
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA VOTENYA BUAT AUTHOR YA
๐โค๏ธ๐
Bima langsung menghampiri Dokter sinta yang baru keluar dari ruang UGD begitupun wenda, Rendi dan Sena.
" Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Bima.
"Alhamdulillah pendarahannya cepet berhenti sehingga janin yang di kandung nyonya Dara bisa di selamatkan, tolong selanjutnya di jaga dengan baik ya kalo bisa jangan sampai mengalami pendarahan lagi karena itu sangat berbahaya buat kandungannya, untuk sementara nyonya Dara harus bedrest tidak boleh banyak fikiran ya tuan, dan harus banyak istirahat" jelas dokter Sinta.
" Alhamdulillah iya dokter terimakasih, apa saya sudah boleh bertemu istri saya dok?" Tanya Bima lagi.
" Boleh tuan tapi tolong jangan mengganggu istirahatnya saat ini pasien masih dalam pengaruh obat bius" Jawab dokter sinta.
" Iya dok terimakasih" ujar Bima yang merasa lega karena anak dan istrinya dalam kondisi baik baik saja.
" Kalau begitu saya permisi ya tuan dan nyonya" Dokter sinta segera berlalu sedangkan Bima, Wenda, Rendy dan Sena langsung masuk ke dalam ruang rawat Dara.
Ketika Bima masuk ke ruangan itu hatinya terasa miris sekali melihat istrinya yang berbaring lemah di atas ranjang pasien, Bima menghampiri istrinya dan menggenggam tangan yang terbebas dari infus lalu menciumnya.
" Maafin aku sayang tidak bisa jaga kalian dengan baik " ujar Bima dengan sedih, Wenda dan Rendi yang melihat itu jadi merasa iba.
" Sabar ya Bim, yang terpenting sekarang istri dan anak kamu tidak apa apa, mamah juga kasihan melihat Dara, sebenernya apa yang terjadi Bim sehingga Dara Bisa mengalami pendarahan begini, jujur mamah sangat kaget waktu mendengarnya?" tanya Wenda.
" Iya Bim kok bisa Dara mengalami pendarahan dan setahu papahkan kamu sedang berada di luar negeri tapi kok bisa tiba tiba di sini? tanya papahnya yang juga penasaran.
" Kita bicara di sofa situ aja ya pah takutnya nanti mengganggu istirahat Dara" ujar Bima. lalu Rendi,wenda, sena segera duduk di sofa untuk mendengar penjelasan dari Bima.
__ADS_1
" Awalnya Bima merasa gelisah entah kenapa Bima ingin cepet pulang, perasaanku tiba tiba gak enak dan aku menyuruh Edo untuk mempersiapkan penerbanganku saat itu juga dan saat itu juga aku langsung terbang ke indonesia.
#FLASH BACK ON#
Saat itu di dalam pesawat aku bener bener semakin gelisah entah kenapa aku merasa perjalanan ini terasa sangat lama, aku bener bener gusar dan tak tenang sampai sampai orang yang tak bersalah terkena imbasnya, hingga akhirnya aku mendarat juga di indonesia.
Aku cepet cepet mengaktifkan phonselku kembali berniat ingin menghubungi Dara karena entah kenapa fikirannku hanya berpusat padanya aku kira aku sudah gila, apa sebegitu kangennya aku sama Dara begitu fikirku.
Sebelum aku menguhungi istriku terdapat pesan whatsapp masuk setelah ku buka ternyata dari Edo dan yang membuatku kaget isi pesan Edo yang mengatakan bahwa Dara telah di culik betapa kagetnya aku mengetahui kabar itu, aku langsung melacak GPS yang sengaja aku pasang di cicin yang aku berikan kepada Dara sewaktu aku menyatakan perasaanku, setelah aku tau ternyata tempatnya cukup jauh, aku segera langsung meluncur kesana dengan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi berharap cepat sampai di sana.
Akhirnya aku sampai juga di sana ternyata Dara di sekap tengah hutan, aku bertanya tanya siapakah yang sudah berani berbuat demikian aku bersumpah tidak akan mengampuni orang yang sudah menculik isriku apa lagi kalo sampai terjadi sesuatu dengan Dara aku tidak bisa membayangkan.
Di sana di sebuah bangunan tua aku melihat anak buahku tengah bertarung dan aku melihat tak hanya anak buahku tapi ada orang lain yang membantu tapi aku tak tau siapa! tak mau berfikir panjang aku langsung masuk aja ke rumah tua itu selagi mereka sibuk baku hantam dan aku melihat sudah banyak yang tumbang.
