha meronta minta di turunin. " Diamlah sayang kalau kamu terus bergerak nanti kita bisa jatuh" ujar Reynan karena Sena terus meronta minta di turunkan.
mendengar perkataan suaminya, eh tunggu suami benarkah sekarang Reynan sudah menjadi suaminya ah rasanya seperti mimpi karena masih tak menyangka saja sekarang dirinya sudah menjadi seorang istri, ada rasa menggelitik di dalam hatinya.
Karena takut terjatuh sena jadi mengalungkan tanganya di leher suamianya dengan erat dan itu membuat Reynan seneng, Reynan menurunkan Sena setelah sampai di dalam kamar yang sudah di hias sedemikian rupa.
di kamar itu banyak kelopak bunga mawar yang bertaburan di atas lantai dan tempat tidur di sana juga ada dua buah handuk yang berbentuk angsa, suasana kamar itu khas pengantin baru, di sana juga banyak lilin lilin yang menghiasinya sehingga suasananya tanpak romantis.
" Wah bagus banget kamarnya mas .....hemmm wangi" ujar Sena mengagumi kamar pengantinya.
" Kamu suka sayang?" tanya Reynan.
" Ya aku suka kak" jawabnya.
" baguslah jadi tak sia sia aku menyuruh orang untuk menghias kamar ini" ujar Reynan.
" Owh jadi ini kerjaan kak Rey" Sena tak menyangaka bahwa Reynanlah yang sudah menyuruh seseorang untuk menghias kamar pengantinnya menjadi secantik itu.
" Iya sayang, ya udah kamu istirahat gih tapi jangan tidur dulu ya tungguin aku" ujar Reynan dengan mengerlingkan matanya.
" Ya nggak janji deh kak....kalau aku ketiduran gimana" jawab Sena.
" Yah jangan gitu dong sayang tungguin aku ya janji deh gak akan sampai larut malam sudah kembali ke sini" ujar Reynan dengan memelas.
" Iya ya kak udah sana" usir Sena
" Cium dulu lah kan udah khalal hehee..." ujar Reynan dengan menyengir kuda.
mendengar permintaan suaminya muka Sena jadi bersemu merah. " Ih apa sih kak udah sana" balas Sena dengan malu malu.
" Mmmmuachh" Reynan mencuri ciuman di bibir Sena lalu setelah itu langsung melenggang pergi ke tempat acara pestanya tadi.
__ADS_1
sedangakan Sena mematung di tempat karena dapat kecupan dari suaminya tepat di bibirnya, sena memegang bibirnya yang habis di kecup oleh Reynan tadi dengan senyum senyum sendiri, kerena selama mereka pacara gak pernah aneh aneh paling cuma pegangan tangan sama cium pipi gak pernah lebih dari itu, dan itulah yang membuat Sena nyaman saat bersama Reynan karena laki laki itu gak pernah minta yang aneh aneh.
Sena memutuskan untuk langsung bersih bersih karena sudah merasa gerah dengan gaun pengantin yang melekat di tubuhnya seharian ini, setelah selesai dengan mandinya Sena keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan selembar handuk, sena mencari baju gantinya untuk di kenakan tapi anehnya bajunya tidak ada dan adanya hanya ligery sexy.
" Lho kok baju aku gak ada ya kemana baju baju aku kok berubah jadi ligery" gumam Sena yang merasa bingung karena seingatnya dia membawa baju ganti lantas kenapa bisa berubah jadi ligery.
Ya semua itu adalah kerjaan dari Dara kakak iparnya, Dara sengaja ngerjain Sena dengan menukar bajunya dengan ligery, Dara membalas perbuatan adik iparnya dulu saat dia menjadi pengantin baru jadi impas deh sekarang.
Dan mau gak mau Sena terpaksa mengenakan baju haram itu dari pada gak pakai baju. " ya udahlah aku pakai aja dari pada gak pakai baju" gumam Sena.
Setelah memakai baju haram itu Sena segera menyembunyikan tubuhnya di bawah selimut dan hanya wajahnya saja yang terlihat dan tak lama Reynan masuk ke dalam kamar itu karena para tamu undangan sudah pada pulang.
Renan melihat ternyata Sena sudah tertidur lalu Reynan mendekat ke arah ranjang di mana Sena berbaring setelah mendekatinya ternyata Reynan tau jika Sena hanya pura pura tidur.
" Selamat tidur sayang" ujar Reynan sambil mengelus kepala istrinya. " aku mau mandi dulu ya ntar aku temenin tidurnya" ujar Reynan lagi dengan senyum miringnya karena Reynan tau kalau Sena cuma pura pura tidur, Sena membuka matanya setelah mendengar pintur tertutup pertanda Reynan sudah masuk ke dalam kamar mandi.
" Huffff untung kak Rey gak tau kalau aku pura pura sudah tidur, sumpah aku malu banget kalau sampai kak Rey melihat aku pakai baju haram ini" gumam Sena.
