Dilema Cinta Natalia

Dilema Cinta Natalia
Anak suamiku!


__ADS_3

Semuanya hening. Tak ada yang memulai percakapan sama sekali seakan membiarkan waktu dan kemalut malam yang menginjak bayang-bayang mentari ini menenggelamkan pria itu dalam kesunyian hatinya.


"Sersan!"


Zuan yang baru datang menghadap kearah Daychi yang tengah duduk diruangan santai yang biasa dijadikan tempat bermain Natalia. Daychi tetap diam tak bergeming terus menegguk minumannya.


"Sersan! Xiaojie ingin bertemu dengan anda."


"Cih!"


Daychi berdecih memiringkan bibirnya mencoba meredam rasa tak rela. Ia lagi-lagi menyesap minuman itu tandas tak ada suara yang keluar membuat Natalia yang tadi tak mau pergi sebelum pamit-pun merasa gelisah diluar sana.


"Sayang!"


"Aku ingin bertemu dengannya! tak mungkin pergi tanpa pamit."


Jawab Natalia pada Sam yang sudah berdiri disampingnya. Wajah pria itu semakin dingin dikala anak buah Daychi menatapnya membunuh.


"Disini bukan tempat bertukar terimakasih." tekan Sam menggenggam tangan lentik Natalia bersiaga.


"Tapi.."


"Sersan menyuruh anda masuk!"


Zuan yang muncul diambang pintu membuat Natalia mengangguk melangkah masuk bersama Sam yang tak mau ditinggal.


"Kau tak bisa masuk!" cegat Zuan pada Sam dengan wajah penuh kegeraman.


"Dia istriku. aku tak masuk, dan dia juga tak akan bergerak." jawab Sam tegas saling memberi intimidasi tapi Zuan akui ia tak akan sepadan dengan Herchier Jerman ini.


"Hanya Xiaojie yang bisa masuk."


Sam hanya diam mengeratkan genggamanya ke tangan Natalia dengan tubuh tegap berdiri melindungi istrinya.


"TIDAK selama aku masih disini."


"Habisi dia!!"


Titah Zuan pada anggota mereka yang segera menyerang Sam yang sigap menendang tubuh mereka keras dengan pergerakan terlatih menghantam dinding didekatnya. Natalia tak bisa berkutik saat Sam tak melepas tangannya melainkan hanya bergerak meliukan tangan dan kaki kokohnya yang lincah.


"Berhenti!!!"


Ucap Natalia begitu terkejut saat anggota Daychi mulai menggunakan cakar mereka untuk menyerang. Kali ini Sam lebih serius dengan menarik Natalia kebelakang tubuhnya dan mulai menangkis setiap cakaran yang dilayangkan padanya.


Krett...


"S..Sam!!"


Sam hanya diam memelintir lengan mereka kuat lalu ditendang dengan keras tapi masih belum bisa melumpuhkan para anggota Ryoto yang sebenarnya. Mereka punya kekuatan dalam membuat Sam tak lagi punya kesabaran hingga mematahkan tangan para pria bertato naga yang ingin melukai Natalia.


"Sialan kalian!!!"


"CUKUP!!!"

__ADS_1


Suara keras seseorang di ambang pintu sana membuat para anggota yang sudah babak belur dan berpenampilan na'as itu segera menunduk berbaris menghadap Sersannya. Mereka melenturkan tulangnya yang tadi berbunyi retakan membuat Natalia menegguk ludahnya kasar. Sangat mengerikan.


"Aku ingin bicara denganmu!" tegas Daychi pada Sam yang sudah terlihat muak dan tak bergerak.


"Emi akan menjaga dia!"


"Kau pikir aku percaya. mulut busukmu." ucap Sam tak mau terkecoh akan rencana iblis satu ini.


"Cih! kau pikir aku ingin tempatku. meledak?!"


Dahi Natalia berkerut mendengar ucapan Daychi. Ledakan! maksudnya apa? Natalia melempar pandangan ke wajah Sam yang menyeringai. Tentu Sam sudah memasang peledak disetiap penjuru untuk berjaga jika Daychi berbuat nekat.


"Hm. Sayang!" Sam menatap Natalia lembut membuat wajah Daychi mengeras.


"Tunggu aku sebentar. Fagan ada diluar, jangan takut. hm?"


Natalia mengangguk menerima kecupan kilas itu ke bibirnya lalu memandangi Sam yang masuk kedalam ruangan itu. Ia digiring Emi untuk istirahat sejenak di sofa sana.


Sementara Sam. Ia menatap dingin tempat misterius ini. Banyak vas bunga berisi kuntum-kuntum cantik dimeja dan sudut ruangan sana.


"Apa kau benar mencintainya?"


Pertanyaan Daychi memecah keheningan.


