Dilema Cinta Natalia

Dilema Cinta Natalia
Malam spesial!


__ADS_3

Tak ada yang berani bergerak dari tempatnya. Kedatangan Sam membuat suasana hening dengan tundukan para Pengawal yang memberi hormat pada sang tuan muda. Tapi Nyonya Maria memanfaatkan keadaan menatap Natalia sinis dan penuh aura permusuhan.


"Sam!"


"Pergilah dari sini!"


Tegas Sam berdiri disamping Natalia yang hanya diam masih membiarkan Sam menyelesaikan urusannya dengan Nyonya Maria.


"Sam! kenapa kau terlalu buta, ha? dia ini hanya seorang wanita yang hanya bisa membebani-mu." terkesan sangat membenci.


"Itu bukan urusanmu."


Geram Sam menarik pinggang Natalia lembut kearahnya. Sam sama sekali tak ingin terpengaruh akan hasutan Momynya yang ia tahu sedari dulu wanita ini memang tak suka dengan Natalia.


"Cih! matamu buta, Sam! lihatlah, aku pastikan dia akan membuat kau menangis karna telah membantunya selama ini."


"Fagan!"


Pangil Sam sudah jengah hingga Fagan mengangguk mendekati Nyonya Maria yang masih enggan pergi. ia ingin Natalia benar-benar menderita dan akan ia pastikan itu.


"Kau ingat ucapanku. Dia sama sekali tak mencintaimu. Sam! wanita ini hanya menumpang atas belas kasihmu."


"Nyonya!"


Tekan Fagan mengintimidasi membuat Nyonya Maria melangkah pergi meninggalkan Natalia yang dibuat bungkam. Ada rasa bersalah dihatinya mengingat kebohongannya atas permintaan Dokter Andra tadi.


"Kau tak apa?"


"A..Ha?"


Natalia tersentak saat pipinya diusap Sam lembut dengan satu tangan. Dadanya menghangat menatap wajah tampan yang selalu membekas direlung hatinya.


"Apa ada masalah?"


"Tidak! aku..aku hanya khawatir pada. Papa!"


Jawab Natalia berkilah dengan senyum biasanya memasrahkan diri masuk kedalam dekapan hangat nan kokoh milik Sam. Belaian lembut tangan kekar itu membuat Natalia sangat nyaman dan tenang.


"Aku akan berusaha mencari pengobatan untuk. Papamu! Aku sudah bicara dengan Dokter ahli dari Jepang. dan dia menyanggupi semua keadaan yang ku katakan." jelas Sam membuat Natalia terperanjat.


"A..apa?"


"Hm. jangan terlalu dipikirkan." ucap Sam santai mengecup lama puncak kepala Natalia yang merasa sangat lega dan begitu bahagia.


"Tuan! kau.."


"Sekarang. aku mau kau melakukan sesuatu untukku."


Ucap Sam menyatukan kening keduanya penuh cinta membuat Fagan dan para Pengawal sana memilih pergi dari depan ruangan tempat bermesraan sejoli ini.


"Apa?" tanya Natalia menikmati hembusan nafas maskulin segar ini.


"Aku mau kau tampil sempurna dan sangat-sangat bersinar seperti seorang Natalia. Malam ini."


"Untuk apa?" tanya Natalia tak mengerti menautkan alisnya bingung membuat Sam tak tahan untuk tak melabuhkan kecupan gemasnya ke bibir merah ini.


"Untuk sesuatu yang.."


Sam mendekatkan bibirnya ke telinga Natalia yang meremang akan sentuhan bibir lembut ini.


"SPESIAL!"

__ADS_1


"A..Apanya?"


Lirih Natalia memerah membayangkan hal apa yang akan Sam minta. Apa mereka akan bercinta lagi? atau Sam mau membuat ranjang panas seperti biasa?


Natalia menerka-nerka sampai matanya sampai malu menatap bagian bawah Sam. Aaaa... ini sulit dijabarkan, kenapa ia ketularan mesum Pak Tua ini?


"Kenapa wajahmu merah?"


"A.. aku ."


Natalia gugup mencoba menghindari mata Sam yang terlihat menggodanya. Netra elang nakal itu membuat Natalia terkurung dalam jantung yang berlarian didalam sana.


"Aku?"


"A.. itu.. ada Alfin didalam."


Elak Natalia berusaha menghindar dengan menunjuk ruangan rawat Papanya sementara Sam sudah mendesaknya mundur kearah dinding.


"Lalu?" mata Sam menyipit kecil seraya berjalan.


"A.. itu .. Tuan. kau ..kau punya p..pekerjaan. kan?"


Gagab Natalia seraya mundur terus menerus hingga merapat kedinding dengan tubuh Sam yang semakin merapat membuat Natalia ingin melangkah kesamping tapi lengan Sam sudah mengungkung kedua sisi wajahnya.


"Mau lari kemana?"


"T..tuan. ayolah! jangan begini."


Lirih Natalia malu menutup wajahnya dengan kedua tangan membuat Sam mengigit bibir bawahnya menahan geli sekaligus gemas ingin mengurung wanita ini kembali dalam keperkasaanya.


"Tuan! jangan begini, please!" rengek Natalia saat satu tangan Sam melepas bekapan tangannya hingga semberaut tomat itu terlihat imut dipipinya.


"Tuan!!!"


Geram Natalia melotot dengan mata bulat seperti kelereng kucing membuat Sam tak takut sama sekali. Bahkan, ia mengikis jarak dengan kening yang menaut.


"Berikan aku ciuman. Dahsyatmu!"