Tak lama Reynan sudah keluar dari kamar mandi dan Sena kembali pura pura sudah tidur, Reynan mendekati Sena dengan keadaan masih mengenakan handuk yang hanya menutupi bagian bawah tubuhnya.
Reynan duduk di tepi ranjang" Uh sayang lucu banget sih kalau lagi tidur begini, apa lagi bibir ini terasa manis saat aku kecup tadi, jadi ingin lagi mumpung kamu sudah tidur jadi kamu gak akan tau" ujar Reynan sengaja ingin menggoda gadis yang beberapa jam yang lalu sudah sah menjadi istrinya, Reynan mulai mendekatkan wajahnya, sekarang wajah mereka berdua hanya berjarak satu senti bahkan jantung Sena sudah berdegup kencang kala merasakan sapuan nafas Reynan menyapu wajahnya aroma mint terasa di indra penciumannya.
Tiba tiba Sena membuka matanya kala bibir Reynan hampir saja menempel pada bibir merah merekah miliknya, seketika mata mereka bertatapan Reynan semakin menyelami manik hitam milik Sena begitupun sebaliknya dan jangan di tanya lagi dalam posisi seintim itu detak jantung keduanya saling bersautan, dan "...CUP..." Reynan mencium bibir Sena.
" Emmmm" gumam Sena kala bibirnya di bungkam oleh bibir sexy milik Reynan.
Reynan menggigit kecil bibir manis milik Sena supaya Sena membuka mulutnya dan setelah Sena membukanya Reynan langsung menerobos masuk mengabsen seluruh gigi dalam mulut sena, Reynan membelitkan lidahnya di dalam sana sehingga Sena mulai kehabisan nafas barulah Reynan melepasnya.
" Kenapa harus pakai baju kalau pada akhirnya nanti akan di lepas" jawab Reynan dengan mata terpana melihat pemandangan yang tersaji di depan matanya karena sena duduk jadi selimut yang di kenakannya molorot dan Sena tak menyadari itu.
Wajah sena jadi bersemu mendengar perkataan suaminya Sena tau ke arah mana pembicaraan itu, Sena melihat tatapan mata Reynan yang tertuju ke arah dadanya dengan gairah yang sudah menyala nyala, lalu Sena mengikuti arah pandang suaminya dan Sena baru tersadar kalo dirinya hanya memakai ligery tipis dan terlihatlah tonjolan itu di balik kain tipis yang Sena kenakan.
" Ih kak Rey mesum" ujar Sena dengan menyilangkan kedua tangannya di dada.
" Ya gak apalah sayang mesum sama istri sendiri kan sudah khalal" jawab Reynan, dan Sena sebenernya udah deg degan apakah Reynan akan meminta haknya malam ini.
" Ih ya udah sana kak Rey pakai baju dulu" ujar Sena sengaja mengalihkannya.
"Gak, salah sendiri kamu udah godain aku" kata Reynan dengan seringainya.
" siapa yang godain aku gak godain kak Rey tuh" sangkalnya, karena Sena memang gak ada niatan buat godain laki laki di depannya yang sekarang sudah sah menjadi suaminya.
" Itu buktinya kamu pakai baju haram" balas Reynan.
" Iya aku terpaksa pakainya! sebenernya aku malu pakai baju kaya gini di depan kak Rey, habis baju aku gak ada dan aku gak tau kenapa malah baju ini adanya, aku tau pasti ini kerjaan mamahku kalau nggak mungkin ini kerjaan kak Dara, awas aja nanti" ujar Sena bersungut sungut.
" Owh....kalau gitu aku harus berterimakasih dong sama mereka karena mereka aku jadi bisa melihat kamu memakai ligery ini" Reynan langsung menyibak selimut yang di pakai Sena dan terlihatlah pemandangan yang indah.
__ADS_1
" Kak Rey aku malu" ujar Sena.
" Gak perlu malu kamu harus terbiasa dengan ini" Reynan langsung menarik sena ke atas pangkuannya.
"Awwhh kak Rey" teriak Sena karena kaget dengan perlakuan Reynan.
"Ssssttt" Reynan menempelkan jari telunjuknya di bibir Sena lalu mengusapnya dan sedetik kemudian bibir mereka sudah menyatu saling membelit dan bertukar saliva, menurut Reynan ciuman Sena masih kaku dan Reynan paham bahwa Sena belum berpengalaman tentang berciuman dan Reynan malah seneng karena itu berarti Sena bukan tipe perempuan yang murahan.
Cukup lama Reynan mereguk manisnya bibir Sena. " Sayang boleh ya aku minta hakku malam ini lagian kita sudah khalal" ujar Reynan meminta izin terlebih dahulu takutnya sena nanti ketakutan di tengah jalan karena pernah trauma, dan dengan malu malu sena menganggukkan kepalanya tampaknya Sena sudah lupa tentang kejadian di mana dia pernah hampir di per**sa.
mendapat lampu hijau dari Sena, Reynan tak nyia nyiakan kesempatan kedua tangan Reynan langsung berlabuh di kedua buah kenyal milik Sena, Reynan meremasnya.
