Dilema Cinta Natalia

Dilema Cinta Natalia
Sikap Aneh Natalia


__ADS_3

Setelah mengurung diri dikamar tanpa mau ditemui siapapun. sekarang wanita dengan wajah cantik berkulit putih itu tengah menuruni anak tangga dengan tampilan yang membuat mereka semua terperangah. Alfin yang tadinya tak ingin makanan pun langsung meloncat dari kursi meja makan dengan pandangan tak percaya.


"Pagi! Sayang!"


"B...Bunda!"


Lirih Alfin menatap wajah biasa Natalia yang tak bergurat tekanan. yang menjadi pusat perhatian adalah kacamata yang biasa bertengger itu tak lagi menghiasi hidung mancungnya.


"Bunda! Bunda baik-baik sajakan?"


Natalia tersenyum hangat menggendong Alfin ringan keatas kursi meja makan seraya mengambil piring makanan yang ada ditangan Maya. ia tak menjawab apapun selain duduk dihadapan Alfin dan menyuapi bocah itu seperti biasa.


Mereka semua hanya saling pandang bingung termasuk kepala pelayan yang hanya diam. ia tak menyangka Nonanya yang begitu polos kemaren bisa memakai lensa mata secantik itu. warnanya juga bagus dan cocok dengan parasnya yang ayu.


"Alfin!!!"


Suara Sam dari atas sana memanggil Alfin yang hanya acuh lebih memilih menatap lama wajah Natalia yang aneh. pakaian yang dikenakan wanita ini juga begitu anggun dan sangat feminim menambah nilai plus pesonanya.


"Alfin!!! kau belajarlah di ruanganmu!!"


Sam yang menuruni tangga dengan pandangan masih fokus pada ponselnya. ia telah berganti pakaian dengan stelan kerja lengkap yang begitu menguarkan wibawah dan pesona dari si tampan bule jerman itu.


Saat tak mendengar sahutan itu akhirnya Sam menghentikan langkahnya dengan mata yang mulai menatap kearah Alfin hingga...


"K..kau.."


Sam terkejut melihat Natalia turun dari kamarnya dengan wajah yang terlihat baik-baik saja tapi tak mungkin karna tadi ia melihat sendiri kalau Natalia begitu tertekan tak mau ditemui.


Melihat kacamata itu sudah menghilang Sam segera mengendalikan raut wajahnya melangkah mendekati Natalia enggan memandang selain fokus pada Alfin yang juga tak mengerti.


"Kau sakit?"


Sam meletakan punggung tangannya ke kening Natalia yang tak lagi panas seperti tadi. tapi kenapa wanita ini jadi aneh?


"Kalau kau sakit tak usah turun. kembalilah kekamar!"


"Tidak. aku tidak sakit."


Jawab Natalia melengkungkan senyuman manisnya kembali menyuapi Alfin yang hanya diam. tapi ia senang karna Papanya sudah begitu dekat bahkan tak hayal untuk memberi perhatian lebih.


Namun. Sam tak puas dengan jawaban itu hingga ia berjongkok dihadapan Natalia menarik mata membulat semua orang tapi tak berani memekik keras.


"Tuan!"


Sam hanya diam melepas Heels pendek yang Natalia pakai hingga telapak kaki yang kemaren malam terluka terlihat masih diperban dan ini belum sepenuhnya kering. tak bisa dibawa berjalan terlalu lama dan pasti rasanya akan sakit.


"Lukamu belum kering! kembali kekamar!!"


"Aku tak apa."


"KEMBALI KE KAMAR!"


Tekan Sam mengintimidasi tapi Natalia hanya menjawabnya dengan senyuman santai memeggang pipi Sam yang dibuat tersengat dengan sentuhan hangat wanita ini. hatinya tiba-tiba bergetar tak karuan dengan gejolak darah memanas.


"Boleh aku minta sesuatu?"


"Apa?" tanya Sam dengan intonasi yang berubah lebih lembut membuat para pelayan sana berbalik badan tak mau melihat adengan mesra ini.


"Aku ingin pulang ke Kediamanku."


Seketika wajah Sam yang tadinya melemah kembali mengeras menatap Natalia dengan pandangan menajam bahkan seakan mengoyak habis wanita ini. Namun, Natalia tetap diam karna ia tahu ini yang akan ia lihat dari seorang Sam.

__ADS_1


"Kau mau apa? katakan kau butuh apa?"


"Hanya satu hari. boleh?"


"Tidak!"


Sam berdiri dengan pandangan tegas dan tak bersahabat. hatinya tiba-tiba memberontak untuk tak bisa memberikan izinnya.


"Kau jangan coba-coba untuk pergi dari sini."


"Aku..."


"TIDAK YA TIDAK!!!!"


Bentak Sam benar-benar gelisah bahkan wajah pria ini sudah berkabut padam. disana itu gudangnya bahaya dan ia tak akan membiarkan Natalia mengalami kejadian yang sama seperti kemaren.


"Kau tak mengerti!!! apa yang kurang disini? kau bisa katakan padaku!!"


Suara Sam menghakimi tapi percayalah ia hanya mencoba menahan rasa takut yang berlebihan didadanya. melihat Natalia yang masih menatapnya kekeh Sam lansung memutus kontak mata dan ingin berbalik pergi namun dengan cepat Natalia memeluknya dari belakang.


