Di Jodohkan Dengan Gadis SMA

Di Jodohkan Dengan Gadis SMA
Episode 89


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


JANGAN LUPA KASIH VOTE BUAT AUTHOR YA


💗❤️💗


Dikampus Dara terlihat lesu kurang semangat pasalnya belum ada kabar dari suaminya.


Riska dan mela yang melihat itu jadi bertanya tanya.


" Eh mel tuh si Dara kenapa kok kelihatannya lesu banget?" tanya Riska ke Mela.


" Iya Ris gue juga gak tau tuh sama tu anak setiap aku ajak ngobrol jawabnya iya, nggak gak nyambung" Jawab Mela karena Dara sedari pagi di ajak ngomong gak nyambung seperti lagi banyak fikiran dan melamun.


"Coba gue tanya deh" akhirnya Riska mengajak bicara Dara yang sedari tadi cuma diem bahkan makanannya cuma di aduk aduk doang, ya mereka bertiga sekarang lagi berada di kantin kampus.


" Ra lo kenapa sih dari tadi diem terus tuh makanan untuk di makan buka di aduk aduk doang" ujar Riska.


" Gue lagi gak nafsu makan Ris" tiba tiba Dara merasa mual Dara segera munutup mulutnya dan tergesa gesa ke toilet.


" Eh Dara kenapa tuh, coba gue susul ya Ris"


" Ya udah kita ikutin aja yuk" akhirnya Riska dan Mela mengikuti Dara yang ternyata pergi ke toilet.


Dara muntah muntah Mela dan Riska yang melihat itu langsung membantu memijat tengkuknya Dara.


"Ra lo itu sebenernya kenapa? kamu sakit?"


" Iya Ra lo kenapa?" tanya Riska dan mela yang melihat Dara terus muntah muntah.


" Muka kamu pucet banget ra" ujar Mela yang melihat wajah Dara jadi pucat setelah memuntahkan semua isi perutnya.


" Iya Ra badan kamu juga lemes banget ini" Riska khawatir melihat keadaan Dara.


" Tenang ya aku gak pa pa kok, buat istirahat sebentar aja nanti juga baikan" Dara menenangkan kedua temannya yang terlihat panik.


" Seriusan lo, kita anter ke UKS aja ya" kata Mela dan Dara hanya menganggukkan kepalanya karena udah lemes, perut Dara juga belum terisi makanan tadi pagi cuma makan roti aja dan siangnya makanannya cuma di aduk aduk aja.


Akhirnya mela dan Riska membawa Dara ke UKS buat beristirahat .


" Ra gue beliin makan ya lo harus makan muka kamu pucet banget" ujar Riska.


" Gak usah Ris aku mual kalo nyium bau makanan" kata Dara dengan lemes.


" Jangan jangan lo hamil lagi Ra" celetuk mela spontan.


"Iya Mel, Ris sebenernya gue memang hamil" Jawab Dara jujur.


" Seriusan lo Ra wah selamat ya akhirnya kita akan punya keponakan" ujar Mela seneng banget mendengar Dara hamil.


" Iya Ra selamat ya kamu mau jadi seorang ibu" kata Riska ikut menimpali.


" Udah berapa bulan Ra kok kita gak di kasih tau sih" ujar Mela dengan cemberut.


" Udah gak usah manyun gitu aku hamil baru satu bulan aku juga baru tau" Mela langsung tersenyum sumringah kirain Dara merahasiakan darinya.


" Tapi kamu kok kelihatan lesu gak bersemangat bukannya seneng kalo hamil?" tanya Riska.


" Ya aku seneng banget malah, aku lesu bukan karena itu" jawab Dara.


" Terus karena apa dong?" tanya Mela dan Riska hanya menganggukan kepalanya.

__ADS_1


" Aku lagi sebel sama mas Bima karena belum ada Kabar Dari kemarin " kata Dara sedih hampir menagis, Riska dan mela saling pandang dengan perkataan Dara.


" Lha memang suami kamu kemana kok belum ada kabar?" tanya Mela penasaran.


" Iya ra kak Bima kemana memanganya?"


" mas Bima pergi ke new york karena pekerjaan" jawab Dara.


" Owh kirain, Duh bumil sensitif banget si ya kamu coba telfon dong Ra, kita sama suami akau juga tadi pagi harus pergi ke surabaya" ya Kenzo gak jadi pergi sore, dan lebih memilih pergi keesokan paginya.


"Caelah bumil baru di tinggal suaminya satu hari aja udah rindu berat gini, tenang aku telfonin ayang Bima ya biar gak sedih lagi" "kata Mela bercanda.


" Ih Mela memang kamu punya no hp Mas Bima?" tanya Dara.


