Dilema Cinta Natalia

Dilema Cinta Natalia
Terserah padamu!


__ADS_3

Setelah sudah cukup lama berdiam diri. sekarang Sam tengah meratapi siaran Televisi yang memaparkan wajah cantik penuh talenta seorang wanita yang telah membuat keadaan semakin renggang diantara keduanya. kenapa rencana yang dulu ia pikir mudah untuk menyelamatkan pernikahannya akan menjadi seperti ini?


Itulah yang tengah bertumpuk di kepala Sam yang telah ada di Perusahaannya. ia tersandar begitu saja di kursi kerja dengan Laptop menyala serta Televisi di dinding sana juga memperlihatkan kemelut pikirannya.


"Tuan!"


Fagan yang datang dengan tumpukan berkas ditangannya seketika terhenti melangkah saat pandangan netra hazel itu masih diselimuti tekanan yang kuat.


"Tuan! anda harus menghadiri Meeting 10 menit lagi."


"Hm."


Sam menghembuskan nafas panjang mengurai sekangan sesak di dadanya. ia bangkit kembali menautkan Jas membalut tubuh kekarnya hingga menunjukan kharisma dan sikap maskulin dari seorang Presdir Sam, pemimpin Perusahaan Bilions Corpuration Company yang sudah merembes kemana-mana.


Langkah Sam terlihat tegas keluar sana dengan Fagan yang berusaha untuk tenang. ia tahu Tuannya berusaha keluar dari jeratan masalah rumah tangga yang masih abu di kepalanya.


Gemali yang tengah menunggu Presdir nya itu langsung membungkuk hormat akan kedatangan Sam menuju ruang rapat yang tak jauh dari lantai khusus ini. ia adalah Manajemen Penjualan yang akan mendampingi Sam untuk bertemu Kliennya.


" Silahkan Presdir!"


"Hm."


Sam masuk kedalam ruangan Meetingnya hingga semua orang berdiri dekat meja bundar yang didesain estetik begitu Elegan dengan pandangan penuh hormatnya pada pria berkharisma ini


"Selamat Malam. Presdir Sam!"


"Malam!"


Satu kata yang hanya keluar begitu angkuh sampai Sam mendudukan dirinya diatas kursi khusus bagi tingkatan tertingginya. pandangan datar Sam menghunus 10 orang yang ada didalam ruangan luas ini dengan kaki bersilang angkuh penuh wibawah.


"Baik. karna malam ini pertemuan ke 3 jadi saya berharap jika Presdir Sam mendengar keluhan saya."


Tuan Anjaya yang merupakan Klien tetap Sam di Negara lokal ini. semua disini hanya orang-orang pribumi asli karna ia tak ingin mencampur adukan semua Klien luarnya yang pasti akan terjadi bentrokan.


"Ada apa?"


"Maaf sebelumnya. tapi anda tahu sendiri kalau Aktris yang memegang Promosi utama Perusahaan kita adalah Nona Qyara dari Agensinya. tapi, sekarang dia bergabung dengan Perusahaan Yucin Glow Production . jadi, kualitas Produk kita akan diragukan karna Brand mereka menggunakan sistem Promosi yang sama dengan kita."


Sam terdiam mendengar keluhan Tuan Anjaya yang tentu tahu pasaran dari Produk Lotion milik Perusahaan Yucin sekarang mulai merembes ke Pasar Internasional walau belum menyaingi Produk asli dari Bilions tapi. dengan Qyara yang menjadi Bintang Iklannya maka semua orang akan meragukan Brand mereka.


"Iya Presdir! walau kita masih yang teratas tapi jika Nona Qyara masih bekerja sama dengan mereka dan kembali ke Perusahaan Bilions maka masyarakat tak akan bisa menerima satu aktris dengan dua dukungan Produk yang berbeda."


Timpal Tuan Bajran yang juga memimpin Perusahaan sebagai perwakilan. ia merasakan jelas kalau kualitas mereka lebih tinggi tapi dengan Promosi besar-besaran Yucin akan menggeser secara perlahan.


"Berikan semua laporan hasil penjualan dan analisis pasar. secepatnya akan ku berikan keputusan." tegas Sam teliti.


"Saya yakin anda bijaksana dan mampu menyelesaikan semua ini. Presdir Sam!"

__ADS_1


"Yah! kami percayakan nasib ribuan orang yang bergantung ke Perusahaan ini kepada anda."


Mereka berucap penuh harapan seraya mengumpulkan data yang telah dirangkap jelas kearah Fagan yang menerima semua itu dengan pasih.


"Kami masih membutuhkan suntikan dana dari Bilions. jadi kami akan tetap ke Perusahaan anda."


"Untuk pengembangan Perusahaan yang lain. kalian hanya bisa mendapatkan suntikan dana jika besar keuntungan Perusahaan ku lebih besar dari yang ku berikan."


Tegas Sam menatap penuh intimidasi. ia tak mudah diakali dengan wajah-wajah lintah yang hanya ingin mengambil simpatinya. ia tahu kalau masalah ini cukup serius tapi ia tak akan mudah memberikan keuntungan yang bisa saja membuat Perusahaannya anjlok.


