
"kemasin semua barangmu yang mau di bawa " Ucap Sandi
"udah" Ucap Tania
"cuma segitu? " Tanya sandi
"ya kan memang cuman sedikit saja barangku disini,Yang lainnya ada di rumah ayah " Ucap Tania
"oh " jawab singkat Tania.
setelah Semua barang telah masuk Ke mobil,
mereka berdua pamit kepada pak wijaya
"Ayah aku sama Tania jalan dulu ya " Ucap Sandi
"waduh kamu kenapa cepat cepat " Ucap Sang Ayah
kemudian dari atas Ada adiknya yang bernama santi itu lari turun ke bawah
"kakak mau kemana " Ucap santi
"Eh adek pelan pelan jangan lari lari nanti jatoh " Ucap Tania
"Kakak mau pindah rumah,kan kakak sudah punya istri " Ucap Sandi kepada adiknya
"Yaa aku kesepian dong kakak Tania gak disini lagi" Ucap santi
"enggak dong dek nanti kan kakak sering sering main kesini " Ucap Tania sambil mengelus kepala santi
"Iya udah kak kalo kakakku nakal bilang ke santi ya nanti santi pukul " Ucap Santi .Sontan semua orang yang disitu ketawa
"hehe iyaa dek " Ucap Tania
"udah ah kakak pamit dulu ya Santi " Ucap sandi sambil mencium Tania
"pahh Aku pamit " Ucap Tania kepada mertua nya
"Iya sandi jaga Tania baik baik,Ingat dia masih sekolah " Ucap Pak wijaya
"Siap yah " Ucap Tania
setelah berpamitan sandi dan Tania pun memasuki mobil dan menuju Rumah baru nya.
"Kenapa harus pindah coba " Ucap Tania
"Kita ngga bisa terus terusan Sekamar " Ucap Sandi
"takut ga kuat ya ngeliat aku hahahaha " ketawa Tania
"Gak sih males aja tidur sama bocil " Ledek Sandi
"Ihhh" kesal Tania
Setelah itu di dalam mobil hanya ada keheningan saja.
sesampainya di rumah..
"Wahhh ini rumah kita " Ucap Tania
"hmm " Ucap sandi cuek
"Dimana kamarku wahh ada kolam berenang juga " tania sangat senang sampai berlari lari melihat isi isi rumah
"Jangan lari nanti kau terjatuh " Ucap Sandi
Saat sedang berlari ingin melihat ruangan lainnya tiba tiba Tania terpeleset di Dekat Sandi berdiri.
"Aaaaaa!!!" teriak kaget Tania membuat Sandi langsung spontan Menangkapnya.
kini wajah mereka menatap satu sama lain dengan jarak yang begitu dekat.Tiba tiba saja Sandi yang tadi sedang menatap mata kini Berpindah menatap bibi mungil itu.
Karena Sandi adalah pria Normal,Ia ingin sekali mencoba bibir pink mungil Itu kemudian...
Sandi kemudian memejamkan mata Dan bibirnya langsung terjun,belum terkena bibir Tania Sandi membuka matanya sedikit,Ternyata Tania seperti nya menerima serangan dari bibir Sandi
Sandi yang melihat itu tentu nya sangat senang dong,Ia langsung Menyambar bibir mungil itu,Di cium lah bibir bawah Tania,sedangkan Tania mencium Bibir bagian atas Sandi.
Serangan di bibir itu di lakukan sandi dengan sangat brutal,Tiba tiba saja tangan Sandi mendarat di buah dada Tania.
__ADS_1
Tania yang merasakan buah dadanya terpegang oleh Sandi ia tidak memberontak,ia malah Merasakan rangsangan ketika Sandi mulai meramas ramas buah dadanya.
tiba tiba Tania menjulurkan lidahnya ke dalam mulut Sandi,Sandi pun tanpa banyak Bicara langsung mengemut **** lidahnya itu menghisap hisap lidahnya yang lembut,Berkali kali mereka berdua saling menghisap lidah satu sama lain,serangan demi serangan dari bibir Sandi di balas oleh Tania.
Beberapa menit kemudian Tania melepaskan ciuman itu
"Sudah ih,sudah lama ni " Ucap Tania
"Ih enak tau lagi lagi " Ucap Sandi
"Napsu kamu,minta kekasihmu itu lah " Ucap Tania
Sandi pun langsung meninggalkan Tania
"ihh main pergi pergi aja " Ucap kesal Tania
Tania memegang bibirnya dan dia berkata
"Ha demi apa Tadi itu aku ciuman?Ha?Ih tolol banget kamu Tania,Dasar cewe murah " Ucap pada diri sendiri
"Tapi enak juga hahaha" Tawa Tania
Kemudian Tania memasuki Ruangan yang di masuki Sandi.
"Waaaa kamarmu luas ya aku mau kamar yang ini " Ucap Tania
"Kamar sebelah lebih luas " Ucap Sandi
"benarkah? " Ucap Tania dan meninggalkan Sandi
"oh iya ya besar juga " Ucap Tania yang sudah masuk di kamar sebelah
"Kemudian Tania pun berbaring di kamar itu dan melihat sprei nya
"Sprei nya seperti baru di pasang,Entahlah mungkin disini akan ada pembantu " Ucap Tania sendiri
kemudian Tania merapikan seluruh Isi Kamarnya..menata baju di lemari,buku di meja belajar serta make up.Di kamarnya belum ada Rak make up serta kaca yang besar.Ia berniat Untuk meminta pada Sandi
saat sudah memasuki kamar sandi,Tania berniat ingin membuat sandi kesal terlebih dahulu,ia langsung melompat di atas kasur Sandi,Sandi yang hanya duduk Diam memegang ponselnya tidak memperdulikannya.
