Dilema Cinta Natalia

Dilema Cinta Natalia
Hamil!


__ADS_3

Dua Dokter paruh baya itu terlihat menatap rumit seorang wanita yang tadi pagi dibawa Sersan-nya dengan keadaan yang parah dan sekarang sudah tengah malam. Untung saja mereka cepat bertindak hingga malaikat kecil itu bisa diselamatkan.


"Kenapa Sersan membawa wanita ini?" Tanya Digedola menatap rekannya Taname. Keduanya adalah adik kakak dalam dunia hitam sang Sersan di Jepang.


Mereka bekerja diruangan khusus pengobatan di Markas bagian Ryoto. Disini dijaga ketat oleh semua pengawal Klan Naga yang selalu berdiri tegap tak kenal lelah diluaran sana.


"Dia selamat?"


Mereka menoleh kearah pintu ruangan dimana seorang pria bertubuh gagah dan jantan dengan wajah mulus dan mata sipit itu menatap datar dan begitu keras.


"Salam! Sersan!"


"Hm."


Dialah Daychi Ryoto San. Pria yang bernama asli Daychi San Yuchin itu adalah Putra tertua dari Keluarga Yuchin dan Kakak laki-laki Lienmeng Yuchin. Ia adalah pria berkebangsaan China tapi telah jatuh cinta dengan dunia iblis Jepang. Tak pernah mau pulang sebagai Tuan Muda karna hidupnya memang dimalam hari dan dibawah tumpuhan senjata.


"Sersan! wanita ini mengalami pendarahan besar dengan tekanan batin yang kuat. Saat mencoba menanganinya kami merasakan denyut jantungnya lemah tapi kami sangat kagum karna malaikat kecil itu begitu kuat."


Seringaian licik itu terlihat samar diwajah tampan khas Daychi. Ia berdiri tepat disamping Bangkar Natalia yang sudah terlihat lebih berona kehidupan.


"Usianya?"


"Ini baru 2 minggu! saya awalnya juga tak bisa menemukan tanda-tanda wanita ini hamil kecuali langsung di USG, ini sangat spesial. Sersan!" jelas Dokter Taname terhenyak. Tak ada respon banyak dari Daychi yang menatap lekat wajah ayu khas lokal Natalia. Ia penasaran, kenapa Herchier Jerman itu begitu tergila-gila pada wanita ini? padahal begitu sederhana. walau tubuhnya memang menggirukan.


"Hm. Kau tangani dia sampai usai, karna ini akan sangat berguna."


"Baik. Sersan!"


Daychi hanya diam mengibaskan tangannya dengan para Dokter yang keluar dari ruangan rawat meninggalkan Sersan-nya bersama Istri musuh itu.


"Setelah ini kita lihat.."


Daychi mengulur tangannya menyentuh pipi lebam Natalia yang masih pucat. Ia adalah pria Hiper-sexs dan lihatlah, apa reaksi suamimu saat kau ada digenggamanku?


"Dia akan berterimakasih. atau.."


Daychi kembali menjeda lalu mencengkram dagu tirus Natalia tapi masih remang.


"Membunuhku!"


Gumamnya lalu tertawa kecil. Raut gilanya sudah terlihat diwajah tampan yang selalu memiliki arti. Ia tak akan sia-sia memberi pelajaran yang setimpal pada pria itu.


Lama Daychi menatap wajah cantik Natalia dengan serius seakan mencari jawaban dari pertanyaan yang bergelut dibenaknya.


"S..Sam!"


Daychi masih diam. Natalia meringis memanggil nama pria itu dikala cengkraman tangan kekar Daychi menguat dirahang lembutnya.


"S..Sam!"


Perlahan mata Natalia terbuka dengan remangan kabur melihat keatas. Netra polos bening yang terlihat linglung memperjelas penglihatan yang tak kunjung ia dapatkan.


"S..Sam!"


"Sudah bangun?"


Natalia terperanjat mendengar suara berat asing itu membuat tubuhnya merasa sangat sakit. Perutnya kembali melilit dengan tubuh serba pegal.


"S..Siapa?" lirih Natalia ketakutan menarik seringaian iblis Daychi.


