
SELAMAT MEMBACA
Sena di kampus senengnya bukan main pasalnya sidang skripsi semester akhirnya telah di nyatakan lulus, gak hanya Sena aja Doni, vita, Rena dan yang lainnya juga sama jadi mereka memutuskan untuk merayakannya dengan pergi jalan jalan ke pantai kute Bali.
Sebenernya Sena gak langsung mengiyakan ajakan teman temannya soalnya dia juga harus minta izin dulu ke orang tua dan kakaknya, dan sekarang tujuan Sena adalah kantor kakaknya sena ingin menagih janji kakaknya yang katanya mau di beliin mobil.
Sesampainya di kantor Sena berjalan dengan senyum cerianya dan di sana banyak juga karyawan laki laki yang terpana oleh kecantikan anak kedua dari keluarga sanjaya.
" Kakaknya aja tampan gimana adeknya gak cantik coba"
" Uh senyumnya itu lho manisnya melebihi gula"
" Bisa diabetes gue bro cuma lihat senyumannya"
Begitulah kira kira kasak kusuk para karyawan yang melihat Sena.
Sekarang sena sudah di depan ruang kerja kakaknya sebelum masuk sena bertanya dengan sekertaris Desi terlebih dahulu.
" Mbak kakakku ada kan?" tanya sena.
" Ada non ..." belum selesai Desi berbicara Sena udah nyelonong masuk ke ruang kerja kakaknya karena sena udah gak sabar ingin menagih janji kakaknya.
" Kak Bim...." Suara Sena seakan tercekat di tenggorokan pasalnya di dalam ruang kerja kakaknya sedang ada tamu, mendengar pintu di buka seketika orang yang berada di dalam ruangan itu langsung menoleh ke arah Sena.
"Ma...maaf aku gak tau kalo ternyata ada tamu" sena ingin melangkah keluar mengurungkan niatnya yang ingin bertemu kakaknya.
" Mau kemana dek sini masuk " Bima menghentikan langkah Sena yang ingin pergi, Bima beranjak dari duduknya lalu menghampiri adeknya yang masih berdiri di ambang pintu. " Ayo masuk" ujar Bima sambil menggandeng tangan adeknya.
" Ta ....tapi kak" sena ingin protes tapi langsung di potong oleh Bima.
" Udah ayok" dan mau gak mau Sena mengikuti kakaknya, Bima mengajak sena untuk duduk di sampingnya.
" Hay sena " sapa Reynan, ya tamu Bima ternyata adalah Reynan, Reynan ke perusahan Bima karena ada kepentingan kerja sama, baru saja mereka selesai membahas kerja sama itu tiba tiba Sena datang, dan Reynan tentunya gak sendiri dia bersama dengan asisten pribadinya.
" I....ya hey juga kak" jawab sena yang dalam hati berkata lain. " kalau gini aja ramah banget sok menyapa kemarin kemarin kemana aja mentang mentang udah tau kalau aku itu adeknya kak Bima" batin Sena dalam hati menggerutu.
" Gimna kalau Kita makan siang bareng aja Rey sekalian nih" ajak Bima.
" Wah boleh tuh Bim" ujar Reynan menyetujuinya dengan senang hati, tapi asistennya membisikkan sesuatau sehingga senyum Reynan langsung hilang.
Sebenernya Reynan seneng banget Sena dateng jadi dia ada kesempatan buat dekat dan mengenal lebih jauh lagi, tapi sayang angannya tak kesampaian setelah asistennya berkata kalau masih ada pertemuan dengan klien lagi, dan mau gak mau Reynan dan asistennya langsung pamit.
" Owh iya Bim sorry ya gue masih ada kepentingan lagi jadi gak bisa makan siang bareng kalian nih lain kali aja ya" tolaknya yang merasa tidak enak hati.
__ADS_1
" wah sayang sekali, ya okey deh gue paham kok lagian cabang perusahaan lo itu kan baru jadi wajar kalau kamu sibuk" kata Bima yang mengerti posisi Reynan, membangaun cabang perusahaan baru itu memang harus butuh perjuangan untuk menjadikannya perusahaan yang besar.
akhirnya Reynan dan asistennya pergi dari perusahaan Bima untuk menemui kliennya di sebuah Restoran berbintang.
" Tumben kamu kesini Dek, pasti ada maunya kan" Tebak Bima, soalnya Bima tau kalau adiknya gak ada muanya gak mungkin sampai menemuinya di perusahaan.
" Mmmm....aku kesini karena ingin menagih janji kakak" ujarnya dengan senyum yang merekah.
" Janji? emang kakak punya janji apa?" Tanya Bima balik.
" Ih kak Bima jangan pura pura lupa dong" Sena memukul lengan kakaknya kesal, bisa bisa nya kakaknya itu lupa." sena udah lulus kak dan bulan depan Sena wisuda jadi sena kesini mau nagih janji kakak yang katanya mau biliin mobil buat sena" ujar Sena mengingatkan.
"waoww hebat jadi kamu udah lulus nih dek, okey kakak tepatin janji kakak memang kamu mau mobil apa?" tanya Bima.
" Sena mau mobil Bugatti terbaru" jawabnya dengan menaik turunkan kedua alisnya.
" Gila permintanmu itu ternyata gak main main ya dek" ujar Bima dengan mengacak gemes rambut adiknya pasalnya mobil yang di minta adiknya itu harganya tidak main main mobil itu senilai puluhan milyar apa lagi yang terbaru itu bisa sampai 40 hingga 90 M tapi Bima akan menepati janjinya baginya uang segitu sih kecil ya untuk seorang sultan sepertinya.
" Kak Bima jangan ingkar ya" kata Sena yang takut kalau kakaknya ingkar janji.
