Dilema Cinta Natalia

Dilema Cinta Natalia
Memberimu Hadiah!


__ADS_3

Tubuh Natalia kaku saat pelukan erat Dokter Andra benar-benar meluapkan kerinduannya. ada rasa senang dihati Natalia ketika melihat wajah pria ini lagi, ia tak menyangka akan bertemu kembali setelah hampir 1 bulan tak bersua atau sekedar menatap wajah.


"Lia! Lia kau...kau kemana saja? aku sudah mencarimu dimana tempat termasuk di Desa tapi kau tak ada."


"Kau..kau ke Desa?"


Dokter Andra mengangguk menatap penuh kasih Natalia yang terkejut. Kampungnya sangat jauh dan juga terpencil, akses kesana juga tak begitu baik tapi pria ini menyusulnya kesana?


"Mereka bilang kau tak pernah pulang! kau kemana saja?"


"A..aku.."


Natalia bingung mau menjawab apa dan mulai dari mana. hatinya juga tak mampu berkata kalau ia sudah menikah? sebenarnya ada rasa takut dan gugup yang bergelut dikepala Natalia saat menatap wajah sendu Dokter Andra.


"Kau sudah semakin cantik dan berubah."


"Tidak juga."


Jawab Natalia menghindari pandangan penuh kagum Dokter Andra yang melihatnya sangatlah terpesona dan begitu berdecah luar biasa. Dokter Andra sampai tak mau melepas pelukannya ke tubuh Natalia yang dibuat tak mampu untuk berkata banyak.


"Apa ada yang menyakitimu? kau tinggal dimana? Lia. jika kau tak nyaman tinggal ditempat sekarang kau bisa bersamaku."


"A..Andra! itu ... aku sekarang bekerja. jadi..."


"Kau bekerja??"


Pekikan Dokter Andra begitu berbinar membuat Natalia ikut merasa senang. ntahlah pria ini selalu bisa menenangkan hatinya yang selalu disakiti banyak orang.


"Hm. hanya mencoba."


"A.. kalau begitu aku antar! kau mau berangkat kan?"


Dokter Andra menarik Natalia untuk berangkat menuju Mobil tapi Natalia sudah tercekat saat melihat satu Mobil yang ada dijalan ujung sana tengah terhenti seakan memantau mereka.


"A..Andra!"


"Yah? apa ada yang kau butuhkan?"


Dokter Andra berbalik memeggang bahu Natalia yang semangkin membuat sosok dimobil sana terbakar dengan Fagan yang menelan ludahnya kasar melihat wajah kelam Tuannya.


"A.. itu ... temanku sudah menunggu. mungkin, lain kali saja. ya?"


"Teman? emm.. baiklah!"


Walau agak kecewa Dokter Andra tetap tersenyum mengerti. Natalia bilang dia baru saja bekerja dan berarti dia sudah punya teman, tentu ia tak ingin membuat wanita yang begitu berarti dalam hidupnya itu menjadi bersedih.


"Tak apakan?"


"Tentu tidak. aa ... minta nomor ponselmu!"


Natalia dengan kaku dan linglung mau menjawab apa tapi Dokter Andra langsung mengambil Ponsel yang ada digenggamannya dan ingin membukanya tapi dengan cepat Natalia rampas.


"Lia?" penuh tanya dan keheranan.


"A.. aku .. sini Ponselmu!"


Dokter Andra membuka ponselnya dan memberikannya hingga dahi pria itu mengkerut saat melihat jari lentik Natalia gemetar menekan angka dilayarnya.

__ADS_1


"Kau sakit?"


"T..Tidak. aku..aku pergi dulu!"


Natalia terburu-buru melangkah menjahui Mobil Sam diujung sana seakan tak tahu dan tak melihatnya. ia sangat gugup dengan wajah memucat terus berjalan kearah jalannan yang mulai dilalui banyak kendaraan.


Dokter Andra merasa heran dengan sikap Natalia yang terlihat takut dan gugup. tapi sedetik kemudian ia tersenyum bahagia melihat Nomor kontak wanita itu sudah ia peggang.


"Calon Istriku!"


Gumam Dokter Andra berbinar sedikit berjingkrat senang dan berlari menuju Mobilnya dengan dada yang bergemuruh tak mampu menahan gejolak rasa itu. ia begitu merindukan Natalia yang sekarang benar-benar membuat tempat dihatinya.


"Tuan!"


Fagan mencegah Sam untuk menendang pintu Mobil saat Mobil Dokter Andra lewat disampingnya hingga dengan samar Sam menatap membunuh wajah pria itu.


"Kejar WANITA itu!"


"B..Baik!"


Fagan memacu mobil cepat sesuai perintah Sam yang sudah tak mampu tenang. urat kemarahan diwajahnya tampak membujur dengan rajang mengeras menahan semuanya.


"Sial!!! kenapa aku harus berada di situasi ini?"


