Di Jodohkan Dengan Gadis SMA

Di Jodohkan Dengan Gadis SMA
Episode 115


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Sena hari ini wisuda, Sena terlihat sangat cantik dengan toga yang di kenakannnya, Wenda, Rendy, Dara, Bima dan Reynan datang di hari bahagia Sena.


" Selamat ya sayang mamah bangga sama kamu" ujar wenda dengan memeluk putri satu satunya itu.


" Selamat buat kamu ya sayang papah juga bangga sama kamu" kata papahnya juga yang langsung memeluk putrinya yang masih manja itu.


" Iya mah, pah terikasih ya ini juga berkat dukungan dari papah dan mamah" balas sena merasa sangat bahagia.


" Congratulation ya adekku tersayang" Bima juga mengucapkan selamat dan memeluk adiknya, sebenernya Bima sangat sibuk di kantor tapi demi adiknya Bima Rela membatalkan rapat penting dan pertemuan dengan beberapa rekan bisnisnya.


"Congratulation juga ya sena semoga sukses" ucap Dara sambil memeluk adik iparnya.


" Iya terimakasih ya kak Bima dan kak Dara udah di sempetin dateng" Kata sena dengan menyambut pelukan dari kakak iparnya.


" Happy graduation Cantik " Reynan memberikan selamat kepada Sena dengan membawakan sebuket bunga untuknya.


" Om ngapain kok bisa ikut kesini sih" ujar Sena jutek.


" Sena yang sopan ya, Reynan ini rekan bisnis papah tadi dia ikut kesini karena memang kebetulan tadi ada urusan pekerjaan dengan kakak kamu, jadi sekalian ikut kesini, seharusnya kamu bilang terimakasih dong udah di bawain bunga segala" tegur Rendi karena tidak enak dengan sikap anaknya yang kurang sopan terhadap rekan bisnisnya.


" Ih siapa juga yang minta di bawakan bunga" gumam Sena dalam hati.


"Iya maaf, terimakasih" Sena terpaksa menerima bunga dari Reynan, mungkin pertemuan mereka dengan awal yang tidak enak sehingga Sena kurang suka dengan Reynan coba di pertemuan pertama tidak begitu pasti Sena gak akan jutek.


Iya tadi Bima dan Reynan memang sedang ada pertemuan untuk membahas tentang kerjasama antar perusahaan mereka, dan setelah itu Bima bilang akan menghadiri acara wisuda adiknya sehingga Reynan minta ikut dan Bima mengiyakan keinginan sahabatnya itu.


Sebelumnya Bima sudah mencari tahu semua tentang Reynan selama ini dan benar saja Reynan laki laki yang baik menurut Bima makanya Bima ngasih lampu hijau buat sahabatnya itu untuk mendekati Adiknya dengan syarat asalkan Adiknya juga mau.


" ya udah sekarang kita foto foto ya" Sena berfoto dengan kedua orang tuanya dengan posisi Sena yang berada di tengah tengah, dan Setelah itu giliran Dara dan Bima yang berfoto dengan Adiknya, Dara berada di sisi kiri dan Bima di sisi kanan Adiknya, lalu setelahnya giliran Sena yang berfoto dengan Reynan dan Sena hanya bisa nurut dari pada di marahin papahnya, di dalam foto itu Reynan dengan lancang merangkul bahu Sena sedangkan Sena hanya bisa ngomel di dalam hati, dan Sena juga foto Sendiri dengan berbagai gaya.


Selasai berfoto foto mereka memutuskan untuk merayakan hari kelulusan Sena dengan acara makan makan di sebuah restoran mewah yang sebelumnya sudah di sewa oleh Bima secara khusus.


" Sekarang kita rayain dengan makan makan yuk kakak sudah menyewa restoran untuk kita" kata Bima menyampaikan.


"Wah beneran kak, ya udah ayok Sena mau"


" Wah kebetulan banget papah udah laper nih"


" Iya mamah juga nih" ujar mamahnya ikut menimpali.


