Di Jodohkan Dengan Gadis SMA

Di Jodohkan Dengan Gadis SMA
episode 81


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


JANGAN LUPA VOTENYA YA BUAT AUTHOR


💗❤️💗


bela mulai mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang menyilaukan mata, setelah bela sudah sadar sepenuhnya bela mulai mengedarkan pandangannya ke sekitar ruangan dan bela tau sekarang dia sedang berada di rumah sakit tapi bela tidak melihat siapapun di dalam ruang rawatnya.


" kok aku hanya sendirian ya di sini, tidak ada yang menemani apa memang sudah tidak ada lagi orang yang perduli sama aku ya, mamah sama papah pasti sekarang sudah benci banget sama aku " gumam bela dalam hati, bela hanya bisa menangis saat ini meratapi apa yang telah terjadi di hidupnya saat ini jujur bela tidak menyangka bila akhirnya akan menjadi seperti ini.


" ini semua gara gara anak kemarin sore itu yang sudah merebut bima dari aku, aku tidak menyangka bima setega ini sama aku, awas aja kamu dara akan aku balas semua ini, kita lihat saja nanti aku juga akan menghancurkan hidupmu sama seperti hidupku saat ini, kalo aku tidak bisa mendapatkan bima kamu juga gak akan bisa bersama bima aku akan membuat bima benci sama kamu" gumam bela dengan derai air mata.


disisi lain riska, kenzo dan papahnya sudah berada di ruang rawat dona, tapi dona masih belum sadar.


" kak mamah kok belum sadar juga ya" kata riska.


..." sabar ris, mungkin sebentar lagi, kamu dengar sendiri kan kata dokter kalo mamah akan segera sadar" kenzo berusaha menenangkan riska yang masih gelisah memikirkan keadaan mamahnya sedangkan papahnya juga sama gelisahnya melihat istrinya tak kunjung sadar, tiba tiba roni yang duduk di sebelah istrinya melihat kalo tangan dona bergerak gerak....


" mah.....mamah sudah sadar bangun lah mah, ris lihat tangan mamah kamu bergerak gerak" kata roni memberitahu anaknya, riska dan kenzo yang sedang duduk di sofa segera menghampiri ranjang mamahnya dan iya tangan mamahnya sudah bergerak gerak.


" iya pah, tangan mamah bergerak gerak" ujar riska dan benar saja mamahnya sudah mulai ngerjapkan matanya.


"aku di mana ini?" tanya dona setelah membuka matanya.


" mamah sedang di rumah sakit tadi penyakit jantung mamah kambuh lagi" jawab roni.


" mamah sudah sadar, mamah gak pa pa kan? apa masih sakit?" riska membrondong pertanyaan sama mamahnya saking senengnya mamahnya sudah sadar.


" riska mamah gak pa pa sayang cuma agak nyeri aja" jawab mamahnya.


" kata dokter mamah gak boleh banyak fikiran


dan harus banyak istirahat" kata riska.


" iya mah riska benar mamah gak usah mikir yang macem macem ya " ujar roni ikut menimpali.


" terus bela gimana pah?" tanya dona.

__ADS_1


" udahlah anak itu pasti baik baik saja jangan terlalu di fikirkan sebelum berbuat bela pasti sudah tau konsekuensinya, bela juga sudah besar tidak usah terlalu di fikirkan selama ini kita itu kurang apa sama dia, dia itu gak tau balas budi sudah untung dia kita pungut dulu dan kita sudah memperlakukan bela seperti anak kandung kita sendiri tapi apa balasannya, apa seperti balasannya papah bener bener kecewa"


" mamah gak perlu mikirin kak bela dulu, kak bela sudah besar dia sudah tau mana yang benar dan mana yang salah, dia berbuat seperti itu karena sudah menjadi keputusan hidupnya" ujar riska.


" benar kata riska mah kalo bela sudah tidak bisa di atur biarkan saja mah, dia sudah membuat kita kecewa" dan dona hanya menganggukkan kepalanya, dona membenarkan perkataan suami dan anaknya kalo terus mikirin bela yang sudah tidak bisa di atur dona takut penyakitnya semakin parah padahal masih ada riska anak kandungnya yang nyata nyata masih membutuhkannya.


💗❤️💗


dara sedang berbalas pesan dengan mela, rencananya mela mau nengokin dara tapi tidak tau alamat rumah dara jadi mela nanya dulu sama dara , dara membalas pesan mela dengan senyum senyum sendiri karena mela juga menceritakan hal hal konyol, bima yang melihat istrinya chattingan sambil senyum senyum sendiri jadi curiga di kiranya dara lagi chat sama laki laki lain.


bima yang lagi sibuk dengan laptopnya seketika menutup laptopnya dan mendekati dara yang sedang duduk bersandar diatas ranjang lalu bima merebut phonsel dara.


