
SELAMAT MEMBACA
SEMOGA SUKA SAMA KARYA AUTHOR
💗❤️💗
di kampus mela mengajak dara dan riska pergi hangout bareng setelah pulang dari kampus.
mereka bertiga sekarang lagi ngumpul di taman kampus.
" eh mumpung kita pulangnya bareng gimana kalo kita hangout dulu yuk sepulang kuliah" ajak mela pada dara dan riska.
" boleh juga tuh mel, lumayan lah buat ngilangin penat bisa sekalian cuci mata" jawab riska setuju, sedangkan dara masih berfikir untuk ikut atau tidak.
" kalo lo gimana ra ikut kan?" tanya mela.
"mmmm.....gimana ya....aku izin dulu deh sama mas bima" jawab dara karena takut di marahin bima kalo tidak minta izin terlebih dahulu.
" ya udah gih kamu telfon suami kamu sekarang aja buat minta izin" usul mela.
" okey gue telfon mas bima dulu buat minta izin" kata dara yang langsung menghubungi suaminya, setelah telfon terhubung bima di sebrang sana langsung mengangkatnya.
" hallo sayang tumben telfon kangen ya" kata bima yang sebenernya sedang sibuk mengecek laporan tapi karena hpnya berbunyi dan istrinya yang nelfon bima meninggalkan perkerjaannya sejenak untuk mengangkat telfon dari istrinya.
" baru tadi pagi bertemu masak udah kangen aja, mmmm....sebenernya dara nelfon mau minta izin"
" yah kirain kangen sama aku sayang, kalo kamu kangen sama aku tadinya mau langsung aku samperin."
" katanya mas bima sibuk kok mau nyamperin dara"
" kalo buat kamu sih gak pernah sibuk sayang" gombal bima.
" gombal ah, dara mau minta izin buat jalan sama temen sepulang kampus apa boleh mas?" tanya dara yang sebenernya malu sama mela dan riska yang mendengar percakapannya dengan bima ya walaupun tak begitu jelas tapi kan tetap saja mereka berdua sedikit banyak mendengarnya.
"mmm...sama siapa sayang?" tanya bima.
" sama mela dan riska....boleh ya mas!" kata dara dengan manja.
" udah bertiga aja kan? gak ada temen cowok yang ikut?" tanya bima memastikan kalo ada cowoknya jelas bima tidak akan mengizinkannya.
" nggak mas cuma bertiga aja kok aku mela sama riska, boleh ya?" mohon dara dengan manja biar suaminya itu mengizinkannya.
" oke kamu boleh pergi dengan mereka tapi tetep di anter sama supir ya dan harus sudah ada di rumah waktu aku pulang.
" siap udah dulu ya mas..." kata dara ingin mengakhiri telfonnya.
" eh tunggu cium dulu dong biar akunya semangat kerjanya" pinta bima.
" muachhhh dahhh....." cium dara dari jauh.
" muachhh juga sayang" balas bima.
setelah itu sambungan telfon berakhir.
" cieh.....romantis banget sih lo ra jadi iri deh aku sama kamu uhhh......so sweet" kata mela setelah dara selesai menelfon suaminya.
" iya aku juga iri ra sama kamu mesra banget sih" kata riska ikut menimpali juga.
"iya harus di rayu dulu takutnya nanti gak di izinin lagi" jawab dara.
" suami kamu kayaknya posesif banget ya ra?" tanya riska.
" ya begitulah ris, kamu gak izin dulu ris siapa tau nanti kamu di marahin lo" kata dara mengingatkan.
" ya enggak lah suami aku lagi di surabaya, kamu fikir aku menikah karena cinta seperti kamu ra, enggak kami itu menikahnya dadakan karena ada sesuatu yang mengharuskan kami menikah tidak seperti kamu makanya aku iri melihat keromantisan kalian berdua" kata riska yang merasa iri sama keromantisan dara.
" kamu salah ris aku menikah juga dadakan karena di jodohin pula" jelas dara jujur.
" ha.... serius kamu ra tapi kok bisa seromantis itu sih?" tanya riska yang heran dengan dara karena bisa seromantis itu dengan suaminya.
" nah kamu nanya aja tuh ris tipsnya sama dara biar kamu juga bisa romantis juga sama suami kamu" saran mela.
" aku sih nggak ada tips apa apa ris cuma berusaha menjadi istri yang baik saja dan nurut mending kamu izin dulu deh ris sama suami kamu" kata dara ikut memberi saran.
