
SELAMAT MEMBACA
*******
Setelah Acara pernikahan Najwa dan Elvan yang di gelar sangat sederhana itu Selesai, sore harinya keluarga Najwa langsung pulang ke solo hanya gus ikhsan yang tidak ikut karena gus ikhsan masih ada urusan di jakarta, sebenernya Najwa sangat berat jika harus berpisah dengan keluarganya tapi mau bagaimana lagi sekarang Najwa sudah menyandang status sebagai seorang istri jadi mau gak mau Najwa harus tinggal dengan suaminya di jakarta.
Sedangkan Sena yang merupakan adik kandung dari Bima itu tidak bisa menghadiri pernikahan keponakannya yang dadakan itu karena pada saat ini Sena dan Reynan serta anak anaknya sedang pergi berlibur bersaman ke luar negeri.
Elvan dan Najwa sekarang sedang berada di bandara untuk mengantar keluarga Najwa yang ingin pulang ke solo.
"Najwa umi sama abah pulang dulu ya nak, kamu jadilah Istri yang baik yang patuh sama suami" pesan uminya yang memeluk Najwa dengan erat.
"Iya Najwa, semoga rumah tanggamu langgeng ya nak ingat pesan abah jangan sampai ada perceraian karena allah paling benci perceraian, kalau bisa pertahankan rumah tanggamu" ujar abahnya juga yang memberi pesan kepada putrinya.
"Iya abah umi insaya Allah Najwa akan berusaha menjadi istri yang baik buat Suami Najwa, dan Najwa juga akan selalu berusaha mempertahankan pernikahan Najwa, Do'a kan Najwa ya abah umi Semoga Najwa di kasih kesabaran yang melimpah" jawab Najwa dengan menangis karena merasa sedih akan berpisah dengan keluarganya.
"Nak Elvan tolong jaga putri abah, kalau nak Elvan sudah tidak membutuhkannya tolong kembalikalah ke abah dengan baik baik jangan menyakitinya" pesan kiyai Hasan kepada Elvan.
"Baik Abah Elvan akan menjaganya" jawab Elvan dengan mencium punggung tangan kiayi Hasan, Elvan memanggilnya abah karena kiyai Hasan sendiri yang meminta Elvan untuk memanggilnya abah begitupun dengan Aisyah yang merupakan istri dari kiayi Hasan, Aisyah juga menyuruh Evan untuk memanggilnya umi karena Rlvan sudah menjadi menantunya.
"Nak kalau ada waktu ajaklah Najwa sekali sekali untuk main ke Solo ke tempat Umi dan Abah, umi pasti akan sangat merindukannya" ujar Aisyah Kepada Elvan sebelum pulang, posisi mereka sekarang sedang berada di bandara untuk mengantar keluarga Najwa yang akan pulang ke Solo.
"Baik umi Nanti kalau ada waktu Elvan akan mengajak Najwa untuk main ke sana" jawab Elvan yang membuat umi Aisyah tersenyum, Aisya dapat melihat bahwa Elvan adalah laki laki yang baik walaupun bukan dari kalangan santri tapi Aisyah yakin bahwa Elvan bisa menjadi suami yang baik untuk putrinya.
"Najwa kakak pulang dulu ya kamu jaga diri baik baik di sini nanti kalau ada waktu kakak, dan kak Annisa akan sempatin main kesini" ujar gus Rizki dengan mengusap kepala adiknya yang di balut dengan hijab, sebenernya Rizki tidak tega meninggalkan adiknya sendiri di kota jakarta dengan orang asing yang kini sudah menjadi suami adiknya.
"Iya Najwa udah jangan sedih lagi ya" ujar Annisa yang merasa iba dengan nasib adik iparnya itu sungguh miris dengan apa yang menimpanya.
"Iya kak" Jawab Najwa singkat dengan memeluk kakak iparnya, Najwa yang merasa sedih sudah tidak mampu lagi untuk berkata kata.
__ADS_1
"Aunty Najwa kenapa nangis aunty gak ikut pulang juga sama kita?" Tanya Zaki seorang bocah kecil yang berada di gendongan Rizki dengan gaya cadelnya, Zaki baru berusia 4 tahun dan dia cukup dekat dengan Najwa karena tak jarang Najwa sering mengajak keponakannya itu main.
Najwa segera mengusap air matanya yang terus membanjiri pipinya yang mulus. "Iya sayang aunty tidak ikut pulang, mulai sekarang aunty akan tinggal di sini" jawab Najwa dengan mengelus pipi gembul Zaki.
"Yah Nanti zaki gak bisa main lagi dong sama aunty" jawab bocah itu yang ikutan sedih.
"Udah zaki gak usah sedih ya nanti kalau aunty pulang aunty janji bakal ajak Zaki main lagi" kata Najwa yang berusaha membuat bocal itu tidak ikut sedih.
"Yeeee asyik beneran ya aunty" ujar anak kecil itu yang di angguki oleh Najwa.
"Najwa aku pulang dulu ya, selamat atas pernikahanmu semoga kamu selalu bahagia" ujar Rahma dengan memeluk Najwa, tapi entah kenapa ada rasa yang mengganjal dihati Najwa tentang Rahma yang meninggalkan dirinya di kamar hotel sendirian dengan alasan ingin mengambil ponselnya yang tertinggal tapi Najwa tidak mau su'uzon karena Najwa tidak ada bukti.