" Hahahaha.....Ya enggak, telfonnya pake hp kamu" Kata mela cengengesan.


" Huh kirain punya" celetuk Riska.


" Duh kasian banget sih kedua teman gue ini pada di tinggal suaminya jadi gak bersemangat, gimana kalo kita nanti malam main ke club biar gak boring semenjak gak ada Cindy gue jadi gak pernah ke club lagi karena gak ada temannya " ajak mela yang merasa boring mela ingin pergi club tau aja ketemu cowok ganteng.


" Gila lo bisa di bunuh aku sama mas Bima, nggak deh" Tolak Dara.


" Alah suami kamu mana tau Ra, kalau kamu gimana Ris? mumpung suami lo juga gak ada" tanya Mela


" Aduh mel gimana ya? emang udah lama sih gue gak ke club terakhir waktu gue masih kuliah di luar negeri" Kata Riska bingung antara mau dan enggak.


" Ayolah Ris please" mohon Mela dengan menyatukan kedua telapak tangannya.


" Eh mel lo jangan ajak ajak Riska lah emangnya nanti gak ngamuk suami kamu Ris kalo tau kamu ke club, mendingan gak usah deh" Kata Dara memberi saran.


" Ya takut kalau ketahuan sih" Ujar Riska dengan ragu.


"Ye terimakasih Riska" Mela tersenyum girang.


💗❤️💗


Sementara Bima sampai di new york langsung di sibukkan oleh pekarjaan, Bima hanya sempet mengabari Dara waktu Bima baru sampai itu aja dan sampai sekarang Bima belum menghubungi istrinya lagi.


"Do suruh manager keuangan kesini sekalian suruh bawa laporan keuangan selama setahun terakhir" suruh Bima, sekarang Bima sedang berada di ruang direktur bersama Edo untuk mengusut masalah yang sedang terjadi di anak perusahaannya.


" Baik tuan " Edo segera melakukan perintah tuannya, gak lama meneger keuangan itu datang ke ruangan Bima dengan setumpuk berkas di tangannya.


" Selamat siang tuan" kata meneger itu setelah sampai di ruangan Bima.


" Mana laporan keuangannya" Bima meminta laporan keuangan dan dengan sedikit gemetar meneger itu menaruh laporan itu di atas meja.


" Ini yang anda minta tuan" ujar meneger itu.


" Sekarang kamu bisa keluar" ujar Bima dengan datar.


" Saya permisi tuan" meneger itu menghembuskan nafas lega setelah keluar dari ruangan Bima.


Bima meneliti proposal itu dengan ditail dan Bima menemukan ada yang aneh dengan laporan keuangan itu.


" Coba lo priksa laporan keuangan ini Do menurutmu bagaimana?" Edo segera meneliti dan Edo pun juga sama menemukan kejanggalan di dalam laporan laporan keuangan itu terutama beberapa bulan terakhir.


" Laporan keuangan beberapa bulan terakhir ini ada yang janggal tuan menurut saya tidak sesuai, laporan ini menyatakan keuntungan yang sangat pesat sedangkan kenyataannya tidak bahkan minus " Begitulah menurut Edo yang sedang meneliti secara detail laparan keuangan itu.


" Aku memang tak salah memilih asisten kamu jenius Do sama pemikiranku juga begitu, jadi intinya ada yang menyelundupkan uang perusahaan, tapi pertanyaannya siapa?" Tanya Bima dengan mengetuk ngetuk meja.


" Saya akan mengusutnya tuan pertama melalui meneger keuangan tadi" Kata Edo berpendapat.

__ADS_1


"Apa direktur perusahaan di sini memang belum masuk sedari kemarin Do?" tanya Bima yang merasa aneh pasalnya sedari Bima menginjakan kakinya di anak perusahaannya itu belum bertemu dengan direktur perusaannya itu.


" iya tuan" jawab Edo.


" Ini bahkan sudah siang tapi kenapa belum masuk juga, ya udah kamu panggil lagi meneger keuangan tadi" suruh Bima


" Baik tuan" dan Edo pun segera memanggilnya meneger itu kembali tak lama meneger itu sudah datang.


meneger itu sangat bingung kenpa dia di panggil, sekaligus takut karena Bima yang terlihat sedang menahan amarah dan memasang wajah datarnya.


" Apa direktur di sini memang begini bahkan ini sudah siang tapi dia belum datang juga ke kantor?" Tanya Bima dingin, meneger itu mau jujur tapi takut.


" Jawab dengan jujur kalo tidak kamu yang akan menanggung akibatnya" Ujar Edo dengan mengancam seketika membuat meneger itu ketakutan.


" Se sebenernya iya tuan, pak hadi itu kadang gak masuk kadang masuk siang sesukanya sendiri" jawab meneger itu dengan gemetar.