" ih mas bima apaan sih kok hp aku di ambil?" tanya dara yang kesal karena hpnya di rampas bima gitu aja.


" habis dari tadi aku perhatiin kamu chattingan sambil senyum senyum sendiri emangnya kamu itu lagi chattingan sama siapa, hem?" tanya bima penasaran.


" kenapa mas bima cemburu ya" dara malah sengaja menggoda bima.


" ya iya lah aku cemburu kamu kayaknya seneng banget padahal sama aku aja hampir gak pernah chattingan" kata bima ketus dan dara menelan salivanya kasar niat hati bercanda tapi bima kelihatannya marah beneran.


" mas bima gak usah cemburu gitu dong aku tadi chattingam sama mela kok katanya dia mau main kesini dan mau nengokin aku katanya, padahal aku sudah bilang kalo aku sudah baik baik aja" jelas dara.


" iya beneran mas, kalo gak percaya mas bima cek aja sendiri" bima segera mengecek hp dara saat bima membukanya bima tersenyum melihat foto dirinya dan dara waktu di puncak yang di jadikan dara sebagai walpaper, bima membuka aplikasi chat dan benar saja dara memang lagi chattingan sama mela, merasa gak puas bima membuka galeri foto dan disana hanya terdapat foto foto dara dan dirinya saja, merasa gak ada yang aneh bima mengantongi hp dara di saku celananya.


" lho mas bima hpku mana balikin " kata dara saat melihat bima malah memasukkan hpnya di saku celananya.


" cium dulu baru aku balikin" dengen liciknya bima menggunakan kesempatan itu.


" ih mas bima curang"


" ya udah kalo gak mau" bima langsung beranjak dari ranjang dan sibuk kembali dengan laptopnya di sofa, dara melihat itu jadi kesel terpaksa dara menghampiri bima dan duduk di sampingnya, bima yang melihat itu hanya meliriknya.


dara langsung berusaha mengambil hpnya di saku bima tapi gak bisa susah karena posisinya bima sedang duduk tapi dara tak menyerah tangan dara masih berusaha mesuk ke dalam saku celananya bima.


" sayang geli tau, kamu sengaja godain aku ya"


" enggak siapa yang godain aku cuma mau mengambil hp aku.

__ADS_1


"tinggal cium aja apa susahnya sih ntar aku balikin hpnya" akhirnya dara mengalah, dara mencium pipi bima.


"cup.....udah kan terus mana hpnya" kata dara sambil menengadahkan tangannya.


"nyiumnya di sini baru aku balikin" tunjuk bima pada bibirnya


" ck....." dara berdecak kesal dengan terpaksa dara mencium bibir suaminya tentu bima gak akan memnyia nyiakan kesempatan itu bima menekan tengkuk dara dan memperdalam ciumannya, bima mengabsen semua yang ada di dalam mulut dara tanpa terlewatkan cukup lama mereka berciuman sampai mereka berdua ter engah engah baru bima melepas tautan bibirnya.


" hah ....hah....hah....mas bima mau bunuh aku ya" kata dara kesel.


" enggak lah sayang, makasih ya selalu aja manis, nih aku balikin hpnya" bima langsung mengembalikan hp istrinya dan dara segera mengambilnya.


" mas bima mela sama riska bolehkan main kesini?" tanya dara berharap suaminya itu membolekan temannya main ke rumah.


" mmmmm.....boleh boleh aja sayang" bima memperbehkan karena toh temen perempuan yang main kerumah.


" makasih banget ya mas" dara tersenyum senang karena bima tidak melarang temannya buat main kerumah.


" tapi ingat jangan bawa masuk ke dalam kamar karena aku gak suka kamarku di masukin orang lain" pesan bima.


" iya gak lah mas ngapain sampai ke kamar segala"


" biasanya kan gitu sayang temen kalo sudah akrab biasanya suka nonton bareng atau belajar bareng di kamar" pasalnya bima suka gitu kalo sama kenzo, revan dan aldi tapi bima gak mau kalo kamarnya di masuki teman temannya tapi kalo bima seenaknya masuk atau tidur di kamar temannya itu.


" ya beda dong mas dara kan sudah nikah jadi gak mungkin bawa mereka ke kamar beda lagi kalo belum menikah" jawab dara.


" okey ....."


dara segera mengabari mela kalo suaminya membolehkan untuk main kerumahnya, dara juga memberikan alamat rumahnya sama mela.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA


LIKE


KOMEN

__ADS_1


VOTE


TERIMAKASIH


__ADS_2