Di Jodohkan Dengan Gadis SMA

Di Jodohkan Dengan Gadis SMA
Episode 121


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Waktu malam hari menjelang mau tidur Bima mengelus dengan lembut perut istrinya yang sudah agak membuncit tak hanya mengelusnya bahkan Bima menciuminya karena gemes melihat perut Istrinya.


Sedangkan Dara merasa bahagia banget di perlakukan seperti itu oleh suaminya.


" Sayang ada hal penting yang ingin aku bicarakan sama kamu" ujar bima, setelah puas mengelus perut istrinya, sekarang posisi mereka berdua sedang tiduran dengan Dara yang berada di pelukan suaminya, dan jari jemari lentik Dara bemain main di dada bidang suaminya.


"Hal penting apa mas?" tanya Dara penasaran dengan hal penting yang di maksud suaminya.


" Mmmmm.....begini sayang, selama ini aku sudah mencari tau semua tentang kamu dan aku mengetahui bahwa perusahan dan semua aset yang dimiliki paman kamu itu ternyata milik papah kamu dan itu artinya sekarang itu semua menjadi milik kamu, karena orang tua kamu sudah tak ada dan kamulah anak satu satunya yang berhak atas semua harta peninggalan kedua orang tua kamu.


mendengar apa yang di bilang suaminya Dara langsung bangun dari pembaringannya karena kaget. "Apa mas? ja.....jadi semua harta yang mereka nikmati selama ini itu punya papahku?" tanya Dara tak percaya.


" Iya sayang, dan mereka malah memperlakukanmu dengan tidak adil, kamu yang seharusnya menikmati itu semua tapi ini malah kebalikannya mereka hidup dengan enak sementara kamu harus bekerja untuk memenuhi hidupmu sendiri" ujar Bima.


" Kalau memang benar itu semua punya papahku mereka bener bener keterlaluan mas, selama ini mereka menganggap aku sebagai pembantu di rumahku sendiri bahkan aku harus bekerja untuk membayar biaya sekolahku, tega banget mereka padahal aku ini saudaranya" kata Dara dengan menangis karena teringat dulu waktu masih tinggal dengan paman dan bibinya, dia harus bangun pagi buta untuk memasak dan bersih bersih padahal di rumahnya ada pembantu, setelah itu baru bisa pergi ke sekolah dan setelah pulang dari sekolah masih harus bekerja.


" Udah sayang gak usah di ingat yang lalu dan jangan nangis lagi ya" ucap Bima dengan mengusap air mata yang mengalir di pipi mulus istrinya. " kamu tenang saja sayang aku sudah mengatasinya dan semua harta aset dan perusahaan papahmu sekarang sudah atas nama kamu jadi kamu bisa mengusir mereka dan kamu bisa mengambil alih perusahaan papah kamu" jelas Bima.


"Apa mas? beneran sekarang semua itu sudah menjadi punyaku dan atas namaku?" tanya Dara tak percaya bagaimana bisa semudah itu menjadi miliknya.


"Iya sayang bagiku itu hal yang mudah, jadi kamu tinggal mendepak mereka yang sudah keterlaluan sama kamu bahkan kamu bisa menjebloskan mereka semua kepenjara, karena aku punya buktinya" karena mereka memang sudah keterlaluan sama Dara siapa tau ajakan istrinya tidak rela karena sedari kecil sudah hidup menderita padahal Dara itu anak orang kaya dan tidak seharusnya mendapat perlakuan seperti itu.


" Kalau menurut aku gak usahlah mas kalau sampai kita jebloskan ke penjara cukup aku mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku saja itu sudah cukup" ujar Dara yang merasa tidak tega bila harus menjebloskan mereka ke penjara karena biar bagaimanapun mereka masih saudara satu satunya yang Dara punya.


"Istriku ini memang terlalu baik, okey kalau itu mau kamu besok aku akan menyuruh orang orangku untuk mengusir mereka karena rumah yang mereka tinggali itu rumah kamu gak hanya rumah saja mulai besok arya juga sudah tidak bisa masuk kantor lagi" kata Bima yang sudah geram dengan Arya serta anak dan istrinya.


" Iya mas tapi nanti siapa yang akan mengurus perusahaan itu jika paman sudah kita usir gak mungkin aku kan yang mengurus" Dara mana tau soal perusahaan.


"untuk masalah itu nanti orang kepercayaanku yang akan pegang kendali kamu cukup memantaunya dari rumah, bagaimana?" Bima memberi solusi dan Dara menyetujuinya.

__ADS_1


" Boleh juga mas, mereka harus merasakan hidup susah biar tau yang selama ini aku rasakan, biar mereka lebih bisa menghargai orang bukan dari segi materi saja" Dara ingin memberi paman, bibi, dan Rena itu pelajaran biar tidak seenaknya memperlakukan seseorang, mentang mentang dirinya merasa kaya padahal semua itu bukan milik mereka.


" Iya sayang, dan mereka selama ini juga sudah merencanakan untuk mengambil alih semua harta, aset serta perusahaan menjadi atas namanya , makanya kamu jangan sampai menandatangani berkas apa pun itu atas suruhan mereka, dan kalau bisa sebelum tanda tangan kamu periksa dulu berkas apa yang akan kamu tanda tangani" ujar Bima memperingatkan istrinya supaya lebih hati hati dan tidak asal menandatangani suatu berkas.