" betul ris, kamu kan juga hampir sama kaya dara nikahnya bukan karena cintakan, apa lagi gak setiap hari bersama itu akan menjadikan hubungan kalian semakin renggang kalo kamu enggan menghubungi duluan." kata mela lagi.
__ADS_1
" begitu ya menurut kalian, ya udah deh coba aku hubungin" kata riska pesimis karena takut akan mengganggu kerja suaminya.
tapi riska mencoba menghubungi kenzo, setelah telfon terhubung kenzo juga langsung mengangkatnya karena tak biasanya riska menelfonnya, dan takut juga kalo ada apa apa sama riska sedangkan dianya lagi di luar kota.
" hallo ris ada apa?"
" mmm....gak ada apa apa kok kak, maaf apa riska menggangu kerja kakak?" tanya riska yang canggung sebenernya .
" enggak kok, kamu gak pa pa kan?" tanya kenzo karena riska tak biasanya menelfon.
" sebenernya riska cuma mau minta izin aja sih..." kata riska yang bingung mau ngomong apa.
" mau izin apa ris? tanya kenzo.
" mau jalan sama temen sepulang dari kampus, boleh kan kak?"
" temen cewek apa cowok dulu inget ya udah punya suami" kata kenzo memperingatkan riska.
" cewek kok kak, kakak juga inget di luar kota udah punya istri." balas riska.
" iya ya aku kan cuma kerja, besok aku pulang kok."
"ya udah dulu ya kak" kata riska yang ingin mengakhiri telfonnya karena bingung juga mau ngomong apa lagi.
" udah gitu doang ris."
" iya kak emangnya mau ngomong apa lagi."
" lucu banget sih kamu, ya udah deh selamat bersenang senang sayang" kata kenzo sengaja memanggil riska dengan sebutan sayang biar tidak terlalu kaku karena memang keduanya belum begitu dekat.
" apa kak?" tanya riska takutnya salah denger karena kenzo memanggilnya sayang."
" selamat bersenang senang sayang" ulang kenzo lagi.
" mmmm iya kak." jawab riska malu setelah itu telfon itu berakhir.
"gimana ris boleh nggak?" tanya mela.
" iya boleh kok." jawab riska.
" eh lihat tuh teman sekekas lo si cantik dan temannya mau pada kemana lang, coba lo sapa basa basi deh kan lo teman sekelasnya cukup dekat kan dengan mela" kata darren ke galang.
" boleh bentar ya kayaknya mereka pada mau jalan bareng tuh" jawab galang yang langsung menghampiri temannya.
" hay ra, mel pada mau kemana nih ?" tanya galang.
" kita pada mau hangout bareng lang biar gak stres sekalian cuci mata" jawab mela.
" wah cocok tuh boleh kita ikut gak ?" tanya dewa.
"iya kita gabung ya biar tambah rame kan tambah seru" tambah darren.
" bo ...boleh gabung aja" jawab mela girang karena darren mau ikut gabung jalan bareng, sedangkan riska dan dara saling pandang bingung mau ngomong apa mau nolak gak enak karena mela sudah terlanjur mengiyakan.
" aduh gawat kalo cowok cowok itu pada ikut kan tadi aku bilangnya sama mas bima cuma bertiga saja" guman dara dalam hati takut kalo sampai suaminya tau bisa gawat.
sedangkan riska tak jauh beda dengan dara karena tadi bilangnya sama teman cewek saja tapi riska tak mungkin juga menolaknya akhirnya mau gak mau mereka pada jalan bareng.
" memang pada mau hangout kemana ra?" tanya darren sama dara.
" ke mall saja ya setuju gak?" kata dara balik bertanya sama temannya, riska dan mela mengiyakan ajakan dara.
" dara kamu aku boncengin saja ya" tawar darren yang memang tujuannya mendekati dara.
" mmm...maaf ya aku sama supir aku soalnya" tolak dara secara halus.
" aku ikut mobil kamu aja ya ra" minta riska.
" iya kita yang cewek ikut mobil aku saja, yang cowok bisa pakai mobil dewa mungkin" saran dara yang bermaksud menghindari teman cowoknya itu.
" nah cocok itu" kata riska.
" ya udah yang cowok pakai mobil aku saja ren,lang biar mereka cewek cewek naik mobil dara, kendaraan kalian tinggal saja di kampus" kata dewa menyetujui.
akhirnya darren mau gak mau menyetujuinya.
