Dilema Cinta Natalia

Dilema Cinta Natalia
Merusak suasana!


__ADS_3

Para pelayan dikediaman ini sangat bingung saat ada seorang pria tampan yang datang pagi-pagi sekali membawa Paper-bag dan pengawal yang ada didepan sana. wajah tampan yang tak asing bagi mereka karna seakan pernah melihat pria ini mendampingi seseorang disuatu Stasiun Televisi dan Majala.


Fagan yang selalu ditatap seperti itu hanya memberi pandangan acuh setelah memberikan paper-bagnya pada Sam yang tengah berganti pakaian diatas sana.


"Dia siapa?"


"Aku tak tahu. tapi kenapa kearah kamar Nona Muda?"


Gumam mereka berbisik menatap Fagan yang tengah memeriksa pekerjaanya dikaki tangga sana. pandangan semua orang mulai bergelut heran menganggap Fagan adalah kekasih Nona Natalia.


"Ibu!!!!"


Suara keras didepan pintu utama membuat Fagan menoleh menatap datar seorang perempuan remaja yang memakai seragam sekolahnya masuk dengan lancang tanpa ada sopan-santun sama sekali.


"Ibu!!!"


"Mentari!"


Bibik Mina yang baru turun dari kamar Tuan Hartono langsung melangkah cepat mendekati Mentari yang menatap Fagan dengan pandangan bingung sekaligus kagum dengan wajah tampan pria itu.


"Bu. itu .."


"Kau jangan membuat masalah. pergilah sekolah!"


Desak Bibik Mina yang mendorong Mentari untuk pergi setelah menyelipkan uang 100 ribu ke saku Mentari yang masih belum bergerak saat ia mulai mengingat siapa pria ini.


"I..itu .."


"Pergilah!!"


"Aaaaa... itu bukannya Asisten Tuan Muda Bilions!!!!"


Teriak Mentari histeris membuat Bibik Mina langsung membekap mulut putrinya yang membuat seisi Kediaman ini terkejut dan membekap mulutnya tak percaya.


Keluarga Bilions itu adalah Konglemerat jaya di Negara ini. Keluarga Bilions juga mempunyai Kerajaan Bisnis dimana-mana dan termasuk salah satu Keluarga tersohor di Jerman dan beberapa Negara.


"Bunda!!!"


"Alfin! jangan berlari, kau bisa jatuh!!"


Tatapan mereka langsung tertuju ke tangga atas dimana Alfin yang telah berganti pakaian dengan baju kaos santai dan celana pendek selututnya tengah tergesa-gesa ingin turun tapi Natalia yang sudah rapi dengan Dress selutut berwarna abu itu mencengkal lengan mungil Alfin.


"Jangan berlari! kenapa kau sangat nakal, hm?"


"Bunda!"


Alfin hanya mencengir dengan Natalia yang berjongkok merapikan rambut bocah ini. ia telah terlihat sangat cantik dan manis dengan rambut disanggul indah membuat leher jenjangnya terpampang jelas dan menggiurkan.


Mereka semua terdiam seakan menonton sesuatu yang begitu mengejutkan. Natalia yang merasakan itu hanya diam membawa Alfin turun untuk makan mengacuhkan semua pandangan penuh tanya padanya.


"Nona!"


"Lihat Tuanmu diatas. Fagan!"


Fagan mengangguk melangkah keatas melewati Natalia yang tak ingin berdua dengan Sam. ia masih gugup dengan semua tingkah aneh Sam dan bisa saja pria itu tengah sakit sekarang ini.


Setibanya dilantai dasar. Natalia langsung dicegat Mentari yang menyentak diri dari tahanan Ibunya.


"Kau sudah berani membawa laki-laki kesini. ya?"


Pandangan Alfin menajam dan sangat geram mendengar itu semua. tapi Natalia memilih acuh melangkah menuju ruang makan karna tak punya waktu untuk berdebat sepagi ini.