"Menurutmu?" jawab Sam dengan dingin. Ia berdiri tepat disamping Daychi yang sudah berdiri tegap didepan deretan bunga dihadapannya. Ini adalah bunga-bunga hasil rawatan Natalia yang selalu wanita itu pajang diberbagai tempat.


"Kau tak pantas untuknya!"


"Kau menegguk ini! aku juga. Membunuh? itu sudah biasa. lalu.."


Sam menjeda ucapannya lalu melempar botol itu keluar jendela membuat Daychi menatapnya rumit.


"Kau dan aku sama-sama kotor! tapi yang jelas, dia ISTRIKU dan NYAWAKU akan ku berikan padanya." sambung Sam penuh kemantapan membuat Daychi terhenyak.


"Kau pikir pengerat sepertimu bisa membahagiakannya!!" Daychi mencengkram kaos Sam yang menyeringai melihat amarah itu bergejolak.


"Kau hanya bisa menindas orang lemah. membuat adikku kritis di rumah sakit!!"


"Itu bukan salahku. kau pikir dengan otak dangkalmu. Naga sialan!"


Umpat Sam menepis tangan Daychi yang begitu emosian. Sam tahu betul sifat rivalnya ini bagaimana karna Daychi adalah pria temprament yang suka kegelapan.


"Adikmu selalu terobsesi akan apa yang aku punya! Bisnis, dan wanita!"


"Qyara!" sambar Daychi geram.


"Aku tak masalah. bahkan aku bersyukur dia merebut wanita itu . tapi, tidak dengan mencabuli ISTRIKU!"


Daychi diam saat Sam terdengar begitu tulus dan sangat melindungi Natalia. Daychi memang sangat menyayangi Lien walau caranya berbeda dengan kebanyakan Kakak diluar sana. Walau keluarganya menganggapnya sebagai monster Daychi tetap berdiri dikakinya sendiri.


"Kau urusi Klan Nagamu! atau Ayahmu akan menggantinya dengan Macan hitam."


"Itu bukan urusanmu." geram Daychi muak saat Sam selalu bisa mematahkan kalimatnya. Pria ini memang tak main-main mengetahui indentitas lawannya sampai keakar-akarnya.

__ADS_1


"Hm. itu memang bukan urusanku! tapi, jika kau masih mengurusi Istriku. maka aku akan mulai permusuhan lama."


Tekan Sam membuat Daychi menghela nafas. Ia tak mau membuat Natalia menangis lagi dan begitu stres diusia kandungannya yang tua. Wanita itu sering mengalami sakit pinggang dan sakit kepala jika melihatnya membunuh dan apalagi Sam orang spesial dalam hidupnya.


"Hm. Kalau kau bosan, berikan dia padaku."


"Dalam mimpimu." jawab Sam berdecih ingin berbalik pergi.


"Kau memang tak tahu terimakasih."


"Aku rasa kau sudah hafal itu."


Jawab Sam acuh melangkah kearah pintu karna tak tahan jika berjahuan dengan Natalia yang baru tadi bertemu. ia belum puas memeluk wanita itu sekarang.


"Aku mau anak itu!"


Langkah Sam seketika terhenti mendengar suara Daychi yang masih belum rela. Daychi mendekat dengan hati berkecamuk tak bisa menahan ini.


"Anak?"


"Bawa Natalia dan aku ingin anak itu."


"Anakmu?" tanya Sam penuh selidik membuat Daychi diam. Ntah kenapa Daychi tak rela. Ia yang selama ini mengurus Natalia dan setidaknya ia punya sesuatu bagian dari wanita itu.


"Iya!" jawab Daychi lugas membuat Sam diam. Hatinya menolak jika itu adalah anak musuhnya karna ia yakin Natalia tak semudah itu menyerahkan tubuhnya.


"Itu anakku! berikan dia padaku saat sudah lahir."


"K..Kau bilang apa?"


Daychi terkejut saat suara bergetar Natalia muncul dari arah pintu. Wanita itu berdiri memeggang perutnya dengan mata berkaca-kaca membuat Sam mendekat.


"Sayang!"


"Tu..Tuan Day!" panggil Natalia membuat Daychi mengepal. Setidaknya berikan ia tempat untuk melepas rasa tak rela ini.


"Dia anakku! aku yang berhak atas itu."


Tekan Daychi membuat jantung Sam berdebar. Ia menggenggam tangan Natalia untuk mencoba menerima kalau misalkan ini benar maka ia tak mau membuat masalah lagi. tapi ia menolak membenarkan.


"Sejak dia ada. aku yang merawatmu, bukan dia!"


"Tuan Day! aku berterimakasih atas semua kebaikanmu padaku tapi maaf. Ini anakku dan.."


Sam memejamkan matanya untuk menunggu sebelum Natalia menjawabnya.


"Dan suamiku!"


Duarrr....


.....


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2