" Ah kak Rey" de**h Sena karena kaget kadua asetnya itu di remas, Sena merasakan gelanyar aneh di inti tubuhnya bahkan di bawah sana merasa sudah mulai basah.
Reynan dengan mudah menarik ligery tipis yang Sena kenakan lalu Reynan melemparnya ke sembarang arah, Reynan langsung membenamkan kepalanya di dua buah kenyal yang nampak sangat menggodanya, Reynan me**lat dan dan me**sap bagaikan bayi yang sedang menyusu sama ibunya, sedangkan tangannya sudah bergerilya kesana kemari hingga terakhir berlabuh di hutan belantara yang masih berbalut kain segitiga tipis, Reynan menarik kain segitiga tipis itu dengan sekali tarikan sudah terlepas lalu tangan Reynan bermai main di sana sehingga membuat Sena me**sah.
" Kak Rey" de**ahnya, mendengar de**sahan dari bibir manis Sena, Reynan menjadi semakin bersemangat de**ahan itu terdengar sangat merdu di telinganya, jari tengah Reynan mulai masuk ke dalam sumur yang terasa sangat sempit dan sudah basah, perlakuan itu membuat tubuh Sena menggelinjang tak karuan, jari Reynan bergerak maju mundur di dalam sana semakin lama semakin cepat sehingga Sena merasa terbang menuju nirwana.
" Kak Rey" de**ahnya kala mencapai surga dunianya, ini kali pertama buat Sena merasakaan sensasi yang tidak bisa di jelaskan yang pasti rasanya nikmat.
Sena mengeratkan pelukannya kepada Reynan saat merasakan ledakan itu dan Reynan merasa puas melihatnya.
Reynan membaringkan Sena di atas ranjang dengan pelan seakan Sena itu barang yang sangat berharga baginya lalu setelah itu Reynan mulai menindihnya Reynan mulai membangkitkan ga**rah Sena dengan setuhan sentuhan kecil di area sensitifnya, Reynan membuka kaki Sena lebar lebar sehingga terlihat hutan belantara yang terdapat sumur di sana, Reynan melihatnya dengan sangat jelas tepat di depan matanya lalu Reynan membenamkan kepalanya di sana, Reynan menghirup aroma khas wanita lalu Reynan mulai me**lat dan me**sapnya bahkan lidahnya masuk ke dalam sumur sehingga Sena merasakan gelombang yang siap meledak.
Sena menyebut nama Reynan setelah gelombang itu datang dan Reynan langsung menelan cairan kental yang keluar dari sumur itu tanpa rasa jijik.
Setelah itu Reynan berusaha memasukkan senjatanya ke dalam sumur tapi ternyata tak semudah yang dia bayangkan ternyata susah.
" Ah kak sakit pelan pelan" keluh Sena saat Reynan berusaha menerobosnya.
" Maaf sayang, kamu tahan sebentar ya" ujar Reynan dengan berusaha memasukinya, Reynan sudah mencobanya berkali kali tapi susah dan akhirnya Reynan memaksanya dengan terus menekan miliknya masuk ke dalam sarangnya dan akhirnya ..." JLEBB..." senjata itu terbenam sepenuhnya ke dalam sumur.
" Awhh kak sakit" keluh Sena dan tanpa sengaja mencakar punggung Reynan, Sena sampai mengeluarkan air mata karena menahan sakit sekaligus perih di bawah sana.
Reynan dengan sayang menghapus air mata itu. maaf sayang apa itu sakit banget?" tanyanya dan di balas dengan anggukan kepala oleh sena. " makasih ya sayang sudah memberikannya untukku" ujar Reynan yang seneng banget mendapat keperawanan Sena.
Reynan mencium bibir Sena untuk mengalihkan rasa sakit itu setelah di rasa Sena sudah tenang Reynan mulai memponya dengan pelan, awalnya memang terasa sakit tapi lama lama rasa sakit itu berubah jadi nikmat, Sena me**sah saat merasa nikmat dan Reynan semakin mempercepat gerakannya sehingga mereka berdua merasakan gelombang yang siap meledak.
"Ah Sena" de**sah Reynan kala gelombang itu meledak. mereka melakunnya berkali kali hingga Reynan tumbang dan tertidur sambil memeluk sang istri.
#SUDAH YA TAK ADA EKSTRA PART LAGI#
JANGAN LUPA DUKUNGANNYA BUAT AUTHOR
LIKE
KOMEN
__ADS_1
VOTE
AUTHOR UCAPKAN TERIMAKASIH SEMUA UNTUK DUKUNGANYA