"Sekarang kamu jelaskan kenapa hasil laporan laporan keuangan itu tidak sesuai dengan kebenarannya, laporan keuangan itu menyatakan keuntungan yang besar lalu kenyataanya kenapa perusahaan ini keuanganya menurun drastis?" tanya Bima datar.


"Ma ........maaf tuan saya sudah membuat laporan keuangan itu dengan sesuai pendapatan perbulannya " jawab meneger itu dengan terbata.


" Yakin? lalu kemana uangnya kenapa kenyataanya tidak ada?" tanya Bima lagi dengan tatapan mengintimidasi.


" I....Iya tuan tapi tentang uang itu saya bener bener tidak tau" meneger itu semakin ketakutan bahkan badannya sudah gemetar karena itu menyangkut uang yang tidak sedikit nominalnya.


Belum sempet Bima melontarkan pertanyaan yang barsarang di otaknya tiba tiba pintu ruangan itu terbuka dan bahkan Bima, Edo dan meneger keuangan itu melototkan matanya ke arah pintu yang terbuka pasalnya seseorang yang membuka pintu itu tengah asyik berciuaman dengan wanita sexy, kedua manusia yang tengah asyik berciuman itu belum menyadari adanya orang di ruangan tersebut.


Bima yang sudah muak melihatnya lantas berdehem untuk menyadarkan kedua mausia berbeda jenis yang masih berciuman dengan panasnya.


" Ehhhmmmm...."seketika kedua orang itu melepaskan pangutan bibirnya karena menyadari adanya seseorang di dalam ruanganya.


"Eh siapa kalian beraninya masuk keruangan saya tanpa izin" bentak pak hadi denagan nada marah sedangkan perempuan sexy itu membenarkan penampilanya yang sedikit berantakan karena ulah direkturnya yang bernama hadi sedangkan wanita itu adalah sekertarisnya yang bernama lusi.


" Maaf pak Hadi sebelumnya kalo saya lancang saya sudah dari kemarin datang ke perusahaan ini tapi tidak bertemu dengan bapak, maksud kedatangan saya kesini ingin mengajak kerjasama dengan bapak" Bima memberi kode ke Edo dan meneger keuangan supaya berpura pura ingin kerjasama karena Bima menaruh curiga sama direktur hadi itu yang sudah di percaya papahnya untuk memegang anak perusahaannya yang berada di new york dan direktur hadi tidak tau kalo Bima itu anaknya tuan Rendy sanjaya.


Edo dan meneger itu yang tau kode dari Bima itu segera mengikuti sandiwara yang mau di perankan Bima soalnya meneger keuangan itu sudah tau kalau Bima adalah anak dari pemilik perusahaan.


" Owh jadi begitu tuan maaf saya tidak tau" Jawab hadi yang merasa tidak enak, lalu hadi segera memarahi meneger keuangan yang bernama beno itu.


" Eh beno kenapa kamu gak bilang kalo ada klien datang dan menawarkan kerja sama" bentak Hadi.


" Ma ....maaf tua" Hanya itu yang bisa Beno ucapkan.


" Bodoh sana kamu keluar" bentak Hadi lagi Beno segera keluar begitupun dengan lusi sekertarisnya juga ikut keluar.


" Maaf tuan, Beno memang gak becus kerjanya" Ujar Hadi setelah Beno dan lusi keluar.


" Tidak apa apa tuan Hadi, Begini Kami jauh jauh dari indonesia ingin menawarakan kerjasama" Bima sengaja menawarkan sebuah kejasama dengan untung yang sangat menggiyurkan dengan begitu Bima akan lebih mudah mengetahui Derektur Hadi ini ada sangkut pautnya apa tidak dengan masalah perusahaan yang hampir pailit.


" Setelah Edo dan Bima meyakinkan Hadi dan pak hadi langsung diel dengan apa yang Bima tawarkan tanpa rasa curiga atau mencaritahunya terlebih dahulu, Bima dan Edo langsung keluar dari ruangan direktur itu lantas Bima dan Edo segera menemui Beno meneger keuangan tadi agar tidak membocorkan identitasnya pastinya dengan sebuah ancaman dan Beno pun sebenernya memihak kepada kebenaran soalnya Beno juga sudah muak dengan kelakuan direkturnya yang suka seenaknya dan sebenernya Beno juga tidak suka dengan derekturnya sudah punya istri dan anak masih aja main gila sama sekertarisnya sendiri bahkan Hadi juga sering menekan Beno soal laporan keuangan yang di ubah seenaknya.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA


LIKE


KOMEN


VOTE


TERIMAKASIH

__ADS_1


__ADS_2