"Tuan barumu!"


Degg..


Seketika Natalia terkejut bahkan tubuhnya gemetar merasakan belaian tangan kekar itu kewajahnya.


"Jangan!!"


Natalia menepis kasar tangan Daychi tanpa bisa menatap jelas wajah pria ini. Ia berusaha menjauh hampir mau terjatuh membuat selang infus ditangannya terlepas.

__ADS_1


"K..Kau ..Kau siapa?"


"Tak bisa melihat."


"S..Siapa?"


Gugup Natalia menekuk kakinya membuat perlindungan. Wajahnya begitu memucat bahkan darah dipunggung tangannya mengalir akibat selang infus yang lepas tanpa penjagaan.


Daychi hanya diam. Raut takut Natalia begitu mengasikan tapi wanita ini begitu lemah. Sangat tak pantas berdampingan bersama Herchier Jerman satu itu.


"Jangan munafik."


Daychi kembali meraba lutut Natalia yang mulai panik memukul lengan Daychi dengan kuat tapi sayangnya tenaganya tak sebanding dengan pria ini. Ia mulai berkaca-kaca dengan emosi yang berkumpul di dadanya.


"J..Jauhi aku!!!"


"Tapi aku ingin mencicipi. Tubuhmu!"


Plakkkk...


Tangan lentik Natalia menampar keras wajah Tampan Daychi yang seketika terhenyak dengan para anggota yang masuk terkejut akan apa yang mereka lihat.


Natalia semakin merapat kekepala bangkar setelah memukul tanpa arah dan suara tamparan itu membuktikan ia menghantam pipi seseorang dan kulit itu sangat mulus.


"Sersan!!"


Daychi menatap tajam anggotanya yang tak jadi masuk. Mereka keluar sesuai isyarat Sersannya dengan tanda tanya besar dibenaknya.


"Kau berani. hm?"


"L .Lepas!"


Pinta Natalia dengan suara bergetar menahan takut membuat Daychi mengepal. Baru kali ini ia ditampar wanita yng biasanya mencium Pipinya penuh gairah.


"Lepas?"


"L..Lepas, hiks!"


Daychi dengan cepat menjambak rambut Natalia yang seketika terkadah keras dengan rambut yang seakan mau tertarik paksa dari kulitnya.


"S..Sakitt!!"


"Sakit. hm?"


Daychi sangat suka dengan lelehan bening ini hingga ia semakin menarik kuat sampai wajah putih pucat Natalia merah dengan hidung yang mulai berdarah dan nafas lemah berhembus memburu.


"S..Sam hiks!"


"Berteriak-pun. dia tak akan mendengarmu!"


Daychi mendorong keras Natalia hingga membentur kepala ranjang. untung saja ada bantal yang menghalangi pinggang dan perutnya membuat semuanya tak begitu beresiko.


"L..Lepas!"


"Dia tak akan mendengarmu!!" Daychi tertawa puas melihat wanita ini seperti kucing jalanan. Ia meluapkan semuanya pada Natalia yang pasti begitu dicinta Herchier sialan itu.


"S..Saam hiks!"


"Sudahlah. lupakan dia, ayo bermain bersamaku." tawar Daychi begitu kejam.


"T..Tuan! k..kau siapa dan..dan kenapa?"


"Aku ingin anak itu!"


"A..Apa?" tanya Natalia tak mengerti hingga perlahan Daychi mendekatkan bibirnya ke telinga Natalia yang bergetar takut dengan seluruh tubuh yang mendingin.


"Kau Hamil!"


Duarrr...

__ADS_1


Seketika Natalia tersambar petir dengan ucapan Daychi. Wajahnya kosong dengan tangan yang perlahan meraba perutnya. Bibirnya bergetar mencoba menyatukan bayang-bayang wajah Daychi yang terlihat puas dan tergelak lantang.


"Ayolah!!! dia tak akan perduli padamu. Sampah! dia sudah pergi dan melupakanmu."


Natalia hanya diam dengan tetesan air mata yang luruh. Benarkah? aku hamil?


Hati Natalia berkecamuk meraba perutnya lembut. Apa yang telah ia lakukan? ada malaikat kecil bersamanya tapi ia mencelakai diri sendiri.


