Dilema Cinta Natalia

Dilema Cinta Natalia
Keadaan yang parah!


__ADS_3

Suara renyahan kayu yang dibanting keras ke dinding sana seketika merobohkan sebagian kecil lantai gudang yang hanya berbahan kayu. debu yang menumpuk disela patahan kayu yang diterobos pria itu bertabur membuat kabut sesaat menutupi kilatan tubuh seseorang yang berdiri tegap didepan pintu masuk sana.


Cagar yang tadinya tengah menelfon itu seketika tercekat nyawanya sendiri dengan Ponsel yang ia genggam terlepas begitu saja membentur lantai.


"K..kau ..."


Wajah tampan yang terlihat mengeras dengan tatapan menohok dari netra tajam elang seseorang yang sungguh begitu mengerikan menatap membunuh Cagar yang sudah memucat ditempatnya.


"K..Kau ..."


Cagar melangkah mundur saat Sam sudah menarik kakinya maju. kedua tangannya mengepal saat mengetahui mereka membawa Natalia ketempat ini bahkan pikirannya sudah memastikan apa yang akan dilakukan sampah masyarakat ini pada wanita polos itu.


"K..Kau ..kau pergi dari sini!!!"


Bentak Cagar yang tak mampu meredam rasa takutnya selain mengacungkan pisau yang ia keluarkan dari balik sela celananya. namun, nyali Sam tak gentar bahkan pria itu semangkin mendekat membawa petir yang sudah akan meledakan tempat ini.


"Jangan mendekat! atau aku..."


Sam lansung memberi bongkeman mentahnya ke wajah Cagar hingga tubuh pria itu terpental membentur dinding kayu yang ada dibelakangnya. tumpukan jerami itu berserakan dengan kibasan angin dari tinjuan panas Sam yang berapi kemarahan.


"DIMANA DIA????"


Sam menendang tubuh Cagar yang terkulai tak berdaya disudut sana sampai lantai kayu dibawah tubuh pria itu patah akibat terjangan kaki kokoh yang begitu kuat ini.


"BERANI KAU MENGUSIKNYA!!!!"


Brakkk...


Sam benar-benar memukul membabi-buta sampai jeritan pria itu didengar jelas oleh Natalia yang tak bersuara selain memeluk dirinya sendiri tenggelam dalam suara yang tengah memanggil dibelakangnya.


"T..Tuan... "


"KATAKAN!!!"


Sam mencekik Cagar yang terpadat ke dinding sana sampai wajah Pria itu nyaris hancur akibat ketangkasan tangan kekarnya. wajah Sam sudah mengigil karna amarah yang menguasai mata dan seluruh tubuhnya.


"D..Dia..."


Sam kembali menekannya sampai wajah pria itu benar-benar pucat tanpa darah dengan cairan kental yang keluar dari hidung dan mulutnya memperlihatkan betapa keras Sam memukulnya.


"A..aku..."


"Cagar!!!! apa yang terjadi? kau kenapa?"


Sam langsung menoleh beralih pada suara yang tengah bersumber dari Ponsel yang tergeletak didekat Kotak Jerami agak besar sana. suara wanita yang tak begitu ia kenal tapi terasa tak asing.


"Cagar!!!! kau dengar aku? apa dia sudah mati??"


Sam melepas cekikannya ke leher Cagar yang sudah nyaris mati ditempat saat ia melihat ada darah yang membentuk telapak kaki seseorang dan itu tertuju ke belakang Kotak Jerami didekat Ponsel.


"Cagar!!! kau kemana? aku tak bisa mendengarmu!"

__ADS_1


Panggilan berakhir dari sana.


Sam dengan pelan mendekati Kotak itu dengan jantung yang begitu serasa ditusuk kuat sampai ia sendiri sulit mengendalikan dirinya.


Perlahan dan begitu pasti Sam mengikuti arah telapak kaki ini sampai akhirnya ia melihat puncak rambut seorang wanita yang masih menekuk lututnya membisu.


"Kau.."


Sam terkejut melihat itu adalah Natalia. ia melesat mendekatinya menendang kotak Jerami disamping sana ntuk menjauh memberinya ruang untuk berjongkok didekat wanita ini.


"Kau ...kau baik-baik sajakan dan .."


Kalimat Sam terhenti seketika saat melihat pipi wanita ini bengkak dengan darah yang mengering dihidung dan sudut bibirnya. tak ada lagi Blazer yang menutupi bagian atas wanita ini memantik darah mendidih dari tubuh kekar Sam yang sudah meledak.


Gertakan gigi pria itu beradu nyaring memberi pandangan menakutkan sebagai isyarat ajal kematian bagi Cagar yang masih tergeletak lunglai mengerang sakit disudut sana.


"SIALAN!!!!"


Sam melempar Kotak Jerami berbahan kayu didekatnya ke arah Cagar yang kembali dihantam keras bahkan ia tak mampu lagi menerima siksaan dari pria ini.