"Iya aku juga udah laper " ujar Dara dengan manja sama suaminya.


" Uuhhh kasihan banget istri dan baby aku udah kelaperan ya sayangnya Daddy" Kata Bima sambil mengelus perut Dara yang sedikit membuncit.


" Ya usah kalau begitu kita langsung aja yuk" ajak Reynan.

__ADS_1


Akhirnya mereka pergi ke restoran untuk makan makan, Wenda dan Rendy satu mobil dengan Bima sama Dara, Sedangkan Sena mau gak mau satu mobil dengan Reynan.


" Silahkan masuk tuan putri" ujar Reynan dengan membukakan pintu mobil buat Sena.


" Iya terimakasih, aku terpaksa satu mobil sama kamu" Jawabnya dengan manyun, tapi Reynan bukanya marah tapi merasa gemes dengan tingkah sena itu apa lagi bibirnya yang manyun itu seakan melambai minta di kecup.


" tidak masalah" kata Reynan santai.


" Ih nih cowok kenapa gak marah sih padahal dulu gampang banget marahnya" gumam Sena dalam hati.


" Owh ya Sen bisakah kita mulai dari awal gak usah di ingat dulu waktu pertama kita bertemu dengan kesan yang tidak mengenakkan, jujur sebenernya aku sengaja sih bikin kamu jengkel habis kamu gemesin" ujar Reynan mencoba meluluhkan hati Sena, tapi sena lamah diam aja. " jangan diam aja dong" kata Reynan lagi


" Iya " jawab Sena singkat.


" Iya apa?


" Iya gak tau" jawaban Sena malah bikin Reynan ketawa.


"Hahahaa"


" Kenapa ketawa emang ada yang lucu?" tanya Sena dengan kesal karena Reynan malah ketawa.


" Iya kamu lucu banget ,pengen aku makan"


" ih gak jelas"


" Ih pede banget"


Sekitar 30 menit mereka sudah sampai di restoran yang sudah di boking Bima, mereka semua langsung di sambut dengan ramah oleh para pelayan.


" mari silahkan masuk tuan dan nona" ujar pelayan itu.


Rendy, Wenda, Dara, Bima, Reynan, Sena sudah duduk di tempat yang sudah di sediakan, di sana sudah banyak makanan dan minuman mewah yang tersaji di atas meja jadi mereka tinggal menikmatinya saja, Dara mulai mengambil makanan untuknya dan Bima begitupun yang lainnya.


"owh iya mah,pah Sena boleh gak ikut ke bali sama temen temen?" tanya Sena sambil menikmati makanannya.


"no gak boleh karena besok kamu sudah mulai membantu kakak diperusahaan" bukan Wenda atau Rendi yang menjawab melainkan Bima.


" kakak kamu bener sayang, mendingan mulai besok kamu bantu bantu kakak kamu di perusahaan" Kata papahnya membenarkan perkataan Bima.


"Maaf sayang mamah gak bisa ngebelain kamu" dan Sena hanya bisa menurut, takut kalau kuwalat lagi.


" Iya udah deh kalau gak boleh" ujarnya sambil memanyunkan bibirnya, Reynan yang melihat itu jadi gemes banget.


" Kalau kamu mau ke bali bisa sama aku aja di jamin di izinin deh" Bisik Reynan di telinga sena kebetulan memang reynan duduk bersebelahan dengan Sena, Sedangkan Dara cuma menyimak saja gak enak juga ngasih pendat bukan haknya juga jadi Dara hanya menyuapin suaminya yang super manja itu.


" ogah " balas sena sambil berbisik juga, takut di dengar papahnya.

__ADS_1


Para laki laki makan sambil membahas pekrjaan jadi ketiga perempuan yang tidak mengerti tentang perusahaan itu lebih memilih membicarakan hal yang lain.


💗❤️💗


Dito dan Sarah berkunjung ke rumah sahabatnya Kemal dan Lidya untuk membicarakan masalah perjodohan anak anaknya.


