Dilema Cinta Natalia

Dilema Cinta Natalia
Model Pengganti!


__ADS_3

Semilir angin itu menyelingi langkah kedua manusia yang tengah menjadi objek perhatian semua orang di depan Gedung megah Avanella membentangkan read karpet hingga tak ada yang menyaingi glamornya pesta malam ini.


Kamera ditangan para media sana menopang kosong seakan keterkejutan itu lebih besar dari apa yang tengah dijalankan. tatapan penuh tanya dan kagum mereka semua membuat Natalia berkeringat dingin.


Ia berusaha melangkah pelan dan anggun mengikuti langkah penuh kharisma Sam yang dengan anehnya berjalan bersama bahkan tangan keduanya saling bersentuhan tapi tak menggenggam karna Natalia menatap tajam Sam yang hanya acuh.


"Kalian tak ingin mengambil gambar?"


Tanya Sam memecah keheningan menarik mereka kealam sadarnya dan segera menjiprat dengan semangat, banyak yang menanggapi semua ini dengan tatapan jijik kearah Natalia tapi banyak juga yang sangat kagum dan begitu merasa Natalia Istimewa sampai bisa sedekat itu dengan Presdirnya.


"Lebih dekat. Nona!"


"A.... aku ."


Sam sudah lebih dulu menarik pinggang Natalia mendekat membuat mereka sangat tercekat. tapi, memang keduanya sangat cocok dari segi apapun. wajah ayu Natalia mengimbangi wajah sangar Sam yang begitu menggetarkan jiwa para wanita.


"Nona. anda sangat cantik!"


"Yah. kalian serasi!"


Natalia hanya menjawab dengan senyuman. rambutnya terurai diatas bahu menutupi bagian lehernya dengan beberapa orang yang sengaja mencari kesalahan Natalia, namun. tak ada sama sekali, semuanya sudah begitu perfeck untuk menjadi pendamping Presdirnya.


Melupakan status beristri? tentu saja mereka tak akan membahas itu selagi Sam ada disini.


"Presdir. apa kalian rekan atau punya hubungan lain?"


"Yah. kami lihat kalian sangat dekat akhir-akhir ini."


Para Media mengerumuni mereka membuat orang-orang didalam gedung sana mulai merasa heran siapa yang membuat keriuhan didepan sana.


"Nona! apa anda senang diperhatikan Presdir?"


"Atau anda punya hal yang tak dimiliki wanita lain?"


Pertanyaan mereka sangat menyindir membuat Natalia mulai merasa panas. memangnya ia yang memaksa kesini? sudah jelas Sam lah yang mendesaknya untuk hadir dan selalu menjadi lintah padanya.


"Maaf. kami hanya rekan kerja, Presdir Sam adalah atasanku dan sangat baik."


"Tapi, kenapa kalian terlihat dekat?"


Natalia menatap Sam yang hanya diam bahkan malah sibuk berpose dingin begitu cool didekatnya. belitan ke pinggang Natalia mengerat dan keduanya terlihat begitu dekat.


"Nona! anda bisa menjawabnya?"


"Em. Presdir sudah seperti Kakak lelaki -lakiku."


Seketika wajah Sam mendingin akan jawaban asal Natalia yang menyentak halus tangannya yang refleks terlepas dan melangkah duluan kedalam membelah keramaian yang ada.


"Kakak laki-laki?"


Batin Sam menggeram. ia tak lagi meladeni kamera disekelilingnya dan lebih memilih melangkah masuk kedalam dengan tatapan penuh damba semua orang.


Setibanya didalam. Natalia yang ada didepan langsung disambut oleh tamu undangan yang sudah memenuhi area pesta, semuanya terlihat berkelas duduk diatas kursinya menatap kearah Natalia yang menjadi objek perhatian bersama Sam yang hanya diam melangkah menuju kursinya dibagian yang agak remang.


"Presdir!!!!"


"Auuh. aku tak salah datang kesini. dia sangat tampan!"


