
Dua manik berbeda saling menatap dengan binaran yang sama. Genangan air di pelupuk bening itu seketika membuat pandangannya kabur dengan wajah terkejut penuh kekosongan.
"S..Sam."
Gumam Natalia hanya didengar dirinya sendiri. Tubuhnya kaku tak mampu bergerak sedangkan Sam ia terkurung dalam manik cantik yang selama ini mengacaukan hidupnya. Ia sangat merindukan tatapan hangat itu bahkan begitu tak mampu bertahan.
"Kenapa kalian diam?"
Daychi yang tak direspon-pun segera masuk berdiri disamping tubuh kekar Sam yang sudah melepas kacamata dan Maskernya. Ia bungkam tak mengalihkan tatapan dari Natalia yang dibantu duduk oleh Emi.
"Ayolah! kenapa kau tak bilang padaku mau berkunjung?"
"Sersan!"
Emi menunduk saat Daychi melangkah mendekati Natalia membuat kepalan tangan Sam menguat. Wajahnya mengeras dengan guratan kemarahan yang jelas.
"Ini pesananmu. Cantik!"
Natalia diam dengan mata berair mencoba menahan rasa sesak didadanya. Daychi mengulur tangan yang membawa paper-bag dimana ia memesan Pisang Goreng tadi.
"Kau begitu menyukai ini. apa anak kita tak sabaran mau mencobanya?"
"A.. Aku.."
Natalia tak bisa berkata-kata saat Daychi memeggang perutnya. Air matanya berusaha ia sangkal dengan tangan gemetar memeggang tali paper-bag itu.
"Ayolah. kau selalu suka menangis."
"JANGAN MENYENTUHNYA!!"
Bentak Sam langsung melesat maju memberi bongkeman kearah wajah Daychi yang terhuyung kebelakang tak membalas sama sekai. Natalia sangat syok bahkan begitu terkejut.
"T..Tuan!" khawatir Natalia ingin mendekati Daychi tapi Sam dengan cepat menarik lengan Natalia untuk menjauh dari Naga berwajah tampan itu.
"Jangan mendekatinya!"
"Kenapa?" sambar Daychi menyeringai kembali berdiri tegap dengan mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Ia sengaja tak membalas karna ingin membalas Sam dengan cara yang lebih menyakitkan.
"Bukankah kau sudah punya istri?"
"DIA ISTRIKU!" tekan Sam membuat Natalia terhenyak bahkan tubuhnya meremang mendengar ucapan tegas Sam. Embun yang tadi ia tahan seketika jatuh saat menatap tangan kekar ini kembali memeggang lengannya. Hati Natalia sangat mencolos dan begitu bergetar.
"Benarkah? tapi sayangnya aku sangat tak percaya."
Sam bersiaga menarik Natalia kebelakang tubuhnya. Genggaman pria ini mengerat seakan tak mau lepas lagi menarik rasa sesak yang semakin besar mencegat leher Natalia.
"Dia istriku! dan kau tak berhak atasnya."
"Woww!!" Daychi terbahak seakan menjadi gila tapi memang iya.
"Kau sangat percaya diri. Herchier Jerman!" sambung Daychi lalu terdiam menatap Natalia yang masih memandang lekat wajah tampan keras Sam.
"Apa kau kenal dia?"
Sam menguatkan cengkramannya saat Daychi seakan mengambil perhatian Natalia yang masih diam dengan air mata yang dipenghujung.
"Ayo jawab. kau kenal penyusup satu ini."
__ADS_1
"S..Sayang!"
Sam menoleh kearah Natalia dengan penuh harap dan kasih dari pancaran mata elangnya. Namun, Natalia tak berani lagi untuk hidup bersama karna ia hanya akan membuat Sam mendapat malapetaka.
"L..Lia!"
Natalia menghela nafas lalu beralih menatap Daychi karna ia tak bisa bertahan saat Sam memberinya kehangatan seperti ini lagi.
"Kau mengenalnya?"
"Tidak!"
Degg...
Sam terkejut dengan jawaban Natalia yang dengan kasar menyentak lengan Sam lalu melangkah mendekati Daychi menyeringai membuka pelukannya meraup tubuh molek Natalia.
"Dengar? kau dengarkan?"
Natalia mengigit bibir bawahnya dengan tetesan air mata membasahi pipi mulusnya. Ia mencengkram punggung Daychi untuk menahan rasa sakit ini dikala merasakan denyutan sakit Sam dihatinya.
"M..Maaf! Maafkan aku."
