
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA KASIH AUTHOR VOTENYA DARI KALIAN YA
💗❤️💗
Alex serta anak buahnya akhirnya menemukan di mana Dara berada, tanpa menunggu lama Alex menyuruh anak buahnya untuk menyerang orang orangnya Bela yang berjaga di tempat itu, Alex kira cuma menghadapi beberapa orang saja ternyata cukup banyak juga orang orangnya Bela sehingga membuat Alex kuwalahan karena lawan yang tidak sebanding.
Tak lama anak buahnya Bima datang melihat itu Alex bisa bernafas lega karena itu cukup membantunya, melihat anak buah Bima yang juga sibuk saling serang dengan orangnya Bela Alex segera melesat masuk mencari keberadaan Dara.
Dan Alex akhirnya berhasil menemukan Dara tapi Alex memblalakkan matanya kala melihat seseorang merobek sebagian baju Dara dengan penuh nafsu dan di ruangan itu terdapat dua pria lainnya dan juga ada Bela di sana tanpa pikir panjang Alex langsung berlari ke arah Dara dan langsung menendang orang yang mau melecehkan Dara.
" BUAKKKK.....brengsek lo" seketika orang itu langsung terjungkal.
" Alex ...." gumam Dara, Dara sedikit lega karena ada Alex datang Dara beharap Alex akan menolongnya.
" Alex ...kenapa kamu bisa ada di sini" Bela kaget bukan main karena Alex tiba tiba muncul, ketiga orang laki laki suruhan Bela mau membalas menghajar Alex tapi di urungkan karena bosnya Bela mengenalnya.
" ck ...Bela aku bener bener tidak menyangka bahwa kamu orang di balik semua ini, apa kamu gila ngapain kamu menculik Dara apa salahnya, dia gak bersalah bel" ujar Alex dengan geram.
" Kamu membelanya Lex, kenapa?.... kenapa semua orang membelanya, apa sih lebihnya dia sehingga kamu dan juga Bima berada di pihaknya" balas Bela tak kalah kesal.
" Udahlah bel, okey aku akui aku salah dan aku minta maaf karena aku kamu jadi berpaling dari Bima tapi itu juga tidak sepenuhnya salahku, kamu juga salah dengan gampangnya kamu mau denganku, walaupun gak begitu juga kamu dah seringkan menukar dirimu demi karirmu sebagai model" Kata Alex telak.
" Alex aku mohon tolongin aku, aku takut" Ujar Dara dengan tubuh bergetar.
" Kamu tenang saja Ra aku akan menolongmu" Alex ingin melepas tali yang mengikat kaki dan tangan Dara, seketika Bela menjadi semakin marah melihat Alex yang akan melepas tali ikatan Dara , Bela langsung menyuruh ketiga orang suruhannya yang berada di ruangan itu untuk menghajar Alex.
"Hajar dia" ketiga orang itu langsung menyerang Alex sedangkan Alex yang ingin melepas tali ikatan Dara tidak jadi karena keburu di serang orang suruhanya Bela.
" Eh ****** kamu lihatkan bahkan Alex saja sekarang membelamu, aku tidak tau kalo kalian saling kenal" ujar bela yang mencengkeram rahang Dara dengan kuat sehingga kuku kuku tajam Bela menancap di pipi mulusnya, Dara mengerang kesakitan atas perbuatan Bela.
Sementara Alex sibuk menyerang satu lawan tiga tentu saja Alex kuwalahan tapi tak lama anak buah Bima datang untuk membantunya karena orang orang Bela yang berada di luar sudah berhasil di lumpuhkan sebagian.
Tiba tiba Bima datang dan langsung membuka jasnya untuk menyelimuti tubuh istrinya karena pakaian yang Dara kenakan sudah koyak, Dara yang melihat Bima datang merasa kaget sekaligus seneng banget karena suaminya ternyata datang untuk menyelamatkannya.
" Mas Bima tolong Dara mas Dara takut " ujar Dara dengan ketakutan karena melihat secara langsung adegan saling serang menyerang.
" Tenang sayang ada aku di sini" ujar Bima berusaha menenangkan Dara, dan Bima langsung melepaskan tali yang mengikat tangan dan kaki istrinya, Bima merasa miris melihat pergelangan kaki dan tangan istrinya yang lecet apalagi wajah Dara yang lebam Bima bener bener gak tega.
__ADS_1
" Bela kamu bener bener keterlalauan, aku tidak menyangka kamu sekejam itu" ujar Bima dengan memeluk Dara erat.
" Kamu yang keterlaluan Bim, kalau aku tidak bisa bersamamu maka dia juga tak akan bisa bersamamu" Bela mendorong Dara setelah pelukan Bima terlepas, seketika tubuh Dara terbentur Dinding yang ada di belakangnya, gerakan Bela bener bener tak terbaca untung Bima langsung menangkap tubuh Dara yang sudah terbentur dinding kalau tidak mungkin Dara sudak terjatuh kelantai.
" Sayang kamu tidak apa apa kan?" tanya Bima panik karena Bela mendorongnya cukup kuat.
" pe....perut aku sakit mas" keluh Dara mungkin akibat benturan tadi juga terlalu lama duduk dan tertekan.
" Sayang kamu berdarah" Bima melihat darah yang mengalir di sela sela kaki istrinya seketika Bima panik bukan main.
" Mas perut aku sakit banget" ujar Dara sambil memegangi perutnya yang terasa sakit.
Bela merasa ketakutan setelah melihat orang orang suruhannya tumbang semua, dengan gemetar dan mengerahkan seluruh keberaniannya Bela mengambil pistol di balik pakaian yang Bela kenakan, sengaja Bela menyimpannya untuk berjaga jaga seperti sekarang ini Bela terpaksa menggunkan cara terakhirnya.
