Di Jodohkan Dengan Gadis SMA

Di Jodohkan Dengan Gadis SMA
episode75


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


JANGAN LUPA KASIH AUTHOR VOTE YA


💗❤️💗


setelah bima sampai di rumah, bima segera turun dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah setelah sampai di kamarnya bima melihat dara sedang berbaring di tas ranjang.


" sayang kamu sakit?" tanya bima yang mendekati dara lalu duduk di sampingnya.


" mas bima kok sudah pulang padahalkan ini masih siang" bukanya menjawab tapi dara malah balik bertanya karena tak biasanya suaminya itu sudah pulang.


" gimana aku gak pulang aku khawatir sama keadaan kamu kata kepala pelayan kamu muntah muntah lagi seperti tadi pagi" jawab bima.


" iya mas tapi buat istirahat sebentar nanti juga sembuh"


" tapi aku khawatir sama kamu kita ke rumah sakit aja yuk "bima ingin sekali membawa dara ke rumah sakit, bima ingin dara segera sembuh karena bima gak tega melihat dara sakit.


" gak usah mas dara gak pa pa cuma muntah doang masak harus ke rumah sakit sih" tolak dara yang tak mau di bawa ke rumah sakit.


" ya udah kalo gitu aku telfon dokter aja supaya priksa kamu dan tak ada penolakan" kalo suaminya sudah berkata seperti itu dara hanya nurut yang penting gak di bawa kerumah sakit.


bima langsung menelfon eza sepupunya buat meriksa dara.


" hallo bim ada apa?" tanya eza di sebrang sana.


" za tolong lo dateng kerumah gue sekarang ya gak pakai lama." jawab bima.


"emang siapa yang sakit bim dara?" tanya eza lagi.


" udah jangan banyak tanya lo dateng aja kesini" bima langsung metuskan telfon sepihak.


" njir......sialan si bima udah nyuruh maksa di matiin seenak jidatnya lagi kebiasaan" gerutu eza di sebrang sana.


setelah nenutup telfonnya bima gak sengaja melihat tangan dara yang terkena air panas seketika bima kaget dan panik.


" sayang tangan kamu itu kenapa?" tanya bima, bima langsung menarik tangan dara yang tersiram air panas.


" ini tangannya kenapa bisa merah banget begini?" tanya bima lagi karena dara hanya diam saja, karena tangan dara yang putih jadi kelihatan merah banget.


" ta .....tadi gak sengaja kesiram air panas mas saat mau bikin susu" jawab dara gugup karena bima sepertinya marah banget.


" kok bisa? memangnya para pelayan itu kerjanya pada ngapain sih" kata bima kesal, karena bima gak suka melihat kulit dara yang bersih mulus itu terluka.


" mas bima jangan marah ya tadi memang dara yang maksa buat susu sendiri jadi itu salah dara sendiri" dara mencoba meredakan emosi suaminya biar tidak memarahi para pelayan.


" ya udah mulai sekarang kamu gak usah kedapur lagi ya"


" lho kenapa mas nanti kalo dara ingin masak atau mau bikinin mas bima minum gimana" dara gak mau kalo suaminya nanti malah di urusin sama pelayan.


" ada pelayan buat apa, aku gak suka lihat kamu jadi begini ngertikan"


belum sempet dara menjawab ucapan bima pintu kamarnya ada yang mengetuk, mendengar pintu kamarnya di ketuk bima segera membukanya.


setelah pintu di buka ternyata dokter eza sudah datang.


" yang sakit dara bim?" tanya eza.

__ADS_1


" iya za dari tadi pagi sehabis makan perutnya mual mual terus dan setelah muntah badannya jadi lemes" jelas bima.


" oke gue priksa dulu ya" eza mengarahkan stetoskop de dada dara untuk memeriksanya tapi belum sempet alat itu menempel bima udah berteriak.


" stoppp......lo mau ngapain za jangan sentuh sentuh istri aku ya, mau gue bunuh lo" kata bima yang memandang eza dengan tajam.


" lo apaan sih bim gak jelas banget gue mau priksa istri lo" eza bener bener gak ngerti sama pikiran bima itu.


" iya tapi gak usah menyentuhnya bisa gak" bima tak suka bila istrinya di sentuh laki laki lain walaupun itu sepupunya sendiri.


" trus gimana cara meriksanya bim" sementara dara menepuk jidatnya sendiri melihat kelakuan suaminya.


" lain kali kalo kesini itu bawa asisten perempuan" kata bima lagi.


" ya terus kenapa tadi kamu telfon aku telfon aja dokter perempuan sana, dasar posesif, kesal eza.


" udah kak eza gak usah dengerin omongannya mas bima, kak eza priksa dara aja" kata dara yang sudah kesal sama suaminya.


" sayang kamu kok mlah ngomong gitu sih aku gak rela kamu di sentuh sentuh sama dia" ujar bima sambil menunjuk eza.


" cuma di priksa mas bima jangan gitu dong kan kasian kak eza udah bela belain datang kesini" akhirnya bima pasrah dara diperiksa


sama eza tapi tetep bima menatap eza dengan tajam.


" gak usah melotot gitu kali bim" kata eza setelah memeriksa dara.


" jangan banyak ngomong istriku sakit apa?" tanya bima.


" kamu tenang saja gak usah panik, dara gak sakit apa apa kok" jawab eza.


" lho itu bisa priksa gak sih za, masak kamu bilang istriku gak sakit apa apa sih udah jelas jelas badannya lemes wajahnya aja pucat gitu"


" lu jangan macem macem ya za, cari kesempatan dalam kesempitan " bima gak mau bagian tubuh istrinya di lihat sama laki laki lain apa lagi di sentuh sentuh.


