Di Jodohkan Dengan Gadis SMA

Di Jodohkan Dengan Gadis SMA
episode 74


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


JANGAN LUPA KASIH AUTHOR VOTE YA


💗❤️💗


bima sedang berada di ruang kerjanya bersama edo sistenya.


" do gimana? sudah dapat berapa persen saham perusahaan yang di pegang pamannya dara" tanya bima.


" saya baru berhasil mendapatkan 30% sahamnya tuan" jawab edo.


" kerja bagus do, pelan pelan saja biar mereka tidak menyadarainya aku ingin membuat mereka semua menjadi gembel untuk membalaskan dara yang sudah di perlakukan semena mena" bima tersenyum miring.


" tuan benar biar mereka semua jera dan tidak akan memperlakukan orang sembarangan apa lagi masih bersaudara" kata edo setuju dengan apa yang di bilang bima.


tiba tiba ada yang mengetuk pintu ruangan bima.


" tok.....tok....tok..." bima yang mendengar ada yang mengetuk pintu segera menyuruhnya masuk.


" masuk" suruh bima dari dalam ruangan.


"maaf tuan ada nona bella ingin bertemu" kata sekertaris desi setelah masuk ke ruangan bima.


belum sempet bima menjawabnya bella sudah menerobos masuk ke ruangan bima akhirnya mau gak mau bima mengizinkannya karena bella sudah terlanjur masuk.


" ya sudah kamu bisa keluar des" suruh bima pada sekertarisnya dan edo juga segera undur diri karena gak ada keperluan lagi.


" kalo begitu saya permisi tuan" pamit edo.


" saya juga permisi dulu tuan" setelah desi dan edo keluar dari ruangan bima bella segera menghampiri bima ke meja kerjanya.


" ada perlu apa bel kamu datang ke sini aku lagi sibuk " kata bima yang fokus dengan berkas berkas di tanganya tanpa melihat bela.


" aku hamil bim" ucap bela.


" huf.....lalu apa hungannya denganku?" tanya bima, lalu bima meletakkan berkasnya dan menatap bela dengan datar.


" ya kamu harus tanggung jawab dong bim" bella mengatakannya dengan entengnya.


" aku ....tanggung jawab? kenapa harus aku yang tanggung jawab" kata bima dengan menunjuk dirinya sendiri.


" kamu inget gak waktu kamu ke club waktu itu secara gak sadar kamu nidurin aku bim dan setelah itu kamu di bawa paksa sama bodyguard kamu" bella langsung memperlihatkan foto foto waktu malam itu kepada bima.


" apa apaan kamu bel foto apa ini jangan mengada ada kamu ya" bima gak terima kenapa bisa bela mengambil foto seintim itu waktu pacaran aja gak pernah seperti itu walaupun bela sering menggodanya.


"itu asli bim memang kita melakukannya malam itu dan sekarang aku hamil aku mau kamu bertanggung jawab" kata bella yang pura pura menangis seolah olah bela itu korban.


" ck.... mana ada orang tidur bisa melakukan itu kamu jangan membodohiku bel aku gak sebodoh itu, aku aja gak inget apa apa kok dan aku gak merasa pernah melakukannya sama kamu"


" tapi aku beneran hamil bim kalo kamu gak percaya ini buktinya" bella menunjukkan bukti beberapa tespek yang menyatakan positif hamil.


" ck....bisa aja itu anak orang lain jangan kira aku tak tau kalo kamu itu sering malakukannya dengan banyak laki laki" kata bima telak.


" ka.....kamu jangan ngaco ya bim, tapi ini bener anak kamu bim" bella bicara dengan gugup karena bela takut kalo bima tau yang sebenernya.


" tapi aku gak percaya"


" kalo kamu gak mau tanggung jawab aku bakal sebar foto itu biar semua orang tau kalo kamu sudah pernah meniduriku dan aku hamil" kata bela dengan berderai air mata.


" berani macam macam sama aku habis kamu bel, dengarkan baik baik aku gak akan pernah bertanggung jawab atas hal yang tidak pernah aku lakukan dan, aku tidak pernah merasa melakukannya denganmu , sekarang juga kamu pergi dari sini dan bawa ini semua" kata bima dengan kesal.

__ADS_1


"oke kita lihat saja nanti bim" setelah mengatakan itu bela langsung mengambil tespek dan foto toto yang berada di atas meja lalu dengan kesal bela keluar dari ruangan bima dan membanting pintunya.


