Di Jodohkan Dengan Gadis SMA

Di Jodohkan Dengan Gadis SMA
Episode 105


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Sekarang Dara berada di rumah mamah mertuanya atas permintan dari Bima karena suaminya Bilang pulang dari kantor langsung pulang ke rumah mamahnya makanya Bima menyuruh istrinya pulang kuliah langsung ke rumah mamahnya dan Dara pun menurut.


Dan sekarang di sinilah mereka di ruang makan, di sana sudah ada Rendi, wenda, sena ,Dara dan juga Bima.


" Mas Bima mau makan sama apa?" tanya Dara yang mengambilkan makan untuk suaminya dan pemandangan itu terlihat membahagikan di mata mamah Wenda.


" Apa aja aku makan sayang asal kamu yang suapin" ujar Bima dengan nada lembut.


" Kalian berdua so sweet banget sih" seloroh Sena yang melihat sepasang suami istri di depannya dan Dara jadi malu mendengar ucapan adik iparnya.


" Iya mamah jadi adem lihatnya" ujar Wenda ikut menimpali.


"Papah juga seneng melihat kalian yang rukun begini"


"iya harus dong ...muach" Bima mencium pipi istrinya seketika Dara jadi melotot karena terkejut bisa bisanya suaminya itu malah menciumnya di depan adik dan kedua orang tuanya.


"Duh romantis banget sih bikin jiwa jombloku meronta ronta" seloroh sena dan mamahnya jadi ketawa.


" Anak mamah main sosor aja, kamu jangan ganas ganas ya Bim kasian Dara lagi hamil muda " saut mamahnya dan jangan di tanya muka Dara udah memerah seperti kepiting rebus.


" Udah udah jangan di godain mulu lihat tuh wajah menantu papah sudah merah banget" ujar papahnya ikut menimpali.


Dara bener bener merasa malu banget kalau di rumah sendiri sih tak apa lah ini di depan adik dan kedua orang tuanya, suaminya itu memang gak tau tempat main sosor aja.


" Owh iya mah, pah rencananya Bima mau menggelar acara resepsi pernikahan soalnya publik sudah terlanjur tau jadi Bima pikir untuk membuat acara resepsi pernikahan sudah waktunya semua orang tau kalau Dara ini istri aku" ujar Bima meminta padat kepada mamah dan papahnya.


" Itu ide bagus Bim papah setuju"


" Iya Bim papahmu benar mumpung kandungan istrimu belum membesar" jawab papah dan mamahnya menyetujui keputusan putranya.


" Iya kak Sena juga setuju lagian kan kalian nikahnya diam diam waktu itu dan gak ada pesta, gak ada salahnya kan kalian mengadakan pestanya sekarang" ujar Sena menyetujui bahkan terlihat antusias tau kakaknya akan mengadakan pesta pernikahan.


" Kalau menurut kamu gimana sayang?" tanya Bima sama istrinya.


" kalau aku terserah mas Bima aja gimana baiknya" jawab Dara.


" Kalian malam ini nginep sini ya sayang, kalian kan gak pernah menginap di sini menenjak punya rumah sendiri" Mamah wenda ingin sekali anaknya itu menginap di rumahnya.


" Iya kak Bima dan kak Dara nginep sini aja ya sekali sekali" ujar sena ikut menimpali.


" Bener tu Bim" saut papahnya juga.


" Bagaimana sayang kalau malam ini kita nginep di sini aja?" tanya Bima minta persetujuan istrinya.


" Kalau aku sih ngikut mas Bima aja" jawab Dara.


" Okey kita malam ini nginep sini" dan Sena jadi girang mendengar kakaknya nginep karena semenjak kakaknya pindah rumahnya terasa sepi.


Setelah makan malam mereka berkumpul di ruang kekuarga mereka ngobrol dan bercanda gurau bersama dan Karena sudah larut malam Bima dan Dara memutuskan untuk ke kamar, setelah sampai di kamar Dara langsung bersih bersih dan memakai skincare sebelum tidur Dara juga mengganti bajunya dengan baju tidur yang tipis.