" Silahkan duduk dit, sar, ada apa nih tumben datang gak bilang bilang dulu" ujar Kemal karena gak biasanya sahabatnya datang gak bilang bilang terlebih dulu.


Sebelum Dito menjawabnya ada pelayan datang mengantarkan minuman dan cemilan.


" Silahkan di minum dulu dan di makan cemilannya Sar, Dit" Kata Lidya menawarkan hidangan yang di bawakan pelayannya.


"Iya terimakasih, sebenernya kami kesini ada yang ingin kami bicarakan" ujar sarah dengan serius.


" Mmmm.....mau bicara soal apa nih kayaknya serius banget" ucap Kemal.


"Mmmm....begini ini soal perjodohan anak anak kita" ujar Dito, seketika kemal dan Lidya saling pandang bingung gimana caranya membatalkan perjodohan anak anak mereka. " bagaimana dengan Kenzo? apa anak kalian sudah bersedia jika di jodohkan dengan putri kami?" tanya Dito dengan hati hati.


" Mmmm.....bagaimana ya Dit sebelumnya aku minta maaf sebenernya Kenzo udah punya istri dia menikah tanpa sepengetahuan kami, kami bener bener minta maaf yang sebesar besarnya Dit" jelas Kemal merasa sangat tidak enak dengan sahabatnya itu soalnya sebelumnya sudah berjanji akan menjodohkan anak anak mereka bila berbeda jenis.


mendengar perkataan dari Kemal, Dito dan Sarah jadi bernafas lega. " Apa? jadi Kenzo udah menikah ternyata?" tanya Sarah dan Dito bersamaan karena terkejut juga mendengar anak sahabatnya ternyata sudah menikah tanpa sepengetahuan orang tuanya.


" Iya Dit, Sar kami bener bener minta maaf yang sebesar besarnya, kami harap persahabatan kita tetap sama seperti dulu walaupun anak kita tidak jadi menikah" ujar Lidya yang khawatir kalau sahabatnya itu akan kecewa mendengar Kenzo sudah menikah.


" Iya kami benar benar minta maaf Dit, Sar kami benar benar tidak tau kalau Kenzo sudah menikah" Kata kemal ikut menimpali.


"Iya tidak apa Mal,Lidya walaupun anak kita tidak jadi menikah kita tetap sahabat, mungkin mereka tidak berjodoh, kami kesini juga mau minta maaf" Kata Dito yang membuat Kemal dan Lidya jadi bingung seharusnya kan dia yang minta maaf tapi kenapa Dito juga minta maaf.


" Maksudnya minta maaf untuk apa ya Dit?" tanya Lidya.


"Begini Mal, Lidya kami juga minta maaf karena kami juga tidak bisa meneruskan perjodohan itu karena anak kami sudah punya pilihannya sendiri" ujar Dito yang gak mungkin mengatakan yang sejujurnya.


" Owh jadi begitu, syukurlah kalau anakmu sudah ada pilihannya sendiri semoga laki laki itu yang terbaik untuk putri cantikmu" kata Kemal yang juga bernafas dengan lega ternyata maksud dari sahabatnya datang kerumahnya ingin membatalkan perjodohan anaknya sama sepertinya yang gak mungkin memaksa Kenzo untuk menikah karena anaknya itu sudah beristri.


" Iya terimakasih, semoga saja lelaki pilihan putriku itu yang terbaik" kata Sarah ikut menimpali, Maafkan aku Mal, Lidya karena aku tidak bisa jujur tentang yang terjadi sebenernya biarlah itu rahasia kami, walaupun kita sahabat tapi aku tak mungkin mengumbar aib anakku yang ternyata sudah di perkosa sama seorang laki laki, itu sungguh memalukan.


" Akhirnya mereka sama sama lega setelah mengutarakan keinginan masing masing yang ternyata mereka para orang tua tidak bisa melanjutkan rencana perjodohan itu, Rencana hanya tinggal rencana karena takdir hanya author yang menentukan.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA BERI AUTHOR


LIKE


KOMEN


VOTE

__ADS_1


TERIMAKASIH


__ADS_2