"Licik banget ya mas mereka" kata Dara yang tak habis pikir dengan kelakuan saudaranya yang begitu tega padanya. " Mereka bener bener gila harta."


" Udahlah sayang gak usah kamu pikirin kamu gak boleh banyak fikiran apalagi stress kasian baby kita, lebih baik sekarang kita tidur yuk" Bima gak mau kalau masalah itu menjadi beban fikiran istrinya karena Bima tidak mau kalau akan berimbas sama calon anaknya yang masih di dalam kandungan.


" Ya udah mas aku juga udah ngantuk" ujar Dara yang kembali berbaring di pelukan suaminya.


" Biar besok aku saja yang mengurusnya sayang" kata Bima dan dara hanya menganggukkan kepalanya, tak lama mereka berdua sudah menyelami ke alam mimpi.


💗❤️💗


Hari ini Reynan sudah janjian untuk bertemu dengan Sena di sebuah taman, Dan disinilah sekarang Reynan duduk di bangku taman sedang menunggu Sena, Reynan juga membawa sebuket bunga mawar putih untuk Sena.


Sudah 30 menit Reynan menunggu Sena tapi yang di tunggu tak kunjung datang, tapi walaupun begitu Reynan tetap menunggunya.


" Iya gak pa pa Sen apa sih yang gak buat kamu" Kata Reynan yang seneng banget karena tadi dikiranya Sena gak bakal dateng, eh ternyata dateng juga.


" udah lama kak nunggunya?" tanya Sena yang merasa gak enak karena dateng telat.


" Ya lumayan, owh iya ini buat kamu" Reynan memberikan buket bunga itu kepada Sena dan Senapun dengan senang hati menerimanya.


" Makasih ya kak, bagus banget bunganya, hemmm wangi" ujar Sena dengan mencium bunga mawar putih pemberian dari Reynan.


"Kamu suka sama bunganya" tanya Reynan.


" Iya suka banget" jawab Sena.


"Aku nungguin jawaban kamu lho Sen" ujar Reynan yang menunggu jawaban cinta dari Sena.

__ADS_1


" Jawaban apa ya kak?" tanya Sena sengaja supaya Reynan mengungkapkan kembali perasaannya.


" Masak kamu lupa sih" kata Reynan yang merasa kecewa karena Sena melupakan janjinya yang katanya dua hari lagi akan memberikan jawaban atas pernyataan cintanya, dan hari ini tepat dua hari yang di janjikan itu.


" Gak lupa sih, cuma bisa di ulangi gak kak " ujar Sena dengan menyengir kuda.


" Okey jadi kamu ingin mendengar ungkapan cintaku lagi hem" lalu Reynan berjongkok di hadapan Sena serta meraih kedua tangannya dan mengungkapkan perasaannya. " Sena dari awal aku ketemu kamu aku sudah tertarik sama kamu sehingga aku sengaja mencari masalah denganmu supaya bisa lebih dekat denganmu, dan ternyata takdir berpihak kepadaku, ternyata kamu adik dari sahabat lamaku dan sekarang aku cinta sama kamu, maukah kamu menjadi pendamping hidupku sekarang dan selamanya, aku serius sama kamu Sena jadi aku tidak ingin pacar pacaran aku inginnya langsung meminangmu, dan menjadikanmu istriku satu satunya.


" I....iya kak aku mau" jawab Sena malu malu.


" Yang jelas dong maksudnya mau apa?" ujar Reynan sengaja supaya Sena menjawabnya dengan benar.


" A.....aku mau jadi istri kak Reynan" jawab Sena lagi dengan lantang dan itu sukses membuat Reynan seneng banget, Reynan langsung berdiri dan langsung memeluk Sena saking senengnya.


" Yes, Terimakasih sayang" ujar Reynan setelah melepas pelukannya, lalu Reynan mengeluarkan kotak kecil yang ternyata berisi sebuah cicin yang cantik. " Ini buat kamu, aku pakaikan ya" Kata Reynan sambil memegang cincin itu.


wajah Sena sudah merona merah saat Reynan memanggilnya sayang" Wah bagus banget cincinnya" puji Sena.


" Kamu suka?" tanya Reynan.


" Iya suka, beneran ini buat aku?" kata Sena balik bertanya, karena tidak menyangka saja Reynan memberikan cincin berlian secantik itu, dan yang pasti harganya tidaklah murah.


" Iya lah cincin ini aku beli khusus untukmu" lalu Reynan memasangkan cincin itu di jari manis Sena.


"Terimakasih ya kak" ucap Sena, Reynan benar benar romantis menurutnya dan Sena menyukainya.


" cuma makasih doang nih, gak di kasih kiss gitu" ujar Reynan dengan bercanda.


" Ih apa sih kak" balas Sena dengan malu malu.


" Bercanda, tapi kalau di kiss beneran juga gak nolak" ujar Reynan yang membuat wajah Sena merona merah dan itu membuat Reynan jadi gemes, rencananya Reynan akan melamar Sena secara resmi dengan membawa kedua orang tuanya ke rumah Sena, Reynan bener bener sudah merasa cocok dengan Sena sehingga Reynan tidak ragu lagi untuk menjadikanya istri.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2