__ADS_1


Bima yang melihat istrinya memakai dress pendek berbahan satin dan tipis jadi ingin sekali menerkamnya lagian sinaga yang di dalam sangkar udah lama berpuasa.


" Sayang kamu cantik dan sexy banget sih" ujar Bima yang memeluk Dara dari belakang sedangkan Dara sedang duduk di depan meja rias karena baru saja selesai memakai skincarenya. " Emmmm sayang kamu wangi banget sih" Bima menyibak rambut istrinya kedepan dan menciumi tengkuk Dara dari belakang, Bima sangat suka sekali wangi tubuh istrinya.


" Ih mas Bima geli " protes Dara, Bima bukanya berhenti malah semakin menjadi, di gigit kecil dan di hi**apnya tengkung Dara sampai meninggalkan bekas kemerahan di sana, kedua tangan Bima juga me**mas dua buah melon yang mengantung dengan indah itu karena memang Dara tidak memakai bra saat tidur.


" Mas Bima ah, kita belum boleh melakukannnya mas, mas Bima ingetkan kata dokter" ujar Dara mengingatkan takutnya suaminya itu keblablasan.


" Tapi aku menginginkanmu sayang aku dah gak tahan udah lama juga berpuasa" sinaga di bawah sana udah tegak berdiri ingin segera masuk dalam sarangnya.


Bima mengendong istrinya dan membaringkannya di atas ranjang dengan pelan, Bima langsung menyambar bibir merah muda alami itu yang selalu tanpak menggoda.


" Emmmmm" Dara yang ingin bicara itu pun tidak bisa karena bibirnya langsung di bungkam oleh bibir milik Bima, ciuman Bima semakin turun.


" Mas Bima stop" Dara langsung mendorong dada bidang suaminya dan Bima langsung menghentikan aksinya. " Maaf mas bukannya Dara gak mau tapi Dara takut lagiankan kita juga belum memeriksakan kandungaku kembali" Sebenernya Dara tidak tega tapi mau bagaimana lagi dokter belum memperbolehkannya.


" Aku janji akan melakukannya dengan pelan sayang" pinta Bima dengan memelas.


" Tapi mas aku takut kalau terjadi sesuatu dengan calon anak kita lagi gimana" dan Bima membenarkan ucapan istrinya, Bima mau gak mau harus memendam hasratnya yang tak bisa tersalurkan.


Bima langsung beranjak dari ranjang Bima lebih memilih untuk duduk di sofa untuk menghindari istrinya jujur kalau berdekatan Bima tidak akan bisa menahannya, Bima meraih gawainya dan ternyata ada pesan dari temannya Aldi bawah sekarang teman temannya sedang berkumpul di tempatnya dan disana juga ada Reynan, Bima memutuskan untuk menemui teman temannya dari pada tidur satu kamar sama istrinya dan lebih parahnya tidak bisa menyalurkan hasratnya itu Bikin Bima sangat tersiksa jadi Bima lebih memilih pergi saja untuk menghindarinya.


" Apa mas Bima marah banget ya sama aku" gumam Dara dalam hati.


Sekarang Bima sudah siap dengan pakaian kasualnya, Dara kira suaminya itu ganti baju mau tidur tapi ternyata tidak, malahan Bima terlihat ganteng wangi dan rapi dengan pakaian kasualnya membuat Dara jadi bertanya tanya mau kemana kah suaminya malam malam begini.


" ma....mas Bima mau kemana inikan udah malam?" tanya Dara memberanikan diri.


" Aku mau pergi sama temenku kamu tidur aja gak usah nungguin aku pulang ya" Bima pergi tanpa mencium istrinya terlebih dahulu gak biasanya suaminya begitu biasanya Bima selalu menciumnya sebelum pergi.