" ya elah bima semua dokter kalo mriksa ya emang gitu, lagian gue udah biasa lihat yang begituan" jelas eza.


" mas bima dokter kalo meriksa kan emang gitu gak kak eza aja mas" kata dara sudah pusing dengan omongan suaminya.


" kalo aku bilang gak boleh ya gak boleh" ujar bima tak bisa di bantah.


" oke ya sudah gini aja besok kamu ajak istri kamu ini kerumah sakit untuk memastikannya" eza lebih baik mengalah dari pada berdebat sama bima yang keras kepala.


" okey....tangan istri aku juga kesiram air panas tadi tolong kamu beri obat yang gak bikin melepuh dan aku gak mau sampai lukanya membekas"


" coba aku lihat tangan kamu dara" eza melihat tangan dara yang merah dan eza segera memberi resep ke bima untuk menebusnya di apotik.


" ini obat yang harus kamu tebus bim, salep itu di oles rutin sehari tiga kali biar gak melepuh dan lukanya tak membekas"


" oke" kata bima dan mengambil resep dari tangan eza.


" kemungkinan istri kamu itu hamil tapi untuk memastikannya kamu priksain aja ke rumah sakit" bisik eza.


" apa? serius lo za lo gak bercanda kan?" tanya bima yang sudah seneng banget dengar apa yang eza bilang.


" makannya lo pastiin dulu, lo priksain aja ke rumah sakit, kan gue gak bisa meriksa secara leluasa" saran eza.


" oke thanks banget ya za" kata bima dengan senyum bahagia berharap apa yang di katakan eza itu bener.

__ADS_1


" ye kalo gini aja lo seneng banget, gila lo.....ya udah gue harus balik ke rumah sakit, dara aku balik dulu ya semoga tangannya cepet sembuh"


"ya terimakasih ya kak eza" jawab dara.


" iya sama sama" eza segera keluar dari kamar bima dan segera pergi ke rumah sakit.


" mas bima dara sakit apa sih sebenernya, kok tadi gak jelas banget ngomongnya." kata dara penasaran dengan apa yang di bicarakan eza dan suaminya.


" kamu gak sakit sayang, udah sekarang kamu istirahat saja ya" bima menyuruh dara beristirahat biar gak kecapekan.


tiba tiba hp dara berbunyi pertanda ada pesan masuk, setelah dara melihatanya ternyata dari no tak di kenal tapi dara tetep membukanya,


seketika dara kaget dengan apa yang dia lihat setelah membuka pesan yang ternyata berisi foto bima dan bella, di dalam foto itu bela dan bima dalam posisi intim banget, mereka di dalam selimut yang sama dan seperti tidak berpakaian.


" dari siapa sayang?" tanya bima karena dara seperti terlihat shok.


" mas bima jahat banget hik.....hik......hik...." hati dara merasa sakit melihat foto itu istri mana yang rela melihat suaminya bersama perempuan lain.


melihat istrinya menangis bima langsung merebut hp dara, bima kaget melihat fotonya bersama bela, bima langsung mengepalkan tangannya.


" kurang ajar banget kamu bel, lihat saja nanti" gumam bima dalam hati.


" sayang dengerin aku dulu ya kamu jangan nangis, ini tidak seperti yang kamu lihat" bima gak menyangka bela akan mengirim foto itu ke dara.


" mas bima mau ngelak apa lagi jelas jelas ini foto mas bima sama bela hik...hik..." kata dara dengan menangis.


" sayang kamu harus percaya sama aku, itu foto waktu aku di kasih obat tidur sama bela dan aku gak sadar dengan apa yang bella lakuin sayang lagian aku kan langsung di bawa pulang sama bodyguardku sayang." jelas bima.


" tetep aja mas bima jahat hik ....hik...mas bima sudah nglakuin apa sama bela? tanya bela dengan hati yang sakit.


" sayang aku kan gak sadar waktu itu, aku kan tidur gara gara obat tidur yang bela masukin ke minumanku, mana bisa si orang tidur malakukan hal itu, kamu mikirnya yang positif ya sayang kamu harus percaya sama aku" bima berusaha meyakinkan istrinya kalo bima gak pernah perbuat yang aneh aneh sama bela.


"iya mas bima aku percaya kamu tapi tetep aja aku gak rela suami aku bisa seintim ini sama perempuan lain"


" iya sayang aku tau aku minta maaf ya" bima langsung menarik dara ke dalam pelukannya.


" sayang tadi bela datang ke kantor aku dia bilang dia lagi hamil anak aku dan dia minta tanggung jawab sama aku dia ingin aku menikahinya dan dia juga menunjukkan foto foto itu sama aku" mendengar perkataan suaminya dara langsung melepas pelukannya.


" terus mas bima jawab apa?" tanya dara shok.


" ya aku gak maulah sayang aku gak merasa melakukannya, malam itu kan aku tidur mana bisa melakukan hal begitu"


" mas bima seriuskan gak pernah aneh aneh sama bela"


" enggak sayang sumpah aku gak bohong."


" aku takut mas bima ninggalin aku "


" aku gak akan ninggalin kamu sayang, kamu jangan pernah percaya sama orang lain sayang, kamu percaya sama aku ya" kata bima, dan dara hanya mengangguk karena dara yakin malam itu suaminya gak melakukanya karena dara sudah mengeceknya tidak ada tanda tanda suaminya habis bercinta dan dari penjelasan bodyguardnya juga mas bima belum di apa apain.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA


LIKE


KOMEN

__ADS_1


VOTE


TERIMAKASIH


__ADS_2