
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN
LIKE KOMEN VOTE YA
DAN JANGAN LUPA MASUKKAN KE DALAM DAFTAR VAFORIT KALIAN YA
Kenzo yang sudah mabuk berat akhirnya di antar Reven ke apartemennya, saat sudah di besmen apartemen Revan hendak membantu Kenzo yang sudah sempoyongan masuk ke dalam unit apartemennya tapi Kenzo malah menolaknya dia lebih memilih jalan sendiri dan Kenzo malam menyuruh Revan untuk langsung pulang aja.
"Ken ayo gue anter sampai ke dalam apartemen lo" ujar Revan yang ingin membatu Kenzo karena Kenzo jalanya sempoyongan.
"Gak perlu gue masih bisa jalan sendiri, lo pulang aja sana" jawab Kenzo dengan menepis tangan Revan yang ingin membantunya.
"Tapi lo jalan aja udah sempoyongan gitu Ken takutnya ntar jatoh lagi"
"Kalau gue bilang gak perlu ya gak perlu, gue bukan anak kecil" bentak Kenzo dengan kesadaran yang semakin menurun.
Seteleh mengatakan itu Kenzo langsung berjalan masuk menuju ke unit apartemennya, walaupun dia berjalan dengan sempoyongan dan setengah sadar.
"Ye di bantuin malah gak mau ya udah gue cabut aja kalo gitu lagian udah aman udah sampai di apartemennya ini" gumam Revan dalam hati yang melihat Kenzo jalan dengan oleng sana oleng sini.
Akirnya Revan memilih langsung pulang Revan segera mamasuki mobilnya lalu melajukan mobilnya keluar dari area apartemen.
Sedangkan Kenzo yang berjalan sempoyongan dengan sisa kesadarannya memasuki salah satu unit apartemen yang pintunya kebuka setengah.
"Lho perasaan tadi aku udah tutup pintunya ini kok kebuka ya apa jangan jangan Citra yang masuk ke sini" gumam Kenzo dalam hati.
Kenzo segera masuk ke dalam apartemen yang dia kira apartemennya setelah itu Kenzo menutup pintunya, dengan sisa kesadarannya Kenzo memasuki sebuah kamar dan di dalam kamar itu Kenzo melihat ada seorang gadis yang bergerak dengan gelisah, karena merasa panas dan gerah gadis itu melepas pakaiannya hingga hanya tersisa ********** saja, dalam penglihatan kenzo gadis itu adalah Citra.
"Citra, dasar murahan kalo emang itu yang kamu mau okey gue lakuin" gumam Kenzo.
Tanpa basa basi Kenzo melepas semua pakaiannya lalu membuangnya dengan sembarangan, kenzo segera mendekati seorang gadis yang berbaring di atas kasur, Kenzo merangkat di atas tubuh gadis itu yang Kenzo kira adalah Citra, Kenzo menindihnya lalu mencium gadis itu dengan kasar serta merobek sisa pakaian yang masih melekat di tubuh gadis itu sehingga gadis itu bener bener nked, dengan kasar Kenzo menyetubuhi gadis itu yang di kiranya adalah Citra, gak perduli wanita itu menangis kesakitan di bawah kungkungannya karena kenzo sudah merasa sakit hati dengan Citra.
Sedangkan gadis itu sedang dalam pengaruh obat sehingga tidak mampu untuk melawan Kenzo dan bahkan gadis itu malah menginginkannya, gadis itu terlihat pasrah di bawah kungkungan Kenzo, entah siapa yang sudah memberi obat laknut itu.
Sedangkan di luar apartemen ada tiga orang laki laki yang sedang kebingungan karena pintu apartemen tiba tiba tertutup karena mereka tidak tau sandinya jadi mereka tidak bisa masuk.
"Aduh gimana ini bos kok pintunya malah ketutup katanya tadi kebuka dan kita di suruh kesini" ujar salah satu dari laki laki itu.