" Iya tetimakasih ya Rahma" jawab Najwa yang serasa enggan tapi Najwa masih berusaha bersikap baik dengan Rahma siapa tau ajakan itu hanya prasangka buruknya saja.
"Ahmad juga pamit pulang dulu ya kak maafkan Ahmad jika gara gara Ahmad kakak jadi...." ujar Ahmad yang tidak jadi meneruskan kata katanya.
Setelah mendengar pengumuman boarding announcement keluarga Najwa segera bersiap untuk masukk ke dalam pesawat dan Elvan langsung memutuskan untuk mengajak Najwa pulang, sebenernya Elvan merasa iba juga dengan Najwa karena harus berpisah dengan keluarganya karena mau gak mau Najwa harus ikut tinggal dengannya karena saat ini Najwa sudah resmi menjadi istrinya.
"Udah ayo mau pulang atau mau di sini terus" ujar Elvan yang terdengar ketus, mungkin Elvan belum terbiasa aja sama Najwa jadi bicaranya masih ketus, maklum ya kan baru kenal, sedangkan Najwa hanya menganggukkan kepalanya.
Elvan melenggang pergi keluar bandara sedangkan Najwa mengekor dibelakang Elvan.
"Silahkan tuan dan nona" uajar Felik yang sudah siap untuk mengantar pulang Elvan dan istri barunya ke rumah keluarga Sanjaya, Elvan segera masuk ke dalam mobil saat Felix sudah membukakan pintu mobil bagian penumpang begitupun dengan Najwa yang segera masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Elvan.
"Terimakasih" ujar Najwa dengan ramah, Sebelumnya Najwa belum pernah di perlakukan seperti itu.
"Iya sama sama Nona" jawab Felix tak kalah sopan.
Selama diperjalanan Elvan hanya sibuk dengan ponselnya entahlah apa yang di lakukan Elvan dengan ponselnya itu, sedangkan Najwa lebih memilih melihat ke luar jendela.
__ADS_1
Ya begitulah Elvan kalau gak ada sesuatu yang penting enggan untuk berbicara basa basi apalagi dengan orang yang baru di kenalnya, Elvan memilih Sibuk dengan ponselnya karena gak ada sesuatu yang penting yang mau di bicarakan dengan Najwa.
Setelah sampai di rumah Elvan segera turun setelah Felik membukakan pintu untuknya begitupun dengan Najwa yang mengekor suaminya dari belakang.
"Wah Rumah mas Elvan luas banget, mewah kaya istana, sekaya apa ya mas Elvan sehingga rumahnya aja semegah ini" gumam Najwa dalam hati yang baru menginjakkan kakinya dirumah suaminya, tadi sedari hotel Najwa mengantar keluarganya ke bandara karena memang selama dijakarta Najwa dan keluarganya tinggal di hotel keluarga sanjaya.
"Elvan Najwa duduk sini sebentar Mommy mau bicara" panggil Dara yang melihat Elvan dan menantunya baru memasuki rumah.
Mendengar Dara yang memanggilnya dan Elvan Najwa segera menghampiri kedua mertuanya yang tanpak sedang bersantai di ruang keluarga, Elvan dan Najwa duduk dengan berdampingan berhadapan dengan Kedua mertuanya.
"Elvan Najwa mommy cuma mau bilang bahwa besok Daddy ada perjalanan bisnis keluar negeri dan mommy ikut mendampingi Daddymu kalian berdua gak pa pa kan jika mommy tinggal" ujar Dara menyampaikan.
"Ya gak pa pa Mom memangnya kenapa lagian biasanya Mommy juga begitu" jawab Elvan yang sudah terbiasa ditinggal mommynya pergi jika Daddynya ada perjalanan bisnis keluar negeri.
"Makdunya Mommy kamu itu kalian berdua baik baik di rumah jangan pada bertengkar jika gak gak ada mommy dan Daddy, Kamu Elvan harus bisa jadi suami yang bertanggung jawab ingat bahwa kamu sekarang sudah panya istri" ujar Bima yang menasehi anaknya.
"Iya Dad Elvan udah ngerti"
"Ya udah mommy cuma mau menyampaikan itu saja, sekarang ajaklah Najwa kekamarmu untuk beristirahat kalian pasti lelahkan" titah Dara yang di angguki oleh Elvan.
"Dan kamu Najwa anggaplah rumah ini seperti rumahmu sendiri ya jangan sungkan, semoga kamu betah ya tinggal di sini" ujar Dara dengan lembut dan Najwa merasa sangat beruntung sekali ternyata kedua mertuanya menerimanya dengan baik, Najwa kira kedua mertunya itu tidak akan suka padanya mengingat Najwa dari kalangan yang berbeda dengannya tapi ternyata fikiranya itu salah ternyata kedua mertuanya sangat baik tidak membeda bedakan kedudukan seseorang.
"Iya mom terimakasih sudah mau menerima Najwa sebagai menantu mommy" jawab Najwa dan Dara hanya menggukakn kepalanya.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA DUKUNGANYA BUAT AUYHOR
LIKE KOMEN VOTE YA
__ADS_1