Dilema Cinta Natalia

Dilema Cinta Natalia
Hanya sekali!


__ADS_3

Seketika tangis Natalia pecah terduduk dipangkuan Sam yang dibuat tak mampu bernafas normal melihat air mata ini kembali menetes. isakan Natalia terdengar begitu rumit menyampaikan keluh kesahnya yang hanya ia redam dengan pelukan yang menghangat untuk lebih tenang.


"A.. Aku harus apa? Sam hiks! dia...dia sangat baik padaku. tak mungkin aku mengacuhkannya dan.."


"Apa aku kurang baik?"


Tanya Sam lagi-lagi membuat Natalia tercekik dengan nafasnya sendiri. tatapannya begitu sendu dengan kerumitan yang tak bisa diurai oleh otak lelahnya.


Tangan Sam terangkat membelai rambut Natalia lembut hingga wanita itu merasakan kenyamanan dan kehangatan dari seorang pria. ntah kenapa Sam bisa menjadi apapun bagi Natalia termasuk belaian penuh kasih yang melindungi.


"Kalau dia pria yang baik, pasti tak akan meminta balas budi dari semua itu."


"Tapi..."


"Apa dia menyukaimu?"


Natalia terdiam sesaat membiarkan Sam menghapus sisa air mata di pipinya tapi lagi-lagi Natalia menyambar dasi Sam yang hanya pasrah tak mau merusak suasana.


"Dulu dia pernah mengatakan sesuatu.". jawab Natalia mengelap ingusnya dengan dasi dan kemeja Sam yang tak lagi rapi.


"Apa?"


"Dia menyukaiku dan sangat menyayangiku. tapi itu hanya sebagai Adik atau Paseannya, menurutmu bagaimana?"


Sam menghela nafas panjang. pantas Natalia tak akan bisa mengerti maksud Pria itu karna sedari kecil keduanya dekat dan pasti Natalia juga punya perasaan yang sama apalagi wanita ini belum mengenal apapun soal laki-laki.


"Kau menyukainya?"


"Ha?" tanya Natalia yang tak begitu memfokuskan telinga karna ia tengah asik melihat punggung tangan Sam.


"Kau juga menyukainya?"


"Aku tak tahu. dulu memang aku sangat menyukainya karna dia menurutku sangat tampan dan baik, dia juga sering me..."


Sam langsung menarik dagu Natalia mendekat kearahnya hingga tatapan keduanya kembali terkunci dengan pandangan tajam Sam yang memberontak.


"Mulai sekarang. jangan temui dia!"


"Tuan. lalu aku harus apa? tak mungkin aku ..."


"Atau aku akan membunuhnya!"


Degg...


Mata Natalia melebar bahkan ia sangat terkejut dengan apa yang barusan Sam katakan. hal gila apa lagi yang akan dibuat pria ini?


"T..Tuan, biarkan aku menemuinya sekali saja dan aku akan menjauh!"


Lama Sam menatap Natalia bahkan jantung wanita itu sudah ingin lari dari tempatnya. mata Sam begitu tajam seakan menusuk hatinya yang dibuat berdebar.


"Lihat saja. nanti!"


"A... i..itu... a.."


Namun. Sam sudah perlahan mengecup pelan bibir manis Natalia yang langsung dibuat meneggang mencengkram bahu Sam dengan mata yang melebar.


Tubuhnya kaku bahkan begitu meroma dengan kecupan yang masih belum beranjak dari bibirnya. mata Sam terpejam seakan menuntun Natalia untuk membalasnya hingga ntah angin dari mana Natalia menggerakan bibirnya pelan sedikit kaku bahkan Sam merasakan tubuh Natalia meneggang.


"Akan ku ajari!"


Sam memangut lembut sampai merapatkan tubuh keduanya. kedua tangan Natalia Sam kalungkan leher kokohnya dengan kedua tangan menyingkirkan barang-barang diatas meja seakan tak ada artinya. padahal ia tadi ditimpa pekerjaan yang sangat banyak tapi tetap saja Natalia lebih utama dari itu. ia mengangkat ringan Natalia yang didudukan diatas meja.

__ADS_1


"Ehmm."


Natalia menggeram lemah saat lidah basah itu menjelajahi mulutnya. Sam menuntun Natalia untuk belajar memangut hingga sekali percobaan saja sudah memantik rasa panas yang menjalar ditubuh kekar Sam.


Perlahan tapi pasti. Natalia membalasnya tak kalah berirama bahkan ciuman ini sangat khas begitu lembut, kaku dan tak mengisyaratkan nakal. Natalia seakan menikmati dan terus mengimbangi.


Tapi satu yang membuat Sam geli. Natalia menahan nafasnya hingga wanita ini tak tahan berlama-lama dengan wajah yang memucat.


"Bernafas!"


Sam melepas tautannya hingga Natalia menghirup nafas dengan cepat mengisi kembali rongga dadanya yang nyaris kosong. wajah yang tadinya agak pucat kembali merah dengan bibir basah yang begitu manis.


"T..Tuan.."


"Hm. bernafas. Kuman! kau bisa pingsan hanya karna berciuman."


Natalia hanya menjawab dengan helaan nafas mendengar ejekan menjengkelkan itu. ia mulai menatap kearah lantai yang berserakan dengan kedua tangan Sam yang mengungkungnya diatas meja.