Air mata Dara jatuh tanpa permisi sungguh sakit rasanya di tinggalin sendiri di kamar malam malam sementara suaminya berkeliaran di luar rumah.


💗❤️💗


Sementara Bima sudah sampai di clubnya Aldi, Bima yang kala itu datang dengan muka kusut langsung duduk di sebelah Reynan.


" Heh Bim kenapa muka lo kusut gitu, gak dapet jatah lo.....Hahahah" ujar Aldi dengan ketawa mengejek.


" Sialan lho Al" Bima meninju lengan Aldi karena kesal dengan ejekanya yang tepat sasaran itu.


" Jadi lo udah punya Istri juga Bim?" tanya Reynan yang memang belum tau.


..." Iya Rey dan lo tau Bima itu bucin parah sama istrinya" jawab Revan karena Bima cuma diem aja, Bima langsung menegak minuman beralkohol di depannya....


" Si Ken kenapa tuh dari tadi minum terus apa nanti gak teler dia?" tanya Bima yang melihat Kenzo seperti punya masalah yang cukup berat, Bima hafal betul sama temannya itu selalu melarikan diri ke minuman kalau lagi punya masalah.


" Si ken mau di jodohin sama orang tuanya padahal dia udah punya istri tapi orang tuanya kekeh ingin kenzo menikahi anak dari sahabat bokapnya seharusnya seneng dia bakal punya istri 2 la ini malah setres" jawab Aldi.


"Gila lo Al itu sih elo, pantesan aja si ken kaya gitu kalau gue juga ogah ribet punya istri dua" kata Bima.


" Gue aja satu belum punya lha dia udah mau dua aja" celetuk Reynan.

__ADS_1


Akhirnya malam itu Bima habiskan dengan minum bersama temannya, diantara mereka Bimalah yang paling kuat Minum terbukti Bima gak teler sama sekali walaupun udah bayak minum berbeda dengan Kenzo yang udah teler sedangakan Rey malah tak minum karena minum sedikit aja sudah pasti teler, diantara mereka Rey lah yang paling payah soal minuman.


Subuh menjelang Bima baru sampai di rumah, semua penghuni rumah gak ada yang tau kalau Bima keluar malam paling yang tau hanya penjaga dan pelayan yang membukakan pintu.


Bima masuk ke dalam kamar dan langsung membaringkan badannya di atas sofa tanpa melepas sepatu dan jaketnya, Bima lebih memilih tidur di sofa dari pada di ranjang dan pasti nanti gak bisa menahannya.


" Mas Bima dari mana aja kenapa baru pulang?" tanya Dara yang memang belum bisa tidur, Bima membuka matanya lalu bangun dari pembaringannya ketika medengar pertanyaan istrinya.


" Sayang kamu kebangun?" Bukanya menjawab Bima malah balik bertanya, Dara beranjak dari ranjang dan menghampiri suaminya di sofa Bima yang melihat istrinya masih memakai baju tidur tipis dan gak memakai bra pula jadi terlihatlah dua buah melon yang mengantung serta chochocipnya di balik kain tipis itu, seketika Bima memejamkan matanya.


" Stop kamu di situ aja tidur dan pakai selimutnya" ujar Bima, tapi bukanya Dara kembali ke ranjang malah duduk di samping suaminya.


" Mas Bima belum menjawab pertanyaan ku, mas Bima dari mana kenapa baru pulang?" tanya nya lagi.


" Aku dari tempat Aldi " Dara mencium bau alkohol dari mulut suaminya ketika berbicara, untuk memastikannya lagi Dara memegang wajah suaminya lalu mengedus ngendus dari mulai bibir hingga Baju." sayang kamu apaan sih gak usah menggoda gitu kalau akhirnya gak mau" Kata Bima ketus.