Langkah Sam sangat cepat selayaknya angin menghantam perut Cagar yang dibuat seperti lempeng makanan yang diludahkan. suara keras dari kemarahan Sam bisa membuat seluruh daerah sini merinding gemetar.


"KAU APAKAN DIA? BRENGSEK!!!"


"Tuan!!!"


Fagan yang berlari mencegah Sam yang sudah ingin mengunakan pisau yang dibawa Cagar tadi untuk menggorok leher pria tak bernyawa itu.


Nafas Sam begitu memburu masih begitu lapar ingin meremukkan tubuh Cagar yang dipenuhi lebam dan darah. bisa diperkirakan Cagar tak lagi bernyawa kalau sudah dikondisikan seperti itu.


Lama Sam meredakan gumpalan panas dalam dadanya hingga ia melempar pisau ditangannya ke sembarang arah lalu mendekati Natalia yang hanya diam tak sekalipun melontarkan kata-kata.


"Kau tak apa?"


Pertanyaan Sam hanya dijawab kebisuan. air mata Natalia tampak sudah mengering dengan mata kosong seakan masih tenggelam dalam pikiran dan dunianya.


Fagan mengeraskan wajahnya melihat keadaan Nonanya yang tak bisa dikatakan baik. wanita itu benar-benar tak bisa dimaafkan begitu tega melakukan ini pada adiknya sendiri.


"Apa dia menyentuhmu?"


Pertanyaan bercampur amarah dari suara dingin Sam yang telah berkabut kembali mendidih. darahnya mengubun panas merampas pengendalian diri yang tadi sudah terlepas.


"Aku bisa membunuhnya untukmu."


Natalia menjawabnya dengan senyuman yang membungkus semua luka mengoyak batinnya. netra sembab itu menatap Sam yang telah merasa disengat dengan pandangan biasa Natalia.


"Berhentilah tersenyum."


Natalia semangkin memekarkan senyumannya mengulur tangan dengan perlahan memeluk tubuh Sam yang membeku seakan menjadi batu melihat sesuatu yang misterius di jiwa wanita ini.


"Berhentilah TERSENYUM."

__ADS_1


Tekan Sam benar-benar merasa sesak melihat senyuman yang begitu miris terukir dibibir pucat yang begitu tegar dan tangguh. tak pernah ia melihat kemarahan dan kebencian dari pancaran netra hangat wanita ini.


Tangan Sam mulai memeluk Natalia yang dengan erat mendekap tubuhnya. rasa sakit wanita ini begitu ia rasakan tapi tak pernah terkabar keseluruh penjuru dunia tentang luka yang tak bisa dihitung goresannya.


"Tuan. semua anak buah mereka sudah diamankan."


"Berikan balasan yang setimpal."


Fagan mengangguk dengan Sam yang menggendong ringan Natalia melangkah keluar karna sudah tak bisa meredam khawatir akan keadaan wanita ini.


Para anggota Sam tampak membekuk suruhan kelompok Casino itu dengan beberapa orang yang terlihat membawa Team Dokter untuk menangani Natalia secepat mungkin.


"Tuan!"


Sam masuk kedalam Mobil besar yang baru saja datang dengan Dokter Grely yang sigap mendampingi Sam untuk menangani Natalia.


"Lia!"


Sam terperanjat saat badan Natalia panas dengan mata wanita ini terpejam rapat tak lagi terbuka membuat jantungnya seakan mau meloncat keluar.


"Hey! Lia!"


"Baringkan Nona. Tuan!"


Sam meratakan kursi Mobil membentuk kasur empuk membaringkan Natalia yang tak lagi sadarkan diri. Sam menepuk pelan paha Natalia yang mendingin.


"Lia! kau dengar aku kan?"


"Tuan. anda.."


"APA YANG TERJADI PADANYA??? KENAPA DIA TAK SADAR. HA???"


Bentakan Sam mengalun karna begitu khawatir takut terjadi sesuatu pada wanita ini. melihat kepanikan Tuannya Dokter Gerly terdiam membisu. wanita dengan wajah dewasa itu terkejut akan respon besar yang ditunjukan pria yang begitu mencintai Nona Qyara itu.


"APA YANG KAU LIHAT? HA!!!"


"Baik. Tuan!"


Dokter Gerly memeriksa detak jantung Natalia yang lemah dengan perut wanita ini meneggang. pendarahan dikaki jenjang ini masih belum terhenti.


Nafas Sam begitu tercekat seraya menggenggam tangan lentik ini dengan perasaan berkecamuk. wajah pucat Natalia sama sekali tak bisa dikatakan baik-baik saja.


"Apa Nona menderita Asam Lambung Akut?"


"Aku tak tahu! dan.."


"Keadaannya sangat lemah. ini bisa lebih berbahaya lagi. Tuan!"


....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2