Melihat keangkuhan itu Tuan Bajran saling pandang dengan para rekannya yang juga ikut frustasi. dengan kerjasama Qyara dan Perusahaan Yucin itu mereka bisa memberi simpati lebih dan seharusnya Pria ini memberi sedikit kelonggaran tapi nyatanya hanya masih kebijakan yang sama.


"Ada yang keberatan?"


"A.. tentu tidak. Persdir! kami sangat mengerti!"


Memaksakan senyum santai tapi tersimpan duri yang tengah mekar. Sam hanya menjawab dengan wajah datarnya hingga mereka pamit pergi dengan waktu yang begitu cepat berputar.


"Kami pamit. Presdir! senang bertemu dengan anda."


"Hm."


Mereka melangkah pergi membawa wajah dan pikiran dongkol sementara Sam hanya diam dengan masalahnya sendiri.


Gamali juga pamit membawa berkas tadi hingga hanya Fagan yang berdiam diri dibelakang Sam yang masih enggan bicara banyak.


Sam hanya diam tanpa sepatah katapun yang keluar. ia mengetuk peggangan kursi kerja dengan jemari kekarnya sedikit membayang untuk mencari cela agar bisa keluar dari masalah ini.


"Sayang!!!"


Fagan langsung menoleh menatap datar sesosok wanita yang seperti biasa berpenampilan moderen dengan rambut pendek yang dibuat ikal berwarna Brown tua tampak menarik dilengkapi riasan di wajah cantiknya menyempurnakan pakaian ketat yang dikenakan.


"Sayang! maaf aku baru bisa datang sekarang, pekerjaanku sangat banyak dan yahh.. aku sangat merindukanmu."


Qyara tanpa segan duduk diatas pangkuan Sam membuat Fagan melengos melangkah pergi dengan kedua tangan terkepal. entah apa yang bisa membuat wanita ini keluar dari kehidupan Tuannya?


"Sayang! ayo kita keluar!"


Ajak Qyara manja mengelus pipi berambut tipis Sam yang tetap diam menatap rumit Qyara yang sama sekali tak punya rasa bersalah setelah apa yang ia perbuat.


"Sayang! aku sangat merindukanmu."


Qyara mengecup pipi Sam mesra hingga ingin kearea bibir tapi Sam menghindar menepis wajah Qyara pelan.


"Ini sudah malam."


"Emm. Sayang! aku baru saja pulang, ayo kita bermain bersama di.."

__ADS_1


Qyara mulai mencumbu leher Sam yang mengepalkan tangannya kuat. ia tak lagi merasakan panas dan cinta yang selalu di berikan saat bersama wanita ini, sekarang hanya ada rasa resah dan tak tenang.


"Qyara!"


Sam mendorong Qyara untuk bangkit dari pangkuannya hingga wajah merah Qyara tampak berubah frustasi. ia sudah begitu merindukan Pria sempurna ini tapi kenapa Sam menolaknya.


"Sayang! kau kenapa?"


"Pekerjaanku sangat banyak. kau pulanglah temui Alfin!"


Tegas Sam menatap datar Qyara yang tak terlihat merindukan putranya. bahkan, Qyara seakan hanya ingin menguasainya


"Sam. aku sudah lama bekerja dan aku butuh kau, aku butuh kehangatan mu dan kita.."


"Kau pikir aku apa? ha!!!"


Bentak Sam sudah tak bisa menahan lagi. ia merasa harga dirinya terinjak dengan sikap Qyara yang begitu brutal tanpa memikirkan keadaannya.


Wajah Sam terlihat mengeras berdiri dihadapan Qyara yang memucat melihat raut kemurkaan itu terlihat jelas.


"S..Sayang!"


"Aku mencintaimu. Qyara!!! bahkan selam ini aku memberikan semuanya padamu termasuk apapun yang kau mau. tapi, kau sama sekali tak menghargai semua itu!!"


Geram Sam untuk pertama kalinya membentak Qyara yang masih mematung diam ditempat. mata Sam benar-benar berkabut dengan masalah yang terus datang tak bisa ia bendung di rumah tangganya.


"S..Sam! a..aku.. aku juga mencintaimu. Sayang! tapi..tapi aku ingin semua orang tahu kalau aku Istrimu yang bisa segalanya. aku .."


"Kau terlalu yakin!"


Sam lansung melangkah pergi dengan Qyara yang mengejar langkah lebarnya kearah pintu keluar hingga ..


Grep..


Qyara memeluk Sam yang diam dengan deru nafas memburu menahan emosi yang bisa saja lepas hingga membuat keadaan wanita ini tak baik.


"Sam! aku berjanji setelah semuanya usai aku akan menemanimu dan Alfin. aku berjanji, Sayang!"


"Terserah padamu!"


Sam melepasnya kasar lalu melanjutkan langkahnya pergi karna malam ini sudah larut untuk meredam rasa panas di hatinya.


"Sam!!! Sayang!!!"


...


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2