"Kau sakit hati? dendam. dan benci! aku akan membantumu." ucap Daychi sudah menyusun rencana besar. Air mata Natalia ia artikan sebagai sebuah dendam dan rasa sakit yang nyata.


"B..Bayi?"


"Hm. Bayi! anakmu, dan buah dari kesalahan kalian! kau tak perlu khawatir. Aku juga akan membuatnya menyesal."


Ucap Daychi begitu bengis tapi ia terkejut saat Natalia malah tersenyum dengan air mata yang terus luruh. Tak ada tersirat penyesalan dari sorot mata beningnya sama sekali.


"D..Dia sudah pergi?" tanya Natalia dengan suara bergetar dan senyuman tak luntur.


"Hm. Menetap di jerman dan melupakanmu. Bahkan, dia telah bersama istrinya kembali."


Pancing Daychi bohong membuat hati Natalia sakit. Rasanya ia sudah tak sanggup tapi ia harus hidup setidaknya selama malaikat kecil ini bisa melihat dunia fananya.


"I..Itu bagus!"


"Maksudmu?" tanya Daychi terhenyak.


"B..bersamaku dia tak akan hidup tenang. a..aku wanita yang buruk dan..s..sangat, ceroboh."


Daychi terdiam dengan mata masih tak lekang dari wajah pasrah namun tegar Natalia.


"Q..Qyara lebih baik dari aku! d..dia wanita yang tangguh dan tak pernah .."


Natalia memejamkan matanya kembali mengingat kejadian malam itu.


"T..tak pernah menampar suaminya sendiri. hiks! d..dia lebih baik dan..dan aku i..ikhlas."


Isak Natalia meringkuk meredam suara tangisan membuat Daychi terbongkem diam. Ucapan Natalia terdengar sangat tulus dan begitu dalam.


.......


Jet itu sudah ada pada jalurnya. Pesawat pribadi milik Tuan Muda Bilions ini sudah terbang sedari sore hingga malam ini semuanya tampak hening. Tak ada yang bicara selain diam masuk dalam kekosongan awan.


Fagan tengah bergelut dengan pikirannya. Ia sudah mendapatkan semua informasi dari anggota mereka kalau Nonanya tak ada di Kediaman Dokter Andra. dan jasad Bibik Mina pun sudah diefakuasi polisi yang mendalami kasus ini.


"Kalau aku katakan pada Tuan Muda. apa dia akan mendengarku?"


Batin Fagan mencari jalan keluar. Sam sekarang tengah sibuk mengurus Perusahaan diruangan kerja Pesawat apalagi Alfin jatuh sakit membuat keadaan sakin runyam.


"Tuan besar! tapi dia ada di Vilanya. aku tak bisa menganggu pria itu."


Fagan mencengkram kepalanya frustasi. Tuan Anderson tak lagi muncul karna telah kembali ke Villanya di Sunsai Amerika. Pria itu tak akan pernah kembali selagi belum akhir tahun. ntah apa yang dikerjakan ia pun tak tahu yang jelas kepala Fagan sudah mau pecah.


"Ada satu cara!"


Hendry yang ikut memikirkan sedari tadi mencoba mengambil jalan tengah.


"Apa?"


"Bergerak sendiri!"


Fagan langsung menggeleng tak setuju. Tuannya bisa marah besar saat mereka bergerak sendirian tanpa perintah.


"Aku tak berani!"


"Kita harus menemukan Nona. jika memberi tahu Tuan itu hanya akan menambah masalah, kau lihat dia sepanjang hari hanya minum, minum dan bekerja. Tuan kecil juga tak sehat, aku tak mau dengan ini semua Tuan semakin kacau."


Jelas Hendry memberi saran yang tepat. Sam tengah ada dalam kemalut hidupnya. Mereka tahu betul itu ketika Nenek kesayangannya meninggal Sam selalu mengurung diri dikamarnya dan tak akan mau mendengar orang lain. Hanya itu jalan satu-satunya.


"Baiklah!"

__ADS_1


.....


Vote and Like Sayang..


__ADS_2