" Mas Bima dari clubnya Aldi dan minum minum Mas Bima bau alkohol, jangan Bilang mas Bima jajan di sana" seketika Bima melotot dengan ucapan istrinya bisa bisanya istrinya menuduhnya, Bima langsung menyentil kening istrinya.


" Auhhh sakit tau mas" keluh Dara.


" Gak usah ngaco Aku cuma kumpul bareng temenku aja gak lebih" Dara kembali mengendus baju yang di kenakan suaminya dan Dara seperti mencium parfum wanita.


" Mas Bima bohongkan buktinya baju Mas Bima bau parfum wanita lain" katanya dengan menangis.


ya memang Bima tadi sempat di goda sama wanita penghibur, wanita itu dengan lancang langsung duduk di pangkuannya melihat itu Bima langsung mendorongnya hingga wanita itu jatuh ke lantai bahkan Bima langsung mengusirnya.


" Ah enggak masak sih, orang aku gak ngapa ngapain kok" kata Bima dengan mengendus bajunya sendiri.


" Ih mas Bima bohong" Dara memukul mukul dada bidang Bima.


" Hey sayang kamu apa apaan sih siapa yang bohong aku gak bohong sweer" Bima memegang kedua tangan istrinya yang memukulinya Bima langsung membungkam bibir istrinya itu, Bima me***mat dan me**sapnya cukup lama Bima melakukannya dan yang di bawah sana jangan di tanya lagi sudah on sedari tadi apa lagi Bima habis menegak minuman jadi badannya rerasa lebih panas.


Bima mengusap air mata di yang mengalir di pipi istrinya lalu Bima berusaha menyakinkan istrinya bahwa dia tidak melakukan apa apa.


" Sayang kamu percaya dong sama aku, aku memang sengaja menghindarimu kalau aku terus berada di dekatmu aku gak bisa jamin bisa menahannya, apa lagi kamu sengaja banget godain aku pakai baju tapi kaya telanjang" jelas Bima.


Karena udah gak bis menahannya Bima langsung aja menyambar bibir milik istrinya lagi, Bima me**mat me**sap dan menggigit kecil bi**r itu dan Dara gak menolak lagi Dara terserah suaminya aja mau di apain dari pada suaminya ngambek dan pergi lagi.


Ci**man itu turun ke leher, Bima menghirup aroma tubuh istrinya dalam dalam Bima sangat suka bau tubuh istrinya, setelah itu Bima men**lat me**sapnya hingga meninggalkan bekas kemerahan di sana.


" Boleh ya sayang?" tanya Bima yang sorot matanya sudah berkabut gairah.


"Iya tapi pelan pelan ya mas" jawab Dara pada akhirnya.


Kedua tangan Bima me***mas re***s kedua buah melon itu, Bima menurukan kain tipis yang di pakai istrinya hingga semakin jelas terlihat kedua buah melon yang menggantung dengan indah, kedua tangan Bima serta bibirnya sudah mendarat di sana.


Dara sudah terbuai oleh sentuhan suaminya sehingga Dara men**sah Enak kala chochocipnya di mainkan oleh benda tak bertulang.


Ah ...Dara semakin membenamkan kepala Bima di dadanya, jari Bima sudah mengelus lembah yang sudah basah di bawah sana hingga Bima memasukkan jarinya di gua itu Bima menggerakan maju mundur hingga sang empunya menggelinjang tak karuan.


"Mas Bima ah aku udah gak tahan" kata Dara di sela de**hanya,entah sejak kapan mereka sudah sama sama naked, Bima membalikan badan Dara hingga membelakanginya lalu Bima me***sukinya dari belakang, Bima mulai menggerakkan pinggulnya dengan pelan kedua tangan Bima memainkan kedua buah melon Dara dari belakang sehingga mereka berdua mencapai nirwana.

__ADS_1


Bima melakukannya cuma sekali soalnya Bima khawatir juga dengan kandungan istrinya, itu aja Bima melakukannya dengan pelan.


BERSAMBUNG


__ADS_2