Aku semakin melangkah masuk kedalam dan aku juga mendengar suara orang berkelahi aku mencari arah suara itu setelah aku menemukannya aku kaget melihat istriku terikat duduk di kursi dengan pakaian yang sudah koyak aku langsung menghampirinya lalu segera menyelimuti tubuhnya dengan jas yang sudah kulepas.
Di situ aku melihat Alex yang berkelahi dengan di bantu anak buahku, dan di situ juga ada Bela dan sekarang aku tau ternyata Bela yang melakukan itu, aku sangat geram sama kelakuan Bela, aku langsung membebaskan dara tapi tanpaku duga Bela malah mendorongnya hingga Dara terbentur dinding lalu pendarahan gak hanya sampai di situ Bela juga mengeluarakan pis**tol ingin menembak Dara tapi aku tak akan membiyarkannya dan akhirnya malah Alex yang tertembak dan Bela yang lengah langsung bekuk anak buah ku melihat itu aku jadi tenang, aku segera membawa Alex dan istriku ke rumah sakit, walaupun aku tak menyukai Alex karena dari dulu selalu aja cari gara gara denganku, melihat Alex yang mengorbankan dirinya aku tak tega terserah apa nanti alasannya sampai Alex rela mengorbankan dirinya.
" kurang ajar banget itu Bela Bim untung saja kamu tidak jadi dengannya" ujar Wenda yang juga tak kalah geram mendengar cerita yang sesungguhnya.
" Iya kak, kak Bela jahat banget ternyata kakak jangan lepasin dia gitu aja, kak Bela harus di penjara karena perbuatannya sudah melanggar hukum apa lagi sampai berniat menghilangkan nyawa seseorang" Saut Sena yang juga benci banget sama kelakuan Bela.
"Iya Bim adik kamu bener bahkan penjara saja tidak cukup untuk menghukumnya" timpal papahnya.
" Kalian tenang saja aku tidak akan tinggal diam aku akan membalasnya dengan setimpal gak hanya di penjara saja" jawab Bima yang sudah muak dengan Bela.
" Bagus Bim papah setuju" ujar papahnya menyetujui.
" Ini udah malam lho dek sebaiknya kamu pulang saja, papah dan mamah juga biar Bima aja yang jaga Dara" Bima ingin ada waktu berdua dengan Dara.
__ADS_1
" Iya udah deh Bim kalau begitu kita pulang dulu seenggaknya kita sudah lega mendengar Dara sudah baik baik saja, besok aja mamah kesini lagi"Wenda paham itu wenda ingin memberi waktu berdua buat anak dan menantunya.
" Ya udah kak kalau begitu sena pulang dulu ya, besok aja sena kesini sama mamah" ujar Sena karena sena juga harus mengerjakan skripsinya supaya cepat selesai.
" Kamu gak kangen kakak dek , seenggaknya cium dulu kek" Kata Bima yang melihat sena mau pulang.
" Dasar kamu ya Bim udah punya istri juga masih aja manjain adik kamu" protes papahnya dan mamahnya hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan anaknya.
" Eh iya sena lupa, sena juga kangen tau sama kakak ....emmmmuach" sena mencium pipi kakaknya sebelum pulang.
" Dasar udah gede juga" ledek sang mamah.
" Tapikan tetep aja Sena ini adik satu satunya Bima mah" ujar Bima tak perduli.
akhirnya wenda, Rendy dan sena pulang, sekarang tinggallah Bima dan Dara di ruangan itu, Bima langsung menghampiri ranjang dimana istrinya terbaring lemah.
Melihat istrinya yang masih belum sadar Bima ikut naik ke atas ranjang, Bima ikut merebahkan tubuhnya di samping istrinya dan di pandanglah wajar istrinya yang lebam dan ada juga yang lecet karena terkena cengkraman kuku Bela yang tajam, karena merasa tak tega melihatnya Bima langsung memeluk istrinya dari samping.
" Kamu tenang aja ya sayang aku pasti akan membalasnya dengan setimpal karena aku gak rela kamu jadi begini badan dan wajah cantik kamu jadi lebam dan lecet lecet" gumam Bima sambil mengelus wajah Dara dengan lembut.
BERSAMBUNG
maaf ya author hanya bisa up satu bab karena anak author lagi pada sakit author juga persiapan mau lahiran juga, tapi author akan tetep usahakan update setiap hari demi sayang sayangnya author.....terimakasih atas semua dukungannya buat author๐.
JANGAN LUPA SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
__ADS_1
VOTE
TERIMAKASIH