"Kau ..b..bagaimana nanti Alfin atau.."


"Mereka tak akan melihat! ayolah."


Rayu Sam sangat sexsi membuat Natalia begitu tak tahan dengan bujukan pesona maut sang suami. Ia melirik kiri-kanan tak ada orang hingga barulah ia mendekatkan bibirnya dengan bibir Sam yang tak sabar menanti.


Perlahan dan sangat pasti Natalia menyatukan bibir keduanya membuat mata Sam terpejam menikmati tekstur bibir lembut nan manis membuat dirinya membayang.


"Ehm!"


Natalia terhenyak saat Sam mulai mengulum lembut membuat dirinya meremang dengan kedua tangan nakal pria ini turun meremas bokong bulat berisi Natalia yang kenyal digenggaman tangannya.


"Samm."


Geraman Natalia berusaha untuk menghentikan tangan Sam mengunyel benda kenyal itu membuat aliran darahnya mendidih. Tapi Sam enggan untuk berhenti dan bahkan ia semakin merapatkan tubuh keduanya membuat dua gunung kembar sekang itu menekan dada bidangnya.


"Kenapa kau semakin menggoda?"


Batin Sam yang begitu tergila-gila dengan tubuh istrinya. Natalia begitu bertambah sexsi dimatanya bahkan ia tak bisa menghentikan berfikir liar saat bersama Natalia. Otaknya selalu didorong kearah yang panas seakan hanya bayangan wanita ini yang ada disana.


"T..Tuanmm! s..sudah.."


Lirih Natalia disela ciuman panas Sam yang kehilangan kendalinya. Satu tangan besar ini beralih mencengkram dadanya membuat Natalia terlonjak kaget menggeliat menolak.

__ADS_1


"Bunda!"


Degg...


Natalia langsung mendorong Sam kuat sampai terlepas dari tubuhnya dan terduduk dikursi tunggu dibelakang pria itu.


"Kauu!!" geram Sam.


"A.. Alfin!"


Gugup Natalia melihat Alfin yang berdiri didepan pintu menatap keduanya datar. Bahkan Alfin memasukan kedua tangannya kedalam sisi saku celana terlihat angkuh. Natalia dibuat kikuk dan benar-benar merutuk akan tindakan tak senonoh Sam yang malah enteng duduk diatas kursi sana bertopang kaki angkuh.


"Kau selalu mengangguku!" umpat Sam kesal mendelik kearah Alfin yang semakin menggeram.


"Apa kau kekaurangan kamar?"


"Aku ingin disini. kau mau apa?" tantang Sam sama-sama keras kepala membuat kedua netra tajam itu berbenturan sengit penuh permusuhan.


"Kauu!!"


"Apa? marah?"


"Cukup!!"


Natalia menengahi perdebatan gila ini seraya memijat pelipisnya pusing. Natalia merapikan rambut dan Dressnya lalu mendekati Alfin yang langsung memeluk pinggangnya posesif.


"Apa bunda disakiti olehnya?"


"Tidak! sudahlah sekarang temani Bunda ke Toilet!"


Natalia mengalihkan pembahasan dengan mengiring Alfin menuju arah Toilet. Tatapan menghakimi Alfin masih menghunus Sam seraya mengikuti langkah Bundanya.


"Apa?" tanya Sam angkuh mengkobarkan jiwa kesal Alfin yang menjulurkan lidahnya mengejek lalu kembali menatap kedepan.


Seketika Sam tersenyum simpul menggeleng melihat itu semua . Ia menghela nafas halus meredakan hasrat yang tadi terpantik oleh pergumulan keduanya.


"Shitt! aku sudah gila."


Umpat Sam mengusap wajahnya. Ia ingat kalau tadi pesanan benda mewah itu sudah selesai dan sudah ia ambil. Sam mengeluarkan benda kotak merah berbentuk hati yang ada disakunya.


Senyum dibibir sensualnya mekar membuka kotak cantik itu hingga Cincin ber-mawar berlian merah mewah yang sudah terpampang jelas bahkan sangat indah. Satu-satunya yang dibuat hanya untuk satu orang spesial dan bahan membuat ini tak main-main.


"Cicin ini akan mengikatmu. seperti bahannya yang langka dan begitulah kau yang sangat spesial."


Gumam Sam mengecup benda bulat berkilau itu penuh harap. Ia akan menyatakan perasaanya malam ini dan ia tak mampu lagi menahan untuk tak mengungkapkannya.


..........


Tatapan terpaksa dan pasrah pria itu menghunus satu foto besar dihadapannya. Sesosok wanita berkacamata yang sangat membuat cinta dihatinya semakin hari semakin hambar melihat kedekatan wanita itu dengan pria lain.


Jujur ia tak mau terlibat dalam rencana sebesar ini. awalnya ia kira semuanya akan mudah dan ia akan membuat Natalia kembali kepelukannya. Tapi kenapa? kenapa semakin ia ingin mundur maka kenyataan mendorongnya masuk dalam rencana licik wanita itu.


"M..Maafkan aku. Sayang! tapi aku sangat mencintaimu."


Lirihnya penuh sesal dan keterpaksaan. Malam ini semuanya akan terlaksana sesuai rencana wanita itu dan ia tak bisa berkutik selain menuruti atau tidak kesalahannya selama ini akan terbongkar habis.


.....


Vote and Like Sayang..


Maaf ya.. anggota GC author keluarin soalnya nggak sempet buat nimbrung. banyak tugas akhir2 ini.. so terimakasih 571 orang yang mau gabung ya sayang🥰

__ADS_1


__ADS_2