
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN CARA LIKE KOMEN VOTE
💗❤️💗
Hari ini Bima dan Dara berjalan jalan untuk membeli oleh oleh, seperti sekarang ini Bima dan Dara sedang berada di dalam pusat perblanjaan oleh oleh khas bali.
"Mas mamah itu sukanya apa ya?" tanya Dara yang tidak tau apa kesukaan dari mamah mertuanya.
"Mamah kalau shopping suka beli baju, tas, sepatu, perhiasan" jawab Bima dengan mengingat ingat barang apa saja yang mamahnya suka beli.
"Kira kira aku beliin oleh oleh apa ya mas buat mamah?" tanya Dara dengan berfikir.
"tas juga boleh sayang"
"Tas ya, kalau tas yang ini gimana mas bagus gak?" tanya Dara dengan memperlihatkan sebuah tas di tangannya.
"Mamah gak begitu suka yang terlalu glamor gini sayang cukup yang sederhana dan terlihat elegan saja" jawab Bima yang tidak setuju dengan pilihan istrinya.
"Owh, kalau tas rotan ini gimana mas"
" boleh juga sayang ambil aja"
"Okey, eh mas kita lihat perhiasan perak itu yuk" ajak Dara dengan menunjuk ke arah perhiasan perak yang terlihat bagus bagus.
Mereka berdua melangkah ke tempat perhiasan perak itu. "Wah kayaknya ini juga bagus buat mamah dan sena mas" ujar Dara dengan mengambil sebuah kalung yang terlihat imut.
"Kamu pilih aja sayang yang kira kira bagus buat mamah dan Sena."
"Iya mas"
Dara memilih perhiasan itu dari kalung gelang hingga cincin di borong semua oleh Dara setelah itu suaminya mengajaknya untuk melihat kaos joger. "Sayang kita lihat kaos joger itu yuk" ajak Bima yang langsung di setujui oleh Dara.
"Ayo kita kesana Dara juga mau lihat mas" jawab Dara dengan antusias karena Dara seneng banget bisa jalan jalan dan shopping seperti ini karena sebelumnya Dara tidak pernah shopping, jalan jalan pun jarang waktunya habis buat sekolah dan bekerja, lagian uang gajinya yang tidak seberapa itu sayang kalau hanya untuk sekedar shopping.
Setelah melihat lihat Bima tertarik dengan kaos couple putih. "sayang kita beli kaos putih ini yuk buat kita berdua biar samaan"
"Boleh mas bagus juga, oh ya mas aku boleh gak beliin buat temen aku juga?" tanya Dara yang ingin membelikan kaos untuk Mela dan Cindy.
"Temen? cewek apa cowok?" jawab Bima dengan balik bertanya pasalnya Bima gak mau kalau istrinya sampai membelikan untuk seorang laki laki.
"Cewek mas yang waktu itu pernah ketemu di mall" jawab Dara yang di setujui oleh Bima.
"Gak pa pa kamu ambil aja apa yang kamu mau asal barang itu gak buat cowok aja" ujar Bima yang membuat Dara senengnya bukan main, baru kali ini lho Dara membeli barang asal comot dan tidak memikirkan harganya, uhhh author jadi ingin seperti mereka jika blanja tinggal ambil tidak perlu memikirkan harga 😁😁.
"ya nggak lah mas buat cewek kok"
Dara memilih beberapa baju buat temennya dan juga buat Sena adiknya, tak lupa juga buat Rena dan juga paman dan bibiknya,
Bima juga membelikan buat ketiga temennya yang gila itu tak lupa juga buat asistennya.
"Mas kita kesitu yuk Dara mau lihat kain bali itu"
"Boleh ayok"
__ADS_1
Setelah puas berblanja kaos kini sekarang mereka berdua berblanja berbagai jenis kain bali dan batik bali juga, setelah itu Dara juga membeli kebaya bali.
"Sayang kita udah beli banyak baju, kain, bali, perhiasan perak, tas rotan, sekarang gantian yuk kita blanja oleh oleh makanan khas bali" ajak Bima yang ingin membeli makanan khas bali.