"sial licik banget kamu bel lihat saja nanti kalo kamu berani menyebar foto itu aku pastikan karirmu hancur, berani sekali kamu mengancamku memanganya kamu itu siapa" gumam bima yang sudah sangat geram atas kelakuan bella.


💗❤️💗


di rumah dara sudah merasa baikan badanya sudah gak lemes lagi setelah di buat beristirahat, dara keluar dari kamar dan pergi kedapur berniat untuk membuat susu panas.


" maaf nona, mau apa nona kedapur? kalo perlu sesuatu biar saya aja yang buatkan nona" kata pelayan yang melihat dara ke dapur.


" tidak usah bik biar saya buat sendiri saja" tolak dara, karena cuma buat susu doang kenapa mesti di bikinin sih lagian dara juga jenuh di rumah gak ngapa ngapain kan begitu pikirnya.


" tapi non bibik takut nanti malah di marahin sama tuan" kata pelayan itu.


" gak akan bik, bibik tenang saja mas bima gak akan marah kok" kata dara meyakinkan pelayan itu.


" tapi non kan lagi sakit lebi baik non istirahat saja biar bibik yang bikinin" pelanyan itu sangat takut kalo tuannya akan marah karena setaunya nyonyanya itu lagi sakit masak di biayarin bikin susu sendiri sedangkan banyak pelayan yang bisa di suruhnya.


" aku udah gak apa apa bik, bibik gak usah takut mas bima gak akan marah, okey"


" non dara ini sudah cantik ramah baik lagi kebanyakan nyonya rumah kan judes dan galak gak seperti non dara yang baik dan ramah kadang juga suka bagi bagi makanan lagi" gumam pelayan itu dalam hati.


akhirnya pelayan itu mengangguk dan pergi dari dapur untuk mengerjakan pekerjaan yang lainnya.


setelah pelayan itu pergi dara mulai membuat susu saat dara mau menuangakan air panas kedalam gelas tiba tiba ada yang menyenggolnya seketika air panas itu mengenai tangan kiri dara.


" aowww panas" teriak dara yang tangannya kesiram air panas.


" ma....maaf non saya tidak sengaja tadi saya hampir jatuh eh malah menyenggol nyonya" kata pelyan yang bernama lilis, lilis tadinya ke dapur ingin minum karena haus eh malah melihat dara yang sedang membuat minuman dan lilis dengan sengaja menyenggol dara


saat dara menuangakan air panas dan setelah itu lilis malah pura pura gak sengaja.


rosi yang mendengar teriyakan nyonyanya dari arah dapur segera datang ke kedapur dan seketika rosi kaget dengan apa yang terjadi dengan nyonyanya.


" nyonya ya ampun ini harus segera di obati nanti bisa melepuh non" kata rosi dengan panik.


" panas bik ini perih" keluh dara.


" iya non, biar saya obati" rosi segera menuntun dara untuk duduk, rosi melihat lilis yang hanya diam saja lalu rosi membentaknya.


"lilis ngapain kamu masih bengong di situ cepet ambil obatnya" bentak rosi.


lilis yang kesal karena dibentak segera pergi untuk mengambil obat.


" cuma kena air panas gitu aja manja banget si awas aja kalo aku udah berhasil mendapatkan tuan bima kamu orang pertama yang aku usir dari sini" gumam lilis dalam hati.


setelah lilis mengambil obatnya lilis segera menyerahkannya kepada rosi.


" sini non biar tangannya saya obati" rosi mulai mengolesi salep ke tangan dara yang terkena air panas.


" owh sakit pelan pelan " keluh dara.


" iya maaf non ini saya sudah pelan pelan"


setelah selesai mengobati dara kepala playan itu segera mengantar dara ke kamarnya.


" nyonya sebaiknya istirahat saja nanti tuan bisa marah, kalo ada yang nyonya inginkan bilang saja nyonya biar saya yang bikinkan " rosi juga sebenernya takut kalo tuan bima nanti marah.


" bik aku ingin makan bakso mercon yang di jln melati depan alfamar, tolong beliin untuk aku dua ya, terus beliin juga yang lainnya sekalian semua pelayan satpam dan tukang kebun juga ini uangnya." suruh dara pada rosi.