"Kau pikir harga Laptop sekarang murah?"


"Diamlah."


Acuh Sam kembali duduk dikursi kerjanya berhadapan dengan Natalia yang duduk dimejanya. pandangan Sam terlihat membaik dari sebelumnya membuat Natalia mulai agak lega.


"Tuan!"


"Bisa kau ubah panggilan Pak Tua itu?"


Geram Sam merapatkan diri kearah Natalia. ia membelit pinggang ramping ini dengan sedikit jengkel bahkan wajahnya tepat ada didepan dada Natalia yang terbungkus rapi.


"Pak Tua? siapa?"


"Sam! bisa panggil itu atau..."


Jawab Natalia dengan sedikit kekehan jenaka melihat wajah datar Sam yang tak terima bahkan pria ini sudah begitu dongkol.


"Aku tak setua itu."


"Benarkah? umurmu 30 tahun dan aku 24. jadi mana yang..."


"Hanya berjarak 6 tahun. itu dekat!"


Natalia menyipitkan matanya menatap mengejek Sam yang menyentil dagunya membuat ringisan kecil itu muncul dengan tepukan ringan yang Sam dapatkan di pipinya.


"Aku panggil Pak Tua!"


"Kuman!"


"Pak Tua!"


Ejek Natalia menjulurkan lidahnya menarik wajah geram Sam yang ingin menghisap benda itu sekuat mungkin agar tak lagi terjulur menggemaskan.


"Sini aku ajari ciuman." modus gelap Sam kembali beraksi merapatkan diri kedekat Natalia hingga wajahnya berada diantara paha wanita itu.


"Tadi sudah."


"Kau masih belum mahir. cepatlah!"


Desak Sam menarik Natalia hingga berkoala kepangkuannya. satu tangannya merapatkan pinggang wanita itu dan satunya lagi Sam gunakan untuk memeggang leher jenjang Natalia yang terpampang jelas.


"Ayolah. Pak Tua! selesai kau marah-marah sampai menghancurkan ruangan ini lalu kenapa aku yang jadi korban?".

__ADS_1


Keluhan Natalia hanya dianggap angin lalu oleh Sam yang malah asik menggerogoti leher Istrinya. Natalia menggeliat merasa tersengat tapi Sam menekannya untuk tak bergerak hingga ia hanya diam merapatkan bibirnya menahan untuk tak memaki.


"Tuan. aku .. aaass!!"


Natalia memekik saat Sam mengigit kecil lehernya dengan begitu penuh sensasi tak mau lepas sama sekali.


"Tuan!!!!"


"Hm. Tuanmu!"


"T .tidak .. hmm. Pak T ..."


"Lagi?"


Natalia menggeleng hingga barulah Sam melepas gigitannya dengan mata puas menatap hasil karyanya dileher jenjang Natalia. ia sengaja melakukan ini karna jika Natalia keluar mereka akan melihat bekas kepemilikannya.


"Bagus. jangan ditutupi!"


"Apanya?" bingung Natalia masih belum sadar terhadap apa yang baru saja Sam lakukan. seringaian pria ini menandakan ada hal yang tak ia tahu.


"Tidak ada. kau ingin bertemu dengannya. kan?"


"A.. Iya, tapi kalau kau marah-marah dan.."


"Tak apa. pergilah!"


Natalia terkejut akan respon Sam yang santai. tadi saja pria ini seakan ingin mengoyak tubuhnya tapi sekarang apa..


Dengan khawatir Natalia meletakan punggung tangannya dikening Sam seraya memeriksa denyut jantung sang suami.


"Kau sehat?"


Sam mengangguk ringan masih menatap puas stempel di leher Natalia. ia pastikan ini tak akan hilang 2 sampai 3 hari, ia yakin pria itu akan sadar sendiri dengan tanda yang ia buat.


"Kalau malam ini. boleh?"


"Ada Pestakan?"


Tanya Sam mengurai rambut panjang Natalia yang ia selipkan didekat telinga hingga bagian belakang wanita ini tertutup.


"Iya. aku tak ikut."


"Produknya Louncing atas namamu. kau harus hadir!"


Natalia terdiam sesaat. sepertinya ia bisa mengajak Dokter Andra jalan-jalan malam ini sementara Sam sibuk akan Pestanya.


"Em. aku mau jalan malam ini! tapi tak melakukan apapun, hanya jalan."


"Hm."


Sam hanya bergumam kecil. tentu tak semudah itu berjalan berdua dengan pria lain tanpa ada rencana licik darinya. ia tak akan membiarkan Pria itu begitu dekat sampai terus membuat Natalia merasa hutang budi.


"Pergilah bersamanya saat acara Pesta!"


"A..Apa boleh?" binar Natalia senang menarik sara panas Sam yang juga tak bisa menahan rasa cemburunya.


"Apa sesenang itu?"


"A... tidak. tapi kami hanya teman, aku juga akan menjaga jarak!" Natalia mencari aman.


"Hanya kali ini!" tekan Sam dengan pandangan tegas. ia tak bisa secara keras, Natalia bisa menganggapnya pria yang buruk.

__ADS_1


....


Vote and Like Sayang..


__ADS_2