"Tau gimana sih tu orang mau ngerjain kita pa gimana katanya pintunya kebuka ini malah ketutup" jawab temannya.
"Ya udah kita cabut aja lagian kita udah dapat bayarannya" ujar laki laki yang satunya lagi yang tidak mau ambil pusing.
akhirnya mereka bertiga pergi dari apartemen itu.
💗❤️💗
Keesokan harinya Bima jadi pindah ke apartemen bersama Dara.
__ADS_1
"Mah, pah kita pergi dulu ya" Pamit Bima yang ingin pergi pindah ke apartemennya bersama dengan Dara.
"Iya Mah kita pamit dulu ya nanti Dara janji deh akan sering main main kesini" ujar Dara yang menenangkan mamah mertuanya pasalnya Wenda itu jadi kelihatan sedih.
"Beneran ya sayang" jawab mamahnya yang diangguki oleh Dara.
"Iya mah udah gak usah sedih gitu, Owh iya sena mana mah masih ngambek?" tanya Bima yang belum melihat adiknya pagi itu.
"Mungkin dia masih ngambek Bim nanti biar papah dan mamah aja yang ngomong sama sena" ujar Rendy yang menjawab pertanyaan dari Bima.
"Iya papamu bener, udah gak usah terlalu di fikirkan Adikmu itu nanti juga baik sendiri" ujar Wenda yang di angguki oleh Bima.
Setelah itu Bima langsung membukakan pintu mobil untuk Dara. Silahkan masuk tuan Putri" ujar Bima yang membuat pipi Dara bersemu merah, memang ya Bima itu paling bisa bersikap manis seperti itu membuat hati Dara jadi cepet mleleh aja, udah ganteng, kaya kurang apalagi coba.
"Makasih mas" ucap Dara dengan malu malu.
Setelah itu Bima memutari mobilnya dan masuk di belakang kemudi Bima mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke apartemennya.
Sekitar 30 menit mereka sudah sampai di apartemen, Setelah itu Bima segera turun dari mobilnya tidak lupa Bima juga membukakan pintu untuk Dara, setelah itu mereka menuju unit apartemennya, mereka memang gak membawa barang barang karena kebutuhan Bima sudah ada di apartemennya begitupun juga dengan Dara semua keperluanya sudah di siapkan oleh Bima jadi tidak perlu repot repot.
Tiba tiba ponsel Bima berbunyi setelah Bima melihatnya ternyata dari Edo asistennya lalu Bima segera menggeser tombol warna hijau yang ada di layar ponselnya untuk mengangkatnya.
"Hallo do....."
"Maaf tuan mengganggu, pagi ini tuan ada pertemuan penting tang tidak bisa di wakilkan" ujar Edo kenyampaikan.
"Sayang aku hari ini harus masuk ke kantor karena ada meting penting" ujar Bima setelah memasuki apartemennya.
"Iya mas gak pa pa kok" jawab Dara dengan mendudukkan bokongnya di atas ranjang.
" kamu jangan kemana mana ya kalo keluar izin dulu sama aku" peringat Bima yang takut kalau Dara bakalan kluyuran di saat dia pergi ke kantor.
"Mas Bima gak usah khawatir nanti aku ke sepermarket yang berada di lantai bawah aja kalo mau beli bahan dapur, aku siapin baju kantor buat mas Bima dulu ya" jawab Dara yang langsung menyiapkan baju kantor buat Bima dan tak lama Dara sudah selesai memilihkan baju yang kira kira cocok di pakai Bima ke kantor, setelah itu Dara segera menyerahkannya ke Bima.
"Kamu pinter juga ya milihin baju buat aku ke kantor" ujar Bima yang merasa cocok dengan warna pilihan Dara.
"Iya karena aku tau mas Bima gak suka warna yang terlalu terang atau mencolok kan jadi aku pilihin itu aja" jawab Dara yang sudah tau jika Bima tidak suka dengan warna baju yang terlalu mencolok.