"Tuan!"


Nafas Sam tercekat bahkan bergerak saja tubuhnya kaku dalam pelukan tubuh lembut yang menyeruk kesela jantungnya. hembusan nafas Natalia begitu terdengar stabil dengan kedua tangan wanita itu mendekap erat perut kekarnya mesra.


"Hanya 1 hari. hm?"


Sam memejamkan matanya mencoba menormalkan detak jantungnya yang memberontak keras. sungguh Natalia sangat pandai mempermainkan jiwanya.


"Untuk apa?" suara lemah dan berat.


"Aku ingin mengambil hakku!"


Mata Sam lansung terbuka dengan jawaban Natalia yang sangat ambigu. apa benar wanita ini akan sekejam itu? tapi ia rasa Natalia tak akan melakukannya.


"Boleh?"


"Akan ku temani!" ucapan yang begitu posesif membuat Natalia mulai mengalungkan kedua lengannya keleher Sam yang cukup mematung dengan tingkah aneh wanita ini.


"Mau aku pergi 1 hari atau 1 tahun?"


"Kau.."


"Pilih!" tegas Natalia dengan pandangan masih lembut bahkan terkesan sangat santai membuat Sam terkepung.


Lama Sam berfikir. 1 hari itu sama saja seperti 1 tahun, ia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nantinya. siapa yang akan menyiapkan makanan? siapa yang akan ia suruh-suruh dan siapa yang akan ia peluk dimalam hari?


Semua itu benar-benar membuat Sam frustasi dan tertekan sendiri.


"K..Kau..kau tak usah kesana. aku akan menyuruh anggotaku mengambilnya dan.."


Cup ....


Degg...


Seketika jantung Sam seakan mau terlepas dengan mata melebar saat bibir lembut itu menempel dibibirnya dengan sangat manis. tulang Sam melemah dengan nafas tercekat akan gejolak dada yang membuncah.


"Aku mohon!"


Sam perlahan mengangguk hingga Natalia tersenyum melepas kecupan hangatnya yang menarik semberaut merah dipipi Sam yang mencoba mengendalikan dirinya.


"Terimakasih!"

__ADS_1


"Hm."


Sam salah tingkah sendiri dengan mengusap tengkuknya yang tak gatal sedangkan Alfin sudah pura-pura memilih makanan dimeja sana tanpa ingin menganggu.


"A.. itu ... kau .."


"Apanya?"


"Shitt! jangan menatapku seperti itu."


Batin Sam tak tahan melihat tatapan mata kucing Natalia yang membuat dirinya sulit untuk sadar dan mempertahankan sikap datarnya.


"Ada apa?"


"Aku akan mengantarmu."


"Tuan! kan ada sup..."


"INGIN PERGI?"


Tekan Sam hingga Natalia pasrah mengambilkan makanan untuk Sam yang juga bergabung sarapan siang menjelang sore ini. Natalia dengan cekatan mengambilnya hingga mereka terlihat benar-benar seperti keluarga yang utuh dan bahagia.


"Suapi aku. Bunda!"


Sam menatap tajam Alfin yang hanya menjulurkan lidahnya menyebalkan hingga wajah Sam mulai jengkel. enak sekali bocah ini selalu dapat perhatian yang lebih.


"Ehmm."


Sam berdehem mencoba mencari perhatian Natalia yang asik menyuapi putra nakalnya ini. ia juga ingin mencoba suapan itu tapi Sam lebih suka makan dengan tangan Natalia.


"Ehmm!" deheman cukup keras membuat Natalia menoleh menyodorkan air dengan khawatir.


"Minumlah. makan itu pelan-pelan!"


"Kau tak lihat aku banyak pekerjaan?" decak Sam geram hingga Natalia diam dengan Alfin yang mengalah mengambil piringnya sendiri.


"Bunda! suapi dia!"


"A..Apa?"


"Ha? kau belum juga menyelesaikannya? itu proyek penting!"


Sam pura-pura menelfon dan begitu sibuk hingga Natalia langsung sigap mengambil piring dihadapan Sam yang masih terlihat marah-marah.


"Jangan sampai aku memecat kalian semua hanya karna satu kesalahan!!"


Natalia hanya diam menyodorkan sendok tapi Sam tak mau membuka mulutnya untuk makan hingga Alfin menggeleng lalu melangkah pergi.


"Tuan!"


"Sendok di Kediaman ini sudah tercemar. aku tak ingin makan dengan itu."


Akhirnya Natalia pasrah mencuci tangannya dan menyuapi Sam yang dengan lahap memakannya. Para Pelayan sana sampai ikut senyam-senyum sendiri tapi Sam hanya acuh seakan tak perduli.


"Enak?"


"Biasa saja."


Jawab Sam terus memakannya sampai 2 kali nambah hanya dengan tangan ajaib istri keduanya. ntahlah terkadang Natalia hanya mengartikan sikap Manja Sam hanya karna merindukan Istri Pertamanya.


.....

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


Untuk yg pengumuman Vote akan djmulai hari senin ya.. jadi semuanya akan author tulis yg di ss ke group tenang aja🤭


__ADS_2