
Pandangan lemah itu langsung menghunus foto-foto wanita lugu berkacamata yang ia pajang disetiap dinding kamarnya. sedari tadi ia mengunci diri didalam kamarnya dengan ditemani berbagai minuman yang baru kali ini ia sentuh, ia melarikan setiap rasa sakit yang dirasakan pada teggukan alkohol yang baru pertama kali mengalir dikerongkongan seraknya.
"Lia!"
Lirihnya tersenyum kaku dengan mata sembab berair dan merah. tangannya memeggang satu lembar foto manis yang ia ambil secara sembunyi-sembunyi selama ini.
Senyumnya mekar melihat seorang wanita berkacamata berkulit putih bertubuh gendut tengah memasak dengan senyum hangat yang tak pernah lekang sama sekali.
"Lia! aku mau kau yang dulu."
Gumamnya bergetar menahan rasa sakit dan sesak didadanya. ia sangat mencintai wanita ini bahkan ia tak pernah berfikir menikahi wanita selain Natalia sekarang. wanita lugu yang penakut, tapi sekarang apa? wanita itu berubah bahkan tak lagi ia kenal.
"S..Sayang hiks, kau...kau kenapa berubah? aku ..aku suka kau yang dulu.."
Lirihnya terisak sesekali menegguk alkohol ditangannya. air matanya terus jatuh seakan jadi pecundang tapi itu memang benar. tadi, saat ia tahu bekas kismark itu Dokter Andra masih bisa diam mencerna segalanya. namun, saat melihat Televisi dimana Natalia selalu dekat dengan seseorang membuat Dokter Andra hancur saat menduga siapa yang ada dibalik perubahan wanita itu.
"Kenapa harus dia???? Kenapa harus pria itu, ha??? aku ...aku mencintaimu, Lia!!! aku...aku mohon jangan meninggalkan aku lagi!!!"
Teriak Dokter Andra pecah bahkan ia menghancurkan semua yang ada dikamarnya dengan luluh-lantah. hatinya hancur dan pikirannya kacau, bagaimana bisa ia merebut wanita itu jika sudah digenggaman penguasa sebenarnya?
"L..Lia..! kau..kau tak bisa begini, aku ..aku akan membawamu kembali, aku...aku berjanji. Sayang!"
Ucapnya begitu bahagia mengecup lama Poster besar yang ia buat hanya untuk melepas rindu dengan wanita itu. ia sangat menggilai seorang Natalia yang memjadi Bidadari cantik dalam mimpinya.
.......
Deru nafas memburu itu langsung terdengar berkecamuk setelah masuk kedalam kamar remang yang sudah berantakan akibat pergerakan Natalia yang tak sabaran sampai Sam harus melepas kemejanya kesembarang arah dengan ciuman yang masih menyatu.
Natalia terlihat sudah terbakar dengan ciuman panas mereka apalagi tubuhnya yang tadi Sam balut dengan Tuxedo sudah terlepas polos dengan daleman yang masih kekal belum dibuka sama sekali.
"Ehmm!"
Lenguhan Natalia muncul disela tautan lidah keduanya saat tangan Sam sudah meremas dua bongkahan kenyal itu mengiringnya berbaring diatas ranjang king-size berwarna putih Hotel mewah ini.
"S...Sam emm!"
Sam tak bisa menahan lagi sampai ia benar-benar menunjukan sisi liar yang begitu memuja tubuh wanita ini. cumbuan yang terus Sam berikan menyusuri leher hingga kembali bermain dibagian paling membuat Natalia membusung akibat hisapan lidah basah itu.
Shitt. kenapa rasanya begitu nikmat bahkan ia seakan melambung tinggi akan apa yang dia lakukan?
Batin Natalia hanya bisa menggeliat remang mencengkram rambut Sam pelan dan sangat lembut sesekali menggelijang hebat saat permainan pria ini menyengat darahnya.
Sam pun sama. ia dengan cepat menurunkan tangannya ke bawah sana menyela daleman hitam yang sudah lembab karna air tadi.
"S..Saaam ***..Saam!"
Pekik Natalia tertahan saat jari kekar itu merabanya dengan penuh sensasi membuat tubuh Natalia bertekuk kejang karna obat itu sangat memantik sensitif yang tinggi.
Sam membiarkan Natalia panas bahkan lebih panas dengan semua yang ia lakukan karna Sam paham akan kondisi Natalia yang masih belum pernah dijamah siapapun, tentu Tubuh wanita ini butuh pemanasan dan ketenagan darinya.
__ADS_1
"S..Sam..aku...aku.. "
"Ini akan sedikit sakit."
Bisik Sam mengecup kilas bibir Natalia yang sudah bengkak karna ciuman mereka. ia mulai melepas tali pinggangnya hingga bagian menonjol itu terlihat jelas dimata berkabut hasrat Natalia yang sudah bergerak erotis benar-benar menginginkannya.
"S..Sam." rengekan yang begitu manja dan tak sabaran membuat Sam tersenyum kecil menatap Natalia yang sudah meradang seraya membuka semua helaian dari tubuhnya.
"Kau sangat Sexsi."
"S..Sam."
Lirih Natalia seakan terus dipancing Sam untuk lebih menginginkannya. mata Natalia tampak melemah saat Sam tak lagi menyembunyikan sebuah benda perkasa yang sudah teggak berdiri menjujung kegagahan, begitu sangat menggiurkan.
"Rileks. Baby!"
"S..Sam."
Sam sangat suka dengan suara lembut tak sabaran Natalia yang terus mengerangkannya. ia benar-benar candu dengan semua yang wanita ini tunjukan padanya.