Batin Fagan mengelap keringat dikeningnya. jujur ia sendiri tak pernah melihat reaksi sebesar ini untuk Nona Qyara. Sam selalu bersikap tenang dan tak begitu marah besar tapi dengan wanita satu itu hal kecil saja sudah bisa memecah kepalanya.


"Nona!!!"


Fagan memanggil Natalia yang tengah menunggu angkutan umum didekat jalan sana. teriknya mentari menjelang siang ini semakin membuat Natalia meneggang karna kalau sudah begini pasti Sam akan marah besar padanya.


"Mbak"


"A.. iya?"


Natalia tersentak saat ada Ibu-ibu yang berpenampilan cukup terurus tengah menggendong anak itu menepuk bahunya.


"Mbak. sakit?"


"T..tidak.. aku .aku hanya kepanasan. iya!"


Jawab Natalia mengibas wajahnya dengan tangan lalu agak memberi jalan pada para penumpang Bus yang sudah datang untuk masuk. mereka terlihat teratur melewati Natalia yang berusaha cepat ingin menghindar dari Mobil Sam yang sayangnya sudah ada dibelakang Bus.


"C..Cepat. Buk!"


"Sabar. kita juga kepanasan!!"


Suara ketus dari depan Natalia dimana ada nenek-nenek yang sangat lama menaiki tangga Bus. Natalia semakin gelisah mencoba menerobos tapi penumpang yang didalam juga mendesak keluar.


"Awas. Mbak!"


"Beri aku jalan sebentar!"


Melihat Natalia yang berusaha menghindar. Sam dengan kasar membuka Pintu Mobilnya dengan wajah Tampan dingin yang membuat para penumpang diatas mulai histeris.


"I..Itu Presdir. Sam?"


"Yah. itu.. itu Presdir!!! Presdir Sam!!!!"

__ADS_1


Natalia semakin dibuat jantungan saat Sam melangkah lebar dan gagah kearahnya tak memperdulikan banyak orang yang meneriaki namanya dengan penuh kekagguman mengabadikan Moment ini.


"Permisi!"


Natalia memanfaatkan keadaan itu untuk menginjakan kakinya keatas Bus tapi sayangnya Sam sudah lebih dulu menarik lengannya membuat Natalia terpekik saat tubuhnya melayang kebelakang.


"Tuan!!!!"


Tubuh Natalia sudah terkurung dalam gendongan kokoh Sam yang dengan kuat mencengkram pinggang ramping Natalia merapat kearahnya.


"Presdir!!!!!"


"Presdir Sam!!!!"


Teriakan mereka menghiasi irama jalan tapi Sam tak perduli. ia menatap membunuh Natalia yang menegguk ludahnya kasar dengan kedua tangan yang refleks berkalung keleher kekar ini.


"T..Tuan!"


Lirih Natalia memelas untuk menurunkannya karna semua orang memotret mereka dengan ganas. Natalia takut jika ini akan menjadi berita yang Booming hingga tersebar kemana tempat.


"Apa Presdir berselingkuh?"


"Bukannya dia sudah punya istri?"


Sam melangkah menuju Mobilnya meninggalkan keramaian yang dibuat olehnya. disepanjang langkah lebarnya para manusia diseberang sana tak berhenti menatapnya penuh puja dan begitu juga dengan paras Natalia yang disandingkan dengannya.


"T..Tuan!"


Sam hanya diam melempar Natalia kasar kedalam Mobilnya membuat Fagan tercekik sendiri. tak bisa dibayangkan apa yang akan dilakukan pria ini nantinya.


Melihat wajah Sam yang tak bersahabat. Natalia bungkam tak mau bicara hingga pintu Mobil ditutup kasar barulah Sam masuk duduk tepat disebelahnya dengan sesisi Mobil yang membeku.


Mobil ini mulai melaju stabil walau suasana didalamnya sangatlah mencekam.


Mata bening Natalia tercipta menatap Fagan dari kaca spion. ia memelas untuk membiarkannya duduk dikursi depan untuk menjahui Monster satu ini.


"A.. sepertinya kau butuh teman. Fagan!"


"N..Nona.. saya ."


"HENTIKAN MOBILNYA!"


Fagan langsung merem mendadak dengan bentakan keras Sam yang seakan memecah Ban Mobil mereka. wajah Fagan dan Natalia sudah tak terhingga berapa pucatnya dengan tatapan penuh arti Sam pada Fagan yang jelas mengerti cepat.


"K..Kau .kau mau kemana?"


Fagan menggeleng tak ingin ikut campur. ia memilih keluar dari Mobil hang kebetulan berhenti dijalan sunyi yang agak teduh dekat Taman kota.


"Fagan!!! kau mau kemana???"


"Memberimu HADIAH!"


Degg...


.....


Vote and Like Sayang .

__ADS_1


__ADS_2