Dilema Cinta Natalia

Dilema Cinta Natalia
Kemarahan Sam!


__ADS_3

Asap harum dari aroma Bakso hangat itu sudah menyeruk mengaduk perut Natalia yang tak sabaran berdiri didekat Gerbang seraya beberapa kali menyapa para staf kerja yang lewat didekatnya.


Pria tua dengan jenggot memutih itu tampak cekatan mengaduk kuah yang telah diracik dengan bumbu rumahan yang tentu Natalia tahu karna ia sering membuatnya tapi tak seharum ini.


"Neng. kenapa mau beli Bakso saya?" tanya Pak Mamud dengan wajah segan karna tampilan Natalia sangat berkelas dan begitu cantik. jarang-jarang wanita seperti ini mau makanan pinggiran yang ia dorong keliling.


"Memangnya kenapa? baunya enak. pasti Bapak punya resep rahasiakan?"


"Neng itu sangat cantik. jarang yang beginian mau mampir."


Celetuk renyah membuat Natalia terkekeh kecil bersandar ke gerbang masih tak mengalihkan pandangannya pada Pak Mahmud yang sesekali menyebutkan rincian racikannya.


"Neng keluarga pemilik Perusahaan. ya?"


"A.. tidak. aku disini mampir tapi yaa.. lapar. bapak keren bisa masak bakso seenak itu."


Puji Natalia ringan tanpa beban. ia sesekali membantu Pak Mahmud membersihkan Gerobak yang tampak sudah tak bisa didorong terlalu jauh.


Natalia melihat dagangan Bakso masih banyak dan dipastikan pria tua dengan kopiah kumu ini tak mendapatkan pembeli yang banyak. karna begitu iba Natalia perlahan mengeluarkan uang 9 ratus ribu yang tadi Fagan berikan karna paksaan tentu Natalia menerimanya karna tak mungkin juga meminjam uang di kariawan yang belum mengenalnya


"Pak. jangan terlalu pedas, ya?"


"Iya Neng!"


Natalia perlahan memasukan lembaran uang itu kedalam Toples yang ada didekat laci bawah dengan sangat diam tersenyum membalas sapaan Pak Mahmud saat memberikan kantong plastik berisi Baksonya karna Natalia memesan dua untuk Sam juga.


"Ini.Pak!" menyodorkan uang 100 ribu seraya menerima bungkusan plastiknya lalu berbalik.


"Kembaliannya. Neng?"


"Buat Bapak!"


Jawab Natalia memberi senyum cantik membuat Pak Mahmud lansung terkejut dan juga agak tak enak tapi Natalia sudah menjauh dari Gerobaknya.


"Sudah baik. cantik, pinter.. beehh.. Istri Idaman."


Pak Mahmud memuji Natalia seraya mendorong Gerobaknya untuk menjauh. disepanjang langkahnya ia melihat ada beberapa orang yang tengah berdiri diseberang jalan mengamati Natalia.


"Moga saja tak berniat jahat."


Pak Mahmud melanjutkan langkahnya hingga 5 pria berbadan kekar itu mulai saling berbisik. sepertinya mereka bisa membawa wanita itu keluar dari lingkungan Perusahaan yang dijaga ketat.


"Tolong!!!!!"


"Berikan uangmu!!!"


Mereka belagak bertengkar hingga menarik perhatian Natalia yang tengah ingin melangkah mendekati Loby Perusahaan. beberapa pengawal disamping Natalia terlihat juga ikut teralihkan tapi mereka tetap menjaga wanita ini.


"Itu .."


"Nona. anda harus tetap disini!"


"Tapi. mereka mau merampok."


Natalia ingin mendekat tapi ia kembali dicegat dengan beberapa pengawal yang mendekati para pria yang tengah adu perlawanan itu. mereka terlihat ingin merampas ponsel milik satu pria berkaos hitam yang berusaha melawan tapi di keroyok.


"Tuan!!! tuan tolong!!!"

__ADS_1


"Diam kau!!!"


Mereka terus memukul sampai para pengawal dan penjaga Gerbang ikut menengahi dengan Natalia yang mendekat karna salah satu korbannya berdarah.


"Hentikan!!"


"Ini bukan urusan kalian!!!"


Mereka beralih menyerang para pengawal yang dengan sigap memberi balas tepat didekat beton Perusahaan. pria yang tadinya dipukuli dengan wajah babak belur itu mendekati Natalia yang tanpa tahu niat jahat mereka.


"Tuan. anda..anda tak apa dan.."


"Nona. Istri saya sedang mengandung dan dia sakit-sakitan di mobil. saya butuh perempuan untuk menenangkannya."


"A.. itu .."