Tania sepertinya sudah baik baik saja ia tidak merasakan sedih lagi.
Sandi tidak meresponnya
"Mau meja rias " Ucap Tania sambil mencolek perut Sandi
"berhentilah " Ucap sandi yang menyuruh Tania berhenti mencoleknya
"Enggak mau,aku mau meja rias " Ucap Tania
"Besok kita beli " Ucap Sandi
"okee lah " Tania berdiri dari tempat tidur itu dan melompat lompat di kasur itu kemudian ia langsung meninggalkan kamar itu
"Dasar bocah " Ucap Sandi sambil geleng geleng kepalanya.
tidak lama lagi tania muncul di kamar Sandi lagi.
"Ayo makan " Ucap lembut Tania
"cari makanlah sendiri " Ucap sandi
"lapar " Ucap Tania lesu
Sandi tidak menghiraukannya.
kemudian Tania langsung masuk ke dalam Kamarnya dan menutup,sandi yang mendengarkan pintu itu tertutup hanya diam saja tidak peduli.
beberapa jam kemudian..
Sandi yang ingin turun kebawah langsung tersadar Tania meminta makan dari tadi,Ia langsung mengetuk pintu Tania.
"tok tok tok Tania ayo makan " Ucap Sandi
tidak ada jawaban dari Tania
!
"Tania?Ayo jalan jalan " bujuk Sandi dari balik pintu
__ADS_1
masih tidak ada jawaban dari Nia.
Sandi langsung membuka pintu nya,Melihat Tania yang sedang berbaring di atas sprei berwarna putih.Ia ingin membangunkannya mengajak makan tetapi ia melihat ada darah di sprei itu,Sandi langsung Panik
"Tania tania apa yang kamu lakuin sampai darah begitu? " Ucap dengan polos sandi
Ternyata Tania sedang datang bulan
"haa? " Tanya Tania yang belum membuka matanya
"itu darah,cepat ganti sprei nya sana " Ucap Sandi panik
Tania kaget,ia langsung memeriksa darah itu dan melihat
"Tadi aku menusuk pantatku dengan pisau " Ganggu Taniaa
"ha kamu aneh aneh sekali ayo ke dokter,Ayahmu menyuruhku menjagamu kamu malah melukai diri sendiri " Ucap Panik Sandi melihat darah itu
"hahaha " tawa tania
"kok malah ketawa sih ayo ke dokter,bahaya itu " Ucap Sandi
"sudah keluar sana aku mau mandi " Ucap Tania
sandi hanya meliriknya kesal,Ia bingung Tania tidak merasakan kesakitan sama sekali ia merasa tania membohonginya.seketika rasa panik itu Hilang.
"Aku tunggu di bawah,kita makan di luar sambil mencari bahan bahan masakan untuk besok besok " ucap sandi dan meninggalkan Kamar itu..
"oke " Ucap Tania dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Ternyata pembalut Tania tinggal sedikit,Hanya bisa di pakai sekali,ia berniat nanti keluar untuk membeli pembalut.
Sandi yang heran pun langsung mencari di gogle,Darah apa yang keluar dari ******** perempuan.Ternyata itu adalah darah menstruasi,Sontak Sandi langsung kesal ternyata ia telah di tipu oleh bocah ingusan itu.
Kemudian Tania pun turun
"lama sekali " Ucap kesal Sandi
"namanya juga cewe " Ucap tania
"ya sdh ayo " Ucap sandi
Kemudian mereka memasuki mobil,di dalam mobil...
"Nanti mampir ke toko sebentar ya " Ucap Tania
"Mau ngapain" Tanya Sandi
"Tanam padi " Ucap Tania
"Haa? " bingung Sandi
"ya beli lah ke toko tuh buat apa coba " Ucap Tania
"Iya beli apa " Tanya sandi
"Kepo " Ucap singkat Tania.
Sampai nya di restoran mereka pun makan,tanpa ad pembicaraan Di antara mereka kemudian setelah makan mereka mampir ke toko.
"Tunggu aja disini " Ucap Tania
"Sekalian belanja kebutuhan dapur,ini kartuku " Ucap Sandi sambil menyodorkan Kartu
"jajan juga ya " Ucap Tania sambil mengangkat alisnya
"Terserah " Ucap Sandi
Kemudian dengan senang Tania belanja kebutuhan dapur,Tak lupa juga dengan Pembalutnya serta snack snack untuk cemilannya.
Beberapa menit kemudian,Sandi melihat Tania yang mengangkat Kantong tas Yang sangat banyak menuju ke mobil.
"Isss bantu kek " Ucap Tania kesal
"kan kamu kuat " Ucap Sandi dari balik mobil.
"Di dalam masih ada Tolong angkatkan juga " Ucap Tania
"Angkatlah sendiri lagi pula kebutuhan dapur hanya sedikit,Yang lainnya itu kan barang barangmu " Ucap Sandi malas tau
__ADS_1
Tania merasa kan kelelahan,Karena ia menstruasi juga sehingga badannya sangat melemas.Setelah mengangkat semua barang dan memasukannya ke dalam mobil ia juga duduk di dalam mobil tanpa berbicara sepatah kata pun pada Sandi