Bisikan mereka hanya dianggap angin lalu oleh Sam yang tengah disapa para Kolega Bisnisnya didekat panggung acara. semua petinggi Perusahaan datang termasuk Tuan Mahmanda yang merupakan Pebisnis yang suka bergonta-ganti wanita.


Pandangan pria paruh baya itu begitu nakal pada Natalia yang berusaha berbaur dengan para wanita seumuran dengannya disamping sana


"Hay!"

__ADS_1


"Hay! kau Model Utama Perusahaan Bilions. bukan?"


Tanya salah seorang wanita manis yang menyapa Natalia dengan penuh kagum. ia salah satu penggemar Natalia yang sejak Iklan itu dipasarkan wajah cantik ini wara-wiri distasiun televisi.


"A.. iya! tapi itu hanya keberuntungan sesaat."


"Tidak juga. kau pasti punya hal yang istimewa bisa sedekat itu dengan Presdir, tapi kau tak takut pada Istrinya?"


Natalia terdiam sulit menjawab apa. ia juga bingung kenapa Sam tak lagi membahas soal Qyara istrinya padahalkan seharusnya Sam datang dengan Qyara.


"Itu Nona Qyara!"


"Mana?"


Mereka menoleh kearah pintu hingga penampakan dua sosok manusia berpakaian serasi itu mulai menjadi objek perhatian. Qyara memakai Gaun berbelahan rendah tanpa lengan dengan bagian punggung terbuka memperlihatkan kulit putihnya pada semua orang. ia menggandeng lengan Lien yang tampil dengan Stelan jas senada yaitu abu sama dengan Qyara.


Keduanya tampak tersenyum bebas. Qyara begitu dekat dengan Lien yang juga sengaja membuat suasana intim saat mendapati satu sosok yang mendominasi didekat Panggung sana.


"Nona. Qyara!"


"Hay!"


Qyara menunjukan kelasnya dengan menyapa beberapa Ibu-Ibu Sosialita yang sangat mengidolakannya. ia begitu mengibarkan kesan Sexsi dengan mempertontonkan belahan dadanya.


"Lihatlah. dia sangat cantik, bukan?" bisik Amela si wanita manis tadi ketelinga Natalia yang hanya mengangguk santai.


"Tapi sangat angkuh. lihat saja, dia tak mau berbaur dengan wanita-wanita muda seperti kita. dia selalu mencari tempat orang yang lebih bisa melebarkan sayapnya." sambung Amela lagi menegguk Jus ditangannya.


"Tapi. aku serius kau sangat cantik! auramu juga bagus, sebenarnya kau mandi pakai apa bisa seputih dan se wowww ini!"


Natalia langsung membekap mulut Amela saat suaranya agak keras mengundang perhatian banyak orang. seketika Qyara menoleh dengan tatapan terkejutnya melihat Natalia yang ada disini, bahkan tampilan wanita ini sangatlah luar biasa menyaingi dirinya.


"Bisa pelankan suaramu." geram Natalia canggung dipandangi seperti itu.


"Maaf, tapi kau memang sangat ca.."


"Ouh. ternyata kau disini juga."


"Kalian saling kenal?"


Tanya Lien yang belum tahu apapun. ia memang memantau kabar terbaru Pria dingin itu yang dekat dengan seorang wanita dan ternyata secantik ini.


"Tentu. siapa yang tak kenal dengan MODEL PENGGANTI ini."


Mereka semua mulai berbisik menatap Natalia yang terdiam tenang mandang semuanya dengan bijaksana. ia tahu Qyara dendam padanya soal Pernikahan bersama Sam dan ia sudah mempersiapkan diri sedari lama.


"Ouh. maaf Nona! saya pikir saya tak begitu buruk menggantikan anda, TERLALU SIBUK sampai lupa tanggung jawabnya."


"Aku sibuk karna aku cerdas dan punya banyak pekerjaan. emm.. tapi maaf, mungkin kau tak punya, ya?"


Sindir Qyara tertawa kecil bersama para temannya termasuk Megan yang juga hadir memanasi. satu ruangan ini seakan mengolok-ngolok Natalia yang membiarkan tawa mereka mereda sejenak.