" Okey kalau itu pilihanmu Bim, mending kalian mati saja, karena aku tidak rela kamu bahagia bersamanya karena hanya aku yang boleh memilikimu" ujar Bela dengan mengarahkan pistol ke Bima dan Dara, Bima yang melihat itu semakin panik karena Bima tidak bisa menunggu lebih lama lagi, Bima harus segera membawa Dara ke rumah sakit, Bima takut terjadi apa apa dengan anak dan istrinya tapi Bima berusaha tetap tenang.
" Kamu jangan main main ya Bel" ujar Bima dengan menggendong Dara karena istrinya itu sudah kesakitan.
" aku tidak pernah main main Bim, sekarang kamu pilih aku akan menembaknya atau kamu memilih bersamaku " Kata Bela memberi pilihan.
"Aku tetap memilih istriku Bel karena aku sangat mencintainya" mendengar jawaban Bima yang berkata sangat mencintai Dara Bela tidak terima, Bela menarik pelatuknya dan....DOOORRRR.....
Bima bener bener tak menyangka bahwa Alex mengorbankan dirinya, Bima tidak tau apa alasan Alex melakukan itu, padahal yang Bima tau Alex sangat membencinya dan yang pasti Bima sangat berterimakasih dengan apa yang Alex lakukan.
Bela juga kaget karena malah Alex yang tertembak, melihat Bela lengah anak buah Bima segera bertindak dengan mengambil alih senjata itu dari tangan Bela lalu dengan cepat anak buah Bima membekuk Bela sehingga Bela tidak Bisa berkutik.
" Lepasin" ujar Bela memberontak.
"Amankan semua bukti dan bawa semua orang ini dan Bela juga ke markas" suruh Bima.
" Baik tuan" jawab mereka bersamaan.
"Bawa Alex juga ke rumah sakit cepetan" anak buah Bima dengan sigap membawa Alex kerumah sakit begitupun Bima yang langsung membawa Dara ke rumah sakit Bima berharap tidak terjadi apa apa sama anak dan istrinya.
" Sayang bertahanlah kita sudah menuju kerumah sakit sekarang" Bima memeluk Dara yang berada di pangkuannya dengan erat.
" tapi perut aku sakit banget mas" ujar Dara dengan lemah.
"Cepetan dikit bisa gak sih" bentak Bima kepada supirnya saking paniknya,
__ADS_1
padahal supir itu sudah berusaha ngebut tapi juga tetap berhati hati, supir itu memaklumi kekekhawatiran tuannya.
" Iya tuan sebentar lagi kita sampai di rumah sakit" jawab sang supir.
Gak lama mereka telah sampai di rumah sakit, Bima segera menggendong istrinya ke ruang UGD supaya cepat di tangani begitupun juga Alex yang langsung masuk ke ruang UGD.
Bima bener bener kalut memikirkan keadaan anak dan istrinya semoga saja mereka baik baik saja, badan Bima luruh ke lantai Bima bener bener terlihat sangat kacau dan berantakan, tapi Bima tak perduli yang terpenting adalah keselamatan anak dan istrinya.
Wenda, Rendi dan adiknya Sena langsung Datang ke rumah sakit setelah mendapat kabar bahwa Dara di larikan kerumah sakit karena pendarahan.
" Bima......" panggil mamahnya yang tidak tega melihat keadaan anaknya yang tanpak kacau dan berantakan.
Bima langsung berdiri Mendengar suara mamahnya" mamah..." panggil Bima yang langsung memeluk mamahnya.
" Kamu yang sabar ya sayang semoga mereka baik baik aja"
" Iya Bim berdo' a lah papah yakin mereka akan baik baik aja" ujar mamah dan papahnya menenagkan Bima, sebenernya Rendi ingin menanyakan apa yang sebenernya terjadi kok tiba tiba Bima bisa ada di indonesia karena setaunya Bima sedang di new york tapi Rendi urungkan karena keadaannya tidak tepat.
" Iya pah, mah terimakasih semoga aja istri dan calon anakku tidak apa apa" Kata Bima setelah melepas pelukan mamahnya
" kakak..." Sena menghambur kepelukan kakaknya selain rindu juga Sena tidak tega melihat keadaan kakaknya dan sena juga khawatir dengan kakak ipar dan calon keponakannya.
Bima pun menyambut pelukan adiknya karena Sena adik satu satunya itu memang sangat dekat dengan Bima bahkan dulu Bima sering memanjakannya kalau sekarang ya jelas Beda karena sekarang Bima sudah punya istri yang harus di prioritaskan, walaupun sena manja kalau sama kakaknya tapi sekarang Sena mengerti kalau kakaknya sudah berumah tangga jadi Sena kadang segan kalau sering bermanja manja seperti dulu.
" Kak Bima yang sabar ya kak Dara dan calon keponakanku pasti baik baik saja" ujar Sena tapi Bima sudah tak sanggup berkata kata bahkan matanya sudah berkaca kaca Bima hanya menganggukkan kepalanya dan mencium pucuk kepala adiknya sebagai jawabannya, Bima sebelumnya mana pernah menangis baru kali ini Bima meneteskan air matanya untuk orang yang sangat di cintainya tapi Bima buru buru mengusapnya, Mungkin saking merasa bahwa Bima tidak pecus menjaga anak dan istrinya sehingga Dara dan calon anaknya dalam bahaya.
"Aku tidak akan memaafkan diri aku sendiri kalau sampai terjadi sesuatu dengan calon anak dan istri aku" gumam Bima dalam hati.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA DUKUNGANNYA BUAT AUTHOR YA DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
VOTE
TERIMAKASIH
__ADS_1