" Memang kakak pernah mengingkari janji? nanti kakak beliin buat kamu gak usah khawatir" mendengar jawaban kakaknya sena langsung lompat memeluk kakaknya karena saking senengnya.
" Yeee....kak Bima makasih ya" ujarnya.
" dengan senang hati ayo kak kita mau makan di mana nih" kata Sena dengan sangat antusias.
Sekarang mereka sudah sampai di restoran berbintang mereka cuma makan berdua saja Edo tidak ikut.
" Kamu udah lulus nih ya nanti bolehlah bantu bantu di perusahan biar tau" ujar Bima.
" Apa? sena bantu bantu di perusahaan mana bisa kak "
" Terus memangnya kamu mau ngapain setelah lulus kalau gak bantuin kakak di perusahan, nantinya perusahaan itu juga punyamu enggak hanya kakak aja" jelas Bima.
" Terus sena mau di taruh bagian mana kak?" tanya nya dengan terus menyuapi kakaknya.
" Jadi sekertaris kakak aja biar Desi menggantikan Revan" Ya Bima ingin mengajari adiknya di perusahaan biar nantinya sena juga bisa memegang perusahaan sendiri, Rencananya lulus kuliah Sena akan di jadikan sekertarisnya, Bima tau adinya itu pinter pasti bisa di andalkan selain itu juga bisa sekalian mengawasi Sena karena sebagai sekertaris pastinya Sena nanti akan selalu mengikuti Bima.
"Boleh lah ya di coba, tapi kak Bima nanti jangan galak galak ya sama Sena kalau sena gak paham atau ada kesalahan di dalam pekerjaan Sena" ujar Sena pasalnya Sena sangat ngeri bila melihat kakaknya marah serem banget, Sena gak sekali dua kali melihat Kakaknya memarahi karyawan karena ada kesalahan.
" Ya tergantung"
" Ih gak ah kakak tu serem banget kalau marah" ya Bima tau kalau adiknya takut banget bila menlihatnya marah.
__ADS_1
" Ya kalau kesalahannya fatal pasti kakak marah lah"
" Iya deh iya nanti Sena bakal serius tapi jangan di marahin"
Bima mencubit pipi adinya karena gemes" Gak usah mikir ke sana dulu belajar aja dulu dengan benar."
" Aduh kak sakit tau" keluh Sena.
Setelah mereka selesai makan Bima ingin mengantar adeknya pulang terlebih dahulu barulah Bima ke kantor tapi gak sengaja waktu keluar dari restoran Darren melihat Bima dengan Sena yang terlihat mesra, Darren melihat suami temannnya itu sedang bersama wanita cantik yang bergelayut manja di lengannya, Darren langsung memotretnya ingin menunjukkan ke pada Dara.
" Itu bukannya tuan Bima sama siapa tuh cewek cantik bener, Dasar mentang mentang tampan kaya bisa gandeng cewek sana sini kasian nih Dara kalau bener suaminya selingkuh aku harus memotretnya sebagai bukti" gumam Darren ,gak tau aja Dareen kalau itu adiknya Bima.
💗❤️💗
Riska sedang berdiri di balkon kamar untuk mengirup udara segar dan melihat pemandangan dari atas balkon kamarnya, tiba tiba Kenzo datang dan memeluknya dari belakang memang di antara mereka belum ada kata kata cinta tapi Kenzo udah nyaman bersama Riska begitupun juga Riska sehingga Kenzo enggan untuk di jodohin kedua orang tuanya.
" Ih kak ken apa sih, jadi gimana kapan aku akan di kenalin sama orang tua kamu?" tanya Riska.
" Nanti ya baby papah sedang sakit sekarang dan sedang di rawat di rumah sakit" jawab Kenzo yang membuat Riska kaget.
" A....apa sakit? sakit apa kak, Riska mau nengokin ya" tanya Riska.
" papah terkena serangan jantung setelah aku mengatakan bahwa aku sudah menikah" jawab Kenzo jujur.
" Jadi orang tua kamu tidak merestui kak sampai terkena serangan jantung, aku akan menengoknya biar bagaimanapun mereka mertuaku " Kata Riska dengan sendu.
" Aku gak tau Ris tapi aku ingin Bicara serius sama kamu " ujar Kenzo yang takut Riska akan kecewa tapi mau bagaimana pun kenzo harus mengatakannya.
" Mau Bicara apa kak, bukannya kita dari tadi udah bicara" perasaan Riska mendadak tidak enak.
" mmm gini Ris orang ku malah mau ngejodohin aku dengan anak sahabatnya tapi aku menolaknya dan aku bilang udah menikah makannya papah shok dan kena serangan jantung" ujar Kenzo jujur.
" A.....apa ? di jodohin?" Riska mendengar itu seakan dunianya runtuh karena dia udah mulai nyaman dan sayang sama kenzo tapi entahlah dengan perasaan Kenzo terhadapnya Riska tak tau, tapi yang jelas Riska tak mau di madu, Riska tak sanggup bila harus berbagi suami.
" Iya Ris aku udah menolaknya tapi aku gak tau sekarang papah lagi sakit dan aku gak mau membahasnya dulu takutnya keadaannya semakin memburuk biarlah papah sembuh dulu" jelas Kenzo.
" Tapi Riska gak mau di madu kak, kalau kak ken menerima perjodohan itu Riska minta cerai" ujar Riska dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.
"Usssttt.....kamu ngomong apa sih aku gak akan ceraiin kamu" Kenzo menghapus air mata itu lalu memeluknya dengan erat" kamu gak usah mikirin itu dulu ya."
Bagaimana bisa Riska tidak memikirkan itu, Riska takut kalau Kenzo akan menerima perjodohan itu karena desakan dari orang tuanya, terus bagaimana dengannya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SAYANG SAYANGNYA AUTHOR