__ADS_1
dara, riska, dan mela masuk ke mobil dara sedangkan galang, dewa dan darren menaiki mobil dewa.
"gila lo mel main iyain aja mereka pada ikut" kata dara setelah berada di dalam mobil.
" lah emangnya kenapa ra kan tambah seru kalo rame apalagi ada darren cowok idola kampus kita mau gabung jalan bareng kita kan tumbenan kapan lagi coba bisa jalan bareng dia ra, biasanya gak pernah dia mau gabung walaupun kak darren itu dekat dengan galang dan dewa."
" ya ampun mela bisa bisa nanti aku di marahin lagi sama mas bima kan tadi aku bilangnya cuma pergi sama kalian gak ada teman cowoknya kan bisa gawat kalo sampai tau" jelas dara pada mela.
"iya bener mel aku juga izinnya juga gitu tau" saut riska ikut mengiyakan ucapan dara.
" ya elah kalian ribet banget si yang udah pada bersuami, kalian enak lha gue jomblo gue kan pengen deket juga sama kak darren." jawab mela.
" huft.....dasar kamu ya mel gak bisa lihat cowok cakep dikit aja lo sikat" kata dara yang sebenernya merasa was was kalo suaminya tau.
" udah kalian tenang saja suamimu gak akan tau ra, ris secara suami lo itu pasti sibuk kerja sedangkan suami lo kan katanya lagi di surabaya ris, jadi tenang mereka gak akan tau kalo lo nggak ngasih tau." kata riska enteng.
akhirnya mereka semua sampai di mall.
" mau makan dulu atau mau shopping nih?" tanya galang.
" shopping dulu dong kalian para cowok yang bayar ya" jawab mela bercanda.
" ogah gue kalo harus bayarin kalian shopping bisa gak jajan sebulan gue" jawab dewa gak setuju.
" dasar pelit banget si lo wa pantesan aja lo gal laku laku" ledek mela.
" bodoh amat ngapain bayarin lo shopping pacar juga bukan juga" jawab dewa tak mau kalah.
" khusus buat kamu nih ra kamu boleh beli apa aja yang kamu suka, ntar aku yang bayar deh" kata darren ke dara, darren berusaha mengambil hati dara karena wanita biasanya suka di bayarin saat lagi shooping.
" yah kak darren kok cuma dara saja sih akunya enggak nih" kata mela yang ingin juga di bayarin darren.
dan daren bingung mau jawab apa jadi darren hanya nyengir dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" eh gak usah kak dara bisa bayar sendiri kok" tolak dara.
akhirnya mereka mengelilingi mall ber enam setelah satu setengah jam mereka jalan dan mereka juga membeli barang yang di suka.
contohnya seperti dara yang tidak sengaja melihat sebuah dasi dan sepertinya akan cocok saat di kenakan suaminya jadi dara memasuki toko itu dan membelinya, dan darren berusaha akrab sama dara selama mereka jalan di mall.
" kamu mau beli dasi ra?" tanya darren.
" iya kak dasinya bagus banget." jawab dara.
" memang kamu beli buat siapa ra?" tanya daren lagi yang penasaran dasi itu untuk siapa karena dasi itu harganya sangat fantastis.
" ya buat suaminyalah kak buat siapa lagi" kali ini yang menjawab adalah mela bukan dara.
" bercanda kamu mel masa dara udah punya suami sih" kata darren tak percaya.
"iya kak dara beli dasi ini memang buat suami dara" kata dara.
" apa? kamu gak bercanda kan ra?" tanya galang, dewa dan darren bersamaan karena kaget kalo ternyata dara sudah bersuami.
" iya aku ini sudah punya suami tauk" kata dara dengan jujur, seketika darren langsung lemes mendengar kenyataan kalo dara yang dia taksir ternyata sudah bersuami.
" ternyata dara sudah bersuami gak nyangka gue secara dara kan masih remaja tapi masa bodolah sama suaminya aku akan tetap mendekatinya soalnya gue masih penasaran sama dara" gumam darren dalam hati.
" kirain kita lo masih joblo ra, mau gue pacarin tadinya" kata dewa.
" huuuu....dasar lo wa mana mau dara sama lo" saut mela.
" syirik banget sih lo mel lagian siapa sih yang gak baksir sama cewek secantik dara mana orangnya lembut lagi gak kaya lo" kata dewa.
" eh udah ya jadi intinya kalian jangan macem macem sama dara karena dia sudah ada yang punya" kata riska memperingatkan.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
TERIMAKASIH