
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA BERI AUTHOR VOTE KALIAN YA
💗❤️💗
hari ini entah kenapa dara tak ingin jauh jauh dari bima rasanya ingin banget selalu berada di dekatnya seperti saat ini dara sudah selesai memasangkan dasi buat bima tapi dara malah memeluk suaminya itu, dan bima juga gak keberatan dengan sikap dara yang manja tak seperti biasanya.
" sayang kalo kamu mau peluk aku terus kita pidah ke ranjang aja yuk?" ajak bima karena sepertinya dara tidak ada keinginan buat melepaskan pelukannya.
" kok malah pidah ke ranjang si mas?" tanya dara bingung.
" ya kamu bisa peluk aku sepuasnya bahkan lebih dari peluk juga aku jabanin sayang" bima menik turunkan alisnya menggoda dara.
" ishhh emang mas bima gak ke kantor?"tanya dara.
" ya mau bagaimana lagi istri aku ini kayaknya gak mau di tinggal" jawab bima.
" lebih baik mas bima ke kantor aja lagian kan dara harus ke kampus" sebenernya dara ingi bermanja manja dengan suaminya tapi dara harus ke kampus.
" serius tapi kayaknya tadi kamu nempel terus sama aku apa masih kurang yang tadi malam, kalo kurang bilang aja" goda bima lagi.
" ih bukan begitu maksud dara mas ....ah udah ah kita makan yuk nanti mas bima telat lagi ke kantornya" dara sengaja mengalihkan pembicaran karena mukanya udah memerah seperti kepiting rebus.
sesampainya di meja makan dara segera mengambilkan makanan untuk suaminya tapi mendadak dara malah tak ingin makan makanan yang sudah tersaji di atas meja.
" mas bima kok aku pengen makan burger ya" kata dara mengutarakan kenginannya.
"pelayan" panggil bima, seketika pelayan langsung menghampiri bima.
" iya tuan" jawab pelayan itu.
" tolong kamu bikini burger buat istriku" suruh bima.
" mas bima aku mau burgernya dua" bima mengerutkan keningnya merasa ada yang aneh dengan istrinya tapi bima tetap menuruti ke inginan istrinya itu.
" kamu dengarkan istriku minta di bikinin dua dan gak pakai lama" kata bima pada pelayan.
" baik tuan" pelayan itu langasung pergi ke dapur untuk membuat burger sedangkan dara menyuapi suaminya makan setelah dara selesai menyuapi bima makan burger permintaan dara sudah jadi.
" ini burgernya nyonya" kata pelayan itu dengan menyajikannya di atas meja, melihat burger itu dara sudah tak sabar untuk memakannya sedangkan bima tak langsung pergi ke kantor bima menamani dara makan terlebih dahulu.
dara makan dengan begitu lahapnya sampai mulutnya itu blepotan.
" mas bima mau" tawar dara dengan mulut blepotan melihat itu bima jadi gemes.
" nggak sayang kamu aja yang makan aku udah kenyang" tolak bima karena sudah merasa kenyang.
" ya udah kalo gak mau, ini enak banget lo mas bima" kata dara sambil mengunyah makanannya.
" makannya pelan pelan aja sayang" karena bima melihat dara makan begitu lahapnya bahkan dua burger itu habis di makannya dan bima semakin merasa aneh dengan istrinya gak biasanya dara makan dengan porsi dua kali lipat dari biasanya, melihat bibir dara yang blepotan bima mendekatkan wajahnya ke dara.
__ADS_1
" mas bima mau ngapain" tanya dara karena wajah bima sudah sangat dekat hanya berjarak satu senti saja tanpa menjawab pertanyaan dara bima langsung menarik tengkuk dara dan bima menyapu bersih mulut dara dengan mulutnya.
seketika dara kaget dan malu dengan apa yang bima lakukan pasalnya di situ ada banyak pelayan, tapi para pelayan itu langsung menundukkan kepalanya tidak berani melihat majikannya kecuali lilis yang sedang bersih bersih di sekitar situ, lilis yang melihat majikannya begitu jadi punya niatan buat menggoda bima karena sepertinya bima sama seperti laki laki lainnya yang bisa di goda olehnya begitulah pikir lilis.
"mungkin saja kan tuan bima waktu itu tidak tergoda sama aku karena lagi emosi, kucing kalo di sodorin ikan pasti juga langsung mau" gumam lilis dalam hati.
" issh mas bima apaan sih malu tau dilihatin pelayan" kata dara setelah bima melepaskan ciumannya.
" aku gak perduli" bima mengucapakan itu tanpa beban, tapi tiba tiba dara merasa mual setelah makan burger itu, dara langsung buru buru ke dapur untuk memuntahkan isi perutnya, bima yang melihat itu langsung menyusul dara ke dapur melihat dara yang muntah muntah bima membantu memijit tengkuk dara.
" sayang mungkin kamu kebanyakan makannya kan jadi mutah" begitu pikir bima.
" iya kali ya mas, habis tadi burgernya enak banget sih" ternyata dara masih merasa mual dara mutah lagi cukup lama dara muntah muntah sampai hanya keluar air saja karena makanan yang dara makan tadi sudah habis di muntahkan semua.
" sayang kok wajah kamu jadi pucat sih, kamu hari ini gak usah masuk kampus ya kamu istirahat saja di rumah" bima jadi khawatir sama istrinya karena setelah muntah muntah wajahnya terlihat pucat.