"Sudah?" tanyanya dengan lembut dan tegas.


"Hm. mau menangis?"


Natalia menyunggingkan senyuman yang sangat tak percaya akan sifat asli Qyara yang dulu sempat ia kagumi dimasa berkacamata.


"Em, tentu tidak. Nona! air mataku terlalu berharga menangisi seorang Aktris pindahan sepertimu."


Sam yang ada diujung sana mengulum senyum samar akan ucapan Natalia barusan yang membongkem mulut Qyara untuk bicara. mereka semua mulai menatap Qyara dengan bingung karna kenapa lebih memilih Perusahaan Yuchin dari


pada Bilions?

__ADS_1


"Awas kau."


Batin Qyara melangkah kekursinya karna begitu muak dengan perlawanan Natalia. ia meninggalkan Lien yang masih berjalan pelan dengan wajah yang terasa meremang saat berada didekat wanita itu.


"Baiklah. selamat malam para hadirin yang terhormat!"


"Malam!!!"


Jawab mereka pada MC Galden yang tengah memimpin acara. ia menyapa beberapa tamu undangan termasuk Lien yang masih tak memutus matanya dari Natalia yang hanya diam fokus kepanggung.


"Selamat datang Presdir Sam Austin Bilions. yang menjadi Produser sekaligus penopang acara malam ini, berikan tepuk tangan yang meriah!!!"


"Huuuu!!!"


Prokkkk...Prokkk...


Natalia juga ikut memberi penghargaan dengan mata berbinar akan kesuksesaan Pak Tuanya itu. MC Galden memanggil Sam untuk menyampaikan kalimat pembuka untuk acara Pesta Iklan Produk Lipstik yang melambung besar-besaran.


"Silahkan. Presdir!"


"Ouh. Sayang!!"


Qyara tanpa rasa malu menyoraki Sam yang hanya acuh melangkah penuh kharisma keatas panggung dengan keheningan yang menuai gejolak kagum.


"Selamat. Malam!"


"Malam. Presdir!!!"


Jawab mereka meleleh dengan suara berat itu. Sam berhenti sejenak menatap mereka semua datar tapi itu penuh dengan makna.


"Terimakasih sudah hadir diacara besar yang malam ini menjadi saksi pencapaian Perusahaan Bilions memecah pasar Internasional!"


Prokkk...Prokkk ..


Tepukan yang meriah tapi tidak dengan Lien yang sangat muak dengan keberhasilan Sam dalam memimpin apapun. ia tak akan membiarkan pria ini diatas kejayaan terlalu lama.


"Pemasaran kali ini sangatlah luar biasa atas kerja sama Staf dan Kariawan beserta para Agensi. tapi, ada satu orang yang menjadi inti Pemasaran kali ini."


Qyara melepas senyuman. ia yakin Sam akan menyebut tentangnya dan mengumumkan pada semua orang kalau ialah yang berjasa bagi Perusahaan Bilions selama ini.


"Orang yang rela bekerja semalaman ditengah keterbatasan. walau dulu ia tak memenuhi standar tapi kerja kerasnya membuat Dunia kagum dan mengakuinya."


Mereka semua menunggu jawaban Sam yang tak memandang siapapun. Natalia hanya diam karna Qyara sudah disapa beberapa orang yang mengucapkan selamat atas kemenangannya.


"Aku serahkan pencapaian pemasaran ini pada ..."


"Nona Qyara!!!"


"Qyaraa!!"


Sambut mereka hingga Qyara berdiri dengan wajah malu-malunya. Natalia cukup memandang karna ia juga tak berminat untuk menjadi bintang malam ini.


"Aku ke Toilet dulu. Ya?"


"A.. Iya."


Amela mengangguk hingga Natalia berdiri mengangkat ujung Gaunnya untuk berbalik dan...


"Selamat untuk Nona NATALIA DIAJENG PRAMUDITA!!!"


Duarrr....


.......

__ADS_1


Vote and Like Sayang...


Nanti malam ya say . yg ss ke group🄰


__ADS_2