"Boleh mas ayok, trus ini barang sebanyak ini gimana bawanya mas?" tanya Dara dengan menunjuk banyak paper bag yang tergletak di lantai.
"Udah biarin aja di situ nanti biar orangku yang urus" jawab Bima dengan entengnya yang suskses membuat Dara mlongo.
"Ha, memang ada orang yang ikut kita ke bali mas?" tanya Dara yang tidak tau jika kemanapun mereka pergi selalu di awasin sama beberapa pengawal.
"Aku kan sudah pernah bilang sayang kemanapun aku pergi pasti aku di kawal, kamu lihat orang itu yang tinggi besar yang pakai baju merah" ujar Bima dengan menunjuk seseorang
"Iya yang itu kenapa mas?"
"Dia itu bodygard aku, memang aku menyuruh mereka memakai baju biasa aja pakai jas kalo ada hal tertentu saja biar tidak terlalu mencolok sayang" jawab Bima sedangkan Dara hanya mengangguk anggukkan kepalanya mengerti.
"Owh begitu berarti kita di bali gak hanya berdua dong mas"
"Iya kamu pinter sayang, ya udah ayo kita ke pusat oleh oleh makanan khas bali"
" dengan senang hati yuk"
mereka berdua berganti ke pusat oleh oleh makanan khas bali. "aduh aku bener bener gak menyangka bisa jadi istrinya mas Bima, hidup aku jadi berubah drastis, semua kebutuhan aku di cukupi oleh mas Bima bahkan aku di kasih kartu black card, sekarang aku bisa beli apa aja yang aku mau tanpa bekerja keras seperti dulu, bahkan kalau membeli sesuatu gak harus mikir harganya, mas Bima baik banget sama aku walaupun kita menikah tanpa cinta tapi mas Bima selalu menghargai aku, sikapnya sudah seperti orang yang jatuh cinta aja, tapi aku takut suatu saat nanti mas Bima bakal ninggalin aku padahal aku sudah jatuh cinta sama mas Bima, tapi mana berani aku mengungkapkannya
terlebih lagi mas Bima itu tampan kaya, ya walaupun awalnya cuek dingin dan angkuh tapi ternyata mas Bima itu lembut terkadang juga suka bercanda ternyata, tapi kalau udah marah serem banget aku aja takut, sebenernya aku masih ingin kuliah sih apa lagi sekarang aku sudah jadi istrinya mas Bima, masak istri seorang pengusaha no 2 hanya lulusan SMA apa kata orang pasti kalau orang orang tau mas Bima akan malu, tapi sekarang aku sudah menjadi seorang istri mana mungkin bisa kuliah, ya udahlah mending aku pendam saja cita citaku itu" gumam Dara dalam hati yang berbicara sendiri.
"Sayang kita sudah sampai nih" ujar Bima yang tidak mendapat sahutan dari istrinya.
"Halo, sayang" panggil Bima lagi karena istrinya masih belum merepon.
"Yah malah ngelamun, aku panggil panggil malah diam aja"
" maaf mas Dara gak denger."
"Memang lagi nglamunin apa sih sayang?"
"Siapa yang ngelamun mas dara gak ngelamun, ya udah ayo mas kita sudah sampai kan?" tanya Dara yang membuat Bima geleng geleng kepala.
"Dari tadi juga aku bilang kalo udah sampai sayang"
"Iya maaf mas" jawab Dara yang merasa bersalah karena sudah mengabaikan suaminya.
" mas kita beli heavenly chokolate itu ya" ujar Dada dengan menunjuk sebuah Coklat.
"Boleh kamu ambil aja sayang aku juga mau beli kopi kintamani, ini sekalian kacang disko" Bima mengambil apa yang ingin dia ambil.
"Terus mau apa lagi mas?" tanya Dara.
" pie susu, bakpia juga sayang" jawab Bima yang di angguki oleh Dara.