" iya mas" dara yang sudah merasa lemes hanya mengiyakan perkataan suaminya lagian dara juga gak akan kuat kalo harus ke kampus.
bima segera menggendong dara ala bridal style bima membawanya masuk ke dalam kamar dan membaringkan dara di atas ranjang.
" sayang ke rumah sakit aja yuk aku khawatir terjadi apa apa sama kamu" kata bima yang takut istrinya kenapa kenapa.
" gak usah mas dara gak pa pa kok buat istirahat juga sembuh" dara tak ingin di bawa kerumah sakit lagiankan cuma muntah muntah aja.
" ya udah kalo gitu aku panggil eza aja ya buat priksa kamu" kata bima lagi.
" gak usah mas dara gak pa pa cuma muntah doang " menurut dara suaminya itu sangat berlebihan padahal kan dara cuma muntah muntah aja.
" iya mas bima aku gak pa pa kan cuma muntah doang mungkin kebanyakan makan tadi, udah mas bima pergi aja ke kantor aja nanti telat"
" kamu beneran gak pa pa aku tinggal?" tanya bima khawatir.
" aku gak pa pa mas bima" jawab dara meyakinkan suaminya.
"ya udah aku berangkat ya sayang kamu istirahat aja di rumah kalo ada apa apa langsung hubungin aku ya" pesan bima yang masih merasa khawatir.
" iya mas bima" bima mencium kening dan bibir dara sebelum pergi.
" ih mas bima dara kan habis muntah kok di cium sih emangnya mas bima gak jijik apa"
" enggak ngapain harus jijik sama istri sendiri, ya udah sayang aku pergi dulu ya" pamit bima.
" iya mas bima hati hati" setelah itu bima segera pergi ke kantor.
💗❤️💗
sementara riska terus mendukkan kepalanya karena sangat malu banget bila mengingat yang semalam.
sekarang mereka berdua sedang berada di meja makan untuk sarapan pagi sebelum mulai aktifitas.
" kak ken mau makan pakai apa?" tanya riska dengan menunduk.
__ADS_1
" apa saja sayang aku makan" jawab kenzo dan wajah riska semakin merona malu karena kenzo memanggilnya sayang.
" ini kak" kata riska yang memberikan makanan untuk kenzo"
" kamu kenapa ris kok dari tadi nunduk terus" kenzo memegang dagu riska dan mengangkatnya seketika tatapan mata mereka bertemu riska segera mengalihkan pandangannya.
" riska gak pa pa kak"
" kalo lagi bicara itu lihat orangnya sayang" kata kenzo gemus, kenzo menarik riska hingga riska sekarang berada di pangkuannya.
" ih kak ken apa sih riska bisa duduk sendiri" riska ingin berdiri tapi gak bisa karena kenzo memeluk pinggangnya erat.
" jawab dulu kenpa nunduk terus kalo di ajak bicara itu lihat orangnya" tanya kenzo.
" riska malu kak"
" kenapa mesti malu hem?" tanya kenzo lagi.
" ya malu aja sama kak ken" jawab riska.
" tapi ngomong ngomong kamu samalam hebat banget sayang" bisik kenzo di telinga riska.
" ih apa sih kak" wajah riska sudah merah kayak kepiting rebus.
" enak banget ya sayang, gak sakit kan?" tanya kenzo karena semalam kenzo melihat riska me***sah keenakan di bawah kungkungannya dan kenzo merasa seneng banget karena riska sangat menikmatinya.
" i....iya kak kok gak sakit ya padahal dulu sakit banget perih lagi " kata riska yang juga merasa aneh dikiranya hubungan seperti itu akan sakit terus rasanya setelah melakukanya.
"maaf ya sayang kalo dulu aku terlalu kasar saat melakukannya karena aku lagi mabuk, biasanya kalo pertama itu memang sakit tapi setelah itu enggak kok" jelas kenzo.
" kak ken kayaknya pengalaman banget si, emang kak ken udah sering begituan ya?" tanya riska karena kenzo kelihatan pengalaman banget.
" ya enggalah kok kamu mikirnya gitu sih, sayang aku baru melakukannya dua kali dan itu hanya sama kamu, kalo masalah tau semua laki laki juga tau kali sayang , kalo seorang gadis pertama kali melakukannya itu memang sakit karena masih perawan beda sama yang sudah sering melakukannya, jadi jangan mikir yang aneh aneh" jelas kenzo lagi karena sepertinya riska mengira dirinya sudah sering melakukannya.
" jadi gitu ya kak, riska kan gak tau pantesan aja orang orang pada ketagihan kalo sudah pernah merasakannya" kata riska keceplosan karena riska merasakan nikmat semalam.
" jadi kamu ketagihan sayang, kalo mau bilang aja gak usah malu" kata kenzo.
"eh eng.....enggak kok kak" riska jadi glagapan sendiri karena kata katanya barusan.
" kamu harus terbiasa ya sayang, sekarang makan ya aku suapin dan gak ada penolakan" kalo kenzo sudah bicara begitu riska hanya bisa menurut, riska menerima suapan dari kenzo dengan posisi masih duduk di pangakuannya.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA SELALU DUKUNG AUTHOR YA DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
TERIMAKASIH