Tanpa berlama-lama. Sam membuka helaian terakhir dari tubuh Natalia yang langsung membuatnya tercekat dan menelan ludahnya berat. Jakun Sam naik turun seakan kehausan terus menelan ludah melihat bagian empuk yang sudah basah dengan warna pink segar dan sangat mulus.
"S..Saam."
Sam masih diam menatap berat dengan nafas yang semakin memburu. wajahnya merah dengan tangan yang terur menyentuh lembut bagian ini.
"S..Sam!!!" pekik Natalia saat pria itu sudah membenamkan wajahnya disana sampai ia melenting hebat bahkan pinggang Natalia terangkat tapi Sam menahannya cepat.
"Saaam hiks."
Isakan tak tahan yang semakin meruak membuat Sam menyudahi aktifitas laparnya dibawah sana dengan deru nafas tak lagi terkontrol.
Ia memposisikan tubuh keduanya dengan baik mengungkung Natalia yang dengan cepat meraih lehernya untuk kembali menautkan ciuman panas.
Ntahlah. Sam merasa begitu mendamba sampai ia tak berhenti terus memberikan sentuhan yang berjejak di lekuk tubuh istrinya. Sam perlahan melakukannya dengan lembut seakan ia mengontrol jiwa brutal dalam dirinya agar tak menyakiti sang kekasih.
"Emm!"
Natalia mencengkram punggung Sam kuat saat merasakan ada benda keras yang menekan tapi rasanya ia juga menginginkannya. ntah kemana hilang akal sehatnya yang jelas ia menginginkan pria ini.
Merasakan Natalia yang juga mendambakan. Sam membuka akses lebih lebar menekan paha Natalia yang menurut dengan ciuman yang masih menyatu panas.
Shittt. pertahananmu sangat kuat!
Sam yang mencoba menekan beberapa kali tetap lembut tapi tak juga bisa. benda itu seakan membuat ia berusaha untuk menyelami lembah kenikmatan itu bersama.
"S...Sakit. Sam!!"
"Lihat aku."
__ADS_1
Natalia menatap wajah merah Sam yang terlihat berhasrat tapi mata elang ini seakan mengawal ia agar tetap tenang dan meyakinkan.
"K..Kau .."
"Aku tak akan meninggalkanmu. hm?"
Sam mengecup lama kening Natalia. ia paham Natalia pasti takut-takut memberikan ini karna ia adalah seorang pria beristri, tapi itu dulu. Sam pun tanpa beban lagi memperlakukan Istri satu-satunya ini selayaknya miliknya seorang.
"Hm."
"Tahan sedikit, ini tak akan begitu sakit kalau kita bekerja sama."
Natalia mengangguk mengikuti arahan Sam yang menunggu ia tenang barulah kembali mencoba. kali ini ia menekan agak keras sampai Natalia menjerit tertahan dengan Sam yang memanfaatkan rasa sakit itu untuk menekan lebih dan...
"S..Saaam!!!"
"A..Akhs!"
Sam mencengkram satu benda kenyal itu saat perjuangannya berhasil merobek pertahanan wanita ini. mata Sam terpejam menikmati sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Pusakanya terasa dijepit ketat dan lembut sangat nikmat dan menyengat, ia belum pernah mencoba hal seperti ini sebelumnya karena saat menikahi Qyara, Sam tak mendapati yang pertama. tentu saat itu Sam sangat mencintai Qyara yang menurutnya pekerja keras tapi sayangnya itu hanya sekedar rasa kagum yang buta.
"S..Sayang!"
Natalia masih diam tak tahu harus apa. ini memang sakit tapi ia tak bisa menepis kalau penyatuan ini membuatnya ingin lebih dari seorang Sam.
Setelah beberapa lama Sam membiarkan Natalia tenang dan barulah ia bergerak pelan membuat suara lenguhan lemah itu keluar disela pompaan pelan Sam yang tak mau terlalu kasar.
"S..Sam emm!"
"Hm?"
Sam masih menahan tempo gerakan tapi Natalia tak bisa tahan untuk lebih dari ini hingga Sam berbinar Natalia memintanya untuk cepat.
Natalia memekik keras saat Sam mencoba sedikit lebih cepat tapi masih menghitung waktu dengan suara erotis keduanya memecah dinginnya malam. Sam begitu mengerang nikmat saat pijatan dinding lembab ketat itu semakin membuatnya menggila.
"S..Sayang!!"
"S...Sam.."
Keduanya saling memberi sahutan bahkan Sam sampai mengeksplor semua kemampuannya melayani hasrat keras Natalia yang juga dibuat tak bisa menahan suara jeritan nikmatnya.
Ini sangatlah luar biasa. Lia!!! kau sempurna, Sayang!!!
Sam yang menggila tak tahu harus apa karna ia sudah kehilangan akal sehatnya. bercinta dengan wanita ini benar-benar terasa spesial bahkan ia sudah lama tak merasakan hal seindah yang tak pernah Qyara berikan padanya selain belaian yang brutal penuh hasrat.
Bersama Natalia ia bisa mengungkapkan kasihnya dengan cumbuan penuh kelembutan, dan Natalia pun membalas dengan tak kalah hangat dengan tatapan yang tunduk menghargainya.
Begitulah keduanya menghabiskan malam bersama. Sam terus memuja nama sang istri dengan Natalia yang dibuat remuk mencoba berbagai gaya yang ditempatkan Sam padanya. Tentu Natalia menurut karna mau bagaimanapun Sam sangat pandai bermain memuaskan hasratnya.
__ADS_1
...........
Vote and Like Sayang..