"Udah banyak nie mas, udah ya aku juga udah capek mas shoppingnya" keluh Dara yang merasa udah capek karena sudah blanja ini dan itu.
"Uuhhh kasian banget sih istri aku ini, ya udah kita balik aja yuk" ujar Bima dengan mencubit hidung mancung istrinya karena gemes.
"Ya udah kita balik sekarang yuk"
__ADS_1
Setelah mereka membeli banyak sekali oleh oleh dari tas, kain bali ,cemilan hingga lukisan dan juga produk spa mereka memutuskan untuk kembali ke resort karena Dara yang sudah mengeluh capek jadi Bima mengajaknya kembali ke resort untuk beristirahat karena besok mereka berdua udah harus pulang ke jakarta.
💗❤️💗
Sementara Kenzo dan Riska memutuskan untuk tinggal di apartemen Kenzo untuk sementara waktu, Riska berusaha menjadi istri yang baik buat Kenzo seperti sekarang ini Riska sedang memasak untuk makan malam mereka berdua walaupun Riska gak begitu pinter memasak tapi paling gak makanan Riska layaklah untuk di makan, karena Riska sudah terbiasa mandiri selama kuliah di LN.
"kamu sedang masak apa Ris?" tanya Kenzo yang melihat Riska sedang memasak.
"Ini Riska lagi masak ayam krispy sama tumis kangkung" jawab Riska dengan sibuk masukkan sesuatu ke dalam penggorengan.
"Memang kamu bisa masak Ris?"
" ya gak begitu sih kak, cuma yang mudah mudah aja"
"Emmmm, dari baunya sih kayaknya enak nih" ujar Kenzo yang mencium bau harum dari masakan Riska.
"Itu baru baunya kak, gak tau deh rasanya soalnya Riska gak begitu pandai memasak"
"Gak pa pa apapun yang kamu masak aku pasti makan, owh ya Ris besok kamu sudah bisa masuk kuliah" ujar Kenzo yang membuat Riska tak percaya.
"Ha, yang bener kak?" tanya Riska memastikan.
"Iya bener aku sudah mengurusnya" jawab Kenzo yang membuat Riska kegirangan.
"Wah makasih banget ya kak" saking senengnya secara tidak sadar Riska reflek memeluk Kenzo.
"Iya sama sama, makanya kamu harus semangat ya gak usah nangis nangis lagi"
"Eh maaf kak Riska gak sengaja" ujar Riska yang baru tersadar sudah memeluk Kenzo, Riska langsung melepas pelukan itu karena merasa malu karena spontan sudah memeluk Kenzo.
"Ya gak pa pa jangankan pelukan lebih juga boleh kan sekarang kita sudah sah gak seperti kemarin" jawab Kenzo yang sengaja ingin menggoda Riska.
"Ih apaan sih kak, udah sana kakak tunggu aja di meja makan riska udah selesai nih masaknya tinggal di siapin aja." kata Riska yang sengaja mengalihkan pembicaraan.
"Ya udah sini aku bantuin"
"Eh gak usah kak biar Riska aja" Riska berusaha mencegah Kenzo supaya tidak perlu repot repot untuk membantunya, tapi Kenzo gak mendengarkan ucapan Riska, Kenzo tetep membantunya membawa makanan itu ke atas meja, setelah itu mereka makan bersama dalam keheningan tidak ada yang bicara hingga akhirnya Riska memecah keheningan itu dengan bertanya ke Kenzo.
"Gimana masakan aku enak gak kak?" tanya Riska.
"Mmmm lumayan enak" jawan Kenzo yang membuat perasaan Riska jadi seneng.
"Syukur deh kalau masih bisa di makan"
"Gak usah pesimis gitu mau enak atau enggak aku akan tetep memakannya karena kamu juga sudah susah susah memasaknya" ujar Kenzo yang entah kenapa membuat hati Riska bahagia karena di samping Kenzo dirinya berasa dihargai.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA YA SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
SUPAYA AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT UPNYA