"Anak itu siapa? kenapa sangat mirip dengan Tuan Muda Bilions?"


Batin Mentari yang kurang tahu tentang Alfin yang jarang tampil di publik. Sam memang tak pernah mengajak Alfin berjumpa banyak orang entah kenapa bocah itupun juga tak tahu.


"Kau belum menjawabku!!"


"Mentari!"


Bibik Mina menarik lengan Mentari untuk pergi tapi remaja satu ini tak pernah mau menurut sama sekali.


"Ibu! dia ini pandai memanipulasi, lihat saja Nona Talita yang sengsara karna ulahnya!"

__ADS_1


"Kau bisa diam. ha?" geram Bibik Mina terus mencoba menarik putrinya.


"Ibu! dia ini penipu dan..."


"Seorang siswi kaya raya! dari keluarga yang berada dan salah satu orang penting di Keluarga Pramudita!"


Mentari langsung dibungkam dengan suara santai Natalia yang tengah mengambilkan makanan untuk Alfin. wajah cantik nan ayu itu masih tenang sesekali mengelus kepala Alfin yang juga menunggu penjelasan Bundanya.


"Maksudmu apa?"


"Kau menggunakan Mobil di Kediaman untuk adu pamer dengan teman-temanmu. benarkan?"


DEGG...


Mentari terkejut setengah mati mendengar ucapan Natalia barusan. ia menatap wajah Ibunya yang tampak mendidih bahkan begitu malu akan apa yang baru saja Natalia katakan.


"I..Ibu..."


"Kau menyebarkan rumor kalau kau adalah kaki tangan Talita. kau menguasai Kediaman ini dan akan menjadi pewaris sebagian harta Pramudita!"


"I..ibu aku .."


Bibik Mina langsung menampar Mentari kuat bahkan para pelayan disamping mereka cukup terkejut akan apa yang dilakukan Bibik Mina.


"Aku menyesal memiliki Putri sepertimu!!!"


Bibik Mina menarik Mentari kasar keluar Kediaman. Alfin menyunggingkan senyum senangnya mengecup pipi Natalia kilas lalu mengacungkan kedua jempolnya.


"Bunda yang terbaik!"


"Sudahlah. ayo makan!"


Natalia menyuapi Alfin yang dengan senang memakannya. kalau tak salah malam ini ada acara Pemasaran Produk yang dibintangi Natalia, Alfin rasa ia bisa melakukan sesuatu yang besar nantinya.


"Bunda. tadi Alfin lihat Iklannya di Televisi!"


"Benarkah?" Natalia cukup terkejut karna tak menyangka akan secepat itu.


"Haiss.. jangan bicara begitu." Natalia malu mendengarnya tapi Alfin sedikit memiliki kejahilan pagi ini.


"Bunda! Bunda sangat cantik, coba lihat di Sosial Media pasti banyak yang mengajak Bunda berkencan!!!"


Alfin sengaja mengeraskan suaranya sampai Sam yang baru muncul diatas sana dibuat mengepal. wajahnya terlihat mendingin setelah melihat cuplikan Iklan yang dibintangi Natalia semalam laris dipasaran, produknya melambung tinggi diminati tapi, banyak yang menginginkan Natalia.


"Kau pergilah lebih dulu!"


"Baik. Tuan!"


Fagan melangkah mengiring Sam untuk turun kebawah dengan para pelayan yang tak berani menatap Sam. jantung mereka berdebar kuat melihat wajah tampan yang begitu mempesona milik pria itu, tapi pandangan Sam yang selalu mengintimidasi membuat mereka dibuat tertunduk begitu saja.


Natalia mulai gugup saat menghirup aroma parfum maskulin mahal ini. jelas Sam sudah mendekat dibelakang kursinya hingga Natalia cukup meredam detakan jantungnya yang berulang.


"Hm!"


"A.. duduklah!"


Natalia berusaha tenang mengambilkan makanan ke piring Sam yang malah duduk disamping kursinya membuat Natalia tak bisa tenang.