" para pelayan dan yang lainnya tidak usah nyonya kami takut kalo nanti tuan bima akan marah"

__ADS_1


" mas bima gak akan marah hanya karena makanan kamu tenang saja bik"


" non dara jangan terlalu baik sama pelayan nanti mereka bisa nglunjak nyonya"


" gak pa pa bik lagian cuma bakso aja kan gak masalah"


" aku salut sama nyonya udah cantik baik lagi, terimakasih nyonya, kalo begitu saya permisi"" pamit rosi yang segera keluar dari kamar dara.


sebelum melaksanakan titah dari dara rosi memanggil pelayan bernama lilis terlebih dahulu, dan disinilah sekarang lilis sudah berada di depan rosi, dengan kesal rosi menampar lilis....PLAKKK....!


" lancang kamu ya, ......plakkk......" rosi menampar lilis dua kali di pipi kiri dan kanan hingga bibinya mengeluarkan darah.


" kenapa saya di tampar?" tanya lilis.


" karena kamu penyebab non dara sampai kesiram air panas, tuan nanti pasti akan marah besar, bodoh" bentak kepala pelayan.


" kan aku gak sengaja lagian cuma kesiram dikit tuan gak akan marah" rosi semakin emosi mendengar perkataan lilis, sehingga rosi menamparnya lagi.


" PLAKK......sekarang juga kamu bersihin semua taman dan halaman sampai bersih awas kalo enggak kamu saya pecat aku berhak memecatmu karena aku punya wewenang di sini" setelah mengatakan itu rosi melengang pergi.


setelah menunggu cukup lama akhirnya bakso pesanan dara sudah datang.


" tok.....tok....tok" rosi mengetuk pintu kamar dara dan dengan malas dara turun dari ranjang dan membuka pintu setelah pintu di buka ternyata rosi yang datang dan mengatakan bahwa baksonya sudah siap.


" baksonya sudah saya siapkan nyonya, mau makan di kamar aja apa di meja makan?" tanya rosi.


" di meja makan aja bik biar saya turun" jawab dara.


dara segera turun karena sudah gak sabar ingin memakan bakso itu, setelah sampai di meja makan sudah ada bakso pesanannya yang sudah tersaji di atas meja seketika dara langsung melahapnya padahal bakso mercon itu pedes banget tapi dara malah menyukainya, sudah habis satu porsi tapi anehnya dara menginginkannya lagi jadi dara tambah satu porsi lagi setelah habis dua porsi bakso mercon yang pedas hingga kringat dara bercucuran barulah dara merasa cukup.


dan anehnya perut dara serasa mual lagi seperti tadi pagi, karena merasa mual dara cepet cepet lari ke dapur.


" uek......euk..... uek" dara memutahkan semua bakso yang di makannya tadi, kepala pelayan yang melihat itu segera mendekati dara dan membantu memijat tengkuknya.


" nyonya tidak apa apa?" tanya rosi khawatir.


" saya gak pa pa bik, cuma mual aja seperti tadi pagi" jawab dara.


dara mual mual terus sampai tubuhnya lemes, melihat itu rosi segera memapah dara pergi ke kamarnya.


" kita ke rumah sakit saja ya nyonya saya takut terjadi apa apa sama nyonya" kata rosi.


" tidak perlu bik buat istirahat sebentar nanti juga baikan seperti tadi pagi, mungki akunya yang kebanyakan makan sampai habis dua porsi" dara menolak di bawa ke rumah sakit karena dara memang tidak suka kalo harus di rawat di rumah sakit.


" ya sudah apa nyonya mau saya buatkan susu panas?" tawar rosi.


" iya boleh" dengan meminum susu siapa tau kan jadi lebih seger pikir dara.


rosi segera pergi kedapur untuk membuatkan susu panas untuk dara, tapi rosi sengaja menghubungi bima terlebih dahulu untuk menyampaikan keadaan dara.


bima yang sedang sibuk di kantor tiba tiba mendapatkan kabar dari kepala pelayan di rumahnya bahwa dara mual mual lagi dan wajahnya pucat badanya juga lemes setelah muntah muntah.


bima panik dan segera pulang untuk melihat keadaan istrinya ,semua pekerjaan pun di limpahkan ke edo asistennya.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA


LIKE


KOMEN

__ADS_1


VOTE


TERIMAKASIH


__ADS_2