"Saya mohon. ikut saya!"


Natalia terlihat bimbang tapi segera mengangguk karna desakan pria ini begitu terlihat panik sesekali melempar tatapan takut pada para pengawal yang terlihat masih melawan beberapa preman yang melihat kearah samping dimana tak ada lagi wanita itu dan lansung memberi kode agar menyudahi semua ini.


Bughh ..


Satu bongkeman yang dilayangkan penjaga kewajah pria bertato bunga mawar dipipi itu membuat mereka semua lari dengan cepat berlawanan arah dengan kepergian Natalia barusan.


"Kemana Nona?"


"Tadi .."


Mereka terkejut saat tak melihat Natalia hingga Hendy kepala penjaga langsung berlari kedua arah jalan depan Perusahaan dengan wajah panik mencari wanita itu.


"Presdir! ini Document kemaren. anda bisa memeriksanya segera."


Gamali memberikan beberpa berkas dan ini adalah pekerjaan Natalia yang harus mengurus soal lencana prodak mereka. tapi Sam tak mau membebankan pada wanita itu hingga ia mengurus semuanya yang dirasa tak mampu Natalia kemban.


"Kau uraikan semua ini agar lebih mudah dipahami. tuliskan bagian yang penting."


"Baik. Presdir!"


Sam terdiam sesaat menggoreskan ujung pulpennya ke atas matrai saat mulai heran kenapa Natalia belum juga muncul padahal sudah 1 jam keluar.


"Apa Natalia sudah kembali?"


"Belum. Presdir!"


"Pergilah!"


Gamali mengangguk melangkah pergi.


Sam langsung melepas pulpennya lalu melihat jam dipergelangan tangannya. ia terlalu fokus bekerja sampai ia tak begitu memperhatikan jamnya. karna merasa khawatir Sam merendahkan diri menelfon Natalia.


Dreett ...


"Shitt. lagi-lagi ceroboh begini."


Umpat Sam melihat ponsel Natalia tertinggal diatas Sofa. wanita itu memang tak pernah bisa mengerti seberapa pentingnya benda pipih itu.


"Fagan!!!!"

__ADS_1


Tak ada sautan sama sekali membuat Sam benar-benar mengeram berdiri dari duduknya. ia melangkah menuju pintu keluar yang dibuka cepat karna tak sabaran.


"Fagan!"


Lagi-lagi tak ada yang menjawab membuat dahi Sam mengkerut. kenapa pria itu tak ada? apa di ruangannya tapi biasanya Fagan selalu stand-by disini.


"Sialan kalian semua."


Sam menghubungi para pengawalnya dan rahangnya mengeras saat tak satupun yang mengangkat menarik darah yang mendidih menuju otaknya.


Setelah beberapa lama memanggil akhirnya sambungan diangkat oleh Fagan yang terdengar berada dikeramaian.


"Kau memang bosan bekerja disini. ha???"


"Tuan!"


"Dimana Natalia? pekerjaanku sangat banyak. aku mau dia ke ruanganku!!"


"N..Nona.."


Sam mulai merasa aneh karna tak biasanya Fagan berbicara segugup ini kalau tak bermasalah besar.


"Ada apa? kenapa dengan dia?"


"Nona hilang!"


Degg...


Seketika Sam seakan tersengat dengan kalimat itu sampai wajahnya yang tadi masih bisa dikendalikan meruakan kemurkaan. ia lansung berlari menuju Lift disudut sana dengan jantung yang terasa diremas-remas.


"Bagaimana bisa dia menghilang??? Kalian ku perintahkan menjaganya!!!!"


"Tuan. sepertinya mereka memang merencanakan ini dan.."


"Aku tak ingin tahu! jangan sampai terjadi sesuatu padamya. Sialan kalian semua!!!!"


Suara bentakan Sam menembus besi baja yang ia naiki sampai membuat para Kariawan beberapa lantai dibawah sana terkejut bahkan sampai gemetar mendengar semua itu.


"Presdir. kenapa?"


"Apa yang terjadi?"


Mereka saling tatap tak mengerti sampai suara Lift. berrbunyi nyaring memecah gentingnya situasi. terlihatlah Sam yang tengah melangkah cepat keluar membelah para Kariawannya yang tak berani bertanya selain menunduk.


Wajah Sam tak bersahabat dan sangat dingin keluar dari pintu Perusahaan ini.


"Presdir. anda..."


"Dimana dia??? kenapa bisa kalian selalai ini???"


Suara menggelegar membuat heboh 2 gedung yang begitu dibuat heran tapi mereka tak berani bertanya menapa Presdirnya semarah itu.


"Cari dia sekarang!!!"


......


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2