"Dari mana kamu tau hem?"
" lya karna selama ini aku melihat mas Bima gak pernah pakai pakaian yang warnanya mencolok kalau ke kantor"
"Owh ternyata kamu diam diam merhatiin aku ya?" goda Bima.
"Eng....enggak kok mas siapa yang merhatiin" jawab Dara dengan gugup.
"Sekarang kamu pasangin dasi aku ya" titah Bima.
" tapi Dara gak bisa masang dasi mas"
__ADS_1
"Sini aku ajarin, perhatiin baik baik ya aku mau selanjutnya kamu yang pasangin dasi buat aku setiap aku mau berangkat ke kantor"
Bima memasang dasinya terlebih dahulu dan Darapun memperhatikannya setelah itu dasinya di lepas lagi oleh Bima.
"Nah tadi kan kamu udah perhatiin gimana cara aku memasang dasi sekarang kamu praktekin ya" ujar Bima dengan memberikan sebuah dasi berwarna dongker bergaris itu ke Dara.
"iya mas, coba Dara pasangin"
Dara mencoba meniru Bima dengan cara yang Bima ajarkan tadi, karena tinggi Dara hanya sebatas pundak Bima Dara jadi kesusahan masangnya padahal Dara udah berjinjit, akhirnya Bima membungkuk kan sedikit badannya supaya Dara lebih gampang memasangnya, ketika Dara memasangkan Dasi untuk Bima jarak mereka sangat dekat, dengan posisi seperti itu lalu Bima tiba tiba menarik pinggang Dara sehingga tubuh Dara menempel dengannya, Dara jadi tambah deg degan dan gugup karena Bima yang malah memeluk pinggangnya.
"Ma....mas ....Bima jangan gini dong"
"Memangnya kenapa terserah aku dong kan kamu udah jadi milikku mau aku peluk kek mau aku cium kek mau aku te****ngin kek gak masalah kan" ujar Bima dengan entengnya sedangkan wajah Dara sudah memerah gara gara ucapan fulgar dari Bima.
" u......udah mas apa bener begini?"tanya Dara saat sudah selesai memasangkan dasi.
" Ya gak terkalu buruk nanti lama lama juga bisa bagus masangnya" jawab Bima, karena hasil dasi yang Dara pasangkan agak berantakan tapi tidak masalah bagi Bima, Bima tetap mau memakainya walau sedikit berantakan.
"Maaf ya mas kalo masih berantakan"
"Udah gak pa pa namanya juga baru belajar, ya udah sayang aku langsung berangkat ke kantor ya "
" iya mas nanti mas Bima mau di masakin apa?" tanya Dara
"Apa aja aku makan sayang asal kamu yang masak, cium dulu dong suaminya mau berangkat kerja ini"
dengan malu malu Dara mencium pipi Bima dan seperti kamarin Bima protes kala Dara mencium pipinya. "kok di situ sih sayang yang ini dong, emangnya sena nyiumnya di pipi" protes Bima dengan menunjuk bibirnya.
dengan jantung dag dig dug ser......Dara memberanikan diri mencium bibir Bima dan Bima gak menyia nyiakan kesempatan itu dipegangnya tengkuk Dara dan Bima segera memperdalam ciumannya, cukup lama mereka berciuman hingga Dara yang kelihatannya sudah kehabisan nafas barulah bima melepasnya.
Selanjutnya Bima mencium kening Dara dan Tak lupa Dara juga menyalami dan mencium punggung tangan suaminya sebagai baktinya sorang istri.
"Aku perrgi dulu ya sayang kamu hati hati di apartemen sendiri jangan sebarangan menerima tamu kalo gak kenal gak usah di bukain" pesan Bima sebelum pergi.
" iya mas"
Setelah itu Bima segera pergi ke kantor dengan menaiki mobil sport kesayangannya.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
VOTE
BIAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT NULISNYA
__ADS_1