Batin Natalia tertusuk. Daychi jelas mengerti kenapa Natalia menentang batinyya sendiri tapi ia sangat senang melihat wajah kosong Sam yang terlihat hampa.
"Dia tak mengenalmu. jelas, bukan?" mengusap kepala Natalia lembut.
"Singkirkan tangan kotormu!!"
Geram Sam ingin maju tapi anak buah Daychi sudah masuk memeggangi lengannya membuat darah Sam mendidih dengan kobaran amarah yang besar.
"Kau sangat pesimis ternyata. Emm.. baiklah, kau tidurlah! Bayi kita perlu istirahat."
"J..Jangan."
"Bawa dia!"
"J..Jangan."
Lirih Natalia tertelan saat para anggota Daychi mengepung Sam yang diam tak melepas pandanganya pada punggung Natalia yang membelakanginya. Ia ingin wanita ini mengaatakan hal sejujurnya yang ada didalam hati resah itu.
"Bawa dia keruangan bawah tanah!"
Natalia terbelalak dengan titahan Daychi. R..Ruang bawah tanah? itu tempat penyiksaan tawanan Ryoto.
"Cepat!!"
Natalia segera berbalik menatap Sam yang hanya diam saat kedua tangannya di rantai oleh bawahan Daychi. Ia sama sekali tak bergeming atau melawan masih menatap Natalia yang memucat.
"T..Tuan Day!"
"Hm? kau butuh sesuatu?"
Tanya Daychi terlihat misterius. Ia tahu Sam tak akan melawan hanya karna seorang wanita disampingnya.
"T .Tuan. s..sebaiknya anda lepaskan saja dia. dia itu mungkin hanya ter..tersesat."
"Tersesat?" tanya Daychi terkekeh menyuruh bawahannya menjahui Sam yang sudah dirantai.
__ADS_1
"I..Iya!"
"Kenapa kau sangat polos? hm?"
Natalia hanya diam membiarkan Daychi menyelipkan anak rambut dibelakang telinganya. Sungguh hati Sam berdenyut melihat itu tapi ia harus mampu bertahan karna Natalia tak akan ia lepaskan lagi setelah ini.
"D..Dia.."
"Sayangnya kau tak mengerti apapun. hm? tidurlah!"
Daychi berucap lembut seraya mengisyaratkan bawahannya menyeret Sam ke tempat penyiksaan membuat Natalia mendingin dan ketakutan.
"T..Tuan!"
Daychi tak menjawab selain memandang puas Sam yang sudah keluar dari pintu kamar. Ia akan lihat sekuat apa cinta pria itu pada wanita bening ini.
"Jangan apa-apakan dia?"
"Kenapa? dia itu hanya pejantan yang kehilangan induknya."
Jawab Daychi mengusap rambut panjang Natalia penuh makna lalu melangkah pergi membuat jantung Natalia berlarian. Ia melihat dari ambang pintu dimana Sam sudah dibawa ke tempat iblis itu.
"Xiaojie!"
"A..Apa Tuan Day akan melukainya? apa..apa dia.."
"Xiaojie! anda tak perlu secemas ini. tak baik bagi kesehatan bayi anda." bujun Emi meredam ketakutan Natalia.
"A..Aku..."
Natalia bersandar ke pintu kamar ini membekap wajahnya yang benar-benar merasa takut. Ia tak akan sanggup jika Sam sampai terluka karna dia.
"S...Sam!"
"Xiaojie!"
"D..Dia..Dia Suamiku!"
Gumam Natalia tak mampu lagi menahan sesak dan rasa mati ini hingga dengan cepat melangkah pergi kearah ruang bawah tanah Ryoto seraya air mata yang merembes deras membuktikan kecemasannya.
"Xiaojie!!" panggil Emi ingin menghentikan.
"S..Sam, hiks!"
Natalia sudah tak perduli membuat sekelompok orang yang melihat dari kejahuan tak lagi bisa bergerak. Dialah Fagan dan 2 rekannya yang ingin bergerak untuk menyerang.
"Tunggu!"
"Tapi. Tuan tertangkap!" ucap mereka khawatir.
Fagan diam dengan helaan nafas panjang. Tak disangka Pria itu akan senekat ini. Bisa saja pasukan Ryoto akan menyiksanya habis-habisan hanya demi membawa seorang wanita kepelukannya kembali.
"Yakinlah. Tuan tak akan mati di kandang lawan! dia akan membawa berlian miliknya." ucap Fagan tegas.
....
Vote and Like Sayang..
__ADS_1
Maaf lama Up Say. Author lagi ada kerjaan.. 🥰