"Kau ..kau duduk disana saja. Tuan!" menunjuk tempat disamping Alfin.


Sam hanya diam tanpa mau bergerak dari posisinya. rasa dongkolnya masih menggunung dengan mengingat Iklan tadi.


"Ini Tuan!"


Natalia mendekatkan piring berisi makanan ke hadapan Sam yang hanya menatapnya datar tanpa mau menyentuhnya.


"Tuan!"


"Hm."


"Makanlah! kau pasti punya pekerjaan penting, bukan?"


"Hm."

__ADS_1


Natalia menghela nafas halus. ia berusaha untuk tak terlalu dekat tapi sikap Sam yang seperti ini Natalia sangat hafal, pria ini mau disuapi lagi.


"Makan saja sendiri!"


"Aku tak mau makan!"


"Kenapa? aku menyuapi Alfin sekarang."


Sam hanya acuh membuat Natalia pasrah mencuci tangannya beralih menghadap Sam yang tetap mempertahankan wajah dinginnya. mau tak mau Natalia mulai menyodorkan makanan ditangannya kemulut Sam yang tetap merapat.


"Makan!"


"Kau senangkan?"


"Apanya?"


"Iklanmu!" suara datar menghakimi.


Natalia mendengus. mengurus Bayi besar yang bahkan lebih susah diatur dari mengurus Alfin yang realitanya masih kecil.


"Ayolah. aku saja tak tahu bentuknya!"


"Hm."


Alfin hanya diam seakan tak tahu dan lebih memilih membawa piring makannya ke dekat sofa diujung sana dengan para pelayan yang ia isyaratkan untuk pergi.


"Ayolah!" pujuk Natalia tapi Sam masih menunjukan wajah dinginnya. Natalia memutar otaknya agar Sam mau makan secepatnya sebelum Papanya turun.


"Ouhh. Baby tak mau makan. hm?"


Seketika Sam tercekat saat Natalia mengelus rahangnya lembut dengan wajah seakan melihat bayi yang menggemaskan.


"K..Kau..."


"Sayang! kau harus makan. kau sudah bekerja begitu keras, nanti sakit. Makan ya, Sayang?"


Wajah Sam seketika berona Tomat dengan rona gerogi yang terlihat diwajahnya. ia menerima suapan dari jari lentik Natalia yang lega walau kedepannya akan susah menghadapi sikap manja Sam padanya.


"Sial!!! kau jangan begitu menggelikan."


Batin Sam pada dirinya sendiri. tapi Natalia memang membuat ka meleleh sendiri, walau sekuat apapun ia mencoba bertahan pasti Natalia bisa merubuhkan bentengnya.


"Lia!!!!!"


Degg...


Natalia terkejut saat suara Dokter Andra ada didepan sana hingga ia dengan cepat mencuci tangannya kembali lalu berdiri memberi jarak dengan Sam yang seketika mendingin.


"Lia!!!"


"Kembali ke tempatmu." tekan Sam menggertakan giginya.


"Tuan. aku..aku mohon, jangan katakan apapun atau .atau berbuat diluar batas. aku.."


"Dia memang mau ini!"


Sam berdiri dari duduknya tapi Natalia ssgera mencengkal lengan kekar Sam yang sudah terlihat berapi-api. Alfin yang melihat dari sudut sana juga khawatir Papanya akan kelepasan marah disini.


"T..Tuan. aku mohon!"


Pinta Natalia begitu memelas. tanpa sadar Natalia membuat Sam bertambah membara bahkan rahang pria itu sudah mengeras.


"Dia begitu berarti bagimu!"


"T..Tuan.. Tuan!"


Sam sudah melangkah pergi tanpa sepatah katapun dengan Dokter Andra yang berselisih jalan dengannya. tapi aura kelam Sam mampu Dokter Andra rasakan sampai ia tercekat sendiri melihat jelas wajah Sam yang begitu membayang dijagat dunia Bisnis.